
"Kau tau tentang web Daddy yang bermasalah?" selidik Catty.
Kayla terdiam. Dia berfikir sejenak, ragu haruskan menjawab atau tidak.
"Aku tidak tau."jawab Kayla."Tapi...."
wajah Kayla sedikit berubah. membuat Catty makin bertanya-tanya.
"Apa? Jangan membuat ku penarasan."
"Aku belum tau banyak apa yang terjadi. Aku sempat mencoba mencari tau sendiri. tapi aku takut."terang Kayla menjelaskan situasinya.
"Lanjutkan..."ucap Catty.
"Daddy memiliki jaringan pelindung. aku tak berani masuk, karena jika sampai ketahuan yang menerobos dari alamat IP di rumah ini...."
"Aaahhh... benar! Kau jadi tersangka."ucap Catty memotong.
"Aku tak ingin melukai Daddy Mal."lirih Kay,
"Benar, daddy pasti sangat marah dan terluka jika dia tau kamu yang jadi pelakunya."
"Tapi aku tidak melakukannya."bantah Kay cepat dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Iya aku tau."Catty berfikir sejenak.
"Bagaimana kalau kita bicara pada Om Kennan. Mungkin kita bisa dapat sesuatu."saran Catty.
Kay menggeleng.
"Apa menurutmu dia akan percaya pada bocah seperti kita?" tanya Kay ragu.
"Jangan kuatir aku akan pepet dia. Maksud ku aku akan mencari tau dan membujuknya. Serahkan urusan om Kennan padaku." ucap Catty penuh percaya diri. menepuk dadanya.
"Cat, sebenarnya hanya alasan mu saja kan? biar bisa dekat-dekat dengan Om Kennan..." meragukan dengan mata memicing.
"Hhiiiihhh... aku mau bantu nih. bukannya mau cari kesempatan..." Kilah Catty dengan wajah memerah ketahuan modusnya.
"Kalau begitu kenapa mesti teriak-teriak? dan wajahmu memerah?"
"Aaaa.. ini karena...aku alergi."
__ADS_1
"Hmmmmp... Alergi apa? disini mana ada yang buat kamu jadi alergi."
"Ada!"
"Apa?"
"Debu! Debu serbuk bunga masuk dari jendelamu, kau selalu membuka jendalamu kan?" Catty beralasan.
"Aaah iya baiklah baiklah kakak."
"Eheemmm...Baiklah! Ayo bantu Daddy Mal." Catty mengulurkan tangannya. Kay tersenyum yakin. Lalu menyambut uluran tangan Catty.
"Kay dari mana kamu bisa meretas?"
"Itu karena kasus vidio anak panti."ungkap Kay singkat.
"Aaahh.. yang itu." Catty mengerti.
"Dulu sempat gempar. Aku mencoba-coba mengejar pelakunya, dan justru bertemu dengan seorang kawan. dia yang mengajariku."terang Kay mengingat momen itu.
"Tapi, itu sudah lama sekali Kay."ucap gadis berambut pirang itu.
"Kay, sampai dimana perjalananmu menembus benteng web Daddy?" lanjut catty
"Catty, aku tak bisa melakukan ini sendiri."ujar Kay.
"Apa yang harus kulakukan."
Kayla menggigiti kukunya. dia berfikir sejenak.
"Bagaimana menurutmu?"
"Aku sih nggak ngerti tentang hal seperti ini tapi aku bisa mengumpulkan informasi manual."ucap Catty yakin.
###
Pagi itu saat sarapan di meja makan. Embun sudah bersiap setelah menyelesaikan sarapanya.
"Anak-anak kalian tidak usah mengantar momy, selesaikan sarapan kalian. Jadi anak baik dan jangan menyusahkan Om Kenan." pesan Embun menciumi kepala ke empat anaknya bergantian.
"Yeeessa moomm." serentak.
__ADS_1
Embun pun pergi meninggalkan anak-anaknya melangkah keluar mansion Keluarga. untuk berangkat kebandara.
"Besok kalian libur kan?" tanya Kennan pada keempat anak asuhnya. Ya sekarang mereka adalah anak asuh Kenan selama beberapa hari kedepan.
"Heem.." Angguk Si kembar bersamaan.
"Kalian mau pergi kepantai?"
"Mau!!" menjawab serentak.
"Berhubung ada libur dua hari bagaimana kalau kita kepulau?"
"Benarkah? pulau mana om kenan?" si kembar bersemangat.
"Nanti om kenan kasih tau. Sekarang selesaikan makan kalian dan berangkat sekolah."
"Baik!"
Kenan beralih menatap kedua anak gadis tuannya itu.
"Bagaimana dengan kalian?"
"Ngikut."balas Catty cepat.
Kenan beralih menatap Kay "Aku juga."
Kennan tersenyum. "Bagus kalau begitu kita sepakat."
"Sepakat!" ucap Catty.
Setelah mengantar ke empat anak-anak boznya kesekolah, Kenan memutar kemudinya dan berhenti dibawah sebuah jembatan. Kenan menunggu sejenak. Lalu seseorang masuk kedalam mobilnya dan duduk.
Kenan menyerahkan sebuah amplop coklat.
"Aku membutuhkan jasa mu lagi. Se7en."
"Terima kasih kak, sudah percaya padaku." ucap Se7en tersenyum membawa amplop coklat itu keluar bersamanya menjauh dari mobil Kennan.
Kennan membuang nafasnya.
"Maaf tuan, saya lancang melakukan penyelidikan sendiri. Saya. tidak percaya dengan benteng anda." gumam Kenan pelan.
__ADS_1
"perusahaan IT yang Tuan Malvin percaya sangat mecurigakan."
___€€€___