Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 58. Akhirnya Pulang Juga.


__ADS_3

Setelah Sean berbicara dengan Dokter, akhirnya Sita dan Rafa sudah diperbolehkan untuk pulang. Mereka sangat bersemangat dan memutuskan untuk hari itu juga kembali ke Negara mereka.


"Hati-hati!"


Rafa membantu Sita untuk menaiki tangga pesawat, sementara Syifa sedang sibuk membalas pesan dari Atha yang terus menerornya dengan pertanyaan kapan pulang.


"Aku bisa sendiri kok, Mas!"


Rafa mengerutkan bibirnya karna tidak senang mendengar ucapan Sita, sementara wanita itu hanya tersenyum simpul dan menarik ujung hidungnya.


"Ekhem!"


Syifa berdehem untuk menyadarkan Sita dan Rafa kalau mereka sedang berada dikeramaian, sementara kedua manusia itu hanya tertawa kecil dan tidak menghiraukannya sama sekali.


"Baiklah terserah kalian saja, kami hanya numpang hidup didunia kalian ini!"


Sita tertawa mendengar ucapan syifa, dia lalu duduk di samping Rafa yang sudah duduk dikursi mereka masing-masing.


"Permisi, Mbak!"


Seorang wanita yang sedang sibuk melihat ponsel mendongakkan kepalanya. "Eeh, ma-maaf, Mbak!" Dia segera mengambil tasnya yang dia letakkan dikursi samping.


"Tidak apa-apa, Mbak!"


Syifa tersenyum sembari duduk di samping wanita itu, dia kemudian menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.


"Syif, kau ada minyak kayu putih enggak?"


Mata yang sempat terpejam kini kembali terbuka saat mendengar suara Sita. "Sebentar!" Dia bergegas untuk mengambil minyak kayu putih yang ada di dalam tas kecilnya.


"kenapa? Apa perutmu sakit?" tanyanya sembari memberikan minyak itu pada Sita.


Sita menggelengkan kepalanya sambil mencium aroma khas dari minyak tersebut. "Aku cuma sedikit mual, mungkin efek dari obat yang barusan ku minum!"


Syifa menganggukkan kepalanya, kemudian dia kembali duduk setelah memastikan kalau Sita baik-baik saja.


"Apa kalian bersaudara, Mbak?"


Syifa memalingkan wajahnya ke arah samping saat mendengar pertanyaan dari wanita itu. "Iya, kami bersaudara!"


Wanita itu tersenyum hangat. "Maaf yah Mbak, kalau aku lancang!"


Syifa lalu megulurkan tangannya sembari memperkenalkan diri, dan disambut dengan ramah oleh wanita itu.


Mereka asik mengobrol sepanjang perjalanan, Syifa tidak menyangka kalau dia bisa dekat dengan seseorang yang baru pertama kali dia kenal.

__ADS_1


"Jadi, Mbak mau mendatangi seseorang yang Mbak kenal untuk meminta bantuannya?"


Wanita itu mengangguk, matanya kini berkaca-kaca dan siap mengeluarkan tangisannya.


"Aku tidak tau lagi harus minta tolong dengan siapa, Mbak! Anak dan suamiku sedang berada dirumah sakit, dan aku tidak punya uang untuk membayar operasi mereka!"


Syifa turut bersedih dengan musibah yang wanita itu alami, tangannya terulur menepuk bahunya untuk memberi ketenangan.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya Syifa dan yang lainnya sudah sampai di bandara tujuan.


Dia segera pamit dengan wanita yang ada di sampingnya dan berlalu keluar bersama dengan Rafa dan juga Sita.


"kami akan mengantarmu, Syifa!" ucap Rafa saat mereka sudah sampai di tempat mobilnya terparkir.


"tidak perlu, Mas! Aku bisa naik taksi, lagipula kalian tidak boleh terlalu lelah,"


"lelah apa sih, cuma ngantar doang!" seru Sita.


Karna tidak bisa lagi menolak, akhirnya Syifa mengiyakan ajakan mereka dan memasukkan semua barang-barangnya ke dalam bagasi.


"Mau ke mana kau?"


Syifa yang baru memasukkan satu kakinya ke dalam mobil, langsung melihat ke arah belakang, saat mendengar teriakan seseorang yang sangat dia kenali.


Syifa terpaku ditempat saat melihat suaminya, entah apa yang terjadi padanya saat ini, tapi yang pasti jantungnya berdebar keras.


Rafa dan Sita yang sudah berada di dalam mobil, terpaksa kembali turun saat melihat Atha sedang berjalan ke arah mereka.


"bukannya Syifa melarang Kak Sean untuk memberitahu Atha?" tanya Sita dengan bingung, pasalnya tidak ada diantara mereka yang memberitahu lelaki itu.


"entahlah, dia kan memang selalu tau apapun tentang Syifa!" balas Rafa.


Sementara itu, Atha terus berjalan mendekati mereka sampai kakinya berhenti tepat di depan Syifa, yang hanya berjarak dua langkah saja darinya.


"Dasar! Beraninya kau-"


Atha tidak bisa melanjutkan ucapannya saat tubuhnya dipeluk oleh Syifa, beberapa kali dia mengerjapkan matanya karna tidak percaya dengan apa yang istrinya lakukan.


Jangankan dia, bahkan Rafa dan Sita saja sempat terkejut melihat aksi Syifa. Namun, beberapa saat kemudian mereka memberi kode pada Atha untuk pergi dari tempat itu.


"Apa, apa kau baik-baik saja, Syifa?"


Syifa yang masih memeluk tubuh Atha tiba-tiba tersadar dengan apa yang dia lakukan, sontak tangannya langsung terlepas dari tubuh lelaki itu.


"I-itu, anu, em ... aku, aku-"

__ADS_1


Atha tersenyum simpul sembari menarik tubuh Syifa masuk ke dalam pelukannya. "Aku tau kalau kau merindukanku, karna aku juga sangat merindukanmu!"


Syifa yang ingin memberontak mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Atha, dia lalu memejamkan matanya untuk menikmati pelukan hangat dari sang suami.


Baru beberapa detik berlalu, Syifa langsung membuka matanya saat mengingat kalau mereka sedang berada di tempat umum. Dia segera mendorong tubuh Atha membuat lelaki itu kebingungan.


"ada apa?" tanyanya dengan heran.


"Le-lebih baik kita segera pulang! Lagipula Sita dan Mas Rafa-"


Mata Syifa membulat sempurna saat berbalik dan tidak melihat keberadaan Rafa dan Sita di tempat itu.


"Mereka sudan pulang!"


Syifa beralih melihat Atha dengan bingung. "Ka-kapan? Kenapa aku tidak tau?" Wajahnya diselimuti dengan kebingungan saat ini.


"sudah beberapa menit yang lalu! Kau sih, terlalu menikmati pelukanku!"


"Apa?"


Syifa merutuki kebod*ohannya karna sudah bertingkah aneh, dia bahkan sampai mempermalukan diri sendiri.


"Sudahlah, ayo kita pulang!"


Atha mengenggam tangan Syifa dan membawanya ke tempat mobilnya berada.


"Tapi barang-barangku ada di dalam mobil Mas Rafa!"


Syifa baru ingat kalau dia tadi sudah memasukkan semua barang-barangnya ke dalam mobil.


"Lupakan tentang semua itu, karna aku sudah merasa tidak tahan!"


Syifa mengernyitkan keningnya dengan bingung. "Ke-kenapa?"


"Karna aku sudah tidak tahan untuk memakanmu!"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2