Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 32. Sebuah Video di Tengah Pesta.


__ADS_3

Rumah Mewah keluarga Pranata kini tampak dipadati para kerumunan tamu undangan, mereka semua sangat antusias untuk melihat bagaimana sosok adik dari pengusaha nomor satu di Negara ini yang tidak pernah terekspos sama sekali.


Bahkan para wartawan tampak memadati kawasan parkir, guna untuk mendapatkan informasi tentang pernikahan pewaris kedua dari Pranata Group.


Sita sendiri sudah siap dengan balutan gaun yang sangat mewah dan elegan, wajahnya tampak sangat bersinar memancarkan aura kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh semua orang.


Sean meneteskan air matanya saat masuk ke dalam kamar sang Adik, dia masih tidak menyangka kalau adik kecilnya kini akan menikah.


"Kakak!"


Sean berusaha menghapus air matanya dan berjalan memasuki kamar itu, para perias yang membantu Sita tampak menundukkan kepala saat melihatnya.


"Kau sangat cantik, Sweetu! Sangat cantik!"


Sean mengelus pipi Sita yang bersemu merah, dia lalu memaluk tubuh adiknya dengan erat hingga air mata berhasil lolos disudut matanya.


"Terima kasih untuk semuanya, Kak! Terima kasih telah menyayangi dan memanjakanku, aku sangat menyayangi Kakak!"


Sita memeluk Sean dengan tidak kalah erat, dia berharap kalau suatu saat nanti Kakaknya juga akan menemukan seorang wanita yang bisa membuatnya bahagia.


Sean melepaskan pelukannya, dia lalu mengecup kening Sita dengan sayang membuat beberapa orang yang ada di ruangan itu ikut merasa sedih.


Tidak berselang lama, Zulaikha dan yang lainnya bergabung dengan mereka. Isak tangis tidak kuasa untuk mereka tahan saat melihat Sita dalam balutan gaun pernikahan.


Sita memeluk tubuh Zulaikha sembari mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada wanita itu. Jika bukan karna Zulaikha, dia tidak tau bagaimana kehidupannya saat ini.


Begitu juga dengan Syifa, seorang sahabat yang sudah menjadi saudaranya sendiri. Wanita itu selalu berada di sisinya saat dia senang ataupun susah, sama seperti Zulaikha, yang memberikan ribuan kasih sayang untuknya.


Setelah semua keharuan itu selesai, Sean segera mengajak Sita untuk keluar dari ruangan itu menuju tempat dilaksanakannya akad.


Sita menggandeng lengan Sean sampai mereka tiba dilantai satu, terlihat semua keluarga sudah berkumpul di tempat itu.


Rafa memalingkan wajahnya saat bersitatap mata dengan Sita, jantungnya berdebar keras melihat pancaran kecantikan yang tampak diwajah calon istrinya itu.


Rasa gugup yang sejak tadi melanda hati Rafa kini semakin menjadi-jadi, Ammar yang berada di sampingnya menepuk bahunya, mencoba untuk memberikan ketenangan.


Sebenarnya Ammar merasa lucu, untuk pertama kalinya dia melihat wajah Rafa bersemu merah. Apalagi saat ini lelaki itu sedang gugup, sungguh pemandangan yang sangat langka menurutnya.


Semua orang sudah bersiap, Sean juga sudah duduk tepat di hadapan Rafa karna dia sendiri yang akan menikahkan adiknya dengan lelaki itu.

__ADS_1


"apa semua sudah siap?" tanya pak penghulu yang langsung mendapat anggukan dari mereka semua. Dia lalu memberitahukan pada Sean kalau dia sudah bisa memulai acaranya.


Sean dan Rafa saling pandang, mereka lalu berjabat tangan karna akan memulai ijab kabul.


"aku tidak meminta apapun darimu, Rafa! Tapi berjanjilah, kalau kau akan selalu membuat adikku bahagia!" untuk sekali lagi, Sean mengucapkan harapan dan keinginannya pada Rafa.


Rafa mengangguk mantap. "Itu sudah menjadi kewajibanku, Kak! Dan aku pasti akan selalu mewujudkannya."


Yah, Rafa sudah memanggil Sean dengan sebutan Kakak atas perintah Sean sendiri.


"saudara Rafa Pahlevi!"


