Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Menerimamu


__ADS_3

Suasana rumah Khairani yang tadi ramai, sekarang terasa sepi. Setelah makan malam semua saudaranya telah kembali ke rumah masing masing .


Khairani baru saja habis menyusui ketiga bayinya. Malam ini dia terpaksa memompa ASI untuk stok malam nanti. Ketiga bayi itu punya kamar sendiri bersama pengasuh mereka.


Tentu saja tidak memungkinkan untuk sekamar lagi dengan Khairani karena dia telah bersuami. Walaupun belum menerima sepenuhnya tetap saja dia harus menghargai suaminya. Apalagi Farhan telah menyiapkan kamar khusus untuk bayi mereka.


Selesai melakukan tugasnya sebagai ibu, kini Khairani melangkahkan kakinya ke kamar miliknya. Dengan ragu ragu Khairani membuka pintu kamar.


Pandangannya tertuju pada sosok yang duduk menyandar di ranjangnya. Dengan langkah pelan Khairani masuk dan menutup pintu. Dia benar benar canggung dan bingung . Akhirnya Khairani memilih untuk duduk di kursi meja riasnya.


Farhan hanya menatap dengan senyuman tipis di bibirnya. Mengamati semua gerakan yang Khairani lakukan. Farhan menyadari kalau Khairani terlihat kikuk.


" Kamu belum mau tidur. ?" Tegur Farhan memecah kesunyian.


"Iya ." Jawab Khairani singkat.


" Sini. " Farhan menepuk tempat kosong disebelahnya.


Dengan langkah pelan Khairani mulai naik ke ranjang. Jantungnya terasa mau pecah karena detak yang tak biasa. Menarik selimut hingga pinggangnya. Ketika hendak berbaring sebuah tangan menghentikan nya.


"Khai..." Farhan meraih jemari dingin milik Khairani. Khairani seketika menegang dan reflek menarik tangannya.


"Kenapa ? Aku suamimu , tidak bolehkah menyentuh istriku ini. " Ucap Farhan.


"Maaf aku hanya kaget Bang. " Jelas Khairani.


"Apa kamu selalu tidur dengan memakai Hijab ? "


"Ti ...tidak aku hanya tidak terbisa denganmu. "


"Kalau gitu biasakanlah mulai dari sekarang. Karena mulai hari ini tidak akan ada batasan antara kamu dan aku. " Farhan bicara sambil membuka penutup kepala Khairani dengan berlahan.


Khairani hanya terpaku dengan menatap Farhan dalam. Rambut hitam panjang bergelombang yang diikat satu di pangkal tengkuk itu terlepas dari penutupnya.


Farhan membalas tatapan mata bulat yang sedari awal memukaunya. Mata bulat yang sayu tapi kini tidak lagi sendu. Tangannya yang dari tadi hanya bisa mengepal sekarang mulai menyentuh pipi mulus Khairani.


Khairani tidak lagi menghindar.Dia mencoba untuk menahan sejuta rasa dalam dadanya. Farhan suaminya dan dia berhak melakukan apapun. Khairani berusaha untuk menerima takdirnya kini.


"khaira, kita bukan pasangan muda lagi, kamu sudah pernah menikah. Aku rasa kamu lebih tau tujuan dari sebuah pernikahan itu. Aku tidak akan memaksa ,hanya saja aku sangat berharap kamu bisa terima aku sepenuhnya. "


" Pelan pelan saja tapi jangan menghindari ku, jangan menolak setiap sentuhan ku. Sampai kita sama sama nyaman satu sama lain. Kamu mau kan ?" Tangan itu tidak berhenti mengelus, dari pipi ke bibir Khairani yang sedikit bevolume.

__ADS_1


Khairani hanya bisa mengangguk dalam diamnya. Toh apa yang diucapkan Farhan benar adanya. Dia tidak boleh menghindari suaminya ini. Khairani tahu betul dosa itu .Khairani memejamkan matanya ketika jari Farhan menyentuh bibirnya.


Farhan pun tidak membuang waktu lagi. Dia mengecup kening Khairani dengan lembut. Kemudian berpindah ke bibir yang dari tadi mengganggunya.


Farhan telah berpengalaman tentang menaklukkan wanita. Terbukti dari ketidak berdayaan Khairani. Tangan kekar itu telah singgah kemana dia mau.


Khairani hanya bisa terdiam menahan gelanyar yang menyerang tiba tiba. Ada rasa yang tak pernah dia rasakan. Sentuhan yang berbeda dari yang pernah Bakri berikan.


Bakri memang kaku, dia selalu langsung bekerja keintinya saja. Berbeda dengan Farhan lebih melenakan dengan sentuhan lembutnya.


Khairani masih memejamkan matanya, ketika bibir Farhan telah sampai ke lehernya. Piyama lengan panjang itu sudah tidak terkancingkan lagi. Tapi Khairani tidak menyadarinya. Khairani benar benar hanyut dalam arus yang Farhan ciptakan.


