Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
chap 48


__ADS_3

Malvin duduk disofa tamu ruangannya, dengan Kennan duduk tak jauh darinya. Mereka sedang memeriksa beberapa berkas.


"Kapan berkas pernikahanku selesai?"


"Dua hari lagi tuan." tegas Kennan, Malvin meliriknya


"Kau bisa memangkasnya jadi dua hari?"


Kennan mengulas senyum yakin.


"Bagus. Pastikan semua lancar tanpa masalah. Jika ada yang menghambat kamu tau apa yang harus dilakukan. Aku serahkan semua padamu."


"Baik tuan."


Malvin mengulas senyum puas.


"Bagaimana hasil inspeksinya?"


"Seperti yang diharapkan."


Malvin kembali tersenyum puas.


"Dan Aniversary nya?"


"Sempurna."


Malvin tersenyum lagi, dia tak pernah kecewa dengan hasil kerja Kenan.


"Aku akan makan siang di SE siapkan mobilnya."


"Baik."


###


Malvin berjalan memasuki restoran SE melalui pintu samping, sebelumnya saat dia parkir Malvin sempat menengok kearah ruangan Embun di lantai 3. Wanita itu sedang mengecek tabletnya, dia terlihat serius. Membuat Malvin mengulas senyum.


Malvin langsung menuju ruangan Embun. Dia membuka pintu tanpa mengetuknya, melihat wanita cantik berpakaian hitam sampai dibawah lutut itu menoleh, dan memamerkan senyum manisnya.


"Kenapa siang-siang kemari?" ucapnya.


"Aku lapar." Malvin memangkas jarak.


"Kalau lapar makanlah dibawah, bukan kemari."protes Embun tersenyum lucu.


"Karena yang aku inginkan tidak ada dimenu."ucap Malvin semakin mendekat dengan senyum tipisnya.


"Ooohhhh... Maalll, jangan lagi....."


Mavin sudah membungkam mulut Embun sebelum wanita itu kembali bicara. Meraih tengkuknya dan memeluk tubuhnya. Malvin terus memperdalam ciuman yang semakin menuntut.


Apa yang bisa Embun lakukan menghadapi pria nakal itu?


Susah-susah memberontak tak ada guna. Jadi nikmati saja. Malvin tak pernah kasar, cenderung lembut walau terkadang suka menggigit sayang hingga bikin sariawan. pikir Embun menempatkan tangannya dilengan Malvin.


Dilain pihak. dan beberapa waktu sebelumnya,


Danu memarkirkan mobilnya dihalaman parkir restoran SE. Danu berniat menghabiskan jam makan siangnya di sana.


"Embun gadis polos, aku akan merayunya agar mau kembali padaku, dia punya restoran. Walau aku keluar dari CORREN aku masih bisa hidup enak dengan menikah dengannya. Yura urusan belakangan." bergumam dengan senyum licik.


Danu baru saja keluar dari mobilnya dia berjalan perlahan, tanpa sengaja netranya menangkap sosok wanita cantik tengah berdiri dibelakang jendala kaca dilantai tiga dengan sebuah tablet ditangannya. Danu tersenyum.


Disana ternyata ruanganmu? -pikir Danu

__ADS_1


Tak lama Embun terlihat menoleh dan berbalik, Danu masih memperhatikannya. Seorang pria asing tiba-tiba saja menciumnya dan memeluknya. Mata Danu membola, dia terdiam sejenak melihat apa yang terjadi. Hingga lima belas menit berlalu, dan mereka masih bercumbu.


Danu meradang.


Brengsek! Siapa pria asing itu? Kenapa mereka berciuman lama sekali? batin Danu geram.


Mereka berhenti sesaat, pria asing itu masih memeluk mantan istrinya. Lalu mereka kembali berciuman membuat Danu makin geram.


Sialan! Siapa dia Embun? siapa pria asing itu? - pikirnya kesal. Terlintas percakapan Embun dan Kay sewaktu mereka piknik dipantai.


"Daddy Mal? Apa dia Daddy Mal yang Kay bicarakan itu? Shiittt!!" gumam Danu menendang kerikil.


Danu kembali mendongak, Menyaksikan sejoli yang masih bermesraaan itu.


Dimana? Dimana aku pernah melihatnya?- Danu berusaha keras mengingatnya.


