
"Kamu berdarah sayang." ucap Malvin
"AAAAAAAARRRRRRRGGGGGG COME ON."
Malvin terkekeh, "Disini aku yang seharusnya kecewa, kenapa kamu yang histeris?"
Malvin merangkak diatas tubuh Embun, mencium leher jenjangnya. Membuat Embun yang sedang kesal itu sedikit melunak.
"Minggirlah Mal, Aku harus cari pembalut."
"Nggak mau."
"Mall!"
"Aku mau selesaikan yang sudah kumulai."masih mengecup ceruk leher Embun.
Embun menggeram. "Mal, ini penyakit jadinya kalau diterusin." mencoba mendorong lengan Malvin.
"Bukan! Tapi kesenangan." menyeringai buas menatap istrinya.
"Mal! Aku sedang pendarahan!"
Malvin tergelak. "Tapi bo'ong..Hahahaha."
Pria itu kembali tergelak hingga seluruh tubuhnya berguncang.
"Apaaa??" menatap Malvin kesal
"Tadi kamu bilang...uuuuggggmmmmmm...."
Malvin sudah membungkam mulut Embun lagi. Embun memberontak merasa kesal dan marah sudah dibohongi hingga perasaannya campur aduk nggak jadi malam pertama.
"Uuummmmm... uuuuuuupppppmmmm...." Embun memukul-mukul tubuh Malvin.
"Sakit Honey." pekik Malvin.
"Sakit? haaaaahhh?" mencubit dada Malvin.
"Aaaaagggghhhhh...." Malvin malah mendessaaahh. Embun melotot padanya dan langsung melepasnya.
"Kok udah?"nyengir dengan mimik yang dipasang kecewa.
"Hiiiiihhh...." kali ini pindah mencubit pinggang Malvin.
"Aaaaaaarrrrggggg.... sakit Sayang!"
"Sakiiiitt haaaaaa?" semakin keras mencubit pinggang suaminya, tambah dipilin pulak.😣 kejamnya kamu Embuunn😏.
"Sakiitt sayaaang.. Kalau ginjalku pecah gimana?" langsung menjauh dari tubuh Embun. Menggosok-nggosok pinggangnya yang memerah.
"Emang hatiku pecah? gara-gara kamu....." geraamm mengepalkan tangannya di depan mukanya sendiri.
Embun kembali membenahi bathrobenya.
"Eehh, jangan ditutup beb."Malvin kembali mendekat.
"Biarin. Puasa aja kamu sampai taon depan!" berang Embun beranjak dari ranjang.
"Jangaaaann doonnkk!" menarik tangan Embun hingga jatuh di lengan atasnya Malvin.
"Aku mana tahan puasa sampai tahun depan." menatap wajah istrinya, dengan senyum nakalnya.
Cup..
Malvin kembali menautkan bibir, memperdalam hingga kerongga mulut istrinya terlibas semua.
__ADS_1
Godaan macam apa ini, Tuhan? batin Embun yang sudah tak tahan lagi.
Bodo amat. Menyambut ciuman Malvin.
Hingga mereka bertukar posisi, giliran Embun yang diatas tubuh Malvin. Embun mengakhiri ciumannya,menegakkan punggungnya, duduk diatas tubuh Malvin, mengelus dada dan perut suaminya. Malvin tersenyum menatap Istrinya yang sudah polos itu.
"Doggystyle?"
Embun tergelak..
Malam panas itu berakhir hingga tiga ronde, keduanya yang kelelahan terlelap bersama diatas karpet bulu kamar hotel suite itu. Yaahh, sampai berbagai macam pose dicoba, jadinya berakhir dilantai bukan diranjang.😁
Keesokan paginya Embun bangun lebih dulu, tanpa membangunkan Malvin yang masih dialam mimpi karena kelehan itu. Embun membersihkan diri dikamar mandi. Lalu keluar dengan dres dibawah lutut.
Embun mendekati Malvin yang masih terlelap. bermain-main dengan alis dan bulu matanya yang tebal. Embun cekikikan saat kelopak mata malvin sedikit bergerak karena risih. (mungkin)
Embun terkekeh, tangan lentiknya berpindah keperut Malvin. Membelah-belah roti sobek suaminya lalu menjumputnya dan mendekatkan tangannya itu ke mulut,
Hap!
Seolah sedang memakan roti sobek yang dia jumput.
"Sekarang makan sossis..." lirihnya bergumam.
Jari-jari Embun berjalan-jalan dari perut turun kebawah. Lalu menggunting-gunting sossis dengan kedua jarinya. Malvin tersenyum dengan tingkah istrinya itu. Jujur saja dia sudah sedari tadi bangun, saat Embun membelah-mbelah perutnya. Namun Malvin memilih tetap memejamkan matanya, melihat seberapa jauh keusilan istri barunya itu.
