
Kay tersentak,, melihat kearah pintu. Merasakan adanya pergerakan dari sana. Gegas Kay menutup jejak di laptop Kenan. Dia berjalan kearah jendela hendak melompat,
Baiklah. Kay mengambil ancang-ancang.
"BAAAA!"
"KYAAAA!!" Kay terkejut hingga mundur kebelakang.
"Hahahaha... apa yang kamu lakukan disini Nine?"gelak Seven dari balik jendela menyampirkan lengannya di pinggiran Jendela.
Melihat ke arah Kay yang masih terlihat kaget.
"Kamu sendiri? kenapa berada disini?"selidik Kayla.
Kayla menoleh kearah pintu terdengar seperti mau dibuka. Kay cepat-cepat melompat keluar jendela. Kaki Kay tergelincir, Seven yang memang sudah ada diluar jendela saat itu menangkap tubuh Kay. Hingga keduanya jatuh terjerembat di tanah. Kay baik-baik saja, karena mendarat di tubuh Seven.
"Aduuhh..." keluh Seven.
Kay segera beranjak dan menarik tangan Seven membawanya berlari menjauh dari cotage.
Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Kay terenggah sambil menumpu tangannya di lutut.
"Aku ada urusan dengan kakaku. Kebetulan dia ada disini."ucap Seven.
"Benarkah?"
Heemmm.. apa yang kamu lakukan dikamarnya?"
"Itu aku sedang mencoba menggali informasi, tapi, yang aku temukan adalah hal yang sama dengan yg kamu berikan padaku." Kay dengan mimik serius,"Ada apa ini sebenarnya Seven?"
Seven mengulas senyum dengan melipat tangannya didada.
"Apa hubunganmu dengan Om Kenan? Apa dia kakakmu? Aku mpernah meretas data pribadinya. tapi dia anak tunggal tak punya adik." berondong Kayla meminta penjelasan. Membuat Seven tergelak hebat.
"Kay, akan kujelaskan satu-satu. Tapi nanti saja. " Seven mwlihat kearah pantai.
"Ayo kesana!" ajaknya menunjuk pantai.
Kay menghela nafasnya. "kau punya hutang padaku." menunjuk muka Seven. Remaja pria itu membalasnya dengan senyuman diwajahnya.
Kayla dan Seven sampai dipantai dimana Catty dan yang lainnya mencari kerang dan hewan laut. Tak ada kenan disana.
"Cat? Dimana kak Kenan?" tanya Kay pada catty yang sibuk mencari kerang.
"Ngambil barang tadi. skalian mau nengokin kamu." ucap Catty cuek. "Loh siapa lelaki ini?" tanya Catty melihat Seven bersama Kay.
"Ini temanku, Seven."
"Seven? apa dia saudaranya six? anaknya ten?" gelak Catty. "Kemari cepat! bantu kami." serunya lagi.
"Kak Kay, lihat! kami dapat banyak." Kian menunjukan ember berisi kerang dan beberapa cumi, ada dua kepiting disana.
__ADS_1
"Waahh, benar! kalian dapat banyak."puji Kayla takjub.
"Aku nanti mau makan kepitingnya!" seru Sean dikejauhan.
"Sean, kepiting milikku!" balas kian cepat tak mau kalah.
"Diam kalian berdua! Aku yang tangkap! jadi itu milikku." seru Catty
"Tidak mau itu punyaku."
"kenapa kalian bertengkar?"seru Kenan datang mendekat.
"Mereka berebut kepiting om."
"Aaaa." Kenan melongok ember hanya ada dua kepiting disana.
"Sean kian masing-masing satu."
"Bagaimana denganku?" protes Catty
"Kau dpat cengkangnya cat"
###
Malam itu Kenan dan anak asuhnya berpesta barbeque di tepi pantai dekat cotage yang disewa. Mereka membagi tugas, menyalakan api. Membumbui, dan lain sebagainya.
"Kay, bagaimana dengan misimu tadi?" Catty mendekati Kay yang sedang menyiapkan minuman
"Bagaimana dengan temanmu itu?" Catty menunjuk Seven yang sedang memanggang hewan laut bersama Kenan.
"Dia sepertinya saudara Om Kenan."
"Apa?" Catty tersentak."Bukankah dia nggak punya adik?"
"Aku bilang saudara bukan adik."
Catty menepuk jidatnya.
"Aku akan bersabar menanti malam."
Kay terkekeh.
Disisi lain, Kenan yang sibuk memanggan cuminya ditemani Seven yang membakar kerang.
"Kak, sepertinya mereka mengejarmu."ucap Seven.
"Aku tau."
"Apa rencanamu?"
"Seberapa besar yang sudah kamu tembus dn kumpulkan?"Kenan balik bertanya.
__ADS_1
"hampir tapi masih ada yang terlewat."
"Seven , sebelum tuan Malvin kembali, kita harus sudah mendapatkan semua bukti dan pemulihan perangkat."
"Baik kak."
"Satu lagi,"
Seven menoleh,
"Apa hubunganmu dengan kay?"
"Kay? Maksudmu nine?"
"Mpptt.. kau bahkan punya panggilan kusus7 untuknya." Kenan mempiting leher Seven dan menjitak kepalanya.
"Itu name code kak."
"Alasan saja kau ini."
"Sungguh!"
"Kalian masih kevil! Jadi jangan macam-macam."tegas Kenan memperingatkan.
Acara barbeque usai. Kian dan Sean sudah lelap. Kini waktunya membicarakan masalah serangan web diruang tengah. Kay,Catty dan Seven sudah stanbay disana. Sedangkan Kenan baru muncul dari arah kamarnya dengan laptopnya. Dia tertegun mwlihat Kay dan Catty juga ada disana.
"Apa-apaan ini? kenapa kalian belum tidur?" tanya Kenan mendomonasi.
"Kita satu server om." sahut Catty santai.
"Apa?"terkejut.
Kay memutar laptop yang sedari tadi diotak atiknya menunjukannya pada Kenan.
"Ada yang tidak beres perusahaan Daddy. Kami tak bisa tinggal diam." tegas Catty menatap tajam.
Kenan terkejut. Lalu mengulas senyum.
"Kalian mempercayaiku?"
"Disaat seperti ini,siapa yang bisa kami percaya kecuali Om kenan."Sahut Catty mantap.
###
Disebuah hotel bertingkat di kota M , seorang pria sedang menelpon didepan jendela yang menghadap gemerlap kota malam itu.
"Baik bos. Semua sudah sesuai rencana."ucap pria itu yakin.
"Kedua orang itu akan membayar atas apa yang sudah mereka lakukan ada Ana."suara seseorang disebrang sana.
"Tenang saja boz kita akan menghancurkan keduanya secara perlahan."seringai pria itu menghisap ududnya.
__ADS_1
____€€€____