
Pagi itu mentari belum sepenuhnya muncul, hanya semburat kekuningan di ufuk timur. Kayla terbangun dari tidurnya, melirik alarm di samping tempat tidurnya.
Pukul 5.00 pagi.
Kay turun dari ranjang dan menghampiri komputer menghidupkannya. Layar menyala, setelah menunggu sesaat, ada pemberitahuan email masuk di akunnya. Kay menekan gambar berbentuk amplop itu.
Pesan Email masuk dari Seven. Mata kay sedikit memicing, membaca pesan dari Seven.
"Temui aku di snorf."
itu yang tertulis dipesan bersubjek se7en itu. lima detik berlalu, pesan Itu menghilang tanpa jejak.
Kayla menutup Emailnya, dia mulai memainkan jari lentiknya di keyboard, ada banyak file yang muncul dilayar secara beruntun. Sebagian berisi sebuah peta lokasi. Mata Kayla bergerak mengikuti kursor dan pergerakan data peta. jari lentiknya masih sibuk menari diatas keyboard. Lalu berhenti pada satu titik. Kay mengulas senyum tipis.
****
Catty menyisir rambutnya, dia sudah mengenakan seragam sekolahnya. seusai merapikan diri Catty keluar kamar menuruni tangga. Langsung menuju meja makan.
"Mana mommy dan si kembar? Juga Kayla?"tanya Catty karena di meja makan hanya ada Daddy Mal yang sibuk entah apa dengan laptopnya. Wajahnya terlihat serius.
"Dad?"
"Mommy mu sedang bergulat dengan si kembar. Bantulah dia." ucap Malvin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.
Catty beranjak dari duduknya, lalu berjalan lagi menaiki tangga.
Embun yang baru selesai memandikan kedua anak kembarnya dengan perjuangan. Yang satu sedang di lap handuk, yang satu lagi sudah berlarian entah mau apa. Membuat Embun kepayahan.
"Sean! Duduk! Jangan berlarian!" seru Embun yang masih membantu Kian memakai seragamnya. Bocah itu juga sudah mau berlari mengejar saudaranya.
"Kian, sisir rambutmu sendiri. Mommy masih harus mengurus Sean." Ucap Embun mendekati Sean yang malah berlari menjauh.
"Sean! kemari!"seru Embun menarik tangan Sean. Dia mulai membantu Bocah 6tahunan itu memakai seragamnya.
Kian yang sudah rapi itu giliran menggoda Sean.
"Sean!" pekik Mommy, karena bocah itu sudah tak sabar mau mengejar Kian yang terus mengejek dan menjulurkan lidahnya.
"Momy lihat Kian."
"kiaaannn...." geram Embun melihat Kian yang masih mengganggu Sean.
"Mommy aku akan tangkap kian untuk Moomy ...." seru Sean yang masih belum selesai memakai seragamnya itu sudah berlarian mengejar saudaranya.
"Sean! Kian! berhenti!"
Namun tak dihiraukan oleh keduanya.
Ya ampunn.. Hanyq dua anak kembar saja rasanya sudah mau meledak saja. batin Embun lemas.
Embun yang sudah kelelahan, akhirnya malah duduk dipinggiran ranjang mengatur nafas. dengan kekesalan dihatinya. Melihat kedua buah hatinya sibuk berlarian dan saling melempar bantal. Embun menghela nafasnya.
Pintu kamar si kembar dibuka dari luar. Sebuah bantal mendarat tepat wajah Catty. Gadis itu geram.
"Ulah siapa ini?"teriaknya kesal. mengangkat bantal yang baru saja mengenainya.
"itu... Kian!"
"Bukan kak! Sean pelakunya!"
kedua bocah kembar itu ribut saling tuduh. Catty yang sudah terlanjut kesal makin kesal dengan kedua adiknya yang ribut itu.
"Ka-li-aaann! Habis kalian hari ini!" teriak Catty melmpar bantal yang dia bawa pada kedua adiknya. Lalu ikut kejar-kejaran dengan bantal ditangan mereka.
Embun menggelengkan kepalanya lalu mengusap wajahnya.
"Sabar." gumamnya mengelus dada.
BRAAKKK! ( suara pintu dibanting )
Semua terdiam dan mematung. Embun mendongak ke arah suara.
"Kenapa jam segini tak ada yang turun sarapan?" seru Malvin dari ambang pintu. Embun menghela nafas lega.
Malvin menatap berkeliling, Embun yang duduk lemas ditepian ranjang, kamar yang berantakan dan ketiga anaknya yang mematung dengan bantal ditangan, seragam juga sudah tak rapi lagi. Membuat Malvin menggeram marah.
*****
Dimeja makan,
Kayla yang sudah rapi dengan tas dipunggungnya tertegun melihat pemandangan yang tak bisa di meja makan pagi itu.
__ADS_1
Kedua adik kembarnya berdiri disamping Daddy Malvin dengan tangan memegang telinganya dan berdiri dengan kaki sebelah dilipat.
Kay melangkah lebih dekat, Catty juga disana, dengan gaya yang sama. Hanya di kedua tangan memegang beberapa tumpuk piring.
"Ada apa ini Mom, Dady mal?"
"Duduklah dan sarapan."
Kayla duduk dan mulai memakan sarapannya. Dia melirik ketiga saudaranya,
"Dad, sudah jam segini.. Kami akan telat kalau mereka tidak segera sarapan."
Malvin menghela nafasnya. Menoleh dan menatap ketiga anaknya.
"Kelak tidak ada keributan dipagi hari."
