Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Penjelasan Farhan


__ADS_3

Mata bulat itu mulai terbuka berlahan. Dari balik gorden terlihat hari sudah mengelap. Sontak mata itu mengelilingi ruangan yang temaram. Dari aroma yang menusuk hidung dapat diketahui dia ada di rumah sakit.


Khairani merasakan telapak tangan hangat menggenggam jemarinya. Ternyata Farhan telah tertidur dengan posisi duduk dengan kepala di brangkar Khairani.


Dengan pelan Khairani menarik tangannya dari genggaman Farhan. Kemudian dia tidur miring membelakangi Farhan. Hatinya masih terasa sakit ketika menatap wajah Farhan.


Farhan sudah bangun dari saat Khairani menarik tangannya. Melihat Khairani tidur membelakanginya hatinya terasa nyeri. Kekasihnya masih marah.


Farhan bangkit dari duduknya dan meraih air mineral di nakas. Dia berjalan mengelilingi brangkar dan menghampiri Khairani dari sisi yang lain. Dia menatap Khairani yang menutup matanya. Tapi Farhan tahu kalau Khairani tidak tidur.


" Sayang , bangunlah... minum dulu, kamu pasti haus ." Khairani membuka matanya, percuma pura pura tidur apalagi tenggorokannya memang terasa kering.


Khairani menerima botol minum itu dan meminumnya dengan pipet yang telah Farhan sediakan. Setelah minum dia kembali menyerahkan botol tersebut ke Farhan. Farhan menerimanya dengan senyuman.


"Apa kamu mau makan, tapi makanannya sudah dingin. Biar aku belikan yang baru ya ? Kamu mau makan apa? Tanya Farhan antusias.


Dia ingin sekali Khairani bicara. Sejak bertemu tidak sepatah kata pun yang terucap oleh istrinya ini. Tapi Farhan kembali kecewa ketika melihat gelengan kepala Khairani.


"Setidaknya makanlah sedikit, walaupun kamu tidak lapar tapi anak kita membutuhkan asupan ,Khai..." Ucap Farhan sambil mengelus perut Khairani.


Sejenak Khairani menegang dan sedikit kaget. Tapi dengan segera dia menetralkan wajahnya karena sejatinya Khairani menyadari kondisinya. Hanya saja dia belum memastikan.


Melihat Khairani nampak tenang dan tidak bereaksi membuat Farhan sedikit gusar. Farhan kehabisan cara untuk membuat Khairani mau makan. Tapi dia masih ingin berusaha.


"Khaira ,kamu mau nasi goreng Seafood ? Yang ada Kepitingnya. Aku sebenarnya juga lapar, dari siang aku belum makan. " Ucap Farhan sedikit memelas.


Dasar Khairani yang berhati lembut, mendengar suaminya belum makan hatinya langsung merasa bersalah. Kemudian dengan otomatis kepalanya mengangguk.


Senyum Farhan langsung mengembang indah dengan jawaban istrinya, walaupun tidak dengan suara. Farhan langsung mengecup kening Khairani kemudian mengelus pipinya.


Farhan kemudian memesan makanan secara online karena tidak ingin meninggalkan istrinya. Selagi menunggu makanannya datang Farhan ingin mengajak Khairani bicara.


"Khaira ,apa kamu sudah tahu kalau kamu lagi hamil ? Khairani kembali mengangguk.


"Sudah berapa lama ?" Ucap Farhan dan Khairani hanya menggeleng. Farhan menarik napas dalam. Istrinya masih bungkam. Farhan mendekat kemudian menciumi pipi istrinya berulang ulang saking gemasnya.


"Abang... !! Pekik Khairani tiba tiba sambil mendorong Farhan. Farhan yang mendengar pekikan istrinya malah terkekeh senang. Kemudian dia mengulangi lagi dengan mengecup basah pipi, dahi dan bibir istrinya .


" Abang ...! Awas ini basah, ish ! " Farhan tidak mau berhenti, dia terus melakukannya berulang ulang. Dan sekarang kedua tangan Khairani sudah ditahan oleh Farhan.


"Berhenti Bang, sudah aku lelah. " Ucap Khairani yang membuat Farhan sontak berhenti. Dan betapa kagetnya Farhan melihat mata Khairani berkaca kaca.


"Sayang, maaf... apa aku menyakitimu. Maaf sayang. "Ucap Farhan sambil memeluk istrinya.


"Jangan lagi menangis, aku mohon jangan menangis. Sayang, jangan terlalu banyak berpikir. Apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan. Tidak ada yang terjadi antara aku dan dia. Percayalah... aku sudah menjaga diriku dan hatiku seperti janjiku padamu. "


" Khaira ,bicaralah... ! Katakan apa yang kamu rasakan. Tanyakan apa yang ingin kamu tahu. Jangan hukum aku dengan diam dan air mata. Itu sangat menyakitkan aku ,sayang "


Sebenarnya Khairani memang merasa sakit hati dan hancur melihat suaminya dengan wanita lain ,walaupun hanya berciuman .Tapi dalam hatinya dia percaya pada suaminya. Namun tetap saja dia tidak bisa menerima semuanya.


