Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 7. Sebuah Musibah.


__ADS_3

Tomi segera di bawa pergi oleh teman-temannya menuju rumah sakit karna memang kondisinya sangat mengenaskan dengan luka di sana sini, Atha menghajarnya tanpa ampun untuk melampiaskan semua amarahnya akibat perbuatan lelaki itu.


"lihat saja kalian, aku akan membalas apa yang kalian lakukan!"


sorot mata Atha penuh dendam memandang ke arah Tomi dan teman-temannya pergi, dia telah bersumpah untuk membunuh mereka atas perbuatan keji yang mereka lakukan.


Atha lalu melihat kearah ranjang, betapa sakit dan terlukanya dia saat melihat wanita yang dia cintai hancur seperti itu. Dia juga seorang pemaian wanita, tapi dia tidak pernah memaksa seorang wanita untuk melakukan hal seperti itu.


Dengan perlahan, Atha berjalan mendekatinya. Dia harus membawa Syifa keluar dari tempat terkutuk itu.


"Syifa! ayo, kita pergi!"


Atha naik ke atas ranjang untuk membantu Syifa turun, dia memalingkan wajahnya karna tidak tahan melihat wajah sendu wanita itu.


"Syifa! apa kau-"


"Pergi! jangan mendekat!"


Syifa semakin mengeratkan pegangannya pada selimut, tubuhnya bergetar karna merasa sangat ketakutan.


"Syifa, ini aku Atha! Aku akan membawamu pergi dari sini,"


"aku bilang pergi! Hiks, jangan mendekat! lepaskan aku!"


Syifa semakin tidak terkendali, dia menutup kedua telinganya karna tidak mau mendengar apapun yang dikatakan Atha.


Atha merasa sangat bingung, dia tidak tau harus melakukan apa saat ini.


"Apa aku harus menelpon polisi?"


Atha mengeluarkan ponselnya dan hendak menelpon polisi. Namun, sesaat kemudian dia teringat akan sesuatu.


"tidak! Aku harus menelpon Ammar dulu untuk mengatakan kejadian ini."


Akhirnya Atha memutuskan untuk menelpon Ammar dan menceritakan tentang kondisi Syifa, dia berharap Ammar dan keluarganya bisa datang ketempat itu saat ini juga.


Setelah selesai memberitahu Ammar, Atha kembali melihat kearah Syifa, dia bingung kenapa tidak ada lagi suara yang terdengar dari wanita itu.


"Syifa! Ayo, kita harus pergi dari sini!"


Hening, tidak ada suara ataupun balasan Syifa seperti tadi membuat Atha semakin dirundung kekhawatiran.


"Syifa!"


Atha lalu kembali naik ke atas ranjang untuk melihat apa yang terjadi, dengan penuh keragu-raguan, Atha membalikkan tubuh Syifa yang sedang meringkuk diujung ranjang.


"Astaga, Syifa!"

__ADS_1


Atha menepuk-nepuk wajah wanita itu untuk menyadarkannya, tetapi tidak ada reaksi apapun dari Syifa membuat Atha semakin dirundung kebingungan.


Tidak mau menunggu lama, Atha segera menggendong Syifa dan akan membawa wanita itu ke rumah sakit. Dia mengambil hijab yang tergeletak di atas lantai dan memaikannya ke kepala Syifa, sementara tubuhnya tetap dibalut dengan selimut.


"Syifa, sadarlah! kau sudah baik-baik saja sekarang, mulai sekarang aku berjanji kalau aku akan selalu melindungimu. Buka matamu, Syifa!"


Selama perjalanan kerumah sakit, Atha terus mencoba untuk membangunkan Syifa, tetapi wanita itu tetap tidak sadarkan diri.


"Aku mencintaimu, Syifa! aku sangat mencintaimu, tolong bangunlah!"


Untuk pertama kalinya, air mata mengalir diwajah Atha karna seorang wanita.


Akhirnya mobil Atha sudah sampai dirumah sakit, dia segera menggendong tubuh Syifa dan membawanya masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


"Dokter!"


Suara Atha menggelegar dirumah sakit karna suasana malam yang sunyi membuat suaranya nyaring terdengar, dia memanggil petugas medis agar segera memeriksa kondisi Syifa.


"Ya Allah, ada apa ini?"


Seorang Dokter yang melihat keadaan Syifa merasa sangat terkejut, dia lalu menatap Atha dengan penuh tanda tanya.


"Cepat periksa dia! aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya!"


