Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Chap 38


__ADS_3

"Nona Embun."


Embun yang sedang mengkoreksi rasa di dapur itu menoleh kearah suara. Cheef restorannya mendekat.


"Ada apa Ana?"


"Salah seorang pelanggan kita ingin bertemu dengan Anda, Nona."


"Huuuuhh.. Akhir-akhir ini banyak sekali tamu yang ingin bertemu denganku. Mereka hanya sibuk menjilat, membuatku jengah saja."gumam Embun namun Ana cheef -nya masih dapat mendengar dengan jelas.


"Mereka tetap tamu kita nona."


"Katakan saja aku sedang sibuk."


"Maaf Nona mereka pelanggan VIP kita."


"Astaga! Aku benci pelanggan VIP."


Ana tersenyum maklum, dia sangat tau bagaimana para pelanggan dan tamu restoran Sebening Embun sangat ingin bertemu dan melihat majikannya ini.


"Beliau tuan Anggara, Nona."


"Aaahh, dia..."


"Kali ini beliau tidak membawa keluarganya, tapi bersama rekan kerjanya, dan mereka cukup banyak."jelas Ana,"Ada 5 orang nona, satu wanita."


"Baiklah aku mengerti." Embun melepas celemeknya, dan melangkah mendahului keluar dapur.


"Aku akan menemuinya."


Ana tersenyum puas.


"Terima kasih Nona." Ana menyusul dibelakang Embun.


"Oiya, 10 menit setelah aku masuk, lakukan seperti biasa."


"Baik nona." balas Ana."saya tau anda tak ingin berlama-lama disana."


Embun membuka pintu ruang VIP dimana Tuan Anggara berada bersama dengan rekan kerjanya rapat sekalian makan siang.


Embun masuk, dan sedikit membungkuk memberi salam dengan senyuman manisnya tentunya.


"Terima kasih atas kesetiaan anda memilih restoran kami tuan Anggara." Embun menegakkan punggungnya. menatap para tamunya di ruangan itu.


Embun terkejut, terkesiap melihat Malvin ternyata juga ada disana, duduk disamping wanita seksi dengan baju yang seperti kekurangan bahan itu. Wanita itu duduk mepet sekali pada kekasihnya itu.


Huuuuhh.. Embun membuang nafas kesalnya.


Apa yang dia lakukan disini? Dengan wanita penggoda itu lagi, kenapa tidak bersama Kennan saja seperti biasa? Apa dia sedang mencoba membuatku cemburu? Kau licik Mal!! batin Embun jengkel.


Walau begitu, Embun tetap tersenyum.

__ADS_1


"Terima kasih karena sudah bersedia kemari Embun." ucap Tuan Anggara dengan senyum wibawanya.


"Saya yang harusnya berterima kasih karena Anda membawa calon langganan restoran saya Tuan Anggara." balas Embun tersenyum ramah.


"Hahaha.... Kalian lihat, dia sangat ramah bukan?" ucap Anggara pada rekan-rekannya.


"Anda terlalu memuji."


"Jadi namamu Embun ya. aku sangat terkesan dengan masakan yang kamu hidangkan ini. sangat luar biasa masakanmu." ucap rekan Anggara yang berjas abu-abu dan berkumis tipis itu.


Embun tertawa kecil.


"Itu koki kami yang membuatnya. akan saya panggilkan dia agar bisa turut mendengar pujian anda tuan."


"Tidak perlu! Tetap saja kamu yang melatihnya bukan? Kamulah yang membuat resepnya bukan?" sambungnya. "Aku akan menjadi langganan VIP disini juga."


"Terima kasih. kami sangat menghargai itu."


"Aaa iya, perkenalkan. Aku Bambang." mengulurkan tangannya.


Embun tersenyum tipis. Hendak menyambut tangan itu, namun tangan lain sudah menariknya.


"Aku tidak suka kamu menyentuh pria lain sayang."


Embun menoleh, melihat kearah Malvin yang masih tertempeli wanita kekurangan bahan itu. Embun tertawa kecil. Wajah-wajah bingung tampak memenuhi ruangan itu.


"Maaf, saya juga tidak mengenal pria ganjen yang menepel pada permen yang sudah terkoyak bungkusnya." tentu saja dengan senyum yang sedikit menghina.


"hmhmhmhm.. aku tidak menempel."


"Jadi, duduk tanpa jarak ini disebut tidak menempel." masih tersenyum.


"Aku hanya ditempeli."


"Aaahh, akan ku panggilkan dukun agar kamu diruwat."


Malvin tergelak.


AHAHAHHAHAHHAA..


