
"Mommyy??" Catty mengulang, dengan dibarengi wajah yang terkejut seolah melihat sesuatu yang tak mungkin.
Malvin yang berjongkok didepan Caty pun ikut menoleh melihat kearah Embun. Wajah pria itu juga berubah sangat terkejut..
"Hana......" Malvin berdiri dengan tatapan terkejutnya.
Embun yang bingung dengan Ayah dan anak itu hanya menatap keduanya dengan penuh tanya. Baik Malvin juga Catty melihat kearahnya, Embun menoleh, tak ada siapapun dibelakang. Membuat Embun semakin penasaran. Ia kembali menatap Malvin dan Catty yang bergantian.
"Ada apa ini? Cat? Mal?" tanya-nya akhirnya masih dengan mimik bingung.
"Kenapa kalian seperti melihat hantu?" Tubuh Embun berdiri berdampingan dengan foto mendiang Hana, istri Malvin yang tergantung didinding beberapa meter dibelakangnya. Wajah mereka memang mirip. Hanya aura wajah mereka berbeda.
"Mommy?"lirih Cat menyebut.
"Cat, kembalilah kekamarmu, dan Kay juga." titah Malvin, wajahnya yang seketika berubah dengan guratan kesedihan itu membuat Embun semakin bertanya-tanya.
Catty dan Kay masuk kedalam kamarnya. Sebelum tubuh Catty benar-benar hilang dibalik pintu, gadis itu menoleh. Menatap Embun dengan pandangan yang berbeda.
_____
Embun mengguyur tubuhnya di dibawah sower. merasakan hangatnya air yang menenangkan malam itu, sedikit mengurangi lelahnya. pikirannya kembali pada saat Catty menyebut Mommy dengan cara yang berbeda. Juga Malvin yang spontan menyebut Hana.
Ada apa dengan mereka berdua? Batin Embun,
Embun keluar dari dalam kamar mandi, dengan berlilitkan handuk ditubuhnya, didalam kamarnya tak ada Malvin. Embun melihat tirai melambai-lambai dimainkan angin. dia berjalan ke beranda kamarnya, disana Malvin tengah berdiri menatap bintang dengan sebatang rokok ditangannya yang perlahan dia dekatkan kemulut lalu menghisapnya. mengeluarkan kepulan asap. Pria itu mendessaahh panjang.
Embun berjalan mendekat, memeluk tubuh pria kekar itu dari belakang. Membuat Malvin terkejut, Malvin tersenyum kecil, mematikan rokoknya, dia memutar tubuhnya, bersandar pada pagar pembatas beranda. Memeluk pinggang Embun. Malvin mengangkat dagu wanita yang terlihat segar seusai mandi itu dengan jarinya.
"Aku mencintaimu." Mencium bibir Embun, tentu saja Embun membalasnya, menempatkan tangannya di lengan Malvin. Dan menikmati lembutnya lidah pria bule itu menari-nari di dalam mulutnya.
Malvin menggotong tubuh Embun, dengan masih menciumnya, tangan Embun berpindah mengalung dileher Malvin. Langkah perlahan membawanya ke pembaringan.
sepertinya aku sudah terlalu terbiasa melihat wajah Embun, hingga tak menyadarinya. Apakah alam bawah sadarku menyadari itu dan dengan sendirinya jatuh cinta padanya? Apa yang sebenarnya aku sukai darinya? Siapa yang sebenarnya aku cintai? Embun atau kah bayangan Hana didirinya? Malvin bergulat dalam dirinya.
Diatas ranjang, Malvin semakin memperdalam ciumannya. Memeluk tubuh Embun semakin Erat. Embun yang sudah kehabisan nafas itu memalingkan wajahnya, hanya agar ciuman Malvin yang semakin ganas itu terjeda. Nafas mereka sudah sama-sama memburu, Malvin memdekatkan wajahnya lagi, Embun menahan dada Malvin
"Aku masih pendarahan Mal."lirih Embun dengan nafas cepat. wajahnya sudah memerah.
"Ini bukan projek membuat anak beb." Malvin kembali mendekatkan wajahnya.
