
Diruang keluarga, Embun, Malvin dan ke empat anaknya sudah duduk berkumpul. Kenan juga ada disana duduk agak jauh. Namun masih dapat mendengar dengan jelas dan terlihat.
"Lusa Daddy dan Mommy akan keluar kota selama beberapa hari." Malvin mulai membuka suara.
"Bagaimana dengan kami?" seru si kembar bersamaan.
"Kalian ber empat tetap dirumah, karena masih ada sekolah."
"Yaaahh...."si kembar terlihat kecewa. "Kami juga ingin ikuuutt... Mommy, Daddy..." rengek keduanya.
Malvin mengangkat tangannya. Sikembar berhenti merengek, dan diam dengan wajah cemberut.
"Jadi kami ditinggal begitu saja?" tanya Catty melipat tangan didada,"Apa kalian akan pergi ke kota yang sama?"
Malvin tersenyum senang.
"Tidak. Daddy ada urusan kerja di kota M, sementara Mommy Embun ke pulau sebrang."terang Embun.
"Aahh,, kota M dan pulau sebrang cukup berdekatan, paling hanya satu jam perjalanan dengan speedboat." tukas Catty.
"Apa maksud perkataanmu itu Catty?"Malvin sedikit kesal, ucapan Catty seolah menuduhnya kearah lain.
"Apa kamu mengerti maksud ucapanku Kayla?" Catty bertanya pada Kay yang ada disebelahnya.
"Daddy aku tidak ingin memihak siapapun, tapi perjalanan bisnis kalian terlalu palsu." kekeh Kay . Catty tersenyum menang dia mengangkat tangannya dan tos bersama Kay.
Malvin menarik sudut bibirnya, memaksakan senyum diwajahnya.
Benarkah mereka anak-anakku? Hasil didikan siapa ini? pikir Malvin menahan kesal.
"Daddy ,Mommy! Kami juga ingin ikut liburan." rengek Sean dengan tatapan memelas.
"Kami sudah lama tidak berlibur. Ajak kami serta Mom." Kian ikut merengek pada ibunya yang lebih bisa dibujuk dibanding Daddy Mal.
Bahkan bocah-bocah ini juga? kenapa mereka bisa berpikir seperti itu? Malvin masih mempertahan senyum kesalnya.
"Sayang, Mommy dan Daddy benar-benar pergi untuk bekerja. Tidak akan lama hanya beberapa hari. Terjadi masalah di perusahaan Daddy di kota M. Memaksa Daddy harus kesana."ucap Embun memberi pengertian."Dan Mommy, juga akan ikut peresmian outlet baru nak."
"Memangnya masalah apa Dad?"tanya Kay sedikit tertarik.
"Hanya serangan web."jawab Malvin singkat."Kalian nggak perlu kuwatir."
Kayla masih penasaran, tapi dia pun tak lanjut bertanya mengingat sepertinya Daddy Malvin enggan membahasnya lebih lanjut.
"Sean, Kian.. jagoan Mommy dan Daddy, " Embun beralih menatap kedua Anak kembarnya yang berdiri didepannya dengan seabrek rengekan untuk ikut.
"Kalau liburan kami pasti akan mengajak kalian serta." bujuk Embun lembut."Setelah kami kembali dari luar kota, kita bisa agendakan untuk piknik. Benarkan Daddy?"
"Iya. Tentu saja."
__ADS_1
Ini adalah percakapan keluarga, kenapa aku bisa terjebak disini? batin Kennan. 'tapi entah kenapa aku selalu suka dengan keluarga yang riuh ini.'
"Yayaya.. baiklah. Kami tidak masalah."ujar Catty menyetujui dengan senyum tipis, tanpa memperdulikan kedua adik kembarnya yang terus merengek pada mommynya.
"Kami bisa menjaga si kembar. Daddy dan ibu pergilah dengan tenang untuk berbisnis." sambung Kay dengan penekanan pada kata bisnis.
"Ahahaha.." Malvin tergelak. lalu beralih menatap Kenan.
"Kau lihat Ken, kedua anak gadisku ini sudah tumbuh begitu cepat, Bagaimana kalau aku jodohkan salah satunya padamu?"Seloroh Malvin dengan nada jengkel.
Sontak membuat Kenan, Kay apalagi Catty terkejut. dan menatap serentak kearah Malvin.
"Tuan, anda terlalu berlebihan,"ucap Kenan canggung.
Catty sudah berubah wajahnya, memerah hingga ketelinga.
"Aaahh, bagaimana dengan mu Kay?"
