Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Chap 88


__ADS_3

Dalam gedung kosong siang itu Kayla menunggu duduk dipinggiran beton dan memainkan kakinya.


Tak lama terdengar langkah kaki. Kayla menoleh dan turun melompat dadi dudukannya. Se7en melangkah memasuki ruang kosong.


"Kenapa memanggilku Nine?"


"ajari aku memalsukan alamat IP."


Seven terkekeh.


"Hmmppp...."


"Bagaimana kalau kamu ikut aku ke markas Nine?"tawar Seven."Aku punya project baru."


****


Di belahan lain.


Malvin berada di kota M. Merebahkan tubuhnya di sofa ruangan yang disediakan untuknya. Dia memijit keningnya. Pertarungan untuk mempertahankan diri dar serangan ternyata tidak semudah itu.


Malvin tak habis pikir, dari mana dia mendapat serangan ini? kenapa bisa sangat tidak terlacak dan teratasi? Dan siapa dalang dibalik semua ini? Apakah seseorang yang memiliki dendam dengannya? Tapi siapa?


Tok tok


Pintu dibuka dari luar. Salah satu tim IT nya dari perusahaan flash corp. masuk dan duduk di sisi sofa yang lain.


"Tuan Malvin. Kita sudah berhasil menjinakkan firusnya." lapornya.


"Benarkah Rud?" Malvin beranjak bangun dan duduk.


"Benar."ucap Rudy. "kami bahkan menemukan dimana sumbernya."


"Baguslah. Kita bereskan secepatnya." Malvin beranjak dari duduknya.


"kami juga sudah mengatasi beberapa virus lainnya." lanjut Rudy mengekori Malvin keluar dari ruangannya menuju kontrol panel.


Mereka tiba dikontrol panel dimana disana sudah ada beberapa orang IT dari perusahaan yang Malvin sewa.


"Anda akan terkejut jika mengetahui dari mana sumbernya." ucap Rudy lagi yang berdiri dibelakng Malvin.


"Tunjukkan padaku!" titah Malvin serius.


Dilayar tampak berderet tulisan dan file yang timbul tenggelam.


"Kami berhasil mendapatkan alamat IP nya dan itu berasal dari orang dalam."lapor salah satu hacker yang sedang sibuk dengan pergerakan jari dan tangannya.


"I-ini...."


"Ini berasal dari dalam perusahaan anda tuan. Orang yang paling anda percaya." ucap Rudy dengan tatapan dingin dan seringai yang Malvin tak tau.


Tidak mungkinn! batin Malvin menolak.


****


Kenan membawa anak asuhnya menuju sebuah pulau dengan pasir putih yang indah. Kenan menyewa sebuah coyote yang minimalis untuk mereka tinggali sementara.


Catty dan Kayla yang terakhir turun. Kedua adik kembar mereka Kian dan Sean sudah berhambur dengan kegirangan.


"Om kenan foto kami! kami ingin memamerkannya pada momy dan Daddy."

__ADS_1


"Sabar ya." sahut kenan mengeluarkan hpnya."berdiri yang benar!"


Kenan melihat pada kedua gadis yang sibuk dengan urusannya yang entah apa.


"Kalian ikutlah bergabung kesana."


Catty dan Kayla saling berpandangan. lalu tersenyum tipis.


"Kalau begitu, om Kenan juga ikut donk!"ucap Catty menarik lengan Kenan ikut berkumpul dan berswafoto. Kenan tersenyum kecil.


"Baiklah! semuanya say Cheese!"


"Cheese!" serempak menunjukan deretan gigi.


"Om foto bareng Catty ya?"


"Ini udah bareng."


"Berdua." Caty mengait lengan Kenan dan sedikit berjinjit dengan sebelah tangannya membentuk huruf V disamping pipinya.


"Cheese.." suara Catty padahal Kenan belum mulai memfoto. Kenan tersenyum geli dengan tingkah Catty dia pun menurut juga. Mengarahkan kamera hp nya dan ber selfie


Cekreekk..!


Tepat Kian dan Sean melompat didepan mereka hingga tampak kabur gambarnya dan wajah Catty tertutup rambut Kian. Membuat Catty geram.


"Uuuhhh.. Sean! Kian!" teriak Catty pada adik kembarnya yang tergelak sambil berlari menjauh,


"Habis kalian hari ini!" geram Catty berlari mengejar.


Sudah susah-susah bisa foto berdua dengan kak Kenan malah dihancurkan adik sendiri. batin Catty jengkel.


"Apa mereka sering begitu?"


"Sabar ya Om." Kay menepuk lengan Kenan. Lalu Kayla berjalan memasuki coyote.


