
"Ma-Marco?"
Yah, lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah bernama Marco berjalan memasuki pesta dengan memakai baju tahanan serta borgol yang mengikat kedua tangannya.
Para polisi terlihat mengawal di kanan dan kirinya, berjaga-jaga kalau Marco mengambil kesempatan untuk melarikan diri.
Semua orang yang ada di tempat itu sangat panik dan juga tegang, terutama keluarga besar Sean dan Zulaikha yang sama sekali tidak tau mengenai identitas Rafa.
"Kau, apa yang kau lakukan di sini?"
Wajah Rafa merah padam dengan rahang mengeras karna kedatangan lelaki itu membuat Sita dan Ibunya berlari menghampirinya.
"Kenapa kau menundukkan kepalamu? Bukannya selama ini kau selalu berdiri tegak menantang langit?"
Bukannya menjawab pertanyaan Rafa, Marco malah balik bertanya padanya. Dia lalu menghadap ke semua orang karna ingin mengatakan sesuatu.
"Aku rasa aku tidak perlu memperkenalkan diriku pada kalian semua, toh kalian sudah tau siapa aku!"
Hening, suasana yang tadinya penuh dengan kepanikan berubah menjadi sunyi senyap.
Rafa yang sudah ingin menarik tangan Ayahnya ditahan oleh sang Ibu, wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir diwajahnya.
"Hari ini, aku datang untuk menyaksikan pernikahan putraku, yah walaupun selama ini aku tidak pernah menganggapnya anak!"
Suara Marco terdengar tegas, tetapi ada sedikit getaran saat dia mengatakan kata-kata anak.
"Aku adalah seorang penjahat, jelas kalian semua tau itu! Tapi, bukan berarti anakku juga seorang penjahat! Selama ini dia membantuku mengedarkan narkoba dan membantai musuh-musuhku, dia benar-benar anak yang berbakti! Tapi bukan berarti, dia senang melakukannya. Aku terpaksa mengancam untuk membunuh Ibunya jika dia tidak mengikuti apa yang aku perintahkan!"
Semua orang kembali tegang, tetapi tidak untuk mereka yang menyayangi Rafa. Mereka menangis sesenggukan mengingat perjuangan yang harus lelaki itu lakukan karna kegilaan Ayahnya.
"Di sini aku menegaskan, kalau anakku tidak bersalah! Dan aku tau kalau ada seseorang yang sengaja melakukan ini untuk menjatuhkannya, orang itu jelas berada di antara kalian!"
Semua orang saling pandang, seakan-akan sedang mengira-ngira siapa yang telah menampilkan video itu.
"Tapi aku senang karna dia melakukannya, setidaknya aku bisa menemui anakku untuk yang terakhir kalinya!"
Marco berbalik, dia kembali menatap Rafa yang sedang menatapnya tajam.
__ADS_1
"Kau lahir tanpa ku minta, itu sebabnya aku tidak pernah menganggapmu ada! Tapi garis wajahmu, benar-benar sama persis denganku. Hingga kebencian terhadap diriku sendiri teralihkan padamu, Rafa!"
Tangan Rafa sedikit bergetar saat namanya diucapkan dengan lembut oleh Ayahnya, untuk pertama kalinya Marco berbicara seperti itu padanya.
"Aku tidak akan meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan, tapi ... aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih karna masih menganggapku ayah sampai hari ini, kau bahkan tidak bisa menembakku padahal kau sangat ingin membunuhku!"
Marco tersenyum tipis, dalam suasana seperti ini pun dia tetap keras kepala dan sombong, merasa paling benar dan tidak merasa bersalah. Menurutnya, dia sedang memberi pelatihan pada putranya di tengah kehidupan yang keras ini.
"Rafa, hiduplah dengan bahagia! Aku tidak bisa menjadi ayah yang baik, tapi aku harap, cucuku akan mendapatkan ayah yang terbaik! Aku bangga padamu!"
Marco kembali berbalik dan turun dari pelaminan meninggalkan Rafa yang mematung dengan mata berkaca-kaca.
Para polisi kembali membawa Marco ke penjara, dalam dua minggu ke depan, Marco akan diadili dengan hukuman mati.
