Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
chap 52


__ADS_3

Danu dan Yura baru saja keluar dari salon untuk membuat penampilan Yura makin Wow. Dengan penuh kepercayaan diri Yura melenggang dengan memeluk lengan Danu.


Danu pun terlihat tampan dengan setelan jas mahal ditubuhnya. Danu menuntun Yura masuk kedalam mobilnya. Mereka bergerak dengan kecepatan sedang, mengingat perut Yura yang semakin terlihat membuncit itu.


"Mas, aku dengar tahun ini bos kita ikut menghadiri acara aniv CORREN."Yura membuka obrolan."Nggak biasanya, semoga kita punya kesempatan bicara dengannya, jadi bisa memuluskan karirmu diCorren, siapa tau setelah itu Mas bisa up lagi ke kantor pusat."


Danu tersenyum tipis, pasalnya sejak Inspeksi internal di kantornya membuat Danu tak tenang dan gelisah tak karuan. Gara-gara dia sempat menggelapkan dana yang cukup mengiyurkan itu. Kini dia malah diambang kehancuran karirnya. Niat hati Danu ingin menyenangkan Yura yang banyak tuntutan jatah bulanan. Malah kini dia harus berhadapan pada ancaman ditendang dari tempatnya bekerja, bahkan yang lebih parah, mungkin ia akan dipidanakan.


Memikirkan itu tanpa sadar Danu mengacak-acak rambutnya sendiri. Melihat itu membuat Yura heran.


"Ada apa mas?"


"Enggak Yura sayang." ucap Danu tersenyum tipis.


Begitu sampai di bangunan berbentuk kapal itu, Danu memarkirkannya di di area parkir kusus karyawan PT CORREN lalu mereka melenggang menuju balroom.


Suasana di dalam balroom sudah sangat ramai walau acara Dinner&Dance belum dimulai. Danu duduk di kursi khusus yang telah disediakan, berderet dengan petinggi lainnya. Dan satu meja khusus yang EO siapkan untuk tamu agungnya.


Setengah jam berlalu suasana semakin ramai karena acara sudah dimulai, Danu pun sempat memberikan sambutan selaku Manager utama di PT Corren, berikut dengan rangkaian acara yang lain. Namun, sepertinya sang Bos yang dinanti tak kunjung hadir. Danu menanyakan pada panitia yang menyusun acara ini.


"Ada apa ini? kenapa Tuan Malvin belum datang?" tanya-nya gusar pada ketua panitia yang ditunjuk.


"Kami sudah mengkonfirmasi tadi pak Danu. mereka sedang dalam perjalanan."ucap ketua penyelenggara ikut sedikit gusar.


"Begitu ya!?" Danu pun berlalu kembali kekursinya.


"Ada apa Mas?" tanya Yura yang mendapati suaminya sedikit gusar itu duduk disampingnya.


"Nggak Yura, Mas cuma nanyain aja. kenapa bos kita belum datang." Danu menjelaskan. Yra hanya ber oohh ria.


"Mas, kebelet pipis nih. Anterin Yura ke toilet ya?"manjanya pada Danu.


"Iya sayang" Mereka pun melangkah menuju toilet.


"Mas tunggu sini ya." ucap Danu, berdiri agak jauh dari pintu toilet wanita.


"Iya mas, tunggu ya." Yura pun memasuki toilet.


Danu menunggu istrinya dengan bersandar pada tembok pembatas, pikirannya melayang. Pada karirnya yang mungkin berada diujung tanduk. Tambah lagi Danu masih ingin membalas Embun yang sudah menghianatinya. Danu berkeyakinan, Embun sudah menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Daddy Mal itu sejak sebelum mereka pisah dan bercerai.


Danu merasa dibodohi, dihianati oleh Embun. Mengingatnya saja Danu sudah geram. Danu sakit hati, sangat sakit saat melihat wanita itu sedang bercumbuu dengan pria asing di ruangannya beberapa hari yang lalu. Mata Danu berkeliling, hingga mata pria itu terhenti pada sosok wanita yang membuatnya tak bisa berkedip.


###

__ADS_1


"Sepertinya kita sedikit terlambat." ucap Malvin begitu memasuki gedung berbentuk kapal pesiat itu.


"Oohh ya?"


"Heemmm.." Malvin menghentikan langkahnya memeluk pinggang Embun."Aku ingin menanyakannya sekali lagi."


"Menanyakan apa?" menatap wajah Malvin.


"Apa kamu mencintaiku."


Embun mengulas senyum.


"Kenapa masih menanyakannya?"


