Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
chap 50


__ADS_3

Setelah acara akbar itu usai, Catty dan Kay pulang lebih dulu dengan diantar oleh Kennan.


"Nona kecil." panggil Ken melihat melalui kaca mobil begitu sampai didepan pintu utama.


"Nona kecil, kita sudah sampai. Bangunlah." ucap Ken lagi menoleh dan menepuk lutut kedua gadis kecil itu. Namun tak satupun dari mereka yang bangun.


"Apa mungkin mereka kelelahan?" bergumam."kasihan sekali mereka." Ken lalu turun dari mobilnya.


"Kay jangan bangun. tetap pura-pura tidur. biar mereka menggotong kita sampai kekamar." Catty berbisik pelan.


"Uuummm.."Mengangguk mantap."Aku juga capek Cat."


Kedua bocah itu berhenti berbisik begitu Kenan membuka pintu belakang. Mengangkat Catty dan Pak Niar kepala pelayan menggotong Kay. Mereka membawa kedua gadis kecil itu masuk kedalam bangunan besar itu.


"Dimana kamarnya?" tanya Kennan.


"Kamar nona Catty di lantai dua sebelah kanan tangga ruangan ke tiga. Ada nama Catty di pintu kamarnya. Kamu akan segera tau nanti Ken."jelas pak Niar.


"Baik. terima kasih." Kennan menaiki tangga. Catty sedikit melirik, melihat wajah Kennan dari bawah.


"Astaga? pahatan mahakarya yang luar biasa." batin Catty menutup lagi matanya Dia sedikit menggeliat, menelusupkan wajahnya didada Kennan.


"Wanginya.... Nikmat Tuhan yang mana lagi yang ku dustakan." batin catty lagi dengan senyum kecil.


Kennan membuka pintu kamar Catty membaringkan bocah berumur 8 tahun itu diatas ranjangnya dan menyelimutinya. Lalu dia sendiri keluar dengan menutup pintu tanpa suara.


Catty terbangun dan langsung duduk, menatap pintu yang baru saja menutup itu.


Ini semua salah Daddy. Aku jadi tumbuh dewasa lebih cepat. Dia harus bertanggung jawab.


Catty menjatuhkan tubuhnya kembali dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


####


Dilain tempat, disebuah kamar hotel. Malvin membantu Embun melepas gaun pengantinnya. Walau sedikit kesulitan,,namun akhirnya terlepas juga. Menyisakan pakaian dalam saja.


"Sepertinya aku kehilangan kemampuanku." ucapnya menyampirkan gaun itu disandaran kursi.


"Itu karena kau sudah terlalu tua tuan Malvin." dengan senyum sindiran.


"Oh ya?"


Kini giliran Embun yang membantu Malvin melepas bajunya. dari toxedonya hingga kemejanya.


"Kita mau makan dulu atau...."


Embun tersenyum geli, "Aku lapar."


"Aku siap dimakan." mengerling nakal dengan senyum mesumnya.


Embun terkekeh."Bagaimana kalau mandi dulu?"


"Mandi bareng?"


Embun terkekeh lagi. "otak mesum."


"Okeeeeyyy....." mengangkat tubuh Embun dan membawanya ke kamar mandi.


Dikamar mandi mereka saling menggosok punggung. Hanya aktifitas mandi tanpa ritual hubungan intim.


Seusai mandi Embun menggunakan bathrobe sementara Malvin melilitkan handuk dipinggangnya. Mereka keluar kamar mandi bersama.


"Aku sudah pesan makan malam, sebentar lagi mungkin datang."ucap Malvin.

__ADS_1


"Okeyy."


Toktok"Room service"


Malvin mengulas senyum, lalu berjalan mendekati pintu, sementara Embun mengeringkan rambutnya.


Malvin datang dengan mendorong kereta dorong yang diatasnya ada banyak makanan.


"Ayo makan."


"Apa yang kita punya, suamiku?"


"Kamu mau apa?" menatap hidangan didepannya.


"Hhmmm, aku mau minum dulu."


"Wine?"


"jus saja." Embun menunjuk jus buah naga. Malvin mengambilnya mendekatkan gelas kebibir Embun. Wanita itu menyeruputnya, hingga habis setengah gelas.


"Hmmmm...." menjilat bibir.


"Kamu genit sekali."


"Apaaa? Aku hanya menjilat sisa jus dibibirku."