"Aaakkhh..." kay kehilangan kata-kata."Aku... aku... masih kecil Dad." berucap malu.
"Tuan Malvin, candaan anda sedikit...."baalas Kennan menggantungkan kalimatnya.
Sepertinya tuan Malvin sengaja menggoda anak-anaknya. batin Kenan , Tapi kenapa melibatkan aku? Haruskah aku ikuti sajaa?
"Aaah, benar Ken, aku tidak akan mengumpankan Catty padamu, dia terlalu barbar, bisa bisa kamu kena KDRT sama dia."
"Daddy!"Pekik Catty melempar bantal sofa kearah Daddynya.
Hohoho, kalian berdua sudah membuatku kesal. aku juga akan melakukan hal yang sama. pikir Malvin senang.
Embun mencoba menahan diri, kedua anak kembarnya masih sibuk merengek ikut padanya, Suaminya justru membuat ulah ribut dengan kedua anak gadisnya.
Uuuhhh lelucon macam apa ini? ini rumah apa medan perang? batin Embun jengkel.
Ya ampun. keluarga ini sangat ramai seperti pasar. dan aku harus menjaga mereka kedepannya selama beberapa hari? Apa dalam sekejap aku menjadi Daddy? jerit batin Kennan.
"Bagaimana? Apa kamu setuju Kennan? anak gadisku ini cantik-cantik bukan?"
"Baik Tuan. akan saya pertimbangkan. Semoga kelak mereka bersikap manis."
Malvin tergelak.
HAHAHAHA
"Baiklah! Besok Kenan bisa mulai tidur disini. Dia yang akan menjaga kalian. Bersikap baiklah kalian padanya dan jangan membuat ulah."
"APAA?" Catty dan Kay menjerit bersamaan.
"Tapi.. tapi.. bukankah sudah ada pak Niar dan yang lainnya disini?" elak Catty dengan pipi yang menghangat.
__ADS_1
Aaaaa... bagaimana ini kami akan tinggal serumah... batin Catty berbunga-bunga.
"Yaahh, Mereka punya pekerjaan sendiri dan Kennan hanya mendapatkan tambahan tugas. itu saja."
"Anak anak, kalian bersikap ramahlah pada Kennan. Jangan nakal. kalau kalian patuh dan bersikap manis, mommy janji akan membawa kalian berlibur."janji Embun pada kedua anak kembarnya yang sedari tadi merengek.
"Baik mommy."memjawab serentak.
Malvin menatap kedua gadisnya.
"Kalian punya keluhan?"
"Tidak." jawab Catty cepat dengan memalingkan wajahnya kesamping.
"Bagaimana dengan mu Kay."
"Disini Daddy yang mengambil keputusan. Aku hanya mengikuti saja."
Malvin tersenyum lucu.
"Selagi kami masih disini, jika ada keluhan Daddy mungkin bisa mengubah beberapa dan membuat kesepakatan."ucap Malvin.
"Kenan disini akan menggantikan peran Daddy dan mommy. Jadi kalian bersikaplah yang manis, jangan bertengkar dan membuat keributan."
"Okey Dad. mom."ucap keempat anaknya seretak.
"Kenan, buat dirimu senyaman mungkin disini. Jangan sungkan mengambil tindakan jika mereka bertingkah atau berulah. Kau punya hak untuk itu." Malvin memberi pengarahan dan penekanan jika Kenan benar-benar berperan sebagai penggantinya. Tentu itu juga untuk ke empat anaknya. Agar selama mereka ditinggal tidak berlaku berlebihan.
Kenan menyetujui dengan anggukan kecil.
"Baiklah karena semua sudah sepakat." kata Malvin beranjak dari duduknya,
"Kalian bisa kembali kekamar." menatap ke empat anaknya.
"Ken, masih ada yang harus kita bahas diruang kerjaku sekarang."
"Baik." kennan ikut beranjak dari duduknya.
Malvin dan Kenan melangkah sambil berbincang. Sementara pandangan Kay mengikuti langkah mereka.
"Anak-anak, istirahatlah, besok kalian masih harus bangun pagi dan pergi ke sekolah."titah Embun sembari menuntun kedua anak kembarnya untuk melangkah ke kamar mereka di lantai atas.
Embun menoleh, melihat kedua anak gadisnya yang masih duduk diam di sofa.
"Kay, Cat?"
"Yeesss Moomm." Catty beranjak dan melangkah. Di ikuti oleh Kay yang pandangannya masih terpancak pada ruang kerja Daddy Malvin.
"Kay, ada apa?" Catty menoleh.
__ADS_1
"Tidak."
___€€€___