Panti! Dia pria yang sama dengan yang menahan tanganku dipanti. Brengsekk! Embuuunn... Jadi kau sudah berselingkuh dariku sejak lama, dan berpura-pura polos? playing victim! Ciihh. Ternyata kau tak lebih baik dariku. - pikir Danu berang.


###


Malvin mengakhiri ciumannya, menatap wajah Embun. Dengan nafas terengah Malvin mengusap bibir merekah Embun yang basah.


"Aku masih ingin memakanmu." ucapnya pelan. "Tapi, aku takut bila dilanjutkan malah kebablasan." tertawa kecil.


"Ayo makan." ajak Embun menarik tangan Malvin keluar dari ruangannya.


"Bibirmu jadi seksi sekali sekarang." bisik Malvin dibelakang telinga Embun.


Embun menoleh kesal."Ini ulahmu!" menyentuh bibirnya yang merekah. Malvin terkekeh.


"O iya, besok minggu ikutlah ke Aniversary Corren." Ucap Malvin yang sudah duduk menyantap makan siangnya.


"Minggu harinya?" memasukkan sendok kemulutnya.


"Heemm... Sehari setelah pernikahan kita."


"Iya. Aku punya asisten yang luar biasa." tersenyum kecil.


"Kennan?"


"Heemm"


"Harusnya kamu malu padanya?"


"Kenapa?"


"Karena kamu terus menggunakannya."


"Dia dibayar untuk itu Embun."


"Termasuk menyelesaikan urusan pribadimu?" Cibir Embun.


"Untuk itulah dia dibayar mahal." tertawa.


Seusai makan siang, Malvin kembali ke kantornya. Embun hanya menatap mobil Malvin yang semakin menjauh.


Hari semakin petang. Embun berniat kembali kerumah. Embun memasuki mobilnya, dan melaju pelan membelah jalanan.


Rasanya lelah sekali. keluhnya menguap.


"Sebaiknya aku kembali ke apartemen saja," bergumam gumam.


Embun mwngambil handsfree-nya. Melakukan sambungan telpon kenomor Malvin.

__ADS_1


"Sayang, aku kembali keapartemen. Aku lelah sekali."


("Allright baby.") balas suara disebrang sana.


Embun memarkirkan mobilnya dibasemen. Dia memasuki lift yang terbuka perlahan bergerak naik hingga kelantai 9.


Embun membuka pintu depan, menghidupkan lampu lalu pergi kekamar mandi begitu meletakkan tas. Seusai membersihkan diri Embun yang masih menggunakann bathrobe, menuju kedapur dan membuat makanan.


"Apa yang bisa kumasak disini?" gumamnya membuka pintu kulkas dan lemari penyimpanan makanan.


TINGTUNG.


suara bel pintu apartemennya.


"Siapa yang bertamu?" bergumam sambil melongok. Lalu berjalan dengan malas menuju pintu.


Embun berhenti sejenak.


"Tidak mungkin Malvin, dia tak mungkin membunyikan bel." gumam Embun,"Pria mesum itu pasti langsung menerobos masuk dan menggangguku."


TINGTUNG


TINGTUNG


TINGTUNG


bel semakin tak sabar.


"Apa mas Danu?" wajahnya langsung pucat.


TINGTUNG


TINGTUNG


bel pintu apartemennya kembali berbunyi.


"A-apa yang harus kulakukan jika itu benar mas Danu?"


Kini bunyi bel pintu berubah jadi gedoran.. Embun semakin panik dan gelisah.


"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?"


"Aku belum siap bertemu mas Danu skrg."


"A-apa kuhubungi saja Malvin?"


Pintu kembali digedor. Embun berlari kekamarnya mengacak-acak tasnya mencari hpnya.


"Kemana hp ku? kenapa tidak ada disini?" Embun makin panik.


Suara bel semakin sering terdengar....


"Mal! Kumohon! Kemarilah!"Embun menghadap kamera yang terpasang dikamar dan melambai-lambai. Berharap Malvin melihatnya dan segera datang.


BBBRRRAAAAAKKKKKK!!!


Suara pintu yang seperti dibuka paksa. Embun menoleh dengan wajah pucatnya.


_____€€€€______


(Semoga Embun baik-baik aja ya readers)


Semangatin Othor biar up terus donk.😣😣

__ADS_1


like dan komennya😉


Thank You.____


__ADS_2