Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 60. Akhirnya Cinta Juga.


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu di rumah Papa Aldo, Syifa dan Atha memutuskan untuk kembali ke apartemen mereka. Sebelum sampai, Syifa berhenti sejenak untuk belanja karna dia tau kalau di apartemen tidak ada bahan makanan apapun.


"Apa kau sudah memikirkan keinginan Nenek?"


Syifa yang akan turun dari mobil mengurungkan niatnya mendengar ucapan Atha. "Maksudmu?"


Atha lalu meletakkan tangannya di depan perut dan membuat gerakan melingkar seolah-olah sedang memberi petunjuk atas apa yang dia katakan.


Syifa terdiam, dia sebenarnya tau apa yang Atha maksud. Tapi dia sengaja mengendikkan bahunya dan belalu turun dari mobil.


"Cih!"


Atha lalu ikut turun dari sana dan melangkahkan kakinya ke dalam apartemen, dia terus mengekori langkah Syifa ke mana pun wanita itu pergi.


"Em ... kau mau aku masakin apa?"


Syifa berbalik dan menatap Atha yang sedang berdiri di belakangnya, lelaki itu hanya diam sembari menatapnya dengan tajam.


"A-Atha, apa kau-"


Cup! Syifa tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mulutnya dibungkam oleh mulut Atha, lelaki itu langsung menarik tubuhnya sampai tubuh mereka merapat dengan sempurna.


"Eemmh ...!"


Dessahan Syifa mulai terdengar saat Atha mengigit bibirnya agar membuka mulut, lelaki itu lalu menyesap lidahnya dan mengabsen setiap inci yang ada di dalam mulut Syifa.


Syifa yang ingin mengalungkan tangannya dileher Atha terlihat bimbang, tetapi dia harus berusaha untuk memperlakukan suaminya dengan baik, termasuk dalam hal kepuasan ranjang mereka.


Perlahan namun pasti, Syifa mulai membalas ciuman panas mereka membuat Atha semakin bergairah. Bahkan tangannya kini sudah menyusup ke dalam gaun yang Syifa pakai dan meremmas gundukan sintal kesukaannya.


Atha sedikit terkejut dan menghentikan aksinya saat merasakan kalau tangan Syifa sedang melingkar dilehernya, sementara Syifa sendiri langsung membuka kedua matanya yang sejak tadi terpejam.


Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan dalam diam, sampai sesaat kemudian Syifa memberanikan diri untuk mengecup bibir Atha yang pastinya sukses membuat lelaki itu semakin terkejut.


Syifa melepaskan ciumannya saat tidak mendapat balasan dari Atha, sementara suaminya itu masih terdiam dengan menatapnya dalam.


"ke-kenapa?" tanya Syifa dengan lirih, dia menundukkan kepalanya karna merasa sangat malu.

__ADS_1


"Sayang, kau baik-baik sajakan?"


Atha meletakkan keningnya tepat kekening Syifa untuk memeriksa suhu tubuhnya, tetapi dia merasa kalau suhu tubuh Syifa masih dibatas normal.


Syifa masih diam memperhatikan apa yang suaminya lakukan, walaupun dia mulai kebingungan kenapa Atha tidak melanjutkan sesuatu yang selalu lelaki itu inginkan.


Walaupun masih merasa sangat bingung, Atha kembali melanjutkan aksinya karna dorongan gairah yang sudah mulai membakar jiwanya.


"A-Atha!"


Syifa merasa terkejut saat tiba-tiba tubuhnya digendong oleh Atha dan di bawa naik ke lantai dua menuju kamar mereka.


Atha melepaskan ciuman mereka saat sedang menaiki anak tangga, dia harus ekstra hati-hati karna tidak mau lagi menjatuhkan istrinya seperti waktu itu.


Setelah masuk ke dalam kamar, Atha segera membaringkan tubuh Syifa dan kembali melummat bibir wanita itu yang sudah menjadi candu untuknya.


Satu persatu pakaian mereka mulai terlepas membuat Atha menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.


Perlahan namuan pasti, penyatuan tubuh mereka kini kembali terjadi. Beberapa hari berjauhan dari sang istri membuat Atha tidak ingin melepaskan kenikmatan yang sedang dia rasakan. Dia bahkan mengabsen seluruh tubuh istrinya dengan kecupan di sana sini.


Dessahan dan errangan terus terdengar membuat Atha semakin bersemangat, dia semakin mempercepat dorongannya agar bisa mencapai kepuasan yang sama dengan Syifa.


"Aarrggh!"


Errangan kuat yang berasal dari Atha menandakan kalau dia sudah mencapai kepuasan, dan menembakkan benih cinta ke dalam rahim sang istri.


"aku mencintaimu, Sayang!" ucap Atha sembari mengecup kening Syifa dan mengusap keringat yang membasahi wajah cantik sang istri.


Syifa yang masih tersengal-sengal hanya bisa tersenyum tipis membuat Atha kembali mengecupi seluruh wajahnya, sungguh dia merasa seperti wanita yang sangat dicintai dimuka bumi ini.


"Aku, aku juga mencintaimu, Atha!"


Deg, Atha langsung menghentikan ciumannya. Dia menatap wajah Syifa yang saat ini sedang tersipu malu di hadapannya.


"ka-kau, kau bilang apa?" tanya Atha dengan tidak percaya.


Syifa semakin merasa malu dan hendak pergi dari tempat itu, tetapi Atha tidak membiarkannya dan memaksa Syifa untuk menatap matanya.

__ADS_1


"aku mohon katakan sekali lagi, Sayang! Aku benar-benar ingin mendengarnya," lirih Atha.


Syifa menelan salivenya dengan kasar, dia sedikit menyesal karna mengakui rasa cintanya disaat seperti ini.


"Sayang!"


Atha kembali memohon pada Syifa untuk mengatakan apa yang tadi sempat wanita itu katakan.


"Aku, aku juga mencintaimu, Atha!"


Walaupun dengan suara lirih yang hampir tidak terdengar, Atha merasa sangat bahagia karna kini cintanya terbalas.


Dia lalu memeluk tubuh Syifa dengan erat, sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih dari apapun yang sedang dia rasakan saat ini.


"A-Atha, aku tidak bisa bernapas!"


Atha segera melerai pelukannya saat mendengar ucapan Syifa. "Maafkan Aku, Sayang! Aku, aku tidak sengaja!"


Syifa tersenyum tipis melihat wajah panik Atha, sementara Atha sendiri sedang sibuk mengecupi wajahnya.


"Sayang, ucapanmu tadi serius kan?" Atha kembali bertanya untuk memastikannya.


"Maaf, Atha! Semua yang aku ucapkan tadi cuma prank!"


"Apa?"





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘


Jangan lupa mampir ke karya terbaru aku yah 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2