"Kau lucu sekali."


"Terima kasih." senyum dipaksakan.


Apa ini? kenapa aku merasa tersingung? Batin Mayra kesal. dia sedikit membuat jarak dengan bergeser menjauh dari bosnya itu. Embun meliriknya sekilas.


"Ada apa ini tuan Malvin? Sepertinya aku melewatkan sesuatu?" selidik tuan Anggara menatap Malvin dan Embun bergantian.


"Tidak ada yang terlewat Tuan." sahut Embun menarik tangannya yang sedari tadi Malvin genggam. Pria itu justru tersenyum nakal padanya.


Toktoktok.

__ADS_1


"Nona Embun, chef Tika membutuhkan anda didapur."suara Ana dari balik pintu dengan suara lantang.


"Sepertinya saya harus kembali. selamat menikmati." ucap Embun pamit undur diri.


"Tunggu aku diruanganmu. Sebentar lagi aku selesai." ucap Malvin sebelum Embun menghilang di balik pintu. Lagi-lagi Malvin tersenyum nakal.


"Sepertinya, Aku menangkap kalian punya hubungan serius."


Malvin tertawa kecil.


"She is my lovers." dengan senyum nakal lagi.


"Wooowww... itu mengejutkan Tuan Malvin." seloroh Anggara terkesiap.


"Aku hampir saja hendak menyambarnya tuan Malvin." ucap Bambang sedikit kikuk karena sempat menggoda Embun tadi.


Malvin tersenyum kecut.


"Tapi terlepas dari itu, dia wanita hebat, bisa membuat seorang Malvin jatuh cintta padanya. Tadinya kupikir kau punya hubungan dengan sekertarismu itu." lanjut bambang melirik Mayra.


Malvin menoleh sedikit pada Mayra.


"Sedikit menjauhlah agar tak ada yang salah paham lagi May." ucap Malvin datar.


"Maaf Tuan." menunduk malu.


####


Malvin berjalan menuju ruangan Embun di lantai 3. Tentu saja setelah pertemuannya dengan DN GRUP selesai dan menyuruh Mayra kembali ke gedung utama CRD CORP.


Malvin membuka pintu ruangan itu. Kosong! Tak ada Embun disana. Malvin melangkah 3jengkal kedalam ruangan itu, memandang berkeliling. Lalu dia mengeluarkan hpnya dan melakukan panggilan telp seraya berjalan keluar.


Dering hp Embun terdengar diruangan itu. Malvin menghentikan langkahnya. Lalu dia mendekat ke meja Embun dimana suara dering hpnya berasal. Malvin mematikan salurannya dan memasukan kembali dalam kantong jasnya.


Malvin mengambil ponsel Embun yang teronggok diatas meja kaca itu. Dia mengusapnya hingga kunci terbuka. Banyak deretan pesan disana. Malvin tersenyum kecut.


Kamu famous sekali sayang. Banyak penggemarmu disini.


Malvin mengecek pesan yang masuk dari nomor yang memang tidak Embun simpan dan sengaja dia abaikan. masih tersegel, tak satupun dia baca. Hanya pesan darinya, dari anak-anak dan dari Danu yang Embun respon, juga beberapa suplayernya karena urusan pekerjaan.


Malvin tersenyum puas. dia sangat senang. Entah mengapa tiba-tiba saja dia merasa bahagia. Malvin membuka beberapa pesan Danu yang masih tersegel membacanya sekilas .


Tiba-tiba saja level cintanya melonjak, sudut bibirnya terus terangkat dan tak bisa dia kendalikan. Perlahan Malvin berjalan meninggalkan ruangan itu setelah meletakkan kembali ponsel Embun dimeja.


Malvin berjalan menuju dapur. mendapati gadisnya sedang memplating sajian yang siap di hidangkan. Tanpa aba-aba dan basa basi, Malvin menarik lengan Embun, menagkupkan tangannya di kepala wanita itu dan menciumnya.


Embun tersentak kaget. Jellas dia terkejut tiba-tiba saja ada orang menciumnya di dapur yang saat itu ramai pegawainya. Mata Embun sampai mendelik saking kagetnya.


Sadar pria kurang ajar itu adalah Malvin, Embun memilih pasrah dan menikmatinya dari pada memberontak dengan kesiasiaan.


"Aku mencintaimu! Aku mencintaimu sayang!" berucap sambil mengangkat tubuh Embun tinggi-tinggi dan berputar.

__ADS_1


"Aku akan melamarmu besok. Kayla dan Catty juga akan terlibat didalamnya. aku pastikan itu."


__ADS_2