Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 34. Pindahan ke Apartemen.


__ADS_3

Akhirnya, semua acara sudah selesai dilaksanakan. Baik pernikahan Atha dan Syifa, serta Rafa dan juga Sita.


Para sanak keluarga sudah mulai pamit untuk kembali ke rumah mereka masing-masing, begitu juga dengan Ridwan dan Aisyah yang sudah kembali ke Indonesia.


Saat ini, Ammar dan istrinya masih berada di rumah Sean. Begitu juga dengan Atha dan Syifa, mereka belum pergi karna Sita masih meminta mereka untuk tetap di rumahnya.


"bagaimana, Kak? Apa semua masalahnya sudah selesai?" tanya Ammar pada Rafa disela-sela sarapan mereka saat ini.


"yah, hanya saja aku belum bisa menemukan siapa yang memasang video itu!" jawab Rafa.


"Danu, dia orangnya!"


Semua orang sontak melihat ke arah Sita saat mendengar ucapannya, begitu juga dengan Rafa yang melihatnya dengan penuh tanda tanya.


"Apa kau yakin, Sweetu?"


Sita menganggukkan kepalanya, dia lalu menceritakan kalau dia tidak sengaja melihat wajah Danu yang tampak kesal saat Marco datang ke pesta, Danu pergi meninggalkan pesta saat Marco juga pergi dari sana.


"itu mungkin saja, tapi kita harus mencari bukti kuat untuk semua itu!" ucap Rafa.


"aku tidak merasa heran kalau Tuan Sean memiliki banyak musuh, tapi kenapa mereka juga menyerang Rafa? Atau mereka memang berniat untuk menggulingkan kekuasaan Tuan Sean melalui dia?" tanya Atha, sudah rahasia umum kalau Sean punya banyak musuh, tapi tidak dengan Rafa.


"yang kau katakan itu benar, mereka berniat untuk mematikan dua orang dalam sekali serangan!"


Sean menyetujui apa yang Atha ucapkan, dan semua dugaan mereka itu memang mengarah ke Danu. Apalagi hubungan mereka memang sedang sangat buruk.


"jadi, apa yang harus kita lakukan?"


"kita? Apa kau juga akan bergabung, Atha?" tanya Sean dengan senyum tipis.


"Sure! Kenapa tidak?"


Semua orang terkekeh pelan melihat Atha, lelaki itu memang selalu bersemangat dalam hal apapun.


Setelah selesai sarapan, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. Terlihat Atha tetap duduk di samping Syifa dan enggan untuk menggeser duduknya.


"mepet terus yah!" sindir Zulaikha.


"Cih, mepet pun tetap tidak da- duuh, sakit tau!"


Atha melotot tajam saat Syifa menginjak kakinya, sementara wanita itu juga tidak kalah melotot darinya.


Di tengah kegaduhan itu, tiba-tiba Sean meletakkan 6 tiket di atas meja membuat semua orang menjadi bingung.


"tiket?" tanya Ammar, dia melihat ke arah Sean dengan penuh tanda tanya. Begitu juga dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Ini hadiah kecil yang aku berikan untuk kalian semua, aku harap kalian mau menerimanya!"


Mereka semua lalu mengambil tiket yang sudah bertuliskan nama mereka masing-masing, lalu kembali melihat ke arah Sean seolah-olah sedang bertanya kenapa memberi tiket itu untuk mereka.


"anggap saja itu sebagai ucapan terima kasihku, walau apa yang sudah kalian lakukan untuk Sofia tidak bisa kubalas dengan apapun!"


"kenapa anda seperti ini? Kita kan keluarga, tidak ada istilah terima kasih atau apapun sebutannya!" ucap Ammar.


Sean tersenyum, dia merasa benar-benar beruntung karna bisa menjalin tali kekeluargaan dengan mereka.


"Paris? Kenapa Paris?"


Atha membaca tujuan perjalanan yang ada ditiket itu, memang sih Paris kota yang cocok untuk bulan madu, tapi dia sudah bosan pergi ke sana.


"itu karna istrimu ingin sekali pergi ke sana!"


"Benarkah?"


Atha melihat ke arah Syifa yang sedang melihatnya, wanita itu menganggukkan kepala untuk menjawab apa yang dia tanyakan.


