Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 6. Ternodai.


__ADS_3

Tomi membaringkan tubuh Syifa ke atas ranjang, dan ikut duduk di samping wanita itu yang saat ini sedang tidak sadarkan diri.


"Kau benar-benar cantik, Syifa!"


Tomi mengusap wajah Syifa dengan lembut, dia benar-benar mengagumi betapa cantik dan mempesonanya wanita itu.


"Sekarang aku harus apa, Syifa? tidak nikmat jika bermain saat lawannya sedang tidak sadarkan diri!"


Tomi beralih turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi, dia ingin membersihkan tubuhnya dulu sembari menunggu Syifa kembali sadar.


Setelah beberapa saat, Tomi kembali lagi naik ke atas ranjang. Saat ini, dia hanya menggunakan celana pendek yang hanya menutupi asetnya saja.


"Kenapa kau belum bangun juga? apa tidurmu terlalu nyenyak?"


Cup, Tomi mengecup kedua pipi Syifa dan itu berhasil membuat dia merasa ketagihan. Tomi lalu melihat kearah bibir wanita itu yang terlihat sangat menggoda dengan warna pink alami tanpa terkena sentuhan lipstik.


Perlahan namun pasti, Tomi mulai melucuti pakaian Syifa. Dia sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya yang mulai naik, apalagi dia sudah kecanduan untuk terus menciumi wajah Syifa.


Tomi sudah berhasil membuka hijab yang selalu menempel dikepala gadis itu, matanya memandang takjub dengan rambut hitam lebat dan indah yang selama ini selalu ditutupi oleh Syifa.


"Kau sungguh sempurna, Syifa! mulai detik ini, kau akan selalu menjadi milikku!"


Kini hanya tinggal bra dan segitiga bermuda saja yang belum dilepas oleh Tomi, lelaki itu masih sibuk mengagumi betapa mulus dan indahnya bentuk tubuh gadis yang ada dihadapannya saat ini.


Untuk pertama kalinya, jantung Tomi berdebar keras saat menyentuh kulit Syifa. Apalagi saat matanya melihat kearah gundukan sintal milik gadis itu, terlihat jelas bahwa benda kenyal itu belum pernah tersentuh oleh siapa pun.


Tomi mulai mengecupi seluruh tubuh Syifa dan meninggalkan jejak kepemilikannya di sana, tak lupa tangannya mulai naik ingin meraba gundukan sintal yang sejak tadi terus menggodanya.


Tanpa Tomi sadari, ada pergerakan dari tangan Syifa dengan diiringi kedipan mata gadis itu yang sepertinya mencoba untuk membuka mata.


"Eemmhh!"


Tomi yang masih sibuk di areh perut Syifa beralih bangkit dan menatap gadis itu, terlihat Syifa mulai mengerjapkan matanya membuat Tomi tersenyum lebar.


Perlahan namun pasti, mata Syifa mulai terbuka. Dia sangat terkejut saat melihat wajah Tomi tepat berada di depan wajahnya.


Brak! Syifa mendorong tubuh Tomi dengan sekuat tenaga hingga laki-laki itu terjungkal ke belakang.


"Apa, apa yang kau lakukan?"


Syifa berteriak dengan sangat keras hingga suaranya memenuhi langit-langit kamar, dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang saat ini hanya memakai segitiga saja.


"ya Allah, apa yang terjadi?" tangis Syifa pecah saat melihat pakaiannya berserakan di atas lantai, dia semakin merasa hancur saat melihat ketubuhnya yang penuh dengan bercak merah keunguan.


Tomi yang masih berada di lantai perlahan bangkit, dia tersenyum ke arah Syifa yang saat ini sedang meraung-raung di atas ranjang.

__ADS_1


"Syifa!"


"Berhenti! hiks, hiks. Apa yang kau lakukan padaku? hah!"


Tubuh Syifa bergetar saat melihat Tomi berdiri tepat dihadapannya, dia lalu menundukkan kepalanya dengan tangis yang semakin menjadi.


"hey, Syifa! kenapa menangis? aku bahkan belum memulai-"


"Diam kau! dasar bajing*an, kau sama persis seperti binatang! kenapa? kenapa kau melakukan ini padaku? huhuhu!"