"Keturunan Tuan Malvin memang ramai."gumam Kenan menatap ketiga bersaudara itu berlarian kearah pantai. Senyum terkembang diwajahnya.


Mungkin jika aku berkeluarga akan seramai ini kah? batin Kenan tanpa tersadar matanya berpusat pada gadis riang yang geram menangkap kedua bocah kembar itu.


Didapur, Kenan membuat nasi goreng untuk dimakan bersama anak asuhnya. Catty memasuki dapur,


"Om, Ada air nggak?"


"Banyak! tuh!" Kenan menunjuk dengan dagunya.


"Mana?" Catty mencari.


"Itu diluar, tinggal nyebur aja." kekeh Kenan menunjuk pantai.


"Iiihh si Om mah, itu air laut. Catty nyari air minum. Haus."Catty memanyunkan bibirnya.


Kenan yang masih mengaduk-aduk nasgornya terkekeh.


"Kamu juga lucu sih Cat, ada kulkas, ada dispenser, masih aja nanya dimana air." Kekeh Kenan menahan sedikit tawanya.


"Basa basi Om, Masak masuk dapur diem-dieman."


Catty mengambil gelas dan menuang air dari dispenser lalu meneguknya sampai habis.

__ADS_1


"Om masak apa?"Catty mendekat melongok apa yang dimasak Kenan.


"Nasgor."


"Waahh.. om kenan bisa masak? Cicip ah." Catty asal langsung mengulurkan tangannya kewajan hendak menjumput nasi goreng yang masih di bolak balik oleh Kenan. Tangan Kenan menepuk punggunh tangan Catty.


"Panas bocah!"peringat Kenan.


"Ambil piring sana!"


Catty cemberut dipanggil bocah oleh Kenan. Namun dia nurut juga mengambil piring. setelah meletakkan gelasnya. Menyodorkan piring kosong ke wajah Kenan.


"Taruh dimeja, terus panggil adik-adikmu. Kita makan bareng, terus kepantai."titah Kenan mematikan kompor.


"Nggak mau! Mau icip dulu." rengek Catty dengan muka ngambek.


Kenan memindahkan nasgornya ke wadah besar. Lalu menjumput sedikit dengan jarinya.


"Aaaaa..." menyodorkan sejumput nasgor ke mulut Catty. Wajah gadis itu berubah riang langsung membuka mulutnya dan


Hap!


"Fanass.."


Kenan tersenyum geli dengan tingkah bocah berambut pirang itu. "Panggil saudaramu ya. Waktunya makan."


"Iya!"Ujar Catty riang meninggalkan dapur.


"Dasar bocah."kekeh Kenan membawa wajan ke tempat cuci piring lalu mencucinya.


Sesaat kemudian muncul gerombolan bocah-bocah dengan mata laparnya.


"Duduk yang manis lalu makan!" titah Kenan mengambil air putih lalu meminumnya.


Aaaa.. itu kan gelasku... batin Caty merona


Apa itu artinya kami sudah berciuman secara tidak langsung? batin Catty lgi dengan muka memerah.


"Kak! kamu ngapain? malah bengong." tegur kian mengibas-ngibaskan tangan di depan wajah Catty. Membuat Catty tersentak.


(Spertinya turunan menghalu diwariskan Malvin pada Catty)😆


"Hiiihh...." menggeram kesal pada adiknya.


"Sudah cepat makan. Setelah ini kita kepantai." ucap Kenan, "Pak penjaga coyote bilang di samping tebing batu di dekat pantai sana banyak kerang hewan laut yang bersembunyi terbawa arus. Nanti kita berburu."


"Setuju!" serentak dengan bersemangat.


Hmmmmpp.. Seperti ini rasanya punya anak. kekeh Kenan dalam hati.


Seusai makan, Kenan, Caty dan si kembar pergi kepantai mencari kerang, sementara Kay tetap tinggal di Coyote. Dia beralasan ingin istirahat karena lelah. Padahal itu hanya alasan Kayla saja agar bisa mengotak-atik laptop Kenan.


Gadis kecil itu menyelinap ke kamar Kenan. Lalu mencari laptop Kenan yang ternyata dia biarkan teronggok diatas meja. Kay membukanya dengan hati-hati.


Laptop terkunci dengan pasword. Kayla tersenyum. Dia sudah dapat teknik membuka pasword. Laptop berhasil dibuka. Mata Kay mulai berselancar dan jari lentiknya mulai beraksi. Sesaat menelisir mata Kay melebar.


Iiinii....


___€€€____

__ADS_1


__ADS_2