"Itu menggoda namanya"


Embun terkekeh."Kamu yang pikirannya kejauhan."


"Pikiranku masih disini, bersamamu. Kamu mau makan apa?"


"Apapun yang kamu suapkan akan ku makan."


"Huuuuhh... hentikan. kita masih punya banyak waktu dan butuh tenaga. Makan yang benar." Akhirnya Embun mengambil sendiri. Malvin masih cengar-cengir.


"Baiklah nyonyah Mal." ikut menikmati makanan.


Malvin menatap Embun yang masih sibuk mengunyah, entah apa yang dia makan. Malvin hanya menunggu istrinya menelan makanannya.


Baiklah sekarang. batin Malvin mendekat dan menangkup kepala Embun, melummatt bibirnya dengan lahab.


"Mal..."


"Heeemmm....." Malvin masih sibuk menyesap kulit leher Embun.


"Aku harus kekamar mandi."


"Apa? Disaat begini? Aku sedang tanggung."


"Sebentar saja."


"Baiklah. Hanya sebentar."


Embun merapikan kembali bathrobenya yang sudah berantakan oleh tangan nakal Malvin. Lalu berjalan perlahan ke kamar mandi.


"Sabar ya beb, dah lama lumutan, bentar lagi bebas." ucap Malvin mengelus dedek kecilnya.


Embun yang mendengar, tersenyum geli sampai dia masuk kedalam kamar mandi.


"Kumohon jangan sekarang."gumamnya pelan.


Embun mengecek celanannya bersih."Sepertinya memang hanya perasaanku saja."

__ADS_1


Dengan wajah riang Embun kembali ke kamar dimana Malvin sudah menunggu.


"Udah?" Tanya Malvin yang menuang Wine ke gelas berkaki itu. lalu meminumnya.


"Heemmm.." Embun mengambil duduk disamping Malvin.


Perlahan Malvin kembali mengecup leher Embun, membuat tanda kepemilikan disana. Bibirmya semakin turun, Tangannya dengan lihay membuka bathrobe dan menyibakkannya. meremas bola kenyal didepannya. Embun mengerang.


"Aku mau jadi bayi."


"Apapun maumu Mal."


Malvin membuka penutup dada Embun,melihat pemandangan indah didepan mata, membuatnya menelan ludah.


"Jangan menatap terlalu lama. Kamu membuatku malu."


"Apa Kay anak asi?"


"Tentu saja, kamu pikir dia anak sapi?"


"Hahaha... Catty anak sapi."


"Apa Hana tidak memberinya asi?"


"Tidak. Asi nya tidak keluar."


Embun terkejut. "Benarkah?" merasa prihatin. "Hana pasti sangat tertekan."


Malvin tersenyum, tangannya sibuk memainkan puccuk gunnnung kembaaarrrr. Embun memejamkan matanya, menggigit bibir bawahnya agar tak melenguh. Nafasnya memburu, ia kembali membuka matanya, melihat senyum nakal suaminya itu.


"Rasanya sedikit berbeda." menyesap yang tadi sempat dia mainkan. Embun melenguh.


"Apa sayang?"


"Kamu janda beranak satu. Tapi tetap kenyal dan kencang."Malvin menciumi dada atas Embun."Bodoh sekali Danu menceraikanmu."


Malvin kembali mencium bibir ranum Embun. Menjatuhkan tubuh istrinya kebelakang dan berakhir diatas ranjang. Malvin masih sibuk menyesap kulit Embun. Membuat Wanita itu melenguh dan mengerjap ngerjap.


"Sudah lama aku tidak merasakan ini Mal."lenguh Embun."Tuntaskan."


Malvin tersenyum, bibirnya semakin kebawah, hingga kebatas perut. Mencium ringan paha Embun bergantian. Malvin terdiam sejenak.


"Jangan menatap terlalu lama Mal, kamu membuatku malu."protes Embun melihat Malvin diantara pahanya.


"Sepertinya, aku harus lanjut puasa."


"Haaahhh?"


"Kamu berdarah sayang."


"AAAAAAAARRRRRRRGGGGGG COME ON."


Malvin terkekeh, "Disini aku yang seharusnya kecewa, kenapa kamu yang histeris?"


____€€€____


semangatin Othor agar up terus ya readers 😊


like dan komen.


Thank You.____


😊

__ADS_1


###


__ADS_2