"Jawablah."


"Jadi kamu meragukanku?"


"Hanya tinggal jawab saja."


"tentu."


"Tentu apa?"Malvin semakin mengeratkan pelukannya.


"Ada satu lagi. kamu yakin tidak ingin melanjutkan ini?"


Embun membelai pipi Malvin,"Jika aku boleh jujur, sejak Yura menjemput Danu diapartemenku, dendam itu sudah pupus. Bahkan jauh sebelum itu. Saat hatiku sudah merasa tenang, melihat Kay, Caty dan juga dirimu berbaur bersama, sebagai keluarga. Perasaan ingin membalas Danu dan Yura sudah tidak ada. Hanya ada rasa bahagia. Dan ingin bahagia, Mal."


Embun menangkupkan tangannya di pipi Malvin, berjinjit dan perlahan mengecup bibir Malvin.


"Nyonya Mal. Ini ditempat umum. Apa rasa malumu sudah hilang?"


Embun tersenyum jengkel.


"Jadi kamu membalasku sekarang." mendorong lengan Malvin hingga pelukannya terlepas.


"Ookkeeeyyy.. ayo masuk. Kita kejutkan Danu dan Yura." ucap Malvin mengerling nakal. "Hanya mengejutkan saja."


Embun terkekeh. Mereka berjalan beriringan tangan Malvin melingkar dipinggang Embun.


"Sebentar! Aku mau ketoilet." ucap Embun saat melihat toilet disamping tangga.


"Baiklah. Aku tunggu dipintu masuk balroom. Tidak masalah kan?"

__ADS_1


"Tentu saja." jawab Embun melangkah kearah toilet. Begitu Embun menyelesaikan urusannya ditoilet, Embun melangkah menuju Balroom. Namun suara yang sangat dia kenal mengagetkannya.


"Embun!"Sebut Danu dengan wajah terkejutnya."Apa yang kamu lakukan disini?"


Mas Danu! batin Embun


Semburat ketakjuban Danu terlihat diantara keterkejutannya melihat mantan istrinya ada didepan matanya. Acara D&D yang notabene hanya bisa dihadiri oleh karyawan saja.


Tanpa menjawab Embun hanya melempar senyumannya, lalu pergi meninggalkan Danu. Danu yang masih penasaran mencoba mengejar, meninggalkan Yura yang masih berada didalam toilet.


Danu menyusul menarik lengan Embun hingga wanita itu terbalik.


"Apa yang kamu lakukan disini? siapa yang membawamu?"Cerca Danu yang masih sangat penasaran akan keberadaan Embun disana, sekaligus ia ingin lebih lama melihat mantan istrinya itu.


Wanita itu begitu cantik, sangat jauh berbeda dengan dirinya beberapa bulan yang lalu, dekil dan berjerawat. Kulit putih mulusnya membuat Danu tak bisa berhenti menatap tanpa berkedip.


"Apa yang kamu lakukan disini Embun? Kamu bukan karyawan sini!"


"Lepaskan Aku Mas."


"Tidak! sebelum kamu menjawab."Kekeh Danu masih menahan lengan Embun.


"Apa Daddy Mal-mu?" dengan sedikit seringai mengejek. Namun justru menyadarkannya akan sesuatu.


Wajah Danu sedikit menunjukkan perubahan, kini menjadi lebih tegang dan menolak percaya. Dia tertawa, tawa ragu dan tak percaya akan pemikirannya.


"Tidak mungkin Daddy Mal.... Malvin Vorobyov kan?" ujarnya dengan tangan yang mulai gemetar. Wajah piasnya membuat Embun memgulas senyum tipis, menarik tangannya dan kembali melenggang dengan Anggun.


Danu yang mulai bermain dengan pikirannya, kemungkinan pria yang dua kali dia lihat itu adalah bosnya sendiri yang bahkan dia belum pernah temui. Hanya melalui foto yang lebih mirip disebut poto KTP itu. Wajah yang sedikit berbeda dengan yang dia temui saat dipanti.


Lutut Danu melemas, seketika tubuhnya seolah kehilangan tulang dan engselnya lepas. Danu ambruk hingga terduduk dilantai. Dengan frustasi mengacak rambutnya.


"Nggak mungkin.... Nggak mungkin kan Embun?"tolaknya menggelengkan kepalanya, Danu benar-benar menolak untuk percaya dengan asumsinya.


____€€€____


Readers mohon dukungannya ya, biar semangat up terus.


Like dan komen.


thank you


😊😉

__ADS_1


__ADS_2