Petugas medis segera membawa Syifa keruang pemeriksaan, mereka harus segera melakukan pemeriksaan atas apa yang terjadi pada wanita itu.


Sementara itu, Ammar dan Zulaikha yang tadi masih menemani Sita dirumah sakit merasa terkejut dengan kabar yang mereka dapat. Mereka lalu segera menuju lokasi pesta sesuai dengan apa yang dikirim oleh Atha.


Namun, beberapa menit kemudian. Atha memberi kabar lagi kalau dia akan membawa Syifa ke rumah sakit, membuat Ammar segera menekan pedal gasnya dan melaju dengan kencang ke tempat tujuan.


"Ya Allah, apa yang sudah terjadi pada adikku?"


Sepanjang perjalanan, Zulaikha terus menangis atas musibah yang menimpa adik-adiknya. Apalagi dia tidak tau bagaimana keadaan Syifa dan apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya itu.


"tenanglah, Syifa pasti baik-baik saja!" seru Sean, rupanya dia ikut bersama mereka karna ikut merasa khawatir dengan kondisi Syifa.


"tapi, apa yang sudah terjadi padanya? kenapa Atha menyuruh kita untuk datang ke sana? dan sekarang dia malah membawa Syifa kerumah sakit!"


Ammar dan Sean terdiam karna tidak bisa mengatakan apa yang terjadi pada Syifa, mereka hanya berharap kalau kondisi wanita itu baik-baik saja.


Tidak berselang lama, mobil mereka sudah sampai dirumah sakit. Ammar, Sean dan Zulaikha segera turun dan berlalu masuk ke rumah sakit.


Dari kejauhan, mereka dapat melihat Atha sedang duduk dikursi yang ada di depan sebuah ruangan yang mereka yakini kalau Syifa ada di dalam ruangan itu.


Brak! Ammar yang baru sampai dihadapan Atha langsung mencengkram kerah kemeja lelaki itu dan mendorongnya sampai menabrak dinding.


"aku sudah mengatakan jangan mengganggu Syifa! tapi kenapa kau melakukan ini padanya?"

__ADS_1


Ammar terlihat sangat emosi dengan rahang yang mengeras, sementara Atha terdiam dengan lemas dan tidak mampu lagi untuk menjawab ucapan lelaki itu.


"jawab aku, Atha!"


"lepaskan dia, Mar! apa yang kau lakukan? bukan dia yang menyebabkan semua ini terjadi!"


Sean menarik tangan Ammar agar cengkramannya terlepas, dia tau kalau bukan Atha yang melakukan semua ini karna kalau dia yang melakukannya, tidak mungkin akan memberi kabar pada mereka.


"sebenarnya apa yang terjadi pada Syifa, Atha? kenapa kau menyuruh kami untuk datang? dan, dan kenapa kau membawanya kerumah sakit?"


Berbagai pertanyaan terlontar dari mulut Zulaikha karna memang Ammar tidak mengatakan alasan Atha menyuruh mereka datang, sementara Atha sendiri hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Zulaikha.


"Atha! kenapa kamu-"


"Apa anda semua keluarga dari pasien?"


Tiba-tiba seorang Dokter keluar dari ruangan itu membuat mereka semua langsung mendekatinya.


"be-benar, Dokter! kami adalah keluarganya, bagaimana keadaan Syifa saat ini?" Ammar menjawab sekaligus memberi pertanyaan.


Dokter menghela napas kasar. "Keadaan pasien sangat tidak baik-baik saja, Tuan! saya turut berduka atas apa yang telah terjadi."


Deg, jantung mereka semua terasa seperti dihantam oleh batu besar yang membuat dada mereka terasa sesak.


"apa, apa yang terjadi pada adikku?" Zulaikah bertanya dengan mata berkaca-kaca, dia tidak mengerti dengan apa yang Dokter itu katakan.


"pasien mengalami pelecehan!"


Dengan berat hati, Dokter terpaksa mengatakan semuanya pada keluarga pasien walaupun ucapannya itu pasti mengguncang jiwa mereka.


"kau, kau bilang apa?"


Zulaikha merasa sangat kaget, dia memandang kearah Dokter tersebut dengan tatapan kosong.


Ammar memeluk tubuh Zulaikha yang masih diam memandang Dokter itu, sementara Dokter tersebut juga diam karna merasa sedih dengan apa yang terjadi pada pasiennya.


Bruk!


"Zulaikha!"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih buat yang udah baca 😘


__ADS_2