"Yees Dad!" seru ketiganya bersamaan.
"Tidak akan membuat Mommy kesusahan lagi."
"Yess Dad!"
"Tidak akan membuat Momy marah lagi."
"Yes Dad!"
"Minta maaf pada mommy."
"Im sorry mom."
Embun mengulas senyum dan mengangguk.
"Dan Catty! Kau sebagai yang paling tua, jangan ikut-ikutan membuat keributan dengan adikmu!"tegas Malvin,
Catty hendak membuka mulutnya namun tak jadi mendengar ayahnya menyapa seseorang dibelakangnya .
"Kenan, Kau sudah sampai?"
Aaapaaa? kaka tampan itu disini?Bagaimana ini? ini memalukan! Dihukum bersama bocah-bocah ini! batin Catty malu besar.
Kennan mendekat,
Kenan hanya membalas dengan senyuman.
"Saya tunggu didepan saja" pamitnya melirik anak-anak yang kena hukuman itu tersenyum geli.
"Daddy, bagaimana dengan kami?" rengek Kian tak sabar.
"Kami sudah kesemutan."sambung Sean ikut merengek.
"Baiklah kalian juga boleh sarapan."Malvin beranjak dari meja makan.
"Hubby, kamu mau kemana?" tanya Embun lembut.
"Aku kerja dulu sayang." mengecup pipi Embun.
Malvin pun berlalu dan tak terlihat lagi.
"Caty, kenapa wajahmu begitu?" tanya embun yang melihat Catty mematung bagai mayat hidup duduk dimeja makan.
"Kenapa aku selalu sial begini?"gumamnya.
"Haaa? Kak Cat kesambet mom.. haahha." sean meledek.
"Sean, kian! kalian mau terlambat? makan sekarang."tegur Embun melihat jam.
"Atau kaka tinggal." ujar Kay menimpali.
"Yess Moomm." Sean dan kian makan dengan lahab.
"Catty cepat makan! Nanti terlambat." seru Embun melihat Catty masih mematung seolah kehilangan nyawa.
"Aku tidak berselera. Rasanya hidupku hampa."ujar Cat pelan, masih bagai mayat hidup.
Embun menepuk jidatnya. Lalu membungkus beberapa sanwicth. Dan memasukannya kedalam tas Catty.
"Baiklah." Ayo semua berangkat." Kay beranjak dari duduknya. "Sisanya makan dijalan. kita sudah sangat terlambat."
******
Waktu berlalu, siang itu Kay menyelinap dari jemputan. Dia hanya berpesan pada Catty bahwa dia ikut ekskul sampai sore.
__ADS_1
Catty melihat mobil yang biasa dipakai Daddynya terparkir didepan sekolah.
"Apa kali ini Daddy yang jemput?" gumam Catty berjalan mendekat.
Pintu pengemudi terbuka. Catty tertegun.
"Apa aku mengagetkanmu nona kecil?" tanya kenan sudah berdiri didepan Catty.
Kenapa? Kenapa ada kaka tampan disini? batin Catty deg degan. Bocah itu sudah panas dingin.
"Kamu pasti bingung kenapa aku jemput ya?"tebak Kenan memcoba mengakrapkan diri pada nona kecilnya."Dimana nona kecil yang satu lagi?"
Kenan membukakan pintu untuk Catty. Bocah itu masih mematung.
"Heeii.."
Catty gelagapan.
"Kay ada ekskul." Jawab Catty yang tersadar langsung masuk kedalam mobil.
Kenan mangguk manggut. "Ekskul ya." gumamnya.
Kenan mulai menjalankan kendaraannya.
"Apa kamu tidak ikut ekskul juga nona kecil?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Tidak suka."
Kenan tersenyum kecil. "aku tidak mengagetkanmu kan Nona kecil?"
mengagetkan tidak. membuat jantungan iya. Duuuhh.. rasanya jantungku sudah nggak karuan. Mana cuma berdua lagi. batin Catty makin tak tentu.
Tenang, tenang Cat. Kamu harus gunakan kesempatan ini untuk merubah imej. Selama ini Daddy terus menghancurkan imejmu didepan kaka tampan. Sekarang waktunya memperbaiki. tekat Catty mengepalkan tangannya di depan dada sambil mengangguk yakin.
"Nona kecil kau baik-baik saja?"
"kenapa kaka yang jemput?"
Kenan tertegun mendengar gadis remaja itu memanggilnya kaka. Lalu dia tertawa geli.
Aaaaggg... kenapa dia tertawa? aku bahkan sudah memperhatikan setiap kataku. batin Catty jadi tidak pede.
"Maaf Nona kecil rasanya lucu kamu memanggilku kaka."
Aaahhh, jadi karena itu? batin Catty agak lega.
"Lalu aku harus memanggil apa?"
"Aku sudah tua, panggil Om saja. Om kenan."
"Oomm? Tapi kau masih sangat tampan dan lebih cocok dipanggil kakak."protes Catty.
"Hmmmpp..... Kamu manis sekali nona kecil..." kekeh Kenan
BLUUUSSSHHHH
Kamu manis sekali nona kecil
Kamu manis sekali nona kecil
Kamu manis sekali nona kecil
wajah Catty memerah seketika. kalimat Kenan itu terus bergaung di kepalanya
###
Dilain sisi,
Kay memasuki sebuah gedung kosong terbengkalai, kakinya melangkah perlahan.
"Kau datang sedikit terlambat Nine."Suara seorang pria remaja yang duduk di pojokan bangunan itu.
Kayla menoleh.
Se7en!
____€€€____
__ADS_1