Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 45. Kejadian Tidak Terduga.


__ADS_3

"Kesempurnaan memang milik Allah, tapi Dia menciptakanmu dengan sesempurna mungkin, hingga aku tidak sanggup untuk mengedipkan kedua mataku, Sofia!"


Wajah Sita bersemu merah mendengar pujian yang terlontar dari bibir suaminya, kemudian lelaki itu mengecup keningnya dan berlalu membawanya keluar dari kamar.


"kita mau ke mana Mas?" tanya Sita sembari memalingkan wajahnya ke arah Rafa.


"nantikan kau tau sendiri, Sofia! ini adalah kejutan," jawab Rafa.


Sita hanya menganggukkan kepalanya saja untuk menanggapi ucapan Rafa, saat ini mereka sedang berjalan menuju rooftop hotel yang sedang mereka tempati.


"Mas?"


Sita terkejut saat Rafa menutup kedua matanya dengan kain, tetapi lelaki itu memintanya untuk diam dan terus mengikuti langkah kaki Rafa.


Rafa tersenyum senang saat semua persiapan yang dia minta siap tepat waktu, dia lalu membawa Sita ke tengah-tengah rooftop yang sudah disulap menjadi tempat yang sangat cantik dan romantis.


"Mas!"


Sita merentangkan tangannya saat Rafa melepaskan pegangan tangannya, lelaki itu terlihat menjauh untuk mengambil buket bunga yang ada di atas meja.


"Mas, apa aku sudah boleh membukanya?" tanya Sita, entah kenapa perasaannya menjadi tidak nyaman.


Belum sempat Rafa membuka suaranya, tiba-tiba dia melihat bayangan hitam yang berdiri tepat di belakangnya.


Bruk! Rafa terjatuh di atas lantai saat kepalanya dipukul oleh seseorang dengan menggunakan batu, dia tidak sempat untuk menghindar karna batu itu tepat berada di belakang kepalanya.


"Mas?"


Sita yang mendengar suara sesuatu bergegas untuk membuka penutup matanya, dan tepat sebelum matanya terbuka, lampu diseluruh hotel itu padam seketika.


"Mas! Kamu, kamu di mana?"


Sita berjalan ke sana ke mari untuk mencari keberadaan Rafa, dia lalu bergegas untuk mengambil ponselnya agar bisa menerangi tempat itu.


"Eempp ....!"


Tiba-tiba, ada sebuah tangan yang menutup mulut Sita dengan sebuah kain menyebabkan wanita itu terkejut dan langsung memberontak. Dia berusaha untuk melepaskan diri, tetapi tangan yang memeganginya benar-benar kuat hingga dia jatuh tidak sadarkan diri.


"bagus, sekarang tinggalkan tempat ini!" ucap lelaki tersebut pada anak buahnya.


Mereka semua lalu meninggalkan tempat itu dengan membawa Sita, ketika sudah berada di dalam mobil, seketika lampu hotel itu kembali menyala.


"Oouh, kau sangat cantik, Sofia!"

__ADS_1


Danish mengusap pipi Sita yang berada di atas pangkuannya, dia benar-benar sudah cinta mati dengan wanita itu sejak puluhan tahun yang lalu.


"bawa kami ke Villa!"


"Baik, Tuan!"


Danish membawa Sita ke Villa yang sudah dia sewa sebelumnya, dia ingin menghabiskan malam bersama dengan Sita dan berniat untuk membuat wanita itu mengandung anaknya.


Rafa yang masih tergeletak di atas lantai mulai mengerjapkan matanya, dia lalu melihat ke sekitar tempat sembari berusaha untuk bangun.


"Sofia!"


Rafa mengedarkan matanya ke semua tempat, tetapi dia tidak bisa menemukan istrinya di tempat itu.


"Sial!"


Rafa yakin kalau ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini dan bergegas untuk menelpon polisi, dia juga segera turun dari rooftop untuk melihat cctv yang ada di hotel tersebut.