"Waktunya makan...." Embun kembali bergumam lirih menirukan gaya doraemon.
HAP!
Embun terlonjak kaget, Malvin sudah menggigit pahanya dengan setengah duduk.
"Aku mau makan paha...." Malvin ikut-ikutan menirukan gaya doraemon.
"kamu kapan bangun?"masih denga mimik terkejut.
"Morning kiss" bisik Malvin melanjutkan lagi ciumannya. Malvin memeluk tubuh Embun dan memajukan tubuhnya, mendorong tubuh Embun kebelakang dengan perlahan. Tangannya merayau kemana-mana. Berkelana disetiap inci tubuh Embun. Wanita itu melenguh. Memancing gaiirrah pria 34 tahun itu.
Malvin mengangkat dress Embun dan menarik lepas kain segitiganya. Mangangkat kaki Embun kepinggangnya. Dengan tangan yang masih memegang kain segitiga penutup itu. Malvin siap tempur lagi, Matanya tanpa sengaja melirik kain yang dibawanya. Dia terkesiap, lalu menjembrengnya.
"Oooohhh My Goooooodddd!!" serunya.
"Untung aku udah tempur duluan semalam!" pekiknya. Embun yang masih tergeletak pasrah itu mengangkat kepalanya.
"Kamu pendarahan beneran beb." menunjukan noda merah dikain yang dia jembrengkan.
Embun menjatuhkan kembali kepalanya. Kecewa? Pastilah!
Malvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Untung udah tiga kali main." bergumam pelan, "Puasa lagi deh..." ujarnya lemas..
"Nggak papa cuma seminggu." mengangguk mantap menyemangati diri.
"Honey, aku carikan pempers dulu ya." beranjak kekamar mandi.
"bukan pempers pembaluuutt!"seru Embun masih jengkel.
"Iya itu maksudnya." berbalik sebentar lalu masuk kekamar mandi.
"Awas kalau salah. kamu yang kusuruh pake." pekik Embun.
Tak lama Malvin keluar dengan berbalut handuk dipinggangnya dengan rambut basah.
"Kalau kita skalian keluar makan gimana?" tawar Malvin menggosok rambutnya yang basah.
__ADS_1
"Okey." tersenyum mendekat, membantu malvin memakai kemejanya.
Setelah Malvin berpakaian lengkap. Sejoli itu keluar dari hotel, membeli pembaluut untuk Embun, kemudian memilih restoran jepang sebagai santapan kali ini.
"Nanti malam siapkan dirimu." ucap Malvin menyuapkan susie ke mulut Embun.
"Baiklah."
"Jangan memandang kearah lain. Hanya padaku."
"Iyaa sayang kuuhh.." mencubit pipi Malvin gemas. Malvin tersenyum puas.
"Hari ini kita nggak usah pulang."
"Kenapa?" sedikit terkejut,"Kay dan Catty pasti kangen."
"Biarkan saja. Hari ini kamu milikku seorang. Tak ada anak-anak." tegas Malvin.
Embun menghela nafasnya, "Aku sedang banjir. Mau apa?"
"Jalan-jalan. Kita belum pernah kencan berdua."
"Pernah Mal."
"Kapan?"
"waktu motorku macet. Aaahh, aku jadi kangem naik motor."
"Itu nggak dihitung!"
"Curang!"
"Aku sudah mengagendakan untuk kencan kita hari ini."
"Baiklah tuan Malvin."
Hari itu mereka hanya berjalan-jalan dikebun binatang, sebelum mereka berpindah ke salon langganan Embun melakukan perawatan.
"Uuuummmm... Tuan Malvin kali ini anda ikut mengantar istri?" ucap pemilih Salon.
"Bwgitulaaaahh"
"Selamat atas pernikahan kalian." memeluk Embun.
"Terima kasih."
"Kuserahkan dia padamu, beri yang terbaik. dia harus tampil cantik malam ini." ucap Malvin
"Baiklah, tunggulah hasil karyaku nanti. Anda akan kejang melihatnya." berucap genit.
"Ayo Embun sayang."
Embun melambaikan tangan pada Malvin. Malvin pun ikut melambai.
"Aku tunggu disini." duduk disofa tunggu VIP.
Setelah sekitar satu jam lamanya Malvin menunggu. Akhirnya pintu yang dimasuki Embun terbuka. Malvin menoleh, dan tersenyum...
"Bagaimana?"
"Sempurna."
____€€€____
Readers tersayang, jangan luap like dan komennya yaahh... biar tambah semangat othor ini up date.😊
__ADS_1
thank you.____