Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
chap 46


__ADS_3

Embun mulai gelisah dia mondar mandir didalam box bianglala.


"Ini sih bukan bianglala. tapi biangkerok." bergumam gumam.


Malvin hanya duduk santai di sofa depan meja. memperhatikan Embun yang mondar mandir dan bergedumel. Raut gelisah tampak jelas diwajah cantiknya.


Malvin melirik jam yang melingkar ditangannya. Lalu kembali memperhatikan gadisnya yang cemas itu.


"Duduklah. apa kamu nggak capek mondar mandir terus?" menepuk sofa disampingnya.


Embun tak menyahut, dia berjalan ketepian menempelkan dirinya dipintu kaca transparan, agar terlihat orang dibawah sana. tapi tentu saja itu mustahil.


Bagaimana jika tak ada yang sadar jika kami terjebak disini? Aku harus bagaimana sekarang? Kayla, Catty, pasti mereka panik mencari kami. pikir Embun cemas.


Embun memukul pintu kaca tebal itu.


"Kenapa harus terjebak begini?" bergumam pelan dengan penyesalan karena memilih menaiki bianglala.


Malvin kembali melihat jam ditangannya. Dia mulai beranjak mendekat.


"Sepertinya ada yang melambai kemari." ucapnya berdiri dibelakang Embun.


Embun langsung melihat keluar dibawah bianglala. Matanya membulat, melihat dibawahnya tersusun bunga krisan kuning membentuk hati, dan susunan manusia berkaus merah membentuk Will you marry Me.


Embun memaku, tentu saja dia terkejut. Lalu dia menoleh, mendapati Malvin bersimpuh dengan memegang kotak kecil yang terselip didalamnya sebuah cincin.


"Wil you?"


"marry me?"


Embun lemas, tak tau harus berkata apa, tubuhnya tersandar pada pintu kaca dibelakangnya. Matanya melihat lagi tumpukan barang diatas meja yang dia bawa tadi. Lalu beralih menatap Malvin.


"Menikahlah denganku Embun."


Mengulurkan tangannya.


"Jadi ini kerjaanmu?"


Malvin tersenyum manis. Embun tertawa lega.


"I Will.... I will Mal." menyambut tangan Malvin.

__ADS_1


Malvin mencabut cincinnya dan menyelipkannya dijari manis Embun lalu mengecupnya. Dia berdiri dan menarik sedikit kerah jasnya hingga dibatas mulutnya.


"Jalankan lagi." ucapnya,


Ternyata ada microfone kecil yang selipkan dikerah jasnya. sebagai alat komunikasi. Bianglala itu kembali bergerak. Embun menatap berkeliling, Dia kembali tertawa lega, juga jengkel. Dia benar benar dikerjai sekarang.


Malvin meraih pinggang Embun, mendekat ketubuhnya dan mengecup bibir lembut Embun. yang tentu saja mendapat sambutan dari wanitanya. Selama bianglala itu turun mereka masih saling memcumbui dan terhenti begitu sampai dibawah.


Pintu box bianglala terbuka otomatis. Embun keluar dengan senyuman, dia disambut oleh puluhan orang berbaju merah dengan membawa balon dan bunga dengan kertas ucapan selamat menempel padanya. Yang diserahkan setiap orang padanya saat melangkah. Beberapa dari mereka ada yang tadi 'menitipkan' boneka dan buket mawar. Embun tersenyum lebar melihat mereka lagi.


Malvin hanya berjalan dibelakangnya memgikuti langkah Embun. Hingga di ujung langkah Embun berhenti, melihat putri kecilnya dengan gaun putih menyodorinya buket bunga mawar merah. Sementara disamping Kay, berdiri Catty dengan buket bunga uang berwarna warni bersiap menunggu giliran. Membuat Embun tertawa lebar lalu memeluk keduanya. Air mata keluar begitu saja. Tentu saja air mata bahagia.


"Maaf baru malamarmu sekarang." ucap Malvin dari belakang Embun, membuat wanita itu menoleh dan berbalik.


"Ada banyak kejadian kemarin dan tadi malam Kay memberikan restunya, jadi....." Malvin tak menyelesaikan ucapannya dia memilih menatap inten Embun dengan senyum tipis.


Embun menggeleng, "Mmmmm..... Tidak. Aku sudah sangat bahagia." tersenyum lebar.


Malvin memeluk wanitanya dengan pelukan hangat.


"Aku juga."


Malvin tergelak..


"Heemmm..." Ucapnya, "Aku rugi besar jika kamu menolakku."


Embun terkekeh..


"Dan aku pasti menuntutmu. Karena membuatku kalah banyak." mengerling nakal.


Embun kembali terkekeh.


"Apa itu artinya aku sudah boleh menaiki semua wahana disini?"


"Tentu saja. Semua ini milikmu hari ini." ucap Malvin.


"Ayo anak-anak, kalian juga sudah tak sabar ingin naik roller coster kan?!" seru Malvin menarik Kay dan Catty yang tergirang-girang mendengar ajakan Daddy mereka.


Dan hari itu mereka habiskan menjajal semua wahana extreem disana.


Hingga hari menjelang petang. Malvin mengendarai mobilnya kembali kerumah, Catty dan Kay tertidur di jog belakang karena kelelahan. Sementara Embun tersenyum-senyum menatap cincin dijari manisnya. Malvin meliriknya dan ikut tersenyum.

__ADS_1


"Sebahagia itu?"godanya. Padahal dia sendiri juga kegirangan, bentar lagi udah bisa ngrasain tusuk lobang😁.


"Heeemm.... You're not?"


"Tentu saja, aku juga."Jawab Malvin,


"Berkas pernikahan sudah aku daftarkan, tapi tidak bisa cepat mengingat kewarganegaraanku berbeda. Kamu mengerti kan?" melirik Embun sekilas lalu kembali memancang kedepan.


"Heemmm....." angguk Embun."Berapa lama?"


"Seharusnya dengan kemampuan Kenan bisa selesai dalam tiga hari, tapi karena aku sedikit spesial mungkin skitar lima hari lagi." sahut Malvin masih fokus menyetir."Itu cukup untuk mempersiapkan pesta pernikahan kita."


"Kamu ingin ada pesta?"


"Kenapa? apa kamu tak ingin?"


"Aku lebih suka tanpa pesta, pesta besar tidak menjamin kebahagiaan dan kelanggengan rumah tangga."jawab Embun sendu. Dia teringat kembali bahtera rumah tangganya dengan Danu.


"Apa kamu sedang membicarakan Danu?"


Embun menoleh dan tersenyum getir.


"Dengarkan aku Embun, setelah aku melamarmu hari ini. Kamu sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Danu."tegas Malvin. "Dan jangan temui dia lagi, apapun alasannya."


"Baiklah."


Malvin menepikan mobilnya, dia melepas sabuk pengamannya dan meraih dagu Embun. Melummatt bibirnya perlahan penuh kelembutan....


Daddy.... Daddy..... Nggak bisa apa nunggu dirumah? kenapa aku malah terbangun disaat yang tidak tepat.


Mendengar suara kecapan yang mengganggu telinganya. Namun tetap pura-pura tertidur.


Hiiiiiihhhh.... Daddy!!!!


Siapa yang terbangun? Kay atau Catty?


_____€€€_____


Berhubung ini part happy happy aja jadi pendek aja😁


Tetep semangatin Othor ya, like dan komen. Love you readers 😘😘

__ADS_1


__ADS_2