"saya, Kak!"


"saya nikahkan dan kawinkan engkau, dengan adik saya yang bernama Sofia Pranata binti Adrian Pranata, dengan mas kawin satu set emas dan permata dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Sofia Pranata binti Adrian Pranata dengan mas kawin tersebut dibayar, tunai!"


"bagaimana saksi?"


"SAH!"


Semua orang mengucap syukur atas ijab kabul yang telah selesai dilaksanakan, kemudian penghulu mulai memanjatkan do'a agar kedua pengantin selalu mendapat berkah dan kebahagiaan dari Allah.


Begitu juga dengan Rafa, sekuat tenaga dia menahan air mata yang sudah menggantung dipelupuk matanya karna rasa bahagia telah resmi menikah dengan Sita.


Kemudian semua orang mengucapkan selamat untuk pengantin baru itu, tak lupa dengan segala do'a-do'a yang mereka panjatkan semoga Allah mengabulkan semua do'a baik dari mereka.


Acara akad sudah selesai dilaksanakan, kini Sita dan Rafa di bawa keluar untuk menduduki singgah sana mereka yang telah dipadati oleh para tamu.


Tepuk tangan yang sangat meriah mengiringi langkah Sita dan juga Rafa, para wartawan berdesakan untuk merekam momen membahagiakan itu.


Terlihat semua orang terpana dengan kecantikan Sita, tidak lupa mereka juga memperhatikan Rafa yang dengan gagah membawa istrinya menuju pelaminan.


Dari kejauhan, seseorang tersenyum sinis melihatnya. Kemudian dia memerintahkan anak buahnya untuk memulai aksi mereka memberikan kejutan untuk semua orang yang hadir di tempat itu.


Blar! Tiba-tiba salah satu layar monitor yang menampilkan foto-foto Sita dan Rafa padam, berganti dengan sebuah video yang menampakkan Rafa sedang memegang pistol dengan berlumuran darah.


Semua orang menjadi riuh, terutama Sean yang langsung memerintahkan semua bawahannya untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Akan tetapi, Rafa mengehentikannya, dia meminta Sean untuk tenang dan menyaksikan apa yang ada dalam video itu.

__ADS_1


Terlihat Rafa menembaki beberapa orang sembari memegang sebuah tas berwarna hitam, tidak berselang lama, datanglah Marco yang langsung mendapat tas yang Rafa bawa.


Semua orang cukup terguncang saat melihatnya, mereka semua juga tau siapa pria yang sedang bersama Rafa divideo itu.


"Mas-"


"Tenanglah!"


Sita yang sudah akan bangun ditahan oleh Rafa, lelaki itu menggenggam kedua tangannya sembari tersenyum seperti mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.


Rafa bangkit dan berjalan tepat ke depan video itu membuat semua orang bergidik ngeri, pasalnya video tadi menampakkan betapa kejam dan sadisnya lelaki itu.


"kalian sudah melihatnya?" tanya Rafa membuat suasana yang tadinya riuh berubah jadi hening.


"Itulah aku, lelaki yang baru saja menikahi seorang bidadari!!"


Rafa menunjuk ke arah Sita yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, ingin sekali wanita itu berlari dan memeluknya saat ini juga.


"Seperti itulah pekerjaan yang aku lakukan selama bertahun-tahun, untuk membantu ayahku mengedarkan narkoba!"


Deg, semua orang semakin terkejut. Apalagi saat mengetahui kalau Marco adalah ayah kandung dari lelaki itu.


"aku melukai semua orang, dan merusak generasi bangsa ini! Tapi, aku tidak punya pilihan lain, saat itu!"


"Aku tidak akan melakukan pembelaan atas apa yang telah aku lakukan, aku hanya ingin meminta maaf untuk semuanya!"


Rafa menundukkan tubuhnya di hadapan semua orang, rasa bersalah sejak dulu memang selalu menguasai hatinya.


"Angkat kepalamu, Rafa! Kau tidak bersalah atas apapun!"


Tiba-tiba semua orang terkejut saat melihat sosok pria yang berjalan masuk ke dalam pesta, begitu juga dengan Rafa yang tidak menyangka kalau lelaki itu datang ke tempat ini.


"Ma-Marco?"




__ADS_1


Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2