Di Bawah Tali Pernikahan

Di Bawah Tali Pernikahan
Bab. 53. Rencana Sean.


__ADS_3

"Sebenarnya bulan madu macam apa ini?"


Tiba-tiba suara Atha mengalihkan perhatian semua orang, sontak Rafa dan Sita membelalakkan kedua mata mereka saat melihat Atha dan juga istrinya.


"Ka-kalian?"


Syifa berlari dan menghamburkan dirinya ke tubuh Sita, dia memeluk tubuh sahabatnya dengan erat seraya menangis menumpahkan segala kesedihan sekaligus kebahagiaan secara bersamaan.


"kau, kau di sini?"


"Maafkan aku karna baru bisa datang sekarang, Sita! Maafkan aku, hiks huhuhu!"


Sita terdiam dan memejamkan kedua matanya sejenak, menghirup udara dalam untuk menenangkan hatinya yang mulai bergejolak.


"Kenapa kau menangis? Aku senang melihatmu di sini!"


Sita berusaha untuk mengangkat tubuh Syifa yang menimpanya, tetapi karna dia masih lemah, dia meminta tolong pada Atha untuk membantunya.


"Sayang, kau mau buat Sita tewas?"


"A-apa? Ma-maafkan aku Sita, apa, apa ada yang sakit?"


Syifa panik sendiri dan memeriksa seluruh tubuh Sita membuat wanita itu terkikik geli, begitu juga dengan semua orang yang ada di ruangan itu.


"Bukannya bikin orang sehat, malah bikin mampus!"


Syifa mendelik kesal mendengar ucapan suaminya, ingin sekali dia mencakar mulut Atha yang sejak tadi terus mengganggunya.


Setelah beberapa saat menemani Sita, akhirnya Syifa dan Atha pergi ke hotel untuk istirahat. Sebelumnya mereka sudah hampir pergi dari tempat itu, tetapi Soni memberi kabar kalau Sita dan Rafa sudah sadar dan menyebabkan mereka kembali masuk ke rumah sakit.


"Lusa, Kakak dan Atha akan pulang! Jadi, Kakak mau kalian tetap berada di rumah sakit sampai kondisi kalian sembuh total!"


Rafa dan Sita saling pandang saat mendengar ucapan Sean, mereka lalu menganggukkan kepala mereka untuk menanggapi ucapan lelaki itu.


"Paman Soni dan Syifa akan menemani kalian di sini!"

__ADS_1


Rafa dan sita menyernyitkan kening mereka secara bersamaan, kemudian melihat ke arah Soni yang sedang berdiri di samping Sean.


"Kenapa Paman tidak ikut pulang? Kami sudah baik-baik saja kok!"


Rafa memganggukkan kepalanya untuk membenarkan ucapan Sita. "Benar, Kak! Lagipula ada aku di sini, aku tidak akan membiarkan kejadian seperti kemarin terulang lagi!"


"Aku tau, hanya saja Kakak akan lebih merasa tenang kalau Paman ada di sini! Juga, ada satu hal yang ingin Kakak katakan!"


Sita dan Rafa melihat Sean dengan serius, sepertinya lelaki itu akan membahas tentang masalah penculikan kemarin.


"Aku sudah tau siapa yang melakukan semua ini pada kalian, mungkin tanpa aku kasi tau pun kalian sudah bisa menebak siapa orangnya. Jadi, aku akan pulang dan memancingnya untuk meninggalkan tempat ini!"


Rafa dan Sita saling pandang, mungkinkah sosok orang yang ada dalam pikiran mereka sama dengan yang Sean maksud?


"Apa ... Danish yang melakukannya?"


Sean menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Sita, terlihat Rafa mengepalkan kedua tangannya mendengar satu nama yang Sita sebutkan.


"Kalau gitu, lebih baik kami juga pulang saja, kak! Akan lebih baik kalau kami berada di rumah daripada di sini!"


"Dokter belum mengizinkan kalian untuk keluar dari rumah sakit, apalagi melakukan perjalanan panjang!"


Rafa mendessah kesal, dia sudah tidak sabar untuk membalas semua perbuatan Danish pada istrinya.


"Aku tidak akan membiarkan Kakak menghadapi mereka sendirian!"


Sita terlihat tidak setuju, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Sean apalagi Soni dan Rafa tidak berada di samping kakaknya.


"Kakak tidak sendirian, Sweetu! Kakak bersama dengan Atha dan juga Marco!"


Deg, Rafa terkejut saat Sean mengucapkan nama Ayahnya, begitu juga dengan Sean sendiri yang keceplosan menyebut nama Marco.


"kenapa laki-laki itu ikut campur? Bukannya dia sedang dipenjara?" tanya Rafa dengan tajam.


Sean lalu menceritakan kalau dia berniat untuk mengajak Marco kerja sama untuk membalas dendam pada Danu, tetapi dia tidak bisa berharap banyak mengingat hubungan Rafa dan Marco tidak seperti hubungan ayah dan anak kebanyakan.

__ADS_1


Akan tetapi, semua diluar dugaan. Saat Sean menyuruh seseorang untuk menemui Marco dipenjara dan menceritakan apa yang terjadi pada Rafa dan Sita, lelaki paruh baya itu malah langsung menawarkan kerja sama untuk menghancurkan Danu.


"Dia memang berada di dalam penjara, tapi kau tau sendiri seberapa luas koneksinya!"


Sebagai pengedar narkoba kelas internasional, tidak heran kalau Marco punya banyak koneksi dengan orang-orang penting. Bahkan Sean saja tidak menyangka kalau ternyata Marco juga punya koneksi terhadap para pengusaha-pengusaha besar diseluruh dunia.


"Kita bisa memanfaatkan semua koneksinya untuk menghancurkan perusahaan Danu, jadi mau tidak mau dia pasti akan menyuruh anaknya untuk pulang!"


Sean merasa menyesal karna baru mengetahui seberapa besar kekuasaan Marco, walaupun disaat terdesak lelaki itu tidak mau meminta bantuan dari semua koneksinya.


Sita memperhatikan raut wajah Rafa, terlihat jelas ketidaknyamanan suaminya itu saat sang Kakak melibatkan Marco.


"Kak, aku mengerti dengan semua tujuan yang akan kakak lakukan! Aku juga paham kalau hanya dengan kekuasaan Kakak pasti sangat susah untuk menjatuhkan Danu, tapi ... apa kakak benar-benar harus melibatkan Ayah Marco?"


Semua orang cukup terkejut dengan panggilan yang Sita sematkan untuk Marco, terutama Rafa yang langsung melihatnya dengan tajam.


"Kenapa? Tidak ada salahnya kalau dia ikut campur masalah ini, lagipula, dia harus menebus semua kesalahannya pada Rafa, kan?"


Sita terdiam, dia sebenarnya tidak ada masalah dengan semua itu. Hanya saja ...


"Aku mengerti kalau kau mengkhawatirkan perasaanku, Sofia! Tapi percayalah, aku akan melakukan apapun untuk membalas perbuatan mereka! Walaupun aku harus memohon bantuan dari lelaki itu!"


Sita paham siapa sosok yang sedang suaminya maksud, kemudian dia menganggukkan kepalanya dan hanya mengikuti apa yang kakak dan suaminya rencanakan.


Setelah semuanya jelas, mereka memutuskan untuk istirahat. Sean dan Soni tetap berada di ruangan itu karna harus terus waspada dengan sesuatu yang bisa saja terjadi.





Tbc.


Terima kasih yang udah baca 😘

__ADS_1


__ADS_2