Khairani sangat sedih dan bahagia secara bersamaan. Kehamilan yang sudah diduganya sebelumnya dan kehadiran Farhan dekat dengannya. Mungkin efek hamil muda yang membuatnya merindukan suaminya belakangan ini.

__ADS_1


Tapi kenyataan yang dilihatnya membuatnya lebih merasa sedih daripada marah pada Farhan. Walaupun sebenarnya Khairani ingin menanyakan banyak pertanyaan, tapi karena dia keburu masuk rumah sakit jadi dia memilih menahan diri dulu.


Farhan yang menunggu jawaban istrinya yang tidak kunjung bersuara akhirnya kembali duduk di kursi sambil menghela napas.


Farhan benar benar lelah, lembur beberapa minggu ini menguras seluruh tenaganya. Berharap mendapat sambutan hangat malah dia membuat istrinya berada di rumah sakit sekarang.


Tiba tiba ketukan pintu mengambil alih perhatian keduanya. Ternyata kurir pengantaran makanan mereka. Setelah menerima pesanan dan menutup pintu Farhan menyiapkan nasi goreng Seafood untuk Khairani.


"Biar aku suapkan." Ucap Farhan


"Aku bisa sendiri. "


"Tanganmu diinfus, bagaimana mau makan. Akhirnya Khairani mengalah.


"Suap juga untukmu, nanti kelamaan nunggu aku selesai. Kamu laparkan ? " Mendengar ucapan Khairani yang perhatian padanya membuat Farhan tersenyum bahagia.


Mereka makan disuapkan Farhan bergantian. Akhirnya dua bungkus nasi goreng Seafood itu tandas oleh mereka berdua. Selera makan Khairani tiba tiba timbul, padahal sudah beberapa hari ini dia susah buat menelan makanan.


Setelah selesai makan Farhan membantu Khairani berbaring di brangkar . Selesai membereskan sisa makan mereka, Farhan pun ikut berbaring di tempat tidur yang sempit itu sambil memeluk Khairani dari belakang.


Khairani hanya terdiam menerima perlakuan Farhan. Dia hanya memejamkan matanya meresapi kehangatan di punggungnya. Sementara tangan Farhan mengusap perut Khairani dengan lembut.


"Namanya Jeany, dia Asisten ku. " Tiba tiba Farhan bicara. Dia mencoba menjelaskan karena tidak ingin Khairani terlalu lama salah paham.


Khairani hanya diam mendengarkan. Walaupun sekarang jantungnya berdebar kencang. Ada rasa takut untuk mengetahui kebenarannya. Takut kalau kenyataan tidak sesuai keinginannya.


" Malam itu kami baru saja habis meeting dengan pemilik baru Perusahaan. Kami diajak merayakan keberhasilan kerjasama. Aku tidak bisa menolaknya. "


" Aku tidak minum sama sekali, sungguh aku tidak bohong. Tapi Jeany minum terlalu banyak hingga mabuk. " Sesaat Farhan berhenti dan menarik napas dalam untuk melonggarkan dadanya yang terasa terhimpit.


"Percayalah hanya itu, tidak lebih. Aku langsung mendorongnya waktu itu. Tapi video itu terpotong .Bersabarlah aku lagi mencari potongan yang lain dari video itu. "


Menyadari Khairani tidak merespon sama sekali, Farhan menarik pelan istrinya agar menghadap kepadanya. Mata Khairani telah basah oleh air mata.


"Aku mohon sayang, jangan menangis lagi. Aku tidak sanggup melihat kesedihan itu di mata kesayanganku ini. " Farhan mengusap pipi Khairani yang dibanjiri air mata.


"Marahlah Khai ,pukul dan tamparlah suamimu ini. Aku lebih suka kamu meluapkan emosimu dengan menyakiti aku. Dari pada kamu diam tapi disini sakit dan sesak. " Ucap Farhan sambil menunjuk dada Khairani.


"Bicaralah sayang ,aku rindu. " Farhan membenamkan kepala Khairani ke dadanya.


"Apa dia kekasihmu ? "Pertanyaan Khairani yang tiba tiba membuat Farhan menegang. Farhan melonggarkan pelukannya dan menatap mata Khairani yang meminta penjelasan.


"Bisakah aku tidak menjawabnya sekarang. Aku janji suatu saat aku ceritakan. Kamu lagi sakit, aku takut akan mengganggu pikiran mu. " Ucap Farhan mencari alasan.


"Tidak, aku mau sekarang. Semakin lama akan membuatku mati penasaran. "


"Khai, aku akan menyakitimu nanti. "


"Aku siap mendengarkan. " Ucap Khairani tegas.


"Sayang, kamu tahu masa laluku sangat buruk. " Farhan berusaha menawar.

__ADS_1


"Seburuk apapun aku ingin tahu, ayo ceritakan apa hal terburuk antara Abang sama wanita itu. " Jantung Khairani terasa bergetar kuat. Tapi dia ingin suaminya jujur walaupun dia sudah bisa meraba apa hal buruk yang Farhan maksud.


"Baiklah, dengarkan jangan menyela, oke ! Khairani hanya mengangguk. Farhan kembali menghela napas kasar.


" Aku dan Jeany satu universitas di Tokyo Jepang. Aku melanjutkan S2 ku sedangkan dia baru masuk semester pertama S1. Kami akrab hingga aku tamat. Kami tidak pernah bertemu lagi sampai akhirnya Mama menyuruhku membangun usaha sendiri. "


"Aku pergi ke Singapura untuk melihat peluang usaha bersama temanku ,dan tak sengaja bertemu Jeany di sana yang ternyata dia warga Singapura ."


" Dan akhirnya kami bertiga membangun usaha kecil kecilan waktu itu. Sampai akhirnya aku memutuskan membuat perusahaan sendiri .Jeany menawarkan diri membantu. "


" Awalnya kami hanya Ceo dan Sekretaris. Karena aku sering pergi keluar negeri akhirnya aku angkat dia jadi Asisten. Agar mudah membagi pekerjaan. "


"Tapi naas waktu itu ada klien yang ingin menjebakku dengan obat perangsang. Hingga terjadi hubungan terlarang antara aku dan Jeany. " Farhan mengetatkan pelukannya. Dadanya bergemuruh, takut Khairani akan bertambah marah.


"Terus apa Jeany meminta tanggung jawab ? " Tanya Khairani.


"Tidak ." Farhan hanya menjawab pendek. Rasa khawatir mulai merasuki hatinya kalau Khairani bertanya kelanjutan kisah.


" Baik sekali dia. " Khairani menatap Farhan dalam mencari kejujuran, tapi Farhan kelihatan gugup, membuat Khairani penasaran apa yang ditutupi suaminya.


"Apakah hubungan sebatas itu saja. " lanjutnya.


" Deg"


Inilah pertanyaan yang paling dihindari Farhan. Kesalahan besar dalam hidupnya. Kini sang istri mempertanyakan kisah kelam yang ingin dikuburnya.


"Kenapa diam, apa yang Abang sembunyikan. Katakan sekarang, dari pada aku tahu kebenarannya dari orang lain, akan berbeda efeknya. " Ancam Khairani dengan mata bulat yang menajam .


" Setelah kamu tahu aku mohon jangan membenciku .Khai... ! Farhan bingung mencari kata yang tepat. "Kamu tahu aku tidak pernah jatuh cinta sebelum bertemu denganmu. Tapi aku sedari umur duapuluhan sudah merasakan *** . "


" Kehidupan dan lingkungan kami di luar sana bebas. Begitu juga aku dan Jeany. Sejak malam itu kami terbiasa melakukannya. " Lirih Farhan.


Sontak membuat Khairani mendorong Farhan menjauh. Hatinya terasa teriris ,walaupun hanya masa lalu, tapi membayangkannya saja Khairani sakit hati.


Farhan yang telah siap akan reaksi Khairani langsung kembali meraih istrinya kedekapannya. Dia mengurung Khairani kuat takut istrinya akan pergi darinya.


"Jangan... jangan menjauhi ku. Demi Allah itu hanya masa lalu .Walaupun tubuhku hina dan kotor jangan membenci ku. Aku mohon sayang, aku sudah lama meninggalkan kebiasaan buruk itu jauh sebelum bertemu dengan mu. "


"Sejak kapan ? " Suara Khairani terdengar bergetar menahan gemuruh di dadanya.


"Sejak aku menghamili ibu Sikembar .Sejak itu aku mulai belajar menghargai wanita karena aku sadar tidak semua wanita itu sama seperti Jeany dan teman wanitaku yang lain. "


"Apa Abang tidak ada rasa sedikitpun pada Jeany. Kalian sekian lama hidup seperti suami istri. ?"


"Aku tidak , tapi Jeany dia jatuh cinta pada ku. Tapi aku menolaknya karena aku tidak merasakan apa apa padanya selain... kepuasan saja. " Suara Farhan semakin kecil dan lirih.


"Apa dia menerima penolakan mu begitu saja ? "


"Iya, dia menerimanya ."


" Aku rasa tidak " Farhan menatap Khairani dengan mata menyipit, penuh tanya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu .....


...****************...


__ADS_2