Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Kata pisah lagi


__ADS_3

Tanpa Jeany sadari dia telah mengakui sebuah dosa yang tidak diketahui oleh siapa pun. Ya... Jeany lah yang membuat Citra semakin depresi dengan teror yang dikirimnya lewat handpone.


Jeany mengetahui apapun tentang Citra dari Farhan. Karena Farhan menganggap Jeany adalah temannya jadi Farhan menceritakan setiap masalahnya. Tanpa Farhan sadari ternyata Jeany memanfaatkan situasi itu.


Jeany juga mengetahui bahwa Citra mulai menyukai Farhan, sementara Farhan juga malah memutuskan hubungan terlarangnya dengan Jeany. Inilah pemicu kebencian Jeany terhadap Citra. Apalagi Citra hamil anak Farhan.


Akhirnya Jeany menyerang mental Citra dengan kedekatannya dengan Farhan. Mengirimkan foto foto intimnya dengan Farhan ,bahkan video.


Dan puncaknya ketika Farhan tidak bisa mengunjungi Citra selama beberapa lama. Jeany mengatakan kalau Farhan sibuk dengannya dan akan membuang Citra. Semua teror teror yang Jeany kirimkan memperparah kondisi mental Citra ketika itu. Naasnya sampai menyebabkan kematian Citra.


Beruntung kedua bayi kembar mereka bisa selamat walaupun harus dirawat intensif. Tapi siapa sangka kalau bayi kembar itulah awal mula pertemuan Farhan dan Khairani.


"Jadi ternyata kau penyebab kematian Citra .....?


" Iya, kau benar sekali. Akulah yang membuat mentalnya drop. Aku tahu kalau dia sakit jiwa. Ha... ha... Ternyata sangat mudah untuk membunuhnya tanpa harus mengotori tanganku. "


" Kau benar benar sudah gila, Kaulah yang sakit jiwa Jeany. Seharusnya kau berobat ke Psikiater. Ini bukan cinta tapi obsesi semata. " Ujar Farhan geram.


" Iya, aku gila karena kau. Begitu sulitkah menerima ku. Apa kurangnya aku. Separuh umurku telah aku habiskan hanya menunggu mu. " Jeany terisak setengah meraung.


"Cinta tidak bisa dipaksakan Jeany. Maaf jika kau merasa aku abaikan. Tapi aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai mu. Bahkan Citra sendiri yang telah mengandung anakku. Aku hanya mencintai Khairani, istriku. Aku mohon bantu aku menjelaskan pada Khairani kalau yang terjadi malam tadi semua perbuatanmu. " Ucap Farhan memohon pada Jeany.


"Tidak , sudah sejauh ini aku tidak akan mundur. Satu hal yang harus kau tahu Han , aku melakukan semua itu hanya ingin merekam aktivitas percintaan kita. Tapi keberuntungan berpihak pada ku. Sebelum rekaman itu aku kirimkan pada janda itu ternyata dia telah menontonnya langsung. Jadi aku tidak perlu bersusah payah. " Ucap Jeany dengan senyuman liriknya.


" Kau... ! "Farhan meraup rambutnya kasar dan tak mampu berkata kata. Sungguh dia tidak mengenal Jeany selama ini.


"Kenapa kau tidak percaya , Honey ? Tinggalkan wanita itu dan kembali padaku. Kalau tidak rekaman itu aku kirimkan pada istri jandamu itu." Ancam Jeany.


"Lakukan apa yang kau mau ,aku tidak takut dengan ancaman mu. Dan ini... " Farhan mengeluarkan Androidnya dari saku celananya dengan senyuman penuh kemenangan.


" Aku yakin Yosef juga tidak mengetahui semua ini. Dan aku juga bisa mengancammu dengan ini. Biar semua orang tahu bahwa kau itu gila. Bagaimana... ? Lanjut Farhan tersenyum licik.