Dan akhirnya apa yang Farhan inginkan dia dapatkan malam ini. Tanpa penolakan dan paksaan. Khairani tidak berdaya dengan ulahnya. Senyum kemenangan menghiasi bibir Farhan .


Malam ini di kamar pengantin baru itu sudah terjadi hal yang seharusnya terjadi. Kini tinggalah hembusan napas yang tersengal sengal yang terdengar dari sepasang suami istri itu. Menikmati sisa sisa rasa nikmat tertinggal.


Farhan menatap Khairani dari atas. Penyatuan itu belum terlepas. Tangan Khairani masih meremas lengan Farhan. Tatapan mata bulat kesayangannya itu sangat sayu karena lelah.


Keringat sudah membanjiri dahi Khairani ,rambut yang sedikit acak acakan terlihat seksi dan menggoda bagi Farhan. Sehingga sesuatu yang tadi mengendor kini kembali mengembang.


Khairani yang baru saja merasa tenang, menyadari sesuatu yang memenuhinya kembali menekan dibawah sana.


"Bang... ! " Rengekan Khairani yang hanya dibalas seringai nakal oleh Farhan.


Pergulatan kedua kalinya tidak dapat terhindarkan. Mereka sudah sama sama dewasa. Sama sama sudah pernah merasakannya. Bedanya sekarang Khairani merasa lebih dibuat melayang oleh Farhan, sementara Farhan baru sekarang merasakan yang halal dan dia melakukan dengan cinta.


*****


Tiga hari sudah pernikahan Khairani dan Farhan. Malam ini adalah malam terakhir Farhan di Pekanbaru, karena besok pagi dia harus kembali ke Singapura.


Seperti biasa Farhan tidak pernah membiarkan Khairani beristirahat kala malam datang. Apalagi besok dia akan berjauhan dengan istrinya ini.


Khairani sedang mengatur napas lelahnya setelah Farhan melepaskan penyatuannya .Dia berbaring dengan posisi miring dan Farhan memeluknya dari belakang.


Mereka masih sama sama polos ,dan punggung Khairani bersentuhan langsung dengan kulit Farhan. Khairani tidak lagi risih ,dia menikmati setiap hal hal baru yang Farhan berikan untuknya.


Seperti saat ini, Farhan memeluk Khairani dari belakang sambil mengecup punggung dan bahu polosnya .Hal yang tidak pernah dia rasakan dulu.


" Kamu capek ?" Tanya Farhan sambil mengigit kecil telinga Khairani.


"Iya capek banget, jangan lagi. " Rengek Khairani.

__ADS_1


"He.. he, tidak lagi sayang. " Ucap Farhan sambil terkekeh.


Khairani merona karena sepotong kata yang terakhir di ucapkan Farhan.


" Khaira...besok aku berangkat pagi ."


"Mhm !"


"Cuma Mhm... ? Kamu marah ?


"Tidak, cuma rasa aneh. "


"Aneh kenapa. "


"Entahlah ,dulu Bang Bakri tidak pernah jauh dari kami. Sekarang Bang Farhan mau pergi kok rasanya aneh. "


"Apa kamu sedih atau kehilangan ? "


"Mhm..


"Berarti kamu mencintai ku. "


"Mungkin "


"Sabarlah aku lagi berusaha memindahkan perusahaan ke sini. Kalau tidak bisa aku jual saja, lalu bangun pabrik disini. "


"Benarkah... ? Ucap Khairani antusias sambil berbalik menghadap Farhan.


"Iya ,demi kamu dan anak anak. Kalian prioritasku sekarang. Uang bisa aku cari dimana saja. Tapi kalian tidak bisa aku temukan ditempat lain. "


" Gombalan mu membuatku terbang Pak Suami. " Khairani terkekeh pelan.


"Aku tidak lagi menggombal , sayang." Ucap Farhan gemas lalu mel***t bibir seksi di depan matanya.


" Aku tahu kamu pasti banyak wanita disana ,tapi aku minta padamu mulai sekarang jagalah dirimu dan hatimu untukku. Aku bukan wanita yang kuat kalau terkhianati. Aku tidak punya toleransi untuk masalah yang satu itu. "


"Baiklah aku akan menjaga hati dan tubuhku hanya untukmu. " Ucap Farhan sambil mendekap Khairani dalam pelukannya. " Percayalah pada ku, untuk bertemu dengan pemilik hatiku harus menunggu sampai aku setua ini. Mana mungkin aku akan main main lagi. "


" Terimakasih ,karena mau menerima aku dengan segala kekuranganku. " ucap Khairani lirih.


"Aku yang seharusnya mengucapkan itu. " Balas Farhan. " Aku mencintaimu, Khaira ku. "

__ADS_1


💖


__ADS_2