"Tapi, kamu sudah bertelanjjang dada sekarang, dan aku sangat berantakan." Embun mengucapkan dengan wajah memerah, lilitan handuknya sudah entah kemana. Dia hanya mengenakan segitiga penutupnya saja.
Malvin menelan ludahnya begitu susah, terlihat dari jakunnya yang naik turun.
"Aku tidak akan menyentuh area itu...." kembali menelusupkan wajahnya di ceruk leher Embun. Mengigit-gigit sayang disana.
Hingga esok pagi Melvin masih memeluk tubuh Embun. dibawah selimut. Malvin membuka netranya, menatap wajah yang terlelap itu.
__ADS_1
" Siapa kamu?" terdiam sejenak.
"Hana? atau Embun?" tanya-nya pelan.
"Embunn...." mengecup bibir Embun.
_____
Malvin memasuki gedung CRD CORP didepan lift, Malvin disambut oleh Ken yang sedang menunggu pintu lift terbuka. Lalu mereka memasuki lift bersama.
"Tuan Bram sudah datang." ucap Kenan didalam lift yang bergerak itu.
"Aku tau." Malvin menjawab datar.
"Beliau ada diruangan anda."
Malvin menoleh. "Apa?"
###
Didalam ruangan Malvin. Seorang pria tua berumur 68 tahunan duduk disofa tamu. Dengan secangkir teh dimeja. Tak lama Malvin masuk keruangannya, melihat kakek tua itu lalu menunduk memberi hormat. Malvin pun duduk berhadapan dengan kakek dengan bersekat meja.
"Apa yang membawa kakek kemari?"
Kakek tua bernama Bram itu tersenyum tipis.
Malvin terdiam sejenak.
"Iya. Benar kek." ucapnya mengiyakan,"Aku memang sudah menikah."
Kakek tersenyum tipis, namun raut wajahnya menunjukkan ketidak-sukaan.
"Selamat atas pernikahanmu."
"Terima kasih Kakek."
"Bagaimana pencarianmu?" mengambil cangkir teh dan meminumnya.
"saya masih berusaha kek."
"kau tidak menghentikannya karena sudah menikah kan?" tanya kakek bram penuh penekanan dengan tatapan tajam yang dingin.
"Tentu saja tidak kek."
"Bagus. Kau juga tidak lupa dengan janjimu kan?" ucap kakek Bram lagi, menekan untuk menyakinkan sekaligus mengingatkan Malvin.
Malvin terdiam dengan wajah sendu."Tidak kakek."
__ADS_1
_____
Hari itu Malvin pulang agak larut. Dia memasuki kamarnya. Menatap ranjang kamarnya. Embun sudah terlelap disana dengan selimut yang memutupi seluruh tubuhnya hanya menampakkan kepalanya saja. Malvin membersihkan diri dikamar mandi. Lalu keluar dengan baju tidurnya. Mantap sendu pada istrinya yang terlelap itu.
Malvin duduk dipinggiran ranjang.
"Maafkan aku." lirihnya. "Mungkin aku, juga akan menyakitimu. Tapi sedikitpun tak ada niatan untuk menghianatimu Embun."
Malvin mejamkan matanya. Dulu dia memang sudah berjanji pada kakek Bram akan mencari kembaran Hana. Dan akan menikahinya. Malvin menghembuskan nafas panjang menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Aku tak pernah menyangka akan jatuh cinta lagi, secepat ini. Dan itu justru melukaimu."
There's a danger in loving somebody too much
[ Ada bahayanya terlalu mencintai seseorang]
And its sad when you know
[Dan menyedihkan saat kamu tau]
Its your heart you can't trust
[Hatimulah yang paling tak bisa dipercaya]
There's a reason why people
[Ada alasan mengapa orang]
Don't stay where they are
[ Tidak menetap dimana mereka berada]
Baby sometimes love just aint enough
[Sayang, kadang cinta tidaklah cukup]
a song cover by myco
_____
Readers, semangatin othor donk... biar up terus.
Like dan komen ya
thank you.___
๐๐
__ADS_1