Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)

Dicerai Karena Dekil(Dinikahi Bos Mantan Suami)
Boncap apa season dua nih?


__ADS_3

Kita sambung ceritanya Catty aja yahh,,


6 tahun kemudian,


Catty dan Kayla keluar dari mobil jemputan, dengan seragam khas kelas 8(Eh, udah smp aja mereka.)


"Hati-hati Cat!"seru Kay, melihat Catty yang berjalan keluar mobil lebih dulu, menginjak tali sepatunya yang lepas, tubuh Catty sedikit oleng, dia hampir jatuh. Tubuhnya mengambang,


"Loohh? Nggak jadi jatuh aku?"gumamnya, merasakan lengan yang melintang di perutnya, Catty menoleh, melihat siapa yang menangkapnya.


Ooooohhh myy Gooooooooddd !!!! Kakak tampan! Bagaimana ini? Aku harus bernafas atau tidak? jerit batin Catty tak karuan, Wajahnya langsung berubah merah sampai ketelinga.


"Kamu baik-baik saja nona kecil?"tanya Kennan menegakkan tubuh Catty agar seimbang berdiri diatas kakinya sendiri.


KRAAAKKKK! (Suara hatinya Catty yang retak karena dipanggil nona kecil oleh Kennan)


*Nona kecil


Nona kecil


Nona kecil*


nama panggilan itu terngiang dikepala Catty yang sempat ngeblank. Tentu saja, pelaku yang menyebutkan panggilan itu tidak merasa berdosa. Tetap dengan wajah datarnya.


"Cattt?" panggil Kay menyentuh lengan Catty yang membeku."Kamu nggak papa kan?"


"A-ku ng-gak a-pa-a-pa..." ucap Catty terbata tak beraturan dengan nada yang cukup menyayat hati.


"Lain kali hati-hatilah nona kecil."ucap Kenan menatap Catty dengan menundukkan wajahnya.


Mata Kennan melihat tali sepatu Catty yang lepas. Dia lalu menekuk tubuhnya kebawah dan mengikatkan tali sepatu Catty yang lepas. Tentu saja perlakuan manis Kennan membuat Catty makin tak karuan.


"Sudah nona kecil." ucap Kenan tersenyum manis tanpa dosa."Ikatlah tali sepatu dengan benar, jadi kamu nggak akan terjatuh lagi." saran Ken masih dengan senyum manisnya.


Senyuman manis Kenan membuat dua gadis dalam masa puber itu tersipu malu. Kalau Kay hanya memerah,maka Catty pasti sudah hampir meledak. Kedua gadis itu berlari masuk kerumah. Sedangkan Ken, pria tak tau dosa itu menatap datar keduanya,lalu menyusul. Dia juga ada perlu dengan Malvin, yang membolos kerja hari ini.


"Waahhh,anak gadis Daddy sudah pada pulang. Bagaimana dengan sekolah hari ini?"sambut Daddy Mal di depan pintu dengan nada riang.


"Tidak ada yang menarik."jawab Catty cuek, berlalu meninggalkan Daddynya.


Yang menarik justru ada didpan pintu. batin Catty masih tersipu dengan langkah lambat. Membuat Malvin tertegun dengan sikap Catty yang sedikit keluar jalur.


Malvin menatap Kay yang masih dibelakang.


"Bagaimana harimu Kay?" tanyanya lembut.


"Semua baik-baik saja Dad. Tidak ada yang spesial." sambut Kay menyalami dan mencium tangan Daddynya.


"Haaaahhh.. " menghela nafas, "Kenapa Catty tidak bisa selembut kamu."ucap Malvin mengelus kepala Kay.


Ciiihh, kalau semua selembut Kayla, habis adik-adikku ditindas. batin Catty yang mendengar, kesal melengos.


"Ooohh Ken,, kau sudah datang?"ucap Malvin yang melihat Kennan baru saja masuk. Pria itu menunduk hormat pada tuannya.


"Daddy, Kay ke kamar dulu."pamit Kayla mengayunkan kakinya melangkah pergi.


"Baiklah."

__ADS_1


Malvin beralih menatap Kenan.


Ken, Ayo ke ruang kerja ku saja."ajak Malvin berjalan lebih dulu keruang kerjanya. Ken menyusul dibelakang.


Catty yang melewati ruang keluarga melihat kedua adik lelakinya berlutut dengan kedua tangan yang terangkat tinggi-tinggi. Catty merasa heran, lalu dia mendekati mereka.


"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian dihukum? Dan kenapa wajah kalian begitu?"berondong Catty berkacak pinggang didepan kedua adiknya itu. Sean dan Kian yang wajahnya ada sedikit lebam itu.


"Ini semua salah kaka!"ucap Sean ketus.


"Apa? kenapa kalian jadi menyalahkanku?" tanya Cetty sebal, melipat tangannya didada.


"Iyalah. Kakak yang menyuruh kami melawan jika ditindas."


"Tentu saja!" tegas Catty lantang."Siapa yang berani menindas adik-adikku!"


"Jadi kami berkelahi." Sean


"Haahh! Itulah salahnya kalian, kenapa berkelahi!?"


"Kami melawan penindasan."kian


"Ibu sedang menghukum kalian, kenapa malah ribut?" tanya Embun yang datang dari dapur, dia membawa dua gelas jus buah naga dan satu gelas jus alpukat. Lalu meletakkannya di meja.


"Mommy! Kak Catty menindas kami. Hukum dia juga."


"Apa?"Catty menjitak kepala adik-adiknya."adik macam apa kalian ini!"


"Mooommmyyy!!"adu Kian dan Sean bersamaan.


"Diam! kalian masih dalam masa hukuman."


"Kamu sudah pulang Cat?"Embun beralih bertanya pada Catty."Dimana Kayla?"


Catty menyalami Embun dan mencium tangannya."Kay langsung kekamarnya."jawab Catty. Dia lalu melirikk pada sikembar.


"Kenapa mereka Moommm?" tanya Catty asal mengambil jus buah naga lalu meminumnya.


"Adik-adikmu menindas orang!"


"Apa?" Catty melirik tajam pada kedua adiknya.


"Mommy, kami tidak menindas, mereka yang mengganggu kami dulu, jadi kami melawan. Karena kami yang menang jadilah terlihat kami yang menindas." Kian bersuara membela diri.


"Benar. Lagi pula mereka lebih besar dari kami. Bagai mana bisa kami menindas orang yang lebih besar?" sambung Sean


"Tapi kalian membuat mereka babak belur dan tak bisa berdiri lagi. Apa kalian sebut ini membela diri?"


Masuk akal juga. batin Catty mencerna apa yang kedua adiknya katakan dan ucapan Mommy Embun.


"Mommy dari mana Momy tau mereka menindas?"tanya Catty beralih menatap Embun. Embun tersenyum kecil,


"Kita bicara disana saja."ajak Embun menunjuk kursi yang agak jauh. Embun ber alih menatap kedua anaknya.


"kalian berdua tetap pada posisi ini." ujar Embun memperingatkan. Lalu Embun dan Catty melangkahkan kaki dan duduk dikursi yang agak jauh.


"Kau bertanya pada Ibu tau dari mana kan? Hari ini ibu kesekolah mereka karena mendapat aduan. Guru disana yang mengatakan Sean dan kian terlibat perkelahian." ucap Embun pelan.

__ADS_1


"Benarkah? Lalu?"sangsi Catty tak percaya.


"Ibu sudah mengecek dan menyelidikinya melalui cctv yang terpasang," jelas Embun, "Mereka memang diganggu, tapi Sean yang pertama memukul. Lalu mereka terlibat perkelahian. Aku terpaksa menghukum mereka untuk merenung."


"Itu artinya mereka membela diri Mommy."


"Benar! Dan mereka terlibat perkelahian. Itu tetap tidak dibenarkan."ucap Embun, "Kau akan terkejut bagaimana mereka membela diri."


Embun menunjukkan ponselnya, dalam vidio itu memang mereka diganggu oleh tiga orang yang lebih besar, dan salah satu dari mereka mendorong Sean, bocah itu lalu membalas memukul nya. Akhirnya terlibatlah mereka dalam sebuah perkelahian, yang mana mereka berdualah yang berdiri.


"Jika dilihat dari ini, mereka tidak bersalah Mommy."ucap Catty "Mereka diganggu."


"Tentu saja aku sudah membahasnya di forum sekolah. Tapi aku tetap harus menghukum mereka. Agar kedepan mereka tidak membalas berlebihan. Kamu mengerti?"Ucap Embun.


"Kau tau yang mengerikan? Adik2 mu ini sudah seperti preman disekolah. ketiga lawannya dibuat babak belur dan sampai ngompol." lanjut Embun menggelengkan kepalanya.


"Ibu hanya menghukum mereka selama lima belas menit untuk merenung."lanjut Embun lagi.


Catty terdiam dia melihat kedua adik kembarnya,yang juga melihat kepadanya. Catty tersenyum bangga, dan mengangkat jempolnya. Sikembar sumringah.


"Baiklah,hukuman kalian berakhir."ucap Embun dikejauhan pada si kembar."Minum jus kalian."


"Baik!"Seru Kian dan sean beranjak mengambil jus.


"Hei! itu jus kaka! Jangan minum!"


"Ini awalnya untuk kami. kak Caty yang sangat tidak tau diri meminumnya."


"Apaa?"


Embunn menghela nafas panjangnya,


"Apa kau lelah?"Malvin tiba-tiba memeluk Embun dari belakang. Membuat istrinya itu terlonjak kaget.


"Ooohh, My hubby, rasanya seperti berada di medan perang setiap hari." Keluh Embun melihat ketiga anaknya ribut memperebutkan jus.


"Kau sudah mendidik mereka dengan baik."hibur Malvin mengeratkan pelukannya,"Biarkan saja mereka bertengkar, rumah jadi ramai."tersenyum nakal.


"apa urusan mu sudah selesai?"


"Heemm..." dehem Malvin,"kini urusannya dengan mu!"


"Tuan!" panggil Kennan.


Malvin menoleh.


"Saya pamit."ucap Kenan,


Catty yang baru saja bertengkar dengan adik-adiknya itu menoleh. Wajahnya memerah karena malu.


Uuuugggghhh, kenapa kakak tampan itu ada disini? Bagaimana jika dia melihat ?


"Terima kasih. Datanglah nanti malam untuk minum kopi."Ucap Malvin melirik Catty yang memerah wajahnya itu, tersenyum tipis.


"Baik tuan."


Sepertinya aku melewatkan sesuatu yang baru. batin Malvin menyeringai jahat.

__ADS_1


_____€€€_____


__ADS_2