Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Chap 60


__ADS_3

Embun tersentak kaget, tiba-tiba rambutnya ditarik dari belakang.


"AAAAAKKKKHHHH....."


"Apa-apaan kamu ini? Yuuuraaaa lepasiinn!!" pekik Danu mencoba melerai. menarik tangan Yura, namun Yura mencengkram rambut Embun dengan kuat.


"Mas Danu belain dia sekarang haaa? Lupa apa? ini pasti rencana busuknya. Dia pasti sengaja mau hancurin kita mas." Yura masih terus menarik rambut Embun.


Embun yang kesakitan hanya bisa meringis.


"Lepasin! Kau gila Yura!" pekiknya menahan tangan Yura, dia ingin memilin tangan itu, tapi dia masih harus menahan diri. wanita yang menyerangnya sedang hamil. dia tak setega itu menyakitinya.


"Benar! Aku memang sudah gila! Puas kamu haaahh?"


"Yuuuuraaaa!" Danu masih berusaha melepaskan cengkraman Istrinya di rambut Embun. Namun masih belum berhasil juga.


Embun yang sudah tak tahan lagi, akhirnya menendang kaki Yura.


"AAAAUUUU....."pekik Yura melepas rambut Embun.


"Aaaauuu sakitt!" rintihnya terduduk, memegangi kakinya yang telah ditendang Embun.


Embun tertawa muak, Embun membenahi rambutnya yang acak kadut agar lebih enak dilihat.


"Kau yang memulainya." ucap Embun berusaha tenang.


"Aku membiarkanmu mengingat kamu sedang hamil. Tapi sepertinya kamu memang tak berakhlak."sinis Embun menatap Yura yang mengusap kakinya.


"Teruslah menggonggong dan menyalahkan orang lain." Embun berbalik dan beralih menatap Danu,


"Jaga istrimu dengan benar!" Embun masuk kedalam mobilnya.


Mobil oren itu bergerak meninggalkan halaman rumah Danu.


"Sialann!" umpat Yura.


"Awaaass saja kamu! Aku pasti akan membalasmu!" Jerit Yura kearah mobil Embun yang sudah berlalu.


"Cukup Yura!"sentak Danu, "Kamu sudah sangat keterlaluan!"


"Maaasss! Aku ini belain kamu! Dia dan suaminya itu sudah membuat kita jadi seperti ini? Kamu masih mau belain dia juga?" menatap nyalang pada suaminya.


"Wuuuaaaaa... luaar biasa! Kamu pasti cinta mati sama dia.." sindir Yura jengkel.


"Yuuuraaa!" Sentak Danu yang sudah tak tau lagi menghadapi istri hamilnya itu.


"Masuk kedalam!"


Danu menarik paksa tangan Yura masuk kedalam rumah dan menghempasnya ke sofa ruang tamu.


"Maass!" menatap Danu meminta penjelasan.


"Berhentilah Yura, apa kamu tidak lelah haah?"Danu sedikit menurunkan emosinya."Aku sangat lelah menghadapimu. Jika kamu seperti ini terus, aku bisa saja pergi mencari wanita lain."


"Apaa? Mas mengancamku?"Yura tak terima, "Sekarang ini siapa yang mau sama kamu mas selain aku? Kamu pengangguran! nggak punya apa-apa!"


"YYUUU-RAAA.." Geram Danu sampai dititik batas emosinya.


"Aku memang benar kan mas? Lihat dirimu sekrang!" manatap remeh pada Danu.


Danu tau, saat ini dia memang berada dalam masa sulit. Setelah dia dipecat karena kasus penggelapan dana yang dia lakukan, tak ada satupun perusahaan yang menerimanya bekerja. Itu cukup membuatnya frustasi.


Danu menatap nyalang pada Istrinya. Dia mengambil langkah lebar begitu menyaut kunci mobilnya. Danu keluar dari rumah. Yura yang melihat itu tentu saja menjadi gusar. Yura berfikir Dannu benar-benar akan meninggalkannya.

__ADS_1


"Mas!"


"Mas Danu mau kemana?"


Yura mengikuti, Danu tidak menggubris, Danu tetap berjalan menuju mobilnya.


"Mas!" ucap Yura makin tak tenang."Mas danu mau kemana? Jangan tinggalin Yura. Aku peringatkanmu Mas! Kamu nggak bisa pergi! kamu ngk punya apapun selain aku mas!"


Danu tak peduli dia tetap berjalan memasuki mobilnya, walau Yura terus berlarian mencegahnya.


"Maasss!"


Danu menyentak kasar Yura hingga istrinya itu terjatuh. Danu menutup kasar pintu mobilnya lalu melajukannya menjauh dari rumah.


