Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Boncap Nih karena banyak yang protes. wkwkwk


__ADS_3

Sembilan bulan kemudian.


Disebuah rumah sakit bersalin Embun sedang berjuang melahirkan anak kembarnya, secara normal. Malvin dengan setia menungguinya disamping istrinya. Mencoba memberi kekuatan dan dukungan. Hal semacam inilah yang dibutuhkan oleh seorang wanita bukan?


"Ngeden sekali lagi bu... Udah kelihatan ini kepalanya.."


Embun mengeden sekali lagi. Dengan keringat yang bercucuran di wajah dan tubuhnya. Serasa ada benda berat yang memaksa keluar dari jalan lahirnya, dan


PRUUUCCUUUUTT....


Rasa lega Embun rasakan, bersamaan dengan suara tangis bayi.


"Syukurlahh...." sebut Malvin lega dengan suara bergetar dan tentu saja air mata syukur mengalir dipipinya.


Dikecupnya kepala Embun berulang kali.. Embun pun menitikkan airmata bahagia.


"Anaknya laki-laki ya bu, Mister."ucap perawat yang ikut membantu jalannya persalinan.


Stimulasi dulu ya sebentar." Suster itu meletakkan Bayi pertama dalam pelukan Embun. Hingga bayi itu melakukan hisapan pertamanya skitar 5 menit.


"Kami bersihkan dulu." ucap suster membawa sang bayi.


Setelah beberapa saat, Embun kembali merasakan dorongan dari dalam perutnya.


"Ok. sekali lagi ya bu." ucap Dokter kandungan bersiap untuk bayi ke dua.


Sekali lagi, Embun menyiapkan nafas dan tenaganya. Malvin masih setia menunggunya. menggengam erat tangan istrinya dan mengusap kepalanya. Ketegangan pun terpancar diwajah tampannya.


"Oke ibu Embun Udah bisa ngeden lagi"


Embun mengeden dengan sekali tarikan nafasnya. Bersamaan dengan rasa dorongan dari dalam perutnya.


PRRUUUCCCUUUUUTTT...


OWWWEEEEE..


Bayi kedua Embun lahir dan melihat dunia untuk pertama kalinya. Sekali lagi Embun dan Malvin mengucap syukur. Keduanya tenggelam dalam haru kebahagiaan atas lahirnya anak mereka. Malvin mengecup kepala Embun.


"Terima kasih sayang." ucapnya lembut.


Air mata bahagia Embun menetes lagi..


"Yang ini juga laki-laki ya."


Malvin dan Embun menatap dokter dan para perawat disana.


"terima kasih dok, terima kasih semua." ucap Malvin yang disambut dengan senyuman oleh mereka.


Suster kembali meletakkan bayi kedua diatas dada Embun untuk stimulasi.


"Ibu Embun, ini jalan lahirnya cuma lecet ya, nggak ada pengguntingan jalan lahir, tapi tetep kita jahit."Ucap dokter berkabar.


"Baik dok." jawab Embun lemas.

__ADS_1


Setelah beberapa saat stimulasi, bayi itu diambil lagi oleh suster untuk dibersihkan. Bersamaan dengan itu, suster lain datang dengan menggendong bayi pertama.


"Mr. Malvin, ini bayi yang pertama." ucap Perawat menggendong bayi yang sudah bersih dan dibungkus hangat.


Malvin dengan mengharu menerimanya. Tersenyum lega dan bahagia, menciumi wajah kecil dalam gendongannya.


"Ini anak kita sayang."harunya menunjukan pada Embun yang hanya menyambut dengan senyuman, ternyata melahirkan bayi kembar bukan perkara mudah dan enak. Ada banyak perjuangan disana. Huuff!


###


Setelah semua usai, Embun dipindahkan dari ruang bersalin keruang perawatan.


Disana, pak Danang dan Malvin sudah mendapat jatah bayi satu satu. ckck.


"Waahh, dia tampan sekali! Mirip kakeknya." celetuk Pak Danang memandang bayi yang dia gendong dengan wajah sumringah.


