Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Chap 90


__ADS_3

Disebuah hotel bertingkat di kota M , seorang pria sedang menelpon didepan jendela yang menghadap gemerlap kota malam itu.


"Baik bos. Semua sudah sesuai rencana."ucap pria itu yakin.


("Kedua orang itu akan membayar atas apa yang sudah mereka lakukan ada Ana.")suara seseorang disebrang sana.


"Tenang saja boz kita akan menghancurkan keduanya secara perlahan."seringai pria itu menghisap ududnya.


Tok tok!


Pintu dibuka.


"Rud, kita meting malam ini." seru Malvin diambang pintu.


"Baik tuan."Rudi menjawab dengan gelagapan.


Dahi Malvin mengernyit.


"Ini telpon dari istriku. Sebentar ya, dia sedang ngambek. Aku coba bujuk dulu." ucap Rudi sedikit kikuk


"Baiklah. Aku duluan. Kami tunggu di lobi." ucap Malvin segera menutup pintu kamar Rudi.


Rudi menatap dingin ke arah Malvin menghilang.


"Maaf boz." Ucap Rudi kembali pada telponnya."Aku juga memiliki dendam pada sekertaris itu. Karena dia adikku mati bunuh diri. Aku akan selalu ingat dendam ini."Lanjut Rudy dengan mata dingin.


("Hati-hatilah. Jangan sampai rencana kita gagal.") pesan dari seberang.


"Baik."


Rudi menutup telponnya. Lalu melangkah keluar dari kamarnya.


Loh? Apa Malvin tadi tidak menutupnya dengan rapat? batinnya. Sudahlah. Langsung ke lobi saja dari pada dia curiga.


Rudi melangkah melewati lorong menuju lobi.


Di lorong sisi yang berlawanan Malvin menatap Punggung Rudi dengan pandangan yang entah apa. Dia hanya diam dalam kebisuan.


****


Ditempat lain. Disebuah cotage di pinggiran pantai. Seven dengan semua perangkatnya. sibuk memijiti keyboard komputernya. Tangannya begitu lincah dan cepat. Data-data dan file tampak bersliweran di layar.


Kayla dan Catty hanya jadi penonton saja. Sementara Ken ikut mengambil bagiannya.


Data-data yang berhasil dia kumpulkan dari kantor.


"Seven, sepertinya ini bukan perbuatan satu orang."


"Tentu saja."ucap Seven."Alamat IP yang dipalsukan dan serangan dari beberapa lokasi. Sepertinya orang ini ingin Malvin kehilangan banyak. Dan semua akan dijatuhkan kepadamu."


"Siapa mereka?"gumam Ken menatap layar yang sama dengan Seven.


"Nine!" panggil Seven.


Kayla mengambil posisi dan ikut memainkan jarinya. Bola matanya ikut bergerak memantulkan tulisan-tulisan alfabet yang sulit dimengerti.


****


"Arrrrggghhh!" Erang salah satu Hacker Rudy.

__ADS_1


"Ada apa?" Rudi mendekat bersama Malvin.


"Tadi ada yang mencoba masuk. Dan kini dia membuat pertahanan kita jebol." Jelasmya.


"Rudy." bisiknya. Rudy mendekat. "Dia bukan orang kita."


"Apa? dari mana kau tau?" balas Rudy berbisik juga.


"Mereka berbeda, Dan yang mereka serang adalah kita." jelas hacker itu berbisik pelan. Karena Malvin tiba-tiba juga mendekat padanya.


"Apa?" Rudi terkejud.


****


Di belahan yang lain di dalam cotage.


Seven menerbitkan senyuman diwajahnya. Senyum puas dan kepercayaan diri. Sepertinya Lawan Seven sudah masuk keperangkapnya.


"Seven! Apa kita bisa mengetahui lokasi mereka?"Ken yang melihat sekilas senyuman hacker muda itu ingin menggali lebih lanjut.


"Selama mereka belum mematikan sistemnya."


"Tapi, bukankah kau bilang mereka memalsukan alamat IP agar tak terlacak?"tanya Catty penasaran.


Seven terkekeh.


"Nine! Siapa aku?"


Dengan wajah muak Kay menjawab."Se7en."


"Benar!" Seven menyeringai jahat.


"Jadi, jika mereka mematikan sistemnya kau juga tidak tau?" selidik Catty melirik Seven.


"Aku masih bisa menelusuri jejak terakhir. lalu menganalisa posisinya." ucap Seven masih sibuk dengan jari-jarinya.


###


BBRRAAAAKKK!


