
Mata Sean, Rafa dan Atha membulat sempurna saat melihat Sita bersama dengan Danish, sementara Sita sendiri melihat mereka dengan air mata yang sudah bercucuran.
"So-Sofia? Kenapa, kenapa kau ada di sini?"
Sean terpaku melihat kedatangan mereka, sementara Danish membawa Sita untuk mendekati mereka dengan menggenggam tangan wanita itu.
Darah Rafa mendidih saat melihatnya, apalagi tangan Danish dengan berani menggenggam tangan Sita membuat dia ingin sekali mematahkan tangan laki-laki itu.
"Bagunlah, Pa!"
Dua orang anak buah Danish segera membantu Danu untuk bangun, terlihat lelaki paruh baya itu menatap anaknya dengan tajam.
"Dari mana saja kau, Danish? Apa kau tidak tau kalau aku sudah diambang kematian?"
Danish membuang napas kasar. "Yg penting sekarang aku ada di sini!"
Dia tidak perduli dengan keadaan ayahnya sendiri, yang penting ayahnya itu tidak sampai mati.
"Dan kalian, pasti kalian senang sekali yah karna sudah mengalahkan Papaku?"
Sean dan yang lainnya hanya bisa menatap Danish dengan amarah tertahan, saat ini mereka tidak bisa melakukan apa-apa karna Sita sedang bersama laki-laki itu.
Sita yang sejak tadi melihat ke arah Rafa terus terisak, begitu juga saat melihat keadaan Sean dan juga Atha yang sudah berlumuran darah.
"Ya Allah, aku mohon selamatkan mereka! Aku mohon ya Allah!"
Rafa yang juga melihat ke arah Sita tersenyum tipis, dia ingin sekali memeluk tubuh istrinya dan menenangkannya agar tidak menangis lagi.
Danish yang tau kalau Sita dan Rafa saling bertatapan langsung menarik tubuh wanita itu sampai menempel di tubuhnya.
Cup! Danish langsung mengecup bibir Sita tanpa bisa dihindari oleh wanita itu, sementara Rafa merasa sangat marah dengan apa yang laki-laki itu lakukan.
"Beraninya kau melakukan itu pada istriku!"
Rafa maju dengan cepat untuk menarik tubuh Sita agar lepas dari dekapan Danish, tetapi salah satu anak buah Danish memukul punggungnya dengan besi membuat Rafa langsung tersungkur.
"Rafa!"
"Mas!"
Sita, Sean dan Atha langsung berteriak melihat apa yang terjadi. Mereka langsung menghampiri Rafa yang masih tergeletak di atas lantai, kecuali Sita yang tidak bisa lepas dari pelukan Danish.
__ADS_1
"Aku mohon jangan sakiti suamiku, huhuhu!"
Sita memohon pada Danish agar jangan lagi menyakiti suaminya, sementara Danish hanya tersenyum saja untuk menanggapi permohonannya.
"Kau benar-benar bajing*an Danish, kalian semua bia*dab!"
Sean berusaha untuk membantu Rafa, terlihat Rafa berusaha untuk menahan rasa sakit yang ada dipunggungnya.
Danish lalu memberi kode pada anak buahnya, mereka menganggukkan kepala dan langsung mengelilingi tubuh Sean, Rafa dan Atha dengan menodongkan pistol mereka.
"Apa, apa yang mau kau lakukan?"
Sita langsung panik melihat semua itu, bagaimana tidak, saat ini Sean, Atha dan Rafa sedang berada di tengah-tengah orang-orang yang menodongkan senjata pada mereka.
"Apa lagi? Tentu saja membunuh mereka!"
Sita tersentak mendengar jawaban Danish, begitu juga dengan Sean dan yang lainnya yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tidak! Aku mohon jangan lakukan itu!"
Tubuh Sita merosot sampai terjatuh di atas lantai, dia lalu bersimpuh dikaki Danish agar tidak membunuh mereka.
"Bangun, Sofia! Kau tidak perlu bersimpuh dikaki iblis itu!"
"Tidak, Sayang! Jangan lakukan itu!"
Rafa berusaha untuk bangun tetapi tubuhnya kembali didorong oleh anak buah Danu hingga dia kembali terduduk.
"Aku tidak mungkin melepaskan mereka, Sofia! Karna aku akan membunuh mereka!"
Sita semakin mencengkram kuat kaki Danish dan terus memohon agar lelaki itu melepaskan mereka, sungguh dia tidak bisa melihat Sean, Rafa dan Atha mati begitu saja.
"Aku mohon, Danish! Aku bersumpah akan menuruti semua keinginanmu, asal kau melepaskan mereka! Aku mohon!"
Danish terdiam, sebenarnya inilah yang dari tadi dia tunggu. Dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa menikah dengan Sita, dan membuat wanita itu berpisah dengan Rafa.
Danu yang sejak tadi diam mulai mencium gelagat tidak baik dari anaknya, sepertinya dia tau tujuan Danish membawa Sita ke tempat ini.
"Kau jangan gila, Danish! Aku tidak akan mengampunimu kalau sampai kau melepaskan mereka!"
Danish hanya mengedipkan sebelah matanya pada Danu, lalu meraih kedua bahu Sita agar wanita itu berdiri.
__ADS_1
"baiklah, aku akan melepaskan mereka asal kau menikah denganku!"
"Tidak Sofia, jangan lakukan itu! Dasar laki-laki brengs*ek!"
Rafa dan yang lainnya berusaha melawan, tapi apalah daya saat pistol mereka semua mengarah tepat ke tubuh Sita.
Sita memejamkan kedua matanya, dia menarik napas dalam sebelum mengiyakan keinginan Danish.
"Jangan lakukan itu, Sweetu! Jangan ikuti kemauan bajing*an itu!"
Sita melihat sekilas ke arah mereka, dia tersenyum tipis walaupun matanya terus menangis.
"Aku, aku akan menikah denganmu!"
Danish tersenyum lebar mendengar ucapan Sita, sementara Rafa dan Sean terus meraung-raung agar Sita tidak melakukan apa yang laki-laki itu inginkan.
Setelah mendengar jawaban Sita, Danish lalu menyuruh anak buahnya untuk mundur dan membiarkan Sean dan yang lainnya bangun.
"Sayang!"
Sita memalingkan wajahnya dari Rafa, sungguh dia tidak sanggup untuk melihat suami yang sangat dia cintai itu.
"Aku akan segera mengurus perceraianmu dengannya, dan setelah itu kita langsung menikah!"
Sita menganggukkan kepalanya tanpa berani melihat semua orang, hatinya benar-benar hancur saat ini.
Tanpa mereka semua sadari, saat ini Danu menarik pelatuk pistolnya yang dia dapat dari salah satu anak buah Danish. Dia memegang pistol itu dengan erat dan bersiap untuk menambak seseorang.
Sita yang sejak tadi menunduk tidak sengaja melihat tangan Danu, matanya membulat karna menyadari kalau laki-laki paruh baya itu akan menembak keluarganya.
Sita langsung mendorong tubuh Danish dan berlari ke arah Sean dan yang lainnya, sementara Danu sudah mengangkat tangannya dan melakukan tembakan.
Dor!
"Sofia!"
•
•
•
__ADS_1
Tbc.