Jeany temangu tak percaya Farhan telah merekam semua pembicaraan mereka. Semua terlanjur jeany akui tadi.


" Aku tidak takut ,lakukanlah. Yosef atau siapapun itu pasti akan lebih percaya padaku. " Walau dengan suara bergetar Jeany berusaha terlihat percaya diri.


" Tentu, tidak cuma keluargamu saja yang akan tahu kebusukanmu .Tapi aku akan laporkan pada yang berwajib jika kau mengganggu keluargaku. Rekaman ini cukup untuk menyeretmu ke penjara. Camkan itu !!! " Farhan bicara penuh penekanan. Lalu melangkah keluar dari kamar rawat Jeany.

__ADS_1


Farhan berjalan dengan semangat menuju rumah sakit tempat Khairani berada. Senyumnya tidak pernah lepas dari bibirnya. Tidak sabar rasanya Farhan mengungkapkan kebenaran ini pada Khairani.


Ketika membuka pintu kamar rawat Khairani Farhan melihat istrinya telah terlelap. Sementara Suster yang menjaga Khairani juga tertidur pulas di sofa.


Farhan membangungkan Suster itu dan meminta meninggalkan Khairani dengannya. Sepeninggal Suster itu Farhan membersihkan diri dulu di kamar mandi.


Sejenak Farhan menatap wajah manis istrinya sambil mengusap kening sampai pipi Khairani.


"Aku sangat menyukai pipi ini, semakin tembam saja ." Kikiknya pelan seraya mengecupi pipi tembam itu.


Farhan membaringkan tubuhnya disamping Khairani. Tidur miring menghadap Khairani agar dapat menatap istrinya lama. Kemudian memeluk Khairani dari samping.


" Selamat tidur sayang, percayalah hari esok jauh lebih baik. Aku akan membuktikan padamu bahwa aku tidak mengkhianati. Bagaimana mungkin aku sengaja menyakitimu sementara cinta ini begitu besar." Farhan bicara sangat pelan takut membangunkan sang istri.


Beberapa saat kemudian mata Farhan semakin berat. Lelah tubuhnya dan pikirannya seharian ini membuatnya tak kuasa menahan kantuk. Dan akhirnya dia ikut terlelap sambil melingkarkan tangannya di bawah dada Khairani.


*****


Pagi pun datang, mata bulat Khairani mulai terbuka pelan. Tatapannya bertemu dengan wajah tampan suaminya. Wajah campuran Inggris Indonesia itu lebih mirip dengan orang Turki. Sejenak Khairani terpesona dengan suaminya sendiri.


Tidak sempat untuk lari ke kamar mandi akhirnya Khairani memuntahkan isi perutnya di sisi ranjang.


Farhan terbangun ketika mendengar suara muntahan Khairani. Dengan sigap dia memijat tengkuk Khairani untuk mengurangi pusingnya. Memberikan Khairani air minum dan membersihkan mulutnya dengan tissu.


Khairani hanya bisa menerima semua perlakuan Farhan karena dia merasa tidak berdaya untuk bicara. Tubuhnya lemas dan pusing di kepalanya semakin menjadi.


Setelah membaringkan Khairani, Farhan pun memanggil Suster jaga untuk membantu membersihkan muntahan Khairani. Sementara itu Farhan memijat kening Khairani karena dia melihat Khairani seperti menahan sakit di kepalanya.


Lagi lagi Khairani membiarkan, tidak ingin berdebat dengan Farhan karena ada Suster di kamarnya. Walaupun dia sebenarnya merasa enggan untuk bersentuhan dengan Farhan.


" Apa masih pusing ? " Ucap Farhan sedikit serak karena bangun tidur.


" Sudah agak mendingan. " Balas Khairani sambil memejamkan matanya tak ingin menatap Farhan.


" Apa kamu ingin sesuatu ? Katakan padaku jika ingin makan atau minum ." Khairani hanya menggeleng.