Setelah kepergian Marco, Sean mengambil alih acara. Dia menegaskan kalau dia akan menangkap siapa saja yang telah berusaha untuk menjatuhkan Rafa, dia juga mengatakan kalau dia bahagia telah menikahkan adiknya dengan lelaki seperti Rafa.
Melihat kondisi Rafa yang masih syok atas apa yang terjadi, Sita dan Ammar memutuskan untuk membawanya ke kamar agar dia bisa lebih tenang.
"aku tidak apa-apa, lebih baik-"
Rafa menghembuskan napas kasar, dia lalu melangkahkan kakinya sesuai dengan keinginan Sita, membuat wanita itu tersenyum lebar.
"aku tidak menyangka kalau semua akan jadi seperti ini," ucap Zulaikha, dia merasa sedih dengan apa yang telah terjadi pada Rafa.
"Semua ini ada hikmahnya, Sayang! Setidaknya Kak Rafa bisa sedikit melihat sisi baik Ayahnya, walaupun hubungan mereka sangat buruk!"
Zulaikha menganggukkan kepalanya dengan tangan mengusap perutnya yang mulai membuncit.
Setelah berada di dalam kamar, Sita memberikan segelas air pada Rafa yang di terima dengan ucapan terima kasih.
Rafa kembali menghela napas, tangannya mengusap wajahnya dengan kasar dan semua itu tidak lepas dari penglihatan Sita.
Dengan perlahan, Sita duduk di samping Rafa. Dia menggeser tubuhnya agar bisa lebih dekat, lalu tanpa Rafa duga, Sita meletakkan kepalanya dibahu Rafa membuat lelaki itu tersentak.
"Si-Sita-"
"Aku di sini, Mas! Aku akan selalu berada di sisimu, jadi menangislah dan tumpahkan segalanya. Karna semua itu tidak salah, selama ini kau telah berjuang, dan aku sangat bangga bisa menjadi istrimu!"
__ADS_1
Air mata tak kuasa Sita tahan, membuat Rafa langsung memeluknya dengan erat. Untuk sesaat, mereka saling menumpahkan kesedihan, berharap kalau hari ini adalah akhir dari segala penderitaan.
Acara pesta kembali meriah karna para pemandu acara bisa kembali mencairkan suasana, para tamu juga tidak lagi membicarakan apa yang terjadi dan fokus menikmati apa yang sudah tersaji dipesta itu.
"Bajing*an! Brengs*ek!"
Lain hal dengan Danu, lelaki itu tampak mengamuk di ruangannya karna rencananya telah gagal. Dia tidak menyangka kalau Marco akan datang ke tempat itu, sepertinya semua pergerakannya telah dibaca oleh seseorang.
"Aku telah meremehkan kalian, tapi kalian lihat saja, aku tidak akan lagi bersikap bodoh seperti ini!"
Danu lalu memanggil anak buahnya untuk melaksanakan rencana selanjutnya, yaitu menggulingkan kekuasaan Sean agar dia bisa lebih mudah untuk membunuh mereka semua.
"Papa!"
Tiba-tiba Danish datang mengacaukan konsentrasinya, membuat Danu menggeram kesal karnanya.
"mana janji Papa? Bukannya Papa berjanji, untuk menikahkanku dengan Sofia setelah aku membunuh mereka semua!" ucap Danish dengan tajam, selama ini dia sudah melakukan semua perintah Ayahnya tetapi Sofia malah menikah dengan lelaki lain.
"apa kau tidak bisa sabar? Saat ini Papa masih merencakan semuanya, lebih baik kau urus wilayah Timur! Pastikan mereka bertekuk lutut di bawah kakimu!" perintah Danu kemudian.
Danish berdecak kesal. "Baik, aku akan melakukannya. Tapi kalau sampai Papa bohong, maka aku akan menghancurkan Papa!"
Lelaki itu lalu berbalik, dia keluar dari ruangan itu untuk melaksanakan apa yang Ayahnya perintahkan.
"Kalian lihat putraku? Kalau sampai kalian gagal, maka kalian akan mati ditangannya!"
Semua anak buah Danu bergidik ngeri, pasalnya Danish bukanlah pria baik dan polos seperti penampilannya. Dia adalah seorang psycopath yang akan menghabisi semua orang tanpa belas kasihan.
•
•
•
Tbc.
Terima kasih yang udah baca 😘
__ADS_1