Malvin mendengus,


"Emang situ ikut nyumbang bilang mirip?" dengusnya kesal karena anaknya dibilang mirip kakeknya.


"Yang benar ya mirip Daddynya lah."ujar Malvin.


"Tidak! Tidak!" Pak Danang menggeleng."Ini jelas mirip kakeknya, lihat hidungnya. Mancung seperti kakeknya. Putih seperti kakeknya. Dan rambutnya....."


Pak Danang mendengus melihat warna rambut yang tak sesuai dengan warna rambutnya.


Malvin tergelak... "HAHAHHAHAH...."


"Tidak apa-apa besok kamu bakal dicukur habis. Dan bergantilah jadi warna rambut kakek. Oke jagoan?"


"Ibu, bagaimana rasanya?"


"Apa melahirkan itu menyakitkan?"


Berondong keduanya.


Embun tersenyum kecil.


"Enggak sama sekali."ucapnya, "Kalian jangan takut melahirkan ya?"


"Uumm..."


"Hey, mereka masih anak-anak, sayang."protes Malvin menatap Embun.


"Nggak papa Daddy Mal, mereka bertanya, tak masalah ngasih tau. Kalau melahirkan itu tidak sesakit yang mereka pikirkan. Lagipula...."


Alis Malvin mengkerut, memunggu Embun menyelesaikan kalimatnya.


"Mereka pasti sudah lihat di yutub." Lanjutnya, dengan senyum kecil.


"Aduuhh!"Malvin memejamkan matanya melupakan hal itu.


"Lain kali aku akan menyita ponsel mu Cat!"

__ADS_1


"Mommy sudah mengambilnya."Jawab Catty enteng


"Benarkah?"Malvin menatap Embun."Kenapa nggak bilang sama aku?"


Embun tersenyum. "Belum sempat, setelah mereka melihat vidionya kemarin, tentu saja aku mendampingi mereka.."


Tak lama suster masuk. mengecek tekanan darah Embun dan meminta untuk mengistirahatkan bayi di box nya.


"Kay, Cat. Kalian pulang duluan ya. Ken yang akan mengantar kalian." ucap Malvin diambang pintu ruang VIP itu, setelah menemui Kennan yang membawakan beberapa berkas untuk ditanda tangani olehnya.


"Baiklah." jawab keduanya serentak.


Kakak tampan.. Kyaaaa !! jerit batin Catty melihat Kennan dengan pipi yang memerah.


Kay bingung sendiri melihatnya.


"Catty, kamu baik-baik saja?" tanyanya kuwatir.


"Aahh. kenapa?"


"Wajahmu memerah, apa mungkin kamu sakit?" tanya Kay lagi memegang wajah Catty.


"Tidak aku baik-baik saja."


Catty langsung berpamitan dengan kakek Danang dan Mommy embun.


Lalu berjalan dengan langkah berantakan keluar ruang VIP itu. Kay memelengkan kepalanya melihat tingkah Catty.


"Aneh, Caty sakit apa sebenarnya?" gumam Kay mengikuti langkah Catty.


"Catty! Apa kamu sakit encok? Kenapa jalanmu begitu?" tegur Daddy Mal melihat cara jalan Catty yang sudah acakkadul itu. Membuat catty bersemu merah. Malu! malulah. Dasar Daddy nggak peka. Mata gadis itu menatap wajah Kennan yang terlihat tak berekspresi.


Caty lalu memukul perut Daddy nya.


"Daddy Jahaaatt!!" jeritnya lalu berlarian dilorong. Malvin dan Kenan hanya menatap heran padanya.


"Kenapa lagi anak itu.." gerutu Malvin memegangi perutnya.


"Kay, susul dia." titah Malvin saat Kay menyalami dan mencium tangannya.


"Ken! Aku titip kedua anak gadisku yah." ucap Malvin menepuk lengan Kenan.


"Baik tuan."


____€€€____


Readers kuhh, segini, masih mau boncap nggak?


like dan komennya donk.


Makasih


salam

__ADS_1


😊


__ADS_2