" Khaira, apa yang kamu rasakan saat ini. Apa ada yang sakit ? " Farhan masih berusaha untuk mengajak Khairani bicara. Tapi tetap ditanggapi dengan gelengan olehnya.

__ADS_1


Farhan masih setia mengusap kening dan kepala Khairani. Menatap dalam sang istri yang bersikap dingin padanya. Farhan sangat merindukan sikap Khairani yang manja belakangan ini. Mungkin efek kehamilannya Khairani lebih terlihat manja dan tidak bisa jauh darinya.


Melihat Khairani hanya terdiam, Farhan kemudian beralih pada perut Khairani yang membuncit.


" Nanti kita periksa bayinya ya, tiba tiba aku rindu melihatnya. Dan kita bisa melihat jenis kelaminnya nanti. " Seraya mengelus perut Khairani.


"Hmm ." Khairani yang masih menutup matanya hanya menjawab dengan gumaman.


" Khai... buka matanya. Aku rindu mata bulat kesayangan aku ini. " Ucap Farhan dan kemudian mengecup kedua mata Khairani. Khairani membuka matanya sebentar untuk memastikan bahwa Suster itu sudah keluar. Lalu menutupnya kembali.


" Menjauhlah, aku takut muntah lagi jika melihatmu. " Ucapan Khairani menusuk hingga ke jantung Farhan.


" Apa kamu sangat membenci ku ,Khai ? "


"Entahlah. "


" Walaupun aku bisa membuktikan bahwa aku dijebak ,apa kamu bisa percaya dan memaafkan aku ?."


"Entahlah ,melihatmu memasuki wanita itu di depan mataku begitu menyakitkan. Mengingatnya membuat aku mual. Melupakanya juga mustahil." Suara lembut itu terdengar bergetar. Tetesan cairan kristal bening meluncur dari sudut mata yang terpejam itu.


Farhan mengusap air mata Khairani yang nyaris masuk ke telinganya. Hati Farhan tidak kalah perih mendengar perkataan Khairani. Khairani benar, ini bukan tentang kebenaran tapi tentang apa yang telah Khairani lihat. Kenyataannya Farhan telah melakukan hal yang menjijikkan itu dihadapkan istrinya .


Bagaimana mungkin Khairani dapat melupakan peristiwa yang sangat menyakitkan itu. Tidak ada seorang istri yang sanggup menyaksikan suaminya bermain dengan tubuh wanita lain.


Farhan hanya bisa menghela napasnya. Sementara Khairani masih setia memejamkan matanya. Hanya air mata yang masih mengalir dari sudut matanya. Farhan masih bisa melihat tubuh Khairani bergetar meredam isakannya.


" Sudah, jangan menangis lagi. Kasian adek bayinya . Khai...aku hanya bisa meminta maaf padamu. Aku tidak bisa mengembalikan waktu. Aku tidak bisa memperbaiki apa yang telah terjadi. Tapi aku bisa buktikan kalau cinta ini hanya milikmu. "


" Tak bisakah kita berpisah saja ? Mungkin dengan begitu kita bisa saling melupakan. Sungguh aku tidak bisa melihat kamu lagi. "


" Jangan terburu buru memutuskan. Kamu masih dalam keadaan marah. Aku akan menunggu sampai kamu pulih dan menerima aku lagi. Ambillah waktu sebanyak yang kamu butuhkan. Aku akan menunggu. Tapi... jangan katakan perpisahan ,Sayang. Aku tidak sanggup hidup jauh darimu dan anak anak. " Farhan berusaha tersenyum walaupun air matanya membasahi pipinya.


Farhan sangat takut kehilangan orang yang dicintainya. Keluarga impiannya. Kebahagiaan ini baru saja bermula dan dia tidak ingin semuanya berakhir begitu saja.


" Sabarlah ,Han. Istrimu sedang terluka. Biarkan luka itu sembuh dan mengering .Dia pasti tetap jadi milikmu. Bersabarlah.... " Gumam Farhan dalam hatinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2