"Kenapa kau tidak pernah bilang, Sayang? Aku kan bisa membawamu kapan saja ke sana!"


"kau juga tidak pernah tanya!"


"Ck!"


"Tapi tunggu, kenapa anda bisa tau?"


Atha menatap Sean curiga, dia yang suaminya saja tidak tau, kenapa lelaki itu bisa tau pikirnya.


"Tentu saja aku tau dari adikku, memangnya apa lagi?"


Atha mengangguk-anggukkan kepalanya, dia lalu berterima kasih karna sudah diberi hadiah tersebut.


Ammar dan Zulaikha juga mengucapkan banyak terima kasih karna Sean sudah memberikan tiket perjalanan ke New York untuk mereka, sementara untuk Rafa dan Sita, dia memberikan tiket perjalanan ke Dubai.


"tapi, apa Kakak tidak ingin ikut dengan kami? tanya Sita, sebelumnya dia memang sudah tau dengan apa yang Kakaknya berikan itu.


"Oh, ayolah Sweetu! Bagaimana mungkin kakak ikut dengan pasangan yang akan berbulan madu?"


Blush, wajah Sita seketika langsung memerah saat mendengar ucapan Sean. Begitu juga dengan Syifa yang memalingkan wajahnya karna merasa malu.


Semua orang tertawa melihat kedua wanita itu, begitu juga dengan Rafa, dia tersenyum tipis melihat wajah istrinya.


Setelah semua hadiah sampai ke tangan semua orang, Sean sendiri memilih untuk fokus menghadapi semua rencana Danu yang pastinya akan berusaha menghancurkannya.

__ADS_1


Atha dan Syifa lalu pamit pada Sean untuk kembali ke rumah Ammar karna mereka berencana untuk pindah ke apartemen hari ini juga, disusul dengan Ammar dan Zulaikha yang harus kembali ke rumah mereka.


Sesampainya di rumah Ammar, Atha dan Syifa segera menyusun barang-barang mereka dengan dibantu oleh Ammar dan juga Zulaikha.


"kenapa harus buru-buru? Kalian kan bisa tinggal di sini lebih lama lagi!" tanya Ammar.


"terima kasih, Mar! Tapi istriku sudah tidak sabar mengajakku pindah, lalu aku harus apa?" jawab Atha dengan nada penuh sesal.


Syifa yang merasa difitnah oleh suaminya menatap dengan kesal, padahal lelaki itu yang memaksa untuk pindah tapi malah dia yang dikambing hitamkan.


"baiklah-baiklah, kami mengerti! Namanya juga pengantin baru, jadi tidak bebas untuk melakukan apapun kalau ada kami,"


"Mbak!"


Zulaikha tertawa melihat pelototan dari adiknya, sementara Atha membenarkan apa yang Zulaikha katakan.


Setelah semuanya selesai, Atha segera mengangkat semua barang-barang itu, dibantu dengan Ammar dan semua pekerjanya yang ada di rumah itu.


"Baik-baik yah, Dek! Apapun masalah yang terjadi dalam rumah tangga kalian, sebisa mungkin harus bersabar. Jangan biarkan amarah dan hasutan setan menguasai hati kalian."


Syifa menganggukkan kepalanya dan memeluk tubuh Zulaikha dengan erat, dia mencoba untuk menahan air mata yang sudah menggantung dikelopak matanya.


"aku akan sering berkunjung ke sini, Mbak!"


"Tentu saja! Karna kalau enggak, Mbak akan menceramahimu!"


Syifa melerai pelukannya, dia lalu tersenyum tipis menanggapi ucapan Kakaknya itu. Dia lalu menunduk dan mengusap perut Zulaikha yang sudah membesar.


"Baik-baik ya, Onty! Jangan suka bikin Mama enggak bisa tidur malam yah!"


Zulaikha dan Ammar tersenyum mendengar ucapan Syifa, memang benar apa yang wanita itu katakan, akhir-akhir ini Zulaikha sangat susah untuk tidur, dan Syifa lah yang selalu menemaninya.


"Cih, memangnya dia saja yang suka bikin orang gak bisa tidur!" Tiba-tiba Atha bersuara.


"memangnya kau tidak bisa tidur juga?"


"Iya lah, siapa cobak, yang bisa tidur kalau belum dapat jatah!"


"Atha!"




__ADS_1


Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘


__ADS_2