Syifa menggenggam selimut yang menutupi tubuhnya dengan kencang sampai selimut itu berubah menjadi kusut, sungguh dia merasa seluruh hidupnya sudah hancur.


Tomi yang melihat Syifa seperti itu menjadi tidak tega, dia lalu mendekati Syifa dan mencoba untuk berbicara dengannya secara baik-baik.


"Syifa, aku-"


"Jangan mendekat! kalau sampai kau mendekat, maka aku akan membunuhmu!"


Syifa semakin merapatkan tubuhnya ke dinding saat Tomi mendekatinya, tetapi lelaki itu sepertinya tidak menghiraukan perkataannya dan terus naik ke atas ranjang.


"Berhenti! jangan mendekat!"


Brak, Syifa turun dari ranjang dan terjatuh karna tersandung dengan selimut yang sedang melilit ditubuhnya, dia lalu bangun dan berlari kearah pintu.


Tomi yang melihat itu tentu tidak tinggal diam, dia menarik tangan Syifa dan memaksanya untuk kembali ke ranjang.


Syifa terus memberontak saat tubuhnya ditarik-tarik oleh Tomi, berulang kali Syifa menjerit untuk meminta pertolongan dan meminta lelaki itu untuk melepaskannya, tapi Tomi seakan menutup telinga dan hatinya hingga dia menjadi buas dan tidak terkendali.


Atha yang saat itu sudah berada di depan pintu ruangan yang digunakan oleh Tomi merasa seperti mendengar suara teriakan seorang wanita, dia menempelkan telinganya kepintu ruangan itu agar bisa mendengar suara yang lebih jelas lagi.


"Syifa?"


Atha bergegas mendobrak pintu ruangan itu untuk menyelamatkan Syifa, terlihar tidak ada orang lain lagi yang berada ditempat itu.


"buka pintunya! Tomi!"


Atha berusaha kuat untuk membuka pintu itu, berulang kali dia menabrakkan tubuhnya sendiri agar pintu itu bisa terbuka.


Brak! Akhirnya perjuangan Atha membuahkan hasil, dia lalu bergegas masuk untuk melihat apa yang sedang terjadi.


"Dasar bajingan!"


Brak! Atha menendang tubuh Tomi yang saat itu sedang berada di atas tubuh Syifa sampai Tomi terpelanting menghantam dinding.


"Ya Tuhan, Syifa!"

__ADS_1


Atha mengambil selimut yang ada dilantai dan menutupi tubuh Syifa dengan selimut itu yang langsung dicengkram kuat oleh Syifa.


"Syifa-"


"Pergi! Hiks, hiks, lepaskan aku! Huhuhu!"


Hati Atha terasa seperti terbakar saat melihat apa yang terjadi pada Syifa, dia lalu beralih menyeret tubuh Tomi yang masih tergeletak di atas lantai.


"Dasar bajing*an! brengs*ek!"


Buak


buak


brak


Atha terus menghajar tubuh Tomi tanpa belas kasihan, dia meluapkan segala rasa sakit yang Syifa rasakan sampai darah segar berceceran dilantai.


Sementara Syifa sedang meringkuk di atas ranjang dengan memeluk tubuhnya sendiri dengan tangisan yang sungguh sangat memilukan.


"ya Allah, ya Tuhanku! Allahuakbar!"


Syifa tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk meluapkan segala kehancuran hidupnya, dia hanya terus mengucap nama Allah dengan segala rasa sakit yang dia alami.


Seseorang yang sedang lewat di depan ruangan itu merasa terkejut saat melihat ada banyak darah yang berceceran dilantai, dia lalu masuk dan berusaha untuk memisahkan Atha dan Tomi.


"Hentikan! apa yang terjadi ini?"


Lelaki itu menarik tubuh Atha agar menjauh dari tubuh Tomi yang sudah terlihat sangat mengenaskan.


"Lepaskan aku! aku harus membunuh bajingan itu!"


Suara Atha menggelegar memenuhi lorong yang ada di depan ruangan itu membuat orang-orang yang berada diujung lorong berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Atha yang belum puas meluapkan amarahnya berusaha untuk kembali menghajar Tomi, tetapi orang-orang yang datang berusaha untuk menghalanginya.


"kalian semua biad*ab! brengs*ek! aku bersumpah akan membunuh kalian semua!"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2