"ma-maaf, Tuan! Ke-kepala anda sedang terluka, lebih baik anda segera ke rumah sakit!" ucap salah satu wanita yang Rafa lewati, beberapa orang yang melihatnya pun sangat terkejut dengan kondisinya saat ini.


Pasalnya darah segar masih menetes dari kepalanya, bahu serta punggung Rafa sudah dibasahi oleh darah tetapi dia merasa tidak peduli dan berjalan terus ke tempat yang dia tuju.


Brak! Seseorang yang sedang berada di depan layar monitor terjingkat kaget saat Rafa masuk ke dalam ruangan itu.


"perlihatkan seluruh cctv yang ada di hotel ini tepat pukul 8 malam!" ucap Rafa pada lelaki tersebut.


"ta-tapi Tuan, ke-kepala anda-"


"Cepat!"


Antara takut dan gelisah, lelaki itu langsung memeriksa apa yang Rafa perintahkan. Dia menunjukkan rekaman cctv tepat pukul 8 malam dan seterusnya.


Rafa menekan tombol stop saat melihat ada sesuatu yang mencurigakan, dia semakin memperbesar tampilan cctv itu untuk melihat siapakah pria yang sedang berjalan ke arah rooftop.


"Sial!"


Rafa langsung murka saat tidak bisa melihat wajah lelaki itu dengan jelas, dia kemudian kembali mengambil ponselnya untuk mencoba menghubungi Sita.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif!"


Rafa bergegas keluar dari ruangan itu sembari menelpon Sean, dia sudah tidak bisa menyembunyikan semua ini dari Kakak iparnya.


"Selamat malam, Tuan! Apakah anda yang sudah menelpon kami?"

__ADS_1


Beberapa petugas dari kepolisian mendatangi Rafa, dan dia segera menjelaskan apa yang sudah terjadi padanya hingga menghilangnya sang istri sampai saat ini.


"Baik, Tuan! Kami akan segera memeriksa semuanya!"


Para polisi itu kemudian memeriksa tempat kejadian perkara guna untuk melakukan penyelidikan, sementara Rafa masih memberitahukan semuanya pada Sean.


"Bajing*an, brengs*ek! Aku yakin kalau semua ini adalah ulah Danu, kau tunggu saja di sana, Rafa! Aku akan segera datang ke sana!"


"maafkan aku, Kak! Aku tidak bisa menjaga-"


"sudahlah, itu bukan salahmu! Sekarang kita fokus saja untuk mencari keberadaan Sofia!"


"Baik, Kak!"


Tut, Rafa langsung mematikan panggilannya dan bergegas untuk mencari keberadaan Sita. Dia benar-benar merasa menyesal karna tidak bisa menjaga istrinya sampai hal seperti ini terjadi.


"Maafkan aku, Sofia! Maafkan aku!"


Rafa meninju dinding yang ada di hadapannya untuk melampiaskan kekesalannya, kemudian dia menghentikan aksinya itu saat ponselnya berbunyi.


"Rafa, pihak IT sudah menemukan jejak terakhir dari ponsel Sofia! Kakak akan segera mengirimkannya padamu!"


"Ba-baik, Kak!"


Tling, sebuah pesan dari Sean berisikan lokasi ponsel Sita masuk ke dalam ponselnya. Dia lalu bergegas menuju tempat tersebut untuk mencari keberadaan Sita.


"Ya Allah, aku mohon lindungi istriku!"


Rafa menaiki sebuah taksi menuju lokasi yang sudah ada dalam genggaman tangannya, dia terus merasa gelisah dan berdo'a semoga Sita dalam keadaan baik-baik saja.


Sementara itu, Sita yang sudah mulai sadar mengerjapkan kedua matanya. Dia lalu berusaha untuk bangkit, tetapi kedua tangan dan kakinya sedang terikat di atas ranjang.


"A-apa yang terjadi padaku? apa, apa aku sedang diculik?"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2