"AAPAAA INII?!" teriak seorang pria berusia skitar 40 tahunan itu.


"BAGAIMANA BISA KITA MENDAPAT SERANGAN BALIK?"geramnya dengan. deretan gigi yang menggeretak.


"Rudi! Hubungi Rudy sekarang!" serunya menggeram semakin keras.


"Tuan Daniel! Jika kita tidak menghentikan sekarang, mereka akan tau lokasi kita." ucap hacker suruhan pria itu.


"Apa?" pria bernama Daniel itu menggeram kuat dengan amarah yang semakin memuncak. "Kita bahkan belum sampai mencapai tujuan. Dan kita sudah mau menyerah?"


"Apa kerja kalian haahh?" Daniel menendang kuat kursi yang tadi dia duduki hingga menimbulkan bunyi yang bising. Membuat semua yang berada diruangam itu bergidig ngeri.


"Rudy! Bagaimana dengan dia?"


"Kami tak bisa menghubunginya."lapor salah satu anak buahnya.


"APA??"Daniel terkejut dengan nada marah.


"Hubungi partnernya."titah pria itu lagi.

__ADS_1


"Sudah! Tapi sama saja. Mereka sepertinya memblokir komunikasi. Kita tak biisa lanjutkan disini tuan."


"ARRRGGGGGHHHH!!" Daniel berteriak frustasi.


"Aku bahkan baru memulainya. baru sampai dipertengahan jalan. Bagaimana aku bisa menghentikannya."racau nya kesal


Flash Back.


"Kak maafkan aku. aku tak bisa membalas perasaanmu. Aku mencintainya." suara lembut Hana muda.


"Kenapa? bukankan kau juga tidak menerima perjodohan ini?"tanya Daniel muda.


Hana tersenyum teduh..


sekilas perputaran waktu, Pria berusia 40 tahun itu kembali teringat akan kecelakaan yang menimpa Hana saat dia mengejarnya. Meminta agar Hana bersedia hidup bersamanya.


Hingga di hari pemakaman Hana pun Malvin tidak mengijinkannya ikut serta.


Daniel muda melihat peti mendiang Hana yang sampai di pemakaman.


Dengan sangat tergesa Daniel mendekat. Dia ingin melihat hana untuk yang terakhir kali.


"Hana! Biarkan aku melihat Hana." pintanya saat beberapa orang menghalaunya.


Malvin yang tengah berduka menggandeng anaknya Catty disisi yang lain. Daniel yang saat itu tak bisa mengontrol emosinya. meluapkan amarahnya pada gadis kecil yang selamat dari kecelakaan mobil bersama Hana.


"Kau! Gadis setan! Kau yang membunuh Hana. Kau penyebab kematian hana.." teriak Daniel menejang hendak mencengkram Catty kecil."Kau yang seharusnya mati!"


Gadis yang masih ada bekas luka itu ketakutan, Malvin dengan sigap menggemdongnya dan memberinya perlindungan. Sedangkan orang-orang Malvin menangkap Daniel yang meronta menatap Catty dan Malvin penuh kebencian.


"Kalian! Aku tak akan melepaskan kalian. Anak setan! pembunuh ibunya sendiri!"teriak Daniel.


"Singkirkan dia! hanya mengotori pendengaran."titah Malvin geram memeluk tubuh Caty yang takut dan sedih itu.


Kalian harus mendapatkan balasannya!" teriak Daniel yang kalap dan diseret menjauh.


*****


Di cotage tepi pantai. Kay dan Seven tengah sibuk dengan piranti masing-masing. Sementara Kenan, mengumpulkan kembali data yang sudah dia dapatkan. Sebagai bukti kejahatan Rudy dan seseorang dibaliknya.


Catty yang sedari tadi tak tau harus berbuat apa berinisiatif untuk membuatkan minuman.


"Sepertinya kita akan begadang. Bagaimana jika ngopi-ngopi?" tawarnya melirik kenan.


"Baiklah." Kenan menyetujui.


"Bagaimana dengan kalian?" Catty yang sumringah beralih menatap kedua hacker muda itu.


"Kami ikut saja. tapi jangan kopi." ucap Seven


"Jus saja Cat." pinta Kay.


"Oke." Catty beranjak dan berjalan keluar cotage.


cotage tempat mereka jadikan markas sedikit menjauh dari tempat Kenan menyewa untuk menginap. Caty berjalan dengan langkah santai.


Tiba-tiba ada beberapa orang yang menghadangnya.


"Siapa kalian?"

__ADS_1


___€€€____


__ADS_2