
"me-mengandung? Apa, apa itu benar?" tanya Rafa dengan tergagap.
"Saya tidak bisa memastikan kebenarannya, Tuan! Jadi saya minta, agar anda membawa pasien untuk diperiksa!"
Rafa mengangguk dengan semangat, bibirnya tersenyum lebar dengan berita yang baru saja dia dapat.
"Dokter, tolong periksa istri saya juga!"
Dokter yang sudah akan permisi melihat ke arah Atha. "Tentu saja, Tuan!" Dia lalu berjalan ke ranjang tersebut.
"Atha, apa kau iri dengan kak Rafa karna istrinya sudah hamil?"
Ammar menyipitkan matanya, sementara Atha mendengus sebal saat mendengar ucapannya.
"Tentu saja bukan, istriku terlihat sangat pucat sekarang!"
Yah, mereka membenarkan apa yang Atha katakan. Saat ini Syifa memang tampak sangat pucat, mungkin saja wanita itu jatuh sakit karna terlalu banyak menangis.
Dokter segera melakukan pemeriksaan terhadap Syifa, mulai dari detak jantung, nadi, pernapasan dan yang lainnya.
"Istri anda juga sangat kelelahan, Tuan! Pasien cuma butuh istirahat, dan saya akan memberikan vitamin untuknya. Tapi, sepertinya anda juga harus membawa pasien ke Dokter kandungan. Saya tidak tau apakah pemeriksaan saya salah, tapi kedua pasien saat ini sepertinya sedang mengandung!"
Tentu saja ucapan Dokter itu langsung membuat mereka semua mengucap syukur, mereka yakin ini adalah hikmah dari apa yang sudah terjadi.
"Agar lebih tepatnya, silahkan periksa ke Dokter kandungan, Tuan!"
Atha menganggukkan kepalanya dengan semangat, dia bahkan sampai menarik tangan Dokter paruh baya itu dan menciumnya.
"terima kasih, Dokter!"
"Sama-sama, Tuan!" Dokter itu tersenyum lalu pamit keluar dari ruangan.
"Atha!"
"Ya, Sayang! Ayo, kita harus segera memeriksakan perutmu!"
__ADS_1
Atha segera membantu Syifa untuk bangun, mereka lalu meminjam kursi roda Sean dan keluar dari ruangan itu menuju Dokter kandungan.
"Selamat Tuan, Nyonya! Sebentar lagi kalian akan menjadi orangtua!"
Atha dan Syifa terpaku saat melihat layar monitor yang menampakkan sebuah titik kecil, tetapi mereka paham kalau titik itu adalah anak mereka.
"Ini, ini benar-benar sungguhan?"
Dokter itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Benar, Nonya! Kandungan anda baru berusia sekitar 5 minggu, jadi saya harap anda jangan terlalu banyak beraktivitas. Kurangi mengangkat benda berat, dan banyaklah istirahat!"
Tangisan Syifa langsung pecah begitu saja saat mendengar ucapan Dokter, sementara Atha langsung memeluknya dengan sudut mata yang sudah basah.
"Atha, kita, kita benar-benar akan punya anak?"
"Iya, Sayang! Aku sangat bahagia, terima kasih! Aku mencintaimu!"
Atha dan Syifa sama-sama merasa sangat bahagia dengan kabar kehamilan itu, walaupun mereka masih merasa sangat terkejut karenanya.
Setelah mereka keluar, kini gantian Rafa dan Sita lah yang masuk ke dalam ruangan Dokter kandungan.
"Selamat untuk anda berdua, Tuan, Nyonya! Saat ini anda sedang mengandung, dan usia kandungan anda masih sekitar 4 minggu!"
Sita dan Rafa langsung berpelukan dengan tangis kebahagiaan, mereka tidak menyangka kalau Allah sudah menghadirkan buah cinta mereka dalam kandungan Sita.
"Banyak-banyaklah istirahat, dan jangan melakukan aktivitas yang melelahkan!"
Sita menganggukkan kepalanya. "Terima kasih, Dokter!" Dia mengusap wajahnya yang berlinangan air mata.
Berita kehamilan mereka menyebar dengan sangat cepat, terutama untuk semua keluarga besar mereka. Tentu saja kehamilan Sita dan Syifa disambut dengan penuh syukur oleh semua orang, terutama suami-suami mereka yang sejak tadi terus tersenyum lebar.
"Selamat untuk kalian berdua, Adikku! Kita akan sama-sama menjadi seorang Ibu!"
Zulaikha memeluk kedua adiknya dengan erat, ketiga wanita yang sedang memgandung itu saling memeluk dengan luapan kebahagiaan yang tiada tara.
Habis gelap, terbitlah terang. Itulah ungkapan yang sangat tepat untuk apa yang sedang keluarga mereka rasakan saat ini, duka berganti dengan suka. Begitulah roda dunia berputar, tidak selamanya manusia berada dalam kesedihan, ada kalanya Allah memberikan kebahagiaan di balik sebuah masalah dan musibah yang melanda.
__ADS_1
***
Beberapa bulan kemudian ...
Sean, Rafa dan Atha baru selesai menghadiri sidang atas kasus perkelahian dengan Danu. Mereka bertiga divonis bersalah dan dihukum untuk melayani masyarakat, juga harus wajib lapor selama 1 bulan.
Tentu hukuman mereka hanya begitu saja, karna polisi telah menyelidiki alasan dari mereka semua melakukan hal seperti itu.
Sementara itu, Danu divonis penjara seumur hidup atas apa yang telah dia lakukan selama ini. Termasuk pembunuhan tidak sengaja yang terjadi pada Danish, putranya sendiri.
"Syukurlah semua ini sudah berakhir, Mas!"
Sita memeluk tubuh Rafa dengan lega, semua persidangan sudah selesai dilewati dan Danu sudah menerima hukuman yang setimpal.
"Iya, Sayang! Semoga kedepannya tidak ada lagi masalah yang menimpa keluarga kita!"
Sita mengaminkan ucapan suaminya, mereka lalu saling berpelukan dengan erat walaupun terhalang oleh perutnya yang sudah membesar.
Sementara itu, Atha dan Syifa saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah Zulaikha. Mereka ingin kembali melihat keponakan mereka yang sangat tampan dan lucu, karna Zulaikha sudah melahirkan sebulan yang lalu.
"Aku merasa lega atas putusan hakim, Sayang! Aku berharap agar kedepannya keluarga kita selalu bahagia!"
Yah, Syifa sudah mulai memanggil Sayang pada suaminya, dan tentu saja hubungan mereka berjalan dengan baik dan penuh cinta.
Atha menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, Sayang! Keluarga kita pasti akan selalu bahagia!"
Mereka berdua saling melempar senyum dengan tangan yang saling menggenggam, rasa cinta tampak jelas menyelimuti hati dan hidup mereka saat ini.
•
•
•
Tamat.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua readers yang sudah setia membaca karya ini 🥰 aku tidak bisa sampai ditahap ini tanpa dukungan dari kalian semua 🤗 terima kasih banyak ❤ jangan lupa mampir ke karya aku yang lainnya ya, see you next time 😘