Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 38. Akhirnya Dapat Jatah Juga.


__ADS_3

Setelah menemukan kunci cadangan kamarnya, Atha segera membuka pintu kamar itu dan masuk dengan perlahan.


"Hah, mau apa kau?"


Atha melebarkan senyumnya saat melihat Syifa duduk dipinggir ranjang, sepertinya wanita itu sudah tau kalau dia tetap akan masuk ke dalam kamar.


"Syifa, kau akan sangat berdosa besar jika menolak keinginan suamimu!"


"Apa?"


Atha terpaksa harus bawa-bawa dosa, dia tau kalau sebenarnya Syifa sengaja mengusirnya karna tidak ingin melakukan sesuatu yang sudah sangat dia inginkan.


"Si-siapa yang menolak? Aku hanya, hanya belum siap saja!"


Syifa menundukkan kepala membuat Atha langsung berlari dan memeluk tubuhnya hingga mereka berdua terbaring di atas ranjang.


"A-Atha, aku, aku-"


Cup, Atha tidak akan membiarkan penolakan keluar dari mulut Syifa. Dia akan memberikan kenyamanan dan ketenangan agar Syifa tidak takut untuk melakukan penyatuan mereka.


"Eemhh, Atha- aarggh!"


Syifa mengerrang kuat saat Atha menggigit bibirnya agar dia membuka mulut, dan begitu mulutnya terbuka, lelaki itu langsung menyesap lidahnya dan mengabsen semua yang ada di dalam mulutnya.


Lenguhan, errangan dan dessahan menggema di kamar itu. Sebisa mungkin Atha menekan hasratnya yang sudha naik ke ubun-ubun demi membuat Syifa tenang, dia melakukannya secara perlahan karna saat ini tubuh istrinya mulai bergetar.


"Aku mencintaimu, Sayang! Aku sangat mencintaimu!"


Atha terus mengucapkan kata cinta sembari menikmati tubuh Syifa, dia membuka semua pakaian yang masih melekat ditubuh istrinya hingga dua benda kenyal menyembul dari balik bra.


"Ouch, kau seksi sekali Sayang!"


"A-Atha, sssh, aah!"


Syifa menggeliatkan tubuhnya saat Atha menghissap puncak dari benda kenyalnya itu, sementara yang satunya lagi diremmas hingga membuat Syifa terus mengerrang karnanya.


Syifa menjambak rambut Atha agar suaminya itu melepaskannya, tapi Atha terus mengissap dengan kuat bahkan menggigit puncak berwarna pink merekah itu.


Hissapan Atha kini berpindah ke ceruk leher Syifa, dia meninggalkan banyak jejak kemerahan di sana dan terus keseluruh tubuh Syifa hingga membuat Syifa melayang karna perbuatannya.


"Beginikah rasanya jika bercinta dengan wanita yang sangat aku cintai?"

__ADS_1


Atha benar-benar tidak bisa berpaling dari tubuh Syifa, dia terus menikmati dan membuat istrinya mengerrang karna kenikmatan yang dia buat.


"A-Atha, aku, aku mau ke kamar mandi!"


"Keluarkan di sini, Sayang!"


Atha semakin memainkan jemari tangannya untuk menyentuh tubuh Syifa agar istrinya itu mendapatkan pelepasan, dan tidak berselang lama, Syifa mengerrang kuat dengan napas tersengal-sengal saat mendapatkan pelepasan pertamanya.


Cup, Atha kembali mengecup seluruh wajah Syifa sembari berusaha untuk memasukkan tower kecilnya yang sudah tegak menantang.


"Aarrgh ...!"


Syifa mengerrang kuat saat sesuatu di bawah sana mencoba untuk memasukinya dengan keringat yang sudah mengucur diseluruh tubuh, urat-urat yang ada disekitar leher menonjol keluar saat Syifa merasa tubuhnya sedang terbelah menjadi dua.


Atha mencium bibir Syifa agar rasa sakit yang istrinya rasakan sedikit berkurang, dia lalu menghentakkan asetnya dengan kuat hingga berhasil menyatu dengan Syifa.


Atha memeluk diam sembari memeluk tubuh Syifa, dia merasa bahagia karna dialah satu-satunya lelaki yang menikmati tubuh sempurna Syifa.


"terima kasih, terima kasih karna telah menutup tubuh indahmu ini, Sayang!"


"A-Atha, sakit!" rintih Syifa.


Kemudian Atha kembali mencium bibir Syifa sembari menggerakkan asetnya maju mundur membuat Syifa terus mendessah karna kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Syifa menggeliatkan tubuhnya saat cahaya mentari pagi menerobos masuk mengganggu tidurnya, dia lalu membuka kedua matanya sembari menahan silau.


"Ya Allah, sudah siang! Ssshh, Aaw!"


Syifa yang akan bangun meringis menahan sakit dan perih di bagian inti tubuhnya, dia langsung merapatkan kedua kaki sembari mencengkram kuat selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"Selamat pagi, Sayang!"


Atha kembali melingkarkan tangannya keperut Syifa membuat wanita itu kesal dan langsung mencubitnya dengan kuat.


"Aaaw! Sakit sekali."


Atha mengusap-usap tangannya yang terasa panas, dia lalu mendudukkan tubuhnya dengan malas.


"kok dicubit sih, Sayang? Kenapa? Kau mau lagi?" tanya Atha dengan menaik turunkan alisnya, sementara Syifa memalingkan wajahnya dengan malas.


"ssshh!"

__ADS_1


"Masih sakit yah, Yank?"


Syifa yang ingin menurunkan kakinya dari ranjang kembali meringis karna asetnya sangat perih.


Melihat itu, Atha segera turun dari ranjang dan memakai celananya. Dia lalu mengangkat tubuh Syifa membuat wanita itu terlonjak kaget.


"ma-mau apa kau?"


"aku akan membawamu ke kamar mandi!"


"tidak!" tolak Syifa dengan cepat, dia takut kalau lelaki itu akan kembali menjatuhkannya.


Tanpa menghiraukan penolakan Syifa, Atha langsung saja membawanya ke kamar mandi. Dia mendudukkan Syifa di atas closet lalu mengisi bathub dengan air hangat.


Syifa terus memperhatikan apa yang Atha lakukan, mulai dari mengisi bathub, lalu memberikan aroma terapi sampai meletakkan handuk di dekatnya.


"berendam dulu saja, supaya rasa sakitnya sedikit berkurang!" ucap Atha dengan lembut.


"Ka-kalau gitu kau keluarlah!"


Atha tersenyum simpul, dia lalu kembali mengecup bibir Syifa membuat wanita itu mengerrang marah.


"Aku akan menyiapkan sarapan, kalau kau butuh sesuatu panggil saja!"


Syifa menganggukkan kepalanya dengan cepat lalu bersiap untuk masuk ke dalam bathub.


"tapi, apa tidak sebaiknya kita mandi bersama?"


"Keluar!"


Atha tertawa keras saat melihat pelototan mata Syifa, dia lalu meremmas dada Syifa dan segera berlari keluar dari sana.


"Atha ...! Awas kau!"





Tbc.

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2