Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Lahiran


__ADS_3

Lampu merah diatas pintu itu masih menyala, bertanda aktivitas di dalam ruangan itu belum usai .Sementara hati yang gundah didepannya masih gulana. Pikirannya tak lepas dari sang pemilik hati yang berjuang diantara hidup dan mati.


Terdengar sayup kumandang panggilan dari Mu'azin yang mendayu. Membuat hati lemah itu tersentak mengingat Sang pemilik hidup sesungguhnya. Akhirnya kaki jenjang nan lunglai itu pun melangkah mencari tempat bersujud dan mengadu.


Dengan derai air mata yang selalu di tahannya, sekarang luruh sudah dihadapan Rabb nya. Menghempaskan segala gundah yang menghimpitnya. Karena sesungguhnya hanya DIA lah tempat mu kembali.


Puas melepaskan sesak di dadanya Bakri kembali ke ruang tunggu. Lampu merah itu telah berubah hijau. Langkahnya memanjang mendekat kearah pintu, berharap seseorang datang memberi kabar suka cita padanya.


Tak lama seorang suster mendekat ke arahnya .


"Pak Bakri, ditunggu Dokter di ruangan sebelah sini ." Ucap suster itu sambil menunjuk sebuah pintu.


"Oh iya baik Sus ."


Setelah pintu terbuka terlihat Dokter Ridha selesai mengeringkan tangannya dengan sebuah handuk kecil , seraya tersenyum ketika menyadari Bakri sudah masuk ke ruangan nya.


"Selamat pak... putra bapak telah lahir, bobotnya 2,9 kilogram dengan panjang 49 cm. " Ucap Dokter Ridha sambil membaca sebuah berkas ditangannya."Silakan duduk dulu... " Lanjutnya.


"Bagaimana dengan istri saya Dok ? "


"Alhamdulillah....ibu Khairani dalam kondisi stabil, hanya saja sekarang belum sadar karena pengaruh bius. Tapi ada sedikit masalah dengan bayi nya ."


"Kenapa anak saya ,Dok ? " potong Bakri


"Tenang pak..ini tidak serius, hanya sedikit terminum air ketuban jadi harus di rawat intensif selama 24 jam, untuk memantau perkembangannya. " Penjelasan Dokter Ridha.


"Ouh... syukurlah ." Bakri menarik napas lega . Apa saya sudah bisa melihat istri dan anak saya buk , Dok ?


"Kalau ibu sudah dipindahkan ke ruang perawatan boleh Pak , tapi kalau bayinya hanya bisa dilihat dari luar Pak ."

__ADS_1


" Baik dari Dokter saya mengerti. Kalau begitu saya permisi. " Pamit Bakri .


*****


Kini Bakri berdiri di depan ruang bayi.Dia hanya bisa menatap anaknya dari kejauhan yang terhalang oleh dinding kaca tebal .Bayi yang baru lahir beberapa menit yang lalu itu mengeliat dan merengek lembut di dalam inkubator.


Bakri belum bisa menemui Khairani karena masih di ruang observasi untuk beberapa jam kedepan .Akhirnya disinilah Bakri, masih terpaku menatap bayi mungil yang belum sempat di gendongnya.


Tanpa disadarinya ada seseorang yang yang mengamatinya dari tadi .Seorang ayah yang juga menatap bayinya dari balik kaca.


"Apa dia anak mu ." Tanya seseorang itu .


"Iya... dia baru saja lahir . " Jawab Bakri sambil tersenyum .


" Yang berbedong ungu itu anak anak ku ." Ucap pria itu, tanpa ditanya.


"Ooo.. kembar.. ? " Tanya Bakri sambil menoleh kearah lawan bicaranya .


"Pasti menyenangkan punya anak kembar ." Ucap Bakri sambil terkekeh .


" Sangat menyenangkan , sekaligus menyedihkan. "


" Kenapa... " Tanya Bakri bingung.


" Mereka kehilangan ibu saat mereka lahir ."


"Oh maaf... saya ikut belasung kawa ." jawab Bakri lirih "Apa mereka prematur , ukuran mereka sangat kecil ? Maaf ." Lanjut Bakri merasa tidak enak.


"Iya... ini sudah sepuluh hari mereka di dalam sana, menunggu sampai berat badan mereka cukup baru boleh dibawa ." Jelas pria itu .

__ADS_1


"Sabar ya... semoga mereka cepat besar dan kalian bisa segera berkumpul ."


" Ya semoga . Untuk mu juga ya doa yang sama ."


"Aamiin...


Kedua ayah itu saling melempar senyum.


*****


Kala sang fajar mulai menampakkan eksistensi nya, kokok ayam pun terdengar bersahutan ,sepasang mata bulat itu mulai terbuka. Mengelilingi ruangan serba putih itu dengan tatapan yang belum sempurna. Terlihatlah seseorang yang meringkuk di atas sofa ,tertidur nyenyak di sana.


Khairani berusaha meraih botol air mineral di nakas ,tapi tidak terjangkau oleh tangannya, hingga ringisan kecil keluar dari bibirnya ketika merasakan nyeri di perut nya.


Bakri terbangun tersentak mendengar suara ringisan Khairani.


" Rani.... udah bangun ,ada yang sakit ? "


" Sedikit nyeri Bang , tapi aku haus apa boleh minum ? "


"Boleh, kata Dokter kalau sudah bangun boleh minum tapi sedikit dulu ." Bakri pun membantu Khairani untuk minum menggunakan pipet.


"Dimana anak kita bang... ?? " Tanya Khairani was was.


"Masih di ruang bayi ,nanti pasti dibawa kesini untuk disusui. " Kamu jangan cemas, jangan banyak bergerak dulu, banyak istirahat ."


" Baiklah..." Jawab Khairani pasrah.


*****

__ADS_1


🌺SALAM HANGAT SEMUAAA 😘😘


Maaf bab nya pendek ya... Author kurang semangat nih ,kirim semangat yang banyak dong... biar Author dak galau...😁


__ADS_2