Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Wasiat tak tertulis


__ADS_3

Matahari mulai muncul dari balik awan dengan cahaya keemasan. Farhan yang masih terlelap di sofa ruang tamu ,sedikit pun tidak terganggu oleh kesibukan yang terjadi.


Khairani sengaja tidak membangunkan Farhan untuk sarapan karena melihat wajah lelah Farhan ketika datang tadi. Khairani bisa memastikan kalau Farhan kurang tidur hingga dia bisa muncul tiba tiba di depan rumahnya .


Setelah Fariz dan Alma berangkat ke sekolah Khairani membereskan dapur dan bekas sarapan tadi. Sementara Dwi dan Sita memandikan Gaza dan si Kembar ,Aliya dan Alika .


Khairani hendak ke kamar untuk membersihkan dirinya, sebelum masuk dia kembali mengintip ke ruang tamu. Tidak ada pergerakan dari Farhan yang menandakan bahwa laki laki itu masih setia dengan tidurnya.


Akhirnya Khairani meneruskan langkahnya menuju kamar.


*****


Di ruang tengah terdengar cekikikan dan celotehan dari mulut mungil ketiga bayi . Setiap orang yang melihat mereka pasti menyangka mereka adalah kembar tiga. Umur yang berbeda beberapa hari saja dan berat badan yang hampir sama , ditambah dengan warna kulit mereka yang sama.


Ketiganya begitu aktif dan sehat. Membuat orang orang di sekitarnya gemas melihat kelucuan mereka. Apalagi mereka bukan anak anak yang rewel.


Suara heboh di ruang tengah mampu mengusik tidur nyenyak Farhan. Setelah benar benar sadar Farhan menajamkan pendengarannya. Tanpa sadar tubuh kekar itu bergerak menuju sumber suara.


Senyuman di wajah tampan itu terbit sempurna ketika melihat keceriaan tiga bayi yang mulai aktif di atas kasur lantai ruang tengah. Langkah kakinya bagai terhipnotis mendekati mereka .


"Hai anak anak Papi ... sudah pada wangi ...mmuah. " Ucap Farhan sambil menciumi pipi gembul Aliya, Alika dan Gaza bergantian.


"Bang Farhan sebaiknya mandi dulu, habis dari perjalanan jauh jangan dekati anak anak dulu. " Kata Khairani yang tiba tiba muncul dari kamar.


"Oh baiklah ." Ucap Farhan pendek. Dia sedikit kesal karena belum sempat menggendong anak anaknya. Tapi dia juga mengerti kenapa Khairani melarangnya mendekati anak anak.


" Pakai kamar mandi belakang saja Bang... terus pakaiannya taruh di kamar Fariz aja. " Lanjut Khairani.


Farhan berjalan sambil mengangukan kepalanya. Meneteng ransel kecil menuju kamar Fariz .Sementara Khairani melangkah menuju dapur menyiapkan sarapan untuk Farhan.


Setelah menyegarkan badannya dan berpakaian Farhan segera keluar dari kamar. Matanya menangkap tatapan dari mata bulat Khairani yang menunggu di meja makan.


"Sarapanlah Bang, lalu kita ke makam." Khairani berkata sambil memutuskan tatapannya.


Farhan mengambil piring yang telah berisi Nasi Goreng dengan telur mata sapi. Sambil mengunyah nasinya Farhan berkata, "Khai... aku ingin ketemu sama saudara saudara mu, terutama Syafi'i. Bagaimana kalau makan malam bersama. Sekalian aku mau bicara tentang toko sama Syafi'i. "


"Boleh ,nanti aku masakan. Mau menu apa saja yang perlu disiapkan ?" Tanya Khairani.


"Tidak usah masak nanti merepotkan, lebih baik di Restoran saja. " Balas Farhan.


"Baiklah kalau begitu nanti aku hubungi mereka. " lanjut Khairani. Farhan melanjutkan sarapannya sampai habis tak bersisa.

__ADS_1


*****


Kini Farhan dan Khairani sudah sampai di makam Bakri. Perasaan perih kembali menyelimuti sudut hati Khairani. Menatap sendu ke arah gundukan tanah yang masih kelihatan basah. Khairani berusaha untuk tidak meneteskan air mata lagi. Tak ingin terlalu larut dalam sