Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Chap 94 extra part End


__ADS_3

"CATTY!"


"CATTRIIINNNEE WILSONE VOROBYOV!"


"Apa Daddy? Kenapa teriak-teriak? Memekakkan telinga!"


Malvin yang sudah berderai air mata itu menoleh kearah sumber suara. Catty tengah digendong oleh Kenan, dan kedua bocah kembar terlelap dalam gendongan dua pengawal yang Kenan bawa.


"Bocah Tengik! Berani-beraninya membuat Daddy kawatir!"Seru Malvin lega sekaligus jengkel berjalan mendekat. Mengangkat tangannya, Caty terkesima, berfikir Daddynya akan memukulnya, Catty merengek.


"Om! Daddy akan memukulku! Lindungi aku dari KDRT ini!"Catty menelusupkan wajahnya ke dada Kenan dan merangkul leher pria itu.


Yeeesss!! Aku tak akan melepaskan kesempatan ini. Batin Catty senang walau kakinya sakit karena terkilir tadi.


Malvin yang awalnya kesal jadi tambah jengkel dengan sikap anak gadisnya yang sedikit ganjen itu.


"Kemari kamu!" Malvin meraih tangan Caty hendak mengambil gadis itu dari Kenan.


"Nggak mau! Nggak mau!"Catty makin mengeratkan tangannya dan menggoyangkan kakinya.


"Dasar anak nakal! Daddy cemas tau! Kemari!" kesal Malvin. Kenan menurunkan tubuh Catty.


"Aku terkilir Dad! nggak bisa jalan!"


"Apaa??" Malvin sedikit panik, "Biar Daddy lihat." Malvin berjongkok untuk melihat kaki Catty.


Aahhh Daddy mahh.. Nggak tau orang lagi pedekate juga. batin Catty kesal.


"Bagian mana yang sakit?" tanya Malvin.


"Hiiiihhhh..." desis Catty.pura pura pingsan ajalah. batin Caty.


''Aaahhh....'' Catty mulai berakting lemas dan ambruk ke sisi tubuh Ken, tentu agar pria itu yang menggendongnya.


Ken memang menangkapnya, membuat gadis kecil itu bersandar pada dadanya yang hangat.


Yeeesss!! Sorak Catty dalam hati dengan berbahagia.


Namun, seperasekian detik kemudian dia sudah beralih kegendongan Daddy nya.


Aappaaa?? Daddyy? Kok jadi Daddy sih? dalam hati Caty.


"Terima kasih untuk semua Ken. Dan maaf sudah merepotkanmu."ucap Malvin tulus.


"Tentu saja tuan. Terima kasih sudah percaya padaku."Ken mengulas senyum.


"Tuan! Kami masih mengejar jejak pria yang melarikan diri itu."kata salah satu pengawal


"Tidak apa kita akan mendapatkannya nanti. Ayo kembali. Kalian juga pasti lelah." ujar Malvin berbalik melangkah untuk kembali, disana ada embun yang menanti setelah menidurkan sikembar di jog belakang.


Uuugghhh.. Dady merusak rencanaku. batin Caty kesal.


Malvin tersenyum tipis.


"Kalau mau beracting yang benar! Jangan membuat Daddy malu!"


Aaapaa??? Jadi Daddy tau kalau aku pura-pura pingsan? geram Catty kesal. Namun tetap pura-pura pingsan. Malu donk.


####


Hari berselang, didalam ruang metting kapasitas sedang, Malvin memimpin rapat dengan para pengawal dan juga Kenan. Untuk membahas kegaduhan kemarin.


"Jadi kita masih belum tau siapa dalang dibalik ini semua tuan?" tanya Ken duduk disamping Malvin.


"Belum. Rudi sama sekali tak mau buka mulut."


"Hmmmm...."Malvin masih berfikir keras.


"Anda tidak memiliki seseorang yang mungkin memiliki dendam dengan anda?"tanya Ken memastikan.


Malvin masih berpikir dan menggeleng.


KRIIIEEEETT.... Suara pintu dibuka.


"Dia adalah paman yang dulu pernah datang ke pemakaman mommy Hana, Dad." ujar Catyy dari ambang pintu. semua mata tertuju padanya.


Dia lalu masuk dan mengambil duduk di samping Kenan.


"Kenapa kamu kemari?"protes Malvin kesal, melihat anak gadisnya terus saja menempel pada Kenan.


"Aku kan juga terlibat Dad, jadi harus berada disini juga." jelas Catty percaya diri.


"Bagaimana mereka bisa berakhir seperti itu Cat? Apa yang terjadi malam itu?" Kenan masih penasaran.

__ADS_1


"Aaahh.. itu, sebenarnya....


Flash Back.


"Siapa kalian?" tanya Catty pada beberapa orang yang menghadangnya malam itu setelah keluar beberapa langkah dari Coyote panel.


"Ikut kami!" kata salah satunya dengan nada seram mengulurkan tangannya hendak mencengkram tangan Catty.


Dengan Cepat Catty bersiul, beberapa body guard nya yang bersembunyi muncul dan segera melumpuhkah para penjahat yang menghadangnya. Catty menyeringai dan menginjak punggung salah satu dari mereka.


"Katakan kau mau mati dengan cara apa?" seringai Catty bak preman wanita, Catty mengambil pisau dan menjilatnya. Tentu saja itu hanya untuk menakut-nakuti, dia pernah melihatnya di drama action, jadi Catty menirunya.


"Aam-ampuni kami!" keder Penjahat itu gemetar.


"Kalau begitu katakan kemana kalian akan membawaku?" tanya Catty mendominasi. Tentu saja dia belajar cara bicara seperti itu dari drama serial action yang pernah dia tonton juga.


Penjahat itu menjawab. Dan Catty terlihat berpikir.


"Siapa yang menyuruh kalian?"


"Tu-tuan Daniel."


"Siapa Daniel?"sentak Catty, Tunggu, lebih baik aku pura-pura menjadi tawanannya saja agar bisa tau siapa dalang dari semua ini. Akan kubawa semua bodiguard yang ada. Pikir Catty


Gadis itu menyeringai. Dan nasib orang-orang ini, biar ditentukan oleh dinginnya malam.


Catty menyuruh para bodyguard nya untuk melepas pakaian para penjahat itu mengikatnya lalu melempar mereka di tepian pantai. Sedangkan dia pura-pura menjadi tawanan bersama pengawal dan satu orang penjahat sebagai kamuflasi.


Ternyata berguna juga banyak nonton film action.. hahaha.. pikir Catty.


Flash Back Off


Begitulah..."tutup Catty bangga memainkan alisnya.


Semua terkesima dengan penuturan Catty. Juga menatap aneh skaligus takut. Anak kecil yang mengerikan! Begitulah kira-kira yang mereka pikirkan.


Malvin yang mendengarkan dengan mensedakepkan tangannya didada hanya manggut-manggut sambil berdecak.


"Benar-benar anakku." gumam Malvin pelan.


Sedangkan Kenan hanya berekspresi datar walau sebenarnya dia merasa Catty terlalu actif untuk seusianya.


"Bagaimana dengan Sean dan Kian? Kau mengajaknya juga?" tanya Malvin tajam.


Malvin geram, kenapa anak-anaknya bisa begitu sembarangan mengambil tindakan berbahaya begitu.


Wajah marah Malvin tentu membuat Catty bergidig. Tak pernah Daddy Mal begitu sebelumnya. Hanya sering menggodanya dan bercanda. Kadang hanya menunjukkan ketegasannya.


"Dad?"


"Catty! Lain kali jangan berbuat hal yang berbahaya lagi." tegas Malvin masih menggeram marah.


Caty tersenyum canggung sekaligus takut. menggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Kau akan dihukum atas tindakanmu nanti."


"Yes Dad." lemas Catty patuh.


"Jadi kau mengenal orang yang mengancam kalian?"


"Seperti yang kubilang tadi. paman itu pernah datang dan diusir oleh Daddy waktu datang di pemakaman Mammy Hana."


"Aku tau orang nya dia Adalah Daniel. Sepupu Hana dari keluarga angkatnya. Orang itu mencintai Hana secara berlebihan." Jelas Malvin pelan. "Dia memang menyalahkan kami dalam kecelakaan Hana."


"Dan orang itu lolos Tuan. Ini berbahaya." ucap Ken memperingatkan.


CEKLLEEKKK...


"Aku tau dimana lokasinya." Suara Seven dari ambang pintu.


Semua mata menatap kearahnya. Seven yang sedang di papah oleh Kayla berdiri diambang pintu. Remaja itu masih terlihat berbalut perban di pundaknya. Dengan jaket yang tersampir dibahunya menutupi bagian punggungnya saja.


"Seven!" sebut Ken berdiri lalu memapah dan membantu remaja itu duduk samping Catty yang kosong.


"Aku sudah melacak ponselnya. Posisi terakhir dia ada dibandara internasional. Jika tidak cepat, dia bisa lolos kabur keluar negri. Akan sangat sulit menjangkaunya disana." jelas Seven.


"Ken!"


"Baik tuan!" Kenan menunduk mengerti maksud tuannya. Dia harus membawa orang bernama Daniel itu kehadapan Malvin. Ken pergi dengan beberapa orang pengawal bersamanya.


Menyisakan satu keluarga diruangan itu dan juga 7.


Malvin menatap lekat pada remaja tampan itu. "Terima kasih."

__ADS_1


Seven hanya menyambutnya dengan senyuman.


****


Seven berjalan keluar gedung perusahaan Malvin. Sebenarnya Malvin sudah menawarkan beberapa hal padanya, termasuk posisi yang bagus dan beasiswa untuknya melanjutkan sekolah. Namun Remaja itu menolak dan memilih pergi.


"Seven!" Seru Kay berlari mendekat.


"Kemana kau akan pergi?"Dengan nafas terengah,


"Ketempat impianku."


"Tak bisakah kamu tinggal?"


"Tak ada tempat untukku disini Nine."ucap Seven pelan. "Aku masih punya tujuan lain. dan bukan disini."


"Kalau begitu, boleh aku tau siapa namamu?"


Seven mengulas senyum, "Saat kita bertemu lagi nanti. Aku akan memberitahumu, Kay."


Seven melanjutkan langkahnya. Hingga beberapa meter, lalu melambaikan tangannya tanpa berbalik.


Kayla menatap punggung orang yang pernah mengajarinya meretas itu.


"Apakah kita akan bertemu lagi?"


****


Hari berikutnya


Di kediaman keluarga Malvin.


"Hukuman kalian karena tidak patuh, dan menantang bahaya adalah menyalin 200 lembar tentang etika dan moral."tegas Malvin berjalan mondar mandir bak kapten yang tengah memberi arahan pada bawahannya.


"Mulai dari sekarang!"


"Dad! Ini nggak adil! Kenapa kami juga harus ikut menyalin? kami masih 6 tahun lewat dikit." protes Kian cemberut.


"Kau mau Daddy menambah jumlah salianan?" tanya Malvin dengan wajah kesal.


"Tidak Dad! kami akan menyalin 200 lembar." seru Caty cepat.


"Kak Catty!" protes kedua adiknya.


"Nggak usah protes! Kalian mau menyalin lebih banyak lagi? Kalau kakak nggak mau!" tegas Catty lantang. Dengan cepat Catty menulis di lembaran pertama. sedangkan kedua adiknya cemberut dan ikut menyalin dengan muka sangat masam.


Kenan muncul dari balik pintu ruang santai.


"Tuan!"


Malvin menoleh dari mengawasi anak-anaknya.


"Apa yang kamj dapat?"


Malvin melirik ketiga anaknya. Lalu berjalan mendekat pada Ken.


"Keruang kerjaku saja."ucapnya pelan. lalu menoleh sebentar pada sikembar dan Caty.


"Jangan ada yang berbuat curang! Akan Daddy tambah jumlah salinannya." tegas Malvin berjalan mendahului Ken.


Ken yang melihat pemandangan anak-anak yang rajin itu tersenyum kecil sebelum mengikuti Tuannya ke ruang kerja.


Aaarrrgggg!! Setidak nya ini lebih bagus terlihat kaka tampan itu dari pada hukuman fisik. Batin Catty melirik arah Ken menghilang dibalik pintu.


Tunggulah aku Om!


____€€€____


Oke my readers makasih sudah mengikuti extra part sampai sini. Semoga ini cukup menyenangkan kalian ya. Makasih atas dukungannya.😊


Semangat!


Mampir yuk di karya baru othor


GAIRAH CINTA SEMALAM


mungkin ada yang sealiran dengan Othor yah, suka baca-baca cerita bergenre action. Coba deh cek karya yang satu ini.


langsung cus ke karya emak Tya calistia ya. pasti suka, nggak percaya? Coba Spil 5bab awal dulu.



satu lagi, yang ini rumtang rasa real Story. Jadi wanita strong meski banyak yang coba ambrukin.

__ADS_1



__ADS_2