"Mass!" pekik Yura mencoba bangun namun pinggangnya terlalu sakit.


"Mass Danu!"


"Kembali mass!"


"Aakkkhhh...." Yura memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


_______


Didalam mobilnya Embun masih merasa marah. Embun melirik Kay yang terdiam menatapnya.


"Ibu..." ucap Kay takut-takut.


"Kenapa sayang?"


"Ibu baik-baik saja?"


"Ibu tidak apa-apa sayang. Kenapa menanyakannya?"


"Tidak Kay. Kamu tidak bersalah. Jangan meminta maaf."sahut Embun.


"Tapi karena aku ibu...."


"Sudah. Kita tak usah bicarakan ini. Heemm?" Ucap Embun tersenyum teduh."Bagaimana kalau kita berangkat piknik sendiri? Kamu mau kemana?"


Kay mengulas senyum."Ke W2 aja bu."


"Baiklah. Ayo kesana."


"Bagaimana kalau ajak Catty dan Daddy Mal?"usul Kay


"Catty tak masalah. Tapi Daddy Mal sedang bekerja." ucap Embun.


"Kalau begitu aku telp Catty dulu ya bu."


Kay menghubungi Catty. setelah menelpon beberapa saat Kay mengakhiri.


"Katanya mau langsung ke W2 saja." kata Kay, "Jo yang akan mengantar Caty"


"Oohh begitu. Baiklah kalau begitu. kita langsung ke W2 saja."


Mobil Embun melaju kearah Wonderfull World. Ditengah perjalanan tiba-tiba sebuah mobil silver memotong jalannya. sehingga membuat Embun mengerem mendadak.


"Kamu baik-baik aja Kay?" tanya Embun yang sedikit kaget


"Heeemm... Kay nggak papa." jawab Kayla walau sebenarnya jantungnya deg-degan juga.


Mobil silver Itu adalah mobil Danu. Embun geram. Entah mau apa lagi Danu sampai memotong jalannya.

__ADS_1


"Kay. tetap disini. Jangan keluar." pesan Embun pada anaknya. Saat melihat Danu keluar dari mobilnya. Embun pun ikut keluar melangkah hingga didepan mobil orennya.


"Ada apa Mas? Mau apa lagi?"


"Jadi ini rencanamu?"


"Apa maksudmu?"


"Menghancurkan aku?"


Embun tertawa.


"Hahaha... Picik sekali pikiranmu?" ujar Embun , "Untuk apa aku menghancurkan yang tidak ada hubungannya denganku lagi?"


"Apa? Kau sengaja merayuku kan?"


"Embun kembali tertawa.. "Hahahhaa..."


"Lalu kau membuat hubunganku dengan Yura renggang. Dan sekarang, kau buat aku jadi pria pecundang."


"Kau memang pecundang sejak dulu mas." ucap Embun remeh.


"Apaaa??"


"Kau yang menghancurkan dirimu sendiri. kenapa harus menyalahkan aku? Koreksi dirimu sendiri. Apa yang sudah kamu lakukan."


"Embuunn..." danu melotot menatap mata Embun. Wanita itu tak sedikitpun gentar, dia membalas tatapan Danu.


Ponsel Danu berdering,cukup lama dan sering. memecah keheningan mereka yang sedang tegang.


Embun mengalihkan pandangannya. Sementara Danu merogoh sakunya mengambil hp yang dia simpan disana.


Yuraaa!! Mau apa lagi dia. Aku sudah malas berdebat dengannya.


Danu menggeser tombol hijau.


("Mas! Aku pendarahan! Perutku sakit. Cepat kembali.")Yura


"Apa?" Danu kaget namun dia juga merasa muak, memikirkan mungkin saja Yura hanya bersandiwara.


"Apa kau sedang bersandiwara denganku?"


("Maass,, Aku benar-benar... Aaaakkhhh...")Suara yura memekik kesakitan.


("Tuann.. Nyonya berdarah banyak sekali.")suara Bi Inah terdengar kuwatir dan panik.


"Apaaa?? Benarkah itu bi?" Danu mulai panik,


"A-aku akan segera kesana." Danu hanya melirik sinis pada Embun lalu berlarian ke mobilnya, secepat itu menancap gas dan pergi...


Embun menghela nafasnya menatap mobil silver itu menjauh.


Kenapa kay harus melihat lagi hal yang sama. Semoga ini tidak mempengaruhi nya nanti. batin Embun


____€€€_____


Readers bantu naikin semangat othor ya, biar bisa up terus.


like dan komen


terima kasih


Salam

__ADS_1


😊😚


__ADS_2