Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 55. Ketahuan.


__ADS_3

Saat Atha sedang uring-uringan di atas ranjang, tiba-tiba ponselnya yang sempat dia lempar ke sofa berdering.


Dengan secepat kilat Atha melompat dari ranjang dan menyambar ponselnya demgan napas tersengal-sengal.


"Halo, Sayang?"


Seseorang yang berada di sebrang telpon mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Atha.


"Kau sehat, Atha?"


Atha yang terkejut karna mendengar suara seorang laki-laki langsung menjauhkan benda pipih itu untuk melihat siapa yang sedang menelponnya.


"Pa-Papa?"


Atha berdecak kesal karna ternyata Papanya yang sedang menelpon, padahal dia sudah semangat 45 karna berpikir kalau itu adalah panggilan masuk dari Syifa.


"kenapa? Kau tidak suka, bicara dengan Papamu sendiri?"


"Bukan seperti itu! Tapi, kenapa Papa nelpon? Tumben!"


Atha merasa heran, biasanya Papanya itu tidak pernah menelponnya bahkan saat dia berada di dalam penjara.


"kapan kau dan Syifa pulang? Nenek sedang tidak enak badan!"


"Be-benarkah? Aku akan ke sana sekarang juga!"


Tut, Atha langsung mematikan panggilan itu dan beranjak bangun untuk pergi ke rumah orangtuanya.


Sementara itu, Papa Aldo yang mendengar ucapan putranya merasa bingung. Pasalnya Atha sedang pergi ke Paris, tapi kenapa putraya itu malah berkata akan segera datang ke rumahnya.


"Sepertinya dia benar-benar tidak sehat!"


Atha yang sudah berada di jalan melajukan mobilnya dengan kencang, dia semakin menekan pedal gasnya agar bisa cepat sampai untuk melihat keadaan neneknya.


Namun, saat Atha sedang melintas di sebuah jalanan sepi. Dia tidak sengaja melihat seseorang yang wajahnya sangat tidak asing, dengan secepat kilat dia langsung menginjak rem membuat mobilnya hampir kehilangan keseimbangan.


Ciiitttt! Kira-kira seperti itulah bunyi dari rem mobil Atha, dia segera putar balik untuk memastikan kalau orang yang dia lihat tadi benar-benar adalah Danu.


Benar saja, Atha melihat Danu dan beberapa anak buahnya memasuki mobil dan berjalan masuk ke dalam jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh satu mobil saja.

__ADS_1


"Mau ke mana mereka?"


Atha merasa penasaran, dia lalu memutuskan untuk mengikuti mereka dengan jarak aman supaya mereka tidak mengetahuinya.


Dia terus mengikuti mobil Danu sampai mobil itu berhenti disebuah rumah yang terletak di tengah semak belukar yang mungkin tidak bisa dilihat dari jalan raya.


Atha memarkirkan mobilnya di tempat yang berlawanan arah dengan jalan yang dia lewati tadi agar Danu dan anak buahnya tidak melihat keberadaannya, dia lalu mulai mendekati rumah itu dengan mengendap-endap.


Setelah berhasil menyelinap ke samping rumah, Atha mulai mencari-cari lubang atau apapun yang bisa dia gunakan untuk melihat ke dalam rumah itu.


Dapat, dia melihat sedikit celah yang ada di salah satu dinding, Atha bergegas mengambil beberapa potong kayu besar untuk dia naiki agar bisa melihat dari celah tersebut.


Deg, mata Atha membulat sempurna saat melihat Danish juga ada di tempat itu. Ternyata lelaki itu sudah kembali lebih cepat dari perkiraannya dan Sean.


"Kau jangan gila, Danish! Masih banyak wanita lain selain Sofia!"


Atha terjingkat kaget saat mendengar teriakan Danu, dia lalu semakin menajamkan pendengarannya agar bisa menguping pembicaraan mereka.


"Aku tidak mau dengan wanita lain selain Sofia! Dan Papa jangan lupa, aku sudah menjalankan semua perintah Papa. Tapi kalau Papa tidak bisa mengambulkan keinginanku, aku akan menghancurkan semua ini!"


Danu dan Danish tampak saling bersitegang, sementara anak buah mereka hanya menundukkan kepala melihat semua itu.


Deg, Atha mengepalkan kedua tangannya dengan erat, dia benar-benar kesal mendengar niat buruk mereka.


"Tidak! Aku tidak akan membiarkannya, kalau Papa berani menyakiti Sofia, maka aku sendiri yang akan membunuh Papa!"


Atha kembali terjingkat kaget, sungguh dia tidak mengerti dengan anak dan Bapak itu. Apalagi mendengar ucapan Danish, dia mulai berpikir kalau mereka semua tidak waras.


"Kau jangan lupa kalau ayah mereka telah membuat Ibumu tiada, Danish!"


Atha semakin merapatkan telinganya, dia harus tau alasan dibalik tindakan gila mereka ini.


"Aku tau, tapi bukan berarti Papa bisa membunuh Sofia! Aku bisa membunuh mereka semua, aku bisa membunuh Sean dan anak buahnya! Tapi, aku minta jangan sakiti Sofia!"


Danu mendessah frustasi mendengar kegilaan anaknya yang sama persis seperti mendiang istrinya.


"Baiklah, Papa ikuti kemauanmu! Tapi, kau benar-benar harus menghancurkan mereka semua!"


Danish menganggukkan kepalanya, baginya yang paling penting adalah Sofia, dan selamanya hanya Sofia.

__ADS_1


Kemudian Danu dan Danish mulai menyusun strategi untuk membunuh dan menghancurkan keluarga Sean, mereka tidak sadar kalau saat ini Atha sudah melihat dan mendengar semuanya.


Merasa sudah cukup lama di tempat itu, Atha memutuskan untuk pergi dari sana sebelum ada yang melihat keberadaannya.


Namun, baru beberapa langkah menuju mobil. Tiba-tiba ada dua orang yang melihatnya, membuat dia terpaksa berlari dan menampakkan tubuhnya di hadapan anak buah Danu.


"Berhenti kau!"


Dor! Suara tembakan berhasil membuat Danu dan Danish keluar dari rumah itu, sementara Atha terus mempercepat larinya sebelum dia tewas di tangan mereka.


Brum, brum! Atha langsung menginjak pedal gasnya dan melaju kencang meninggalkan tempat itu.


"kejar dia!" perintah Danu, dia merasa kesal karna tidak bisa mengenali siapa yang telah menyelinap ke markasnya.


"Siapa dia? Apa salah satu anak buah Sean?"


Danu mulai menduga-duga, sementara Danish langsung mengejar Atha menggunakan mobilnya.


Atha yang sedang berada di dalam mobil merasa benar-benar sial, seharusnya dia tidak berlama-lama di tempat itu dan langsung pergi dari sana.


"Si*alan! Mereka pasti mengira kalau aku salah satu dari anak buah Tuan Sean, mereka pasti akan mengubah rencana mereka!"


Atha lalu memutuskan untuk menelpon Sean dan memberitahukan keadaannya saat ini.


"halo, Tuan!" ucap Atha setelah panggilannya diterima.


"ada apa, Atha?" tanya Sean.


"Aku sedang dikejar oleh anak buah Danu!"


"Apa?"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2