Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
chap 53


__ADS_3

Malvin menanti Embun dengan sabar di depan pintu balroom yang agak ramai. Tiba-tiba ponselnya berdering. Malvin mengeceknya, panggilan dari Kakek Hana. Malvin menghela nafasnya dan menjauh dari keramaian.


"Hallo? Ada apa kek?"


("Vin, aku sudah kembali.") Wajah Malvin berubah, menandakan dia sangat terkejut.


("Aku ada di vilaku. Datanglah jika kamu senggang. Ada yang ingin aku bicarakan.")


"Baiklah Kakek. Akan saya atur waktunya."


Malvin menutup sambungan telponnya. Dia menghela nafas berat. Lalu dia kembali kedepan pintu balroom menunggu Embun datang.


"Kenapa lama sekali?" Malvin menyambut kedatangan Embun, dengan pelukan.


"Aku bertemu dengan Mas Danu." membalas pelukan Malvin,


"Kalian sudah bertemu?" tanya Malvin datar, melepas pelukannya. "Bagaimana reaksinya?"


"Dia terkejut, dan menanyakan dengan siapa aku datang. Aku tak menjawabnya, tapi sepertinya dia menebak dengam benar. Dia menyebut namamu." tersenyum tipis."Nama lengkapmu, dengan sangat lancar."


"Baiklah. Ayo masuk." melingkarkan tangan kirinya dipinggang Embun.


Begitu memasuki balroom Malvin disambut hangat oleh beberapa petinggi disana. Mengiringinya berjalan menuju meja yang di khususkan untuknya. Kenan sudah lebih dulu duduk disana.


"Kenapa kamu sudah duduk disini Ken?"tanya Malvin datar.


"saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik sebelum anda datang Tuan."membalas sama datarnya.


"Alasanmu saja agar bisa mencuri start kan?!"dengan senyum tipis


"Hahaha...."tertawa garing.


Malvin dan Embun duduk. tak lama Mc memegang kendali memutar musik samba dengan alunan beat yang cepat.


"Time for dance!" seruunya..


Malvin berdiri dan mengulurkan tangannya.


"You wanna dance?"


Embuun terkekeh.


"Untuk ini kah aku belajar di kelas menari?" memyambut tangan Malvin.


"Benar! Ayoo berasenang-senang." menarik Tangan Embun membawanya ke lantai dansa, dimana disana sudah ada beberapa pasangan yang lebih dulu menari.


"Aku senang melihatmu tersenyum. Lebih banyaklah tersenyum."


"Aku sellalu tersenyum bersamamu Mal."Mode dansa.


"Kalau begitu, teruslah bersamaku."


Embun terkekeh.


"Aku akan melupakan semuanya, dan berbahagia malam ini."


Malvin dan Embun menikmati alunan musik salsa. tanpa menyadari pasang mata menyedihkan yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


###


Mas? Kenapa duduk dilantai? Kamu kenapa Mas?" suara Yura tangan istrinya itu menarik lengannya agar bangun.


"Mas Danu pucat. Mas Nggak papa kan?" tanya Yura kuwatir.


Danu hanya menatap Yura, Entah dengan pandangan apa. Dengan lemas Danu berdiri mengikuti Yura yang memeluk lenganmya kembali ke balroom dimana dinner berlangsung. Danu merasa kosong.


Balroom itu begitu ramai dan riuh, dengan iringan musik samba yang membuat beberapa pasangan menari dan berdansa mengikuti irama. Tak terkecuali dengan Embun, pasang mata Danu melihat wanita itu tengah menari begitu lincah dan lihay, seperti seorang penari profesional. Wajah ayu yang tersenyum lebar bersama pasangan prianya, membuat Danu terpaku dan semakin lemas.


"Mas?" panggil Yura, melihat suaminya yang terlihat tak bertenaga, segera Yura ikut melihat kemana mata Danu tertuju. Yura terkejut bukan kepalang.


"Dia... bukankah dia Embun?"Dengan suara bergetar,"apa yang wanita itu lakukan disini?" tubunya gemetar hebat.


Yura masih mengingat, malam dimana dia merasa terancam oleh kedatangan pria dirumahnya karena rencana liciknya untuk Embun. Dan wanita itu kini berada di balroom, satu ruangan yang sama dengannya, sedang menari dengan riangnya bersama dengan seorang pria asing.


Memyadari istrinya ikut lemas, Danu menguatkan diri memapahnya ke kursi kosong terdekat.


"Yura, kamu baik-baik saja?"tanya Danu walau dia sendiri sama syok nya.


"Apa yang dia lakukan disini mas? kenapa dia bisa ada disini?"Yura dengan wajah pucat dan berkeringat.


"Mas?"


"Mas juga nggak tau Yura." balas Danu lemas.


"Mas, kita pergi aja dari sini. aku merasa mual dan pusing." ajak Yura bangkit dari keterkejutannya. Dia berdiri dengan dibantu Danu.


"Baiklah Yura."


Didepan pintu keluar Danu dan Yura berpapasan dengan salah satu rekannya.


"Pulang, istriku sedang tak enak badan."jawab Danu menuntun Yura.


"Begitu? Sayang sekali, padahal ini bisa jadi kesempatan Emas, Tuan Malvin dan istrinya sudah hadir."


"Apa? istrinya?" Danu dan Yura bersamaan. Mereka saling berpandangan, lalu melirik kearah lantai dansa. Wajah mereka pun semakin pucat mendengar kabar itu.


"Iya. Mereka sedang berdansa disana." menunjuk Malvin dan Embun yang tengah menari salsa. Yura melemas, untung Danu bisa mengimbangi hingga tidak limbung.


"Ma-maaf, sepertinya istriku sudah tidak kuat lagi. Kami permisi."


"Iya, sebaiknya kalian pulang. Sepertinya kurang sehat, kalian terlihat pucat."sahut rekannya itu. "Hati-hati dijalan."


Setelah sempat berbasa-basi Danu dan Yura memasuki mobil dan berkendara pulang.


Didalam mobil hanya ada keheningan. Baik Danu maupun Yura tenggelam dalam pikiran masing-masing. Yang jelas mereka masih tidak percaya,


"Mas....."


"A-ada apa Yura? kamu merasa lebih buruk?"melirik sekilas kearah Yura. lalu kembali memancang kedepan.


"Mas, bagaimana ini bisa terjadi?"


"A-apa yura?" Danu mengerti maksud Yura, tapi dia hanya pura-pura bodoh saja.


"Embun, Mantan istri mas Danu...."

__ADS_1


"Kita nggak usah membicarakan dia dulu." danu mencoba menguasai diri, dia pun masih merasa sangat syok.


Bagaimana bisa, Embun wanita dekil yang dia ceraikan dulu kini malah menjadi istri bosnya? Mungkinkah Pria itu yang selama ini berada dibalik layar? Yang mwnjadikan Embun menjadi wanita yang seperti sekarang? Jadi kecurigaannya akan Embun yang sudah menjalin asmara jauh sebelum mereka berpisah dengan pria asing itu adalah benar?


EMBBUUUUNNN -- batin Danu geram..


Membayangkan dirinya dihianati rasanya dia sangat marah. Tak sepantasnya seorang wanita yang masih bersuami menjalin hubungan dengan pria asing.


Gigi Danu bergemeletuk menahan amarahnya. Namun dia bisa apa sekarang, mengingat kini bahkan posisinya mungkin terancam oleh ulahnya sendiri.


Jadi, apa ini bagian dari rencana busuk mu Embun? pikir Danu geram.


_____


Embun dan Malvin kembali kerumahnya, saat itu pukul 22.00 mereka memang kembali lebih cepat, mengingat semua sudah keluar dari rencana.


Malvin memarkirkan mobilnya digarasi. Menarik tubuh Embun untuk segera masuk kedalam rumah. Mereka menyempatkan diri berciuman ditangga sebelum benar-benar melangkah kelantai dua rumah itu.


"Malam ini tidur dikamarmu saja." ucap Malvin menaiki tangga.


"Oke" Embun menyetujui."Aku ingin melihat anak-anak dulu."


Malvin berbalik, begitu mereka sampai di lantai atas. menunggu Embun naik. Dengan senyum mesumnya menyambut Embun.


"Kiisss good night." mengerling nakal.


"Aaaarrgggg.... Nanti dikamar aja. Aku ingin melihat anak-anak dulu. Kangen."


"Just a minute." Memeluk dan melahab bibir seksi Embun.


"Uuuuummmm..... Sudah." Ucap Embun meloloskan diri. dan melangkah kearah kamar Catty. karena menurut pak Niar, kepala pelayan malam ini mereka tidur berdua dikamar Catty.


Embun sudah semakin mendekat ke pintu. Di sentuhnya handle, Malvin sudah memeluknya dari belakang.


"Mal, bagaimana kalau mereka liat?"


"Mereka pasti sudah tidur." mencium pipi Embun.


Embun tersenyum kecil.


"Siapa yang sudah tidur Dad?" suara Catty dari arah luar kamar, Embun menoleh, begitupun dengan Malvin. Dua gadis kecil menatap mereka berdua dengan mata jernihnya.


"Aaarrrrgggg... Kenapa kamu selalu merusak kesenangan Daddy cat?" melepas pelukannya dan mendekat kearah Catty. Berjongkok agar bisa mencubit pipi anak gadisnya.


"Dasar Daddy mesum."gerutu Catty."Iya kan Mommy Em..."beralih menatap Embun namun terputus.


"Mommyy??" Catty mengulang, dengan dibarengi wajah yang terkejut seolah melihat sesuatu yang tak mungkin.


Malvin yang berjongkok didepan Cat pun ikut menoleh melihat kearah Embun. Wajah pria itu juga berubah..


"Hana......"


____€€€____


Readers semangatin Othor donk biar semangat.


like dan komen ya

__ADS_1


trims


😊


__ADS_2