
TINGTUNG!
Embun mengambil hp nya, mengecek pesan yang baru saja masuk. pesan bergambar dari Danu. Hati Embun bergejolak, dia membukanya. Embun terkesiap.
Apa ini? Kenapa Kay bersamanya. batin Embun menutup mulutnya.
Mata Embun berkeliling, tak ada Kay, sedari tadi dia pikir Kayla bersama Catty. Nyatanya gadis itu menyelinap pergi.
Kayy!!! Kenapa kamu lakukan ini? Apa kamu begitu ingin bersama Ayah? sendu Embun.
Apa kamu lupa dengan sikap ayahmu padamu? Apa lukamu sudah sembuh hingga kamu lupa goresan yang sudah dia torehkan ditubuhmu? Kayla....
Embun sedih, dia merasa dihianati oleh anaknya sendiri. Dia juga tau Malvin pasti sudah tau jika Kayla pergi menemuinya, karena itu sebelum dia pergi, Embun menemui Malvin. Namun pria itu sedang tertidur di sofa ruang keluarga. Embun menyentuh wajahnya, namun Malvin terlalu lelap hingga tak bergerak sedikitpun. Embun mencium wajah pria itu. Mencium keningnya, pipinya, hidungnya dan berakhir di bibirnya.
"Maafkan kami Mal, aku akan menjemput Kayla." lirihnya menatap Malvin sendu."Aku mencintaimu. Jangan ragukan aku."
Embun melangkah pergi, tanpa menyadari mata Malvin terbuka.
"Aku tidak meragukanmu sayang, hanya...."
Embun memacu mobilnya menuju taman dimana Danu menunggu bersama Kayla.
"Kenapa wajahmu begitu sayang?" ucap Danu begitu Embun sudah berdiri didepannya.
Kayla menatap ibunya dengan pandangan takut. Takut jika ibunya marah dia diam-diam bertemu ayahnya. Kay bingung, bagaimana ibunya bisa tau? Bukankah dia sudah menyelinap? Kenapa ibunya bisa sampai disana sekarang?
"Ayo kita pulang Kay." tanpa memperdulikan Danu.
"Kenapa buru-buru?"tegur Danu
"Ayo kita bicara Mas Danu." beralih menatap Danu.
Embun dan Danu berjalan agak menjauh dari kayla, namun keduanya masih bisa melihat dan terlihat Kay.
"Kenapa melibatkan Kayla Mas?"
"Kayla anakku. kenapa kamu berbohong Kay ada di kota lain?"
"Aku tak ingin Mas Danu menyakitinya. Kau sudah menyiksanya, apa kau lupa? tali pinggangmu ini yang mencambuknya?" menarik narik tali pinggang Danu. Lalu melepaskan tangannya kasar dari benda itu.
Danu terdiam, gurat penyesalan memenuhi wajahnya.
"Maafkan aku."
"Kenapa minta maaf padaku?"
"Kay sudah memaafkanku Embun."
"Lalu?"
"Dia ingin kita pergi berlibur bersama, karena itu...." Danu menunduk, lalu menegakkan kembali kepalanya menatap mata Embun.
"ayo kita penuhi keinginan Kay. Untuk menebus kesalahanku. Mari kita buat dia bahagia. kali ini saja." dengan tatapan memohon.
__ADS_1
Embun merasa muak dia sudah tau dari awal motif Danu, Embun mengalihkan pandangannya menatap Kayla yang juga melihat kearahnya. Embun menghenyak nafasnya. Kembali menatap Danu.
####
Embun, Danu dan Kayla akhirnya menghabiskan beberapa jam bersama bermain dipantai. Tentu saja Danu sangat senang rencananya berjalan mulus. Menggunakan Kayla adalah pilihan yang tepat. Dengan begitu, dia punya waktu seharian bersama mantan istrinya itu.
Danu meninggalkan Embun dan Kayla bermain dipantai, sementara dia berlari menuju salah satu stand penjual minuman dan makanan disana.
"Kay."sebut Embun yang duduk disisi Kayla yang sedang bermain pasir.
"Iya bu,"
"Apa kamu senang?"
"Huuummm.. Aku senang."
Embun tersenyum tipis. mengusap rambut Kayla yang basah oleh air laut.
"jika kamu ingin bertemu dengan Ayah, jangan sembunyi-sembunyi lagi. Katakan saja, Ibu dan Daddy Mal akan mengantar mu."
"Apa ibu mencintai Daddy Mal?"
Embun tersenyum,
"Apa kamu keberatan jika ibu menikah dengan Daddy Mal?"
"Aku..."
Kay menatap Danu dengan wajah takut. Embun menyentak nafasnya. Embun berdiri menyamakan tinggi dengan Danu.
"Itu bukan urusanmu."melipat tangan di dada.
"Apa kau bilang?" Danu meletakkan dua buah kelapa yang sudah siap minum itu dipasir.
"Tentu saja itu urusanku." sentak Danu yang terbakar cemburu. "Siapa Daddy Mal?"
Merasa tak mendapat jawaban dari Embun yang memilih bungkam dengan tatapan menantangnya, Danu beralih menatap anaknya.
"Kay, siapa Daddy Mal?" geramnya menatap tajam Kayla.
"Berdirilah Kay."Embun menarik tangan Kayla yang mulai gemetar.
"Siapa Daddy Mal Kayy..." menggeram semakin galak. Danu memajukan langkahnya hendak meraih tangan Kayla, Dengan segera Embun menutupinya, menyembunyikan Kayla dibalik punggungnya.
"Kau mau menyakitinya lagi?" tantang Embun. "Lakukan Mas! Sakiti siapapun yang membuatmu marah! Aku mau lihat sebajin*** apa dirimu!"
Danu tertegun mendengar ucapan mantan istrinya itu. Dia hampir kelepasan. Namun api cemburunya masih berkobar didalam dirinya.
"Siapa Daddy Mal Embun? Kenapa kau mau menikahinya?" suara Danu pelan.
"Dia kekasihku."
Danu tertawa
__ADS_1
HAHAHAHAHA....
"Siapa kekasihmu?" menggeram lagi. "Apa dia yang membuatmu secantik ini?" mencengkram pundak Embun.
Embun merasa terancam, Dia tidak takut akan Danu, tentu saja dia masih bisa melawan. Dia takut Danu akan menyakiti Kayla. Embun hanya mengkawatirkan Kayla. Haruskah dia mengalami lagi kekerasan? oleh orang yang sama dan ayahnya sendiri?
"Keluarlah! Bawa Kayla pergi!"Teriak Embun lantang menatap Danu.
Danu menatap Embun,penuh cemooh. Dia tertawa lantang.
"Siapa yang kamu panggil?" ocehnya,"Daddy Mal mu?"
Tak lama Danu terkejut, satu orang wanita sudah berada dibelakang Kayla, Dan dua orang pria berbadan tegap mengapit tubuh Danu.
"A-apa ini?" serunya panik bercampur bingung.
"Biarkan dia, bawa saja Kayla pulang." ucap embun pada dua orang yang mengapit Danu.
Mereka mengangguk lalu berjalan ke belakang Embun. Kay menatap mereka bingung. dan menatap ibunya meminta penjelasan.
"Ibu..."Sebutnya takut.
"Ikut mereka Kay, mereka akan membawamu pulang." ucap Embun lembut diiringi senyuman teduh.
"Bagaimana dengan ibu?"
"Ibu baik-baik saja. pulanglah."
Bodyguard wanita disamping Kay menuntun anak itu menjauh, satu pria ikut dengannya dan satu lagi tetap tinggal.
"Ada apa ini Embun." melirik pria dibelakang Embun.
"Sejak kejadian kemarin aku jadi protektif pada diriku dan anakku. menyewa bodyguard untuk memastikan kami aman." jelas Embun gamblang.
"Kejadian apa maksudmu?" Danu masih tak mengerti.
"Apa kau sudah bertemu dengan Yura istrimu?"
wajah Danu berubah. "Belum! Aku tak pulang semalaman."
"Sebaiknya kau lihat keadaan istrimu. Kau terlalu sibuk mengejarku sampai lupa bagaimana keadaan istrimu yang patut kau kawatirkan. Tanyakan juga padanya, apa yang sudah dia lakukan?" ucapnya lalu melangkah pergi.
wajah Danu berubah pias. Dia tak mengerti maksud ucapan Embun. tapi mengingat bagaimana sifat Yura, dia paham wanita itu pasti sudah berbuat yang tidak-tidak dan kini sedang dalam bahaya.
Embun menoleh, "Aku tidak mengapa-apakan istrimu mas. Tapi cobalah untuk melihat keadaannya." Embun kembali berjalanan meninggalkan Danu.
"Apa yang terjadi dengan Yura?"
"Apa yang sudah kau perbuat Yura?" gumam Danu frustasi... pria itu berlari menuju mobilnya...
Next?
Like dan komennya donk readers, biar othor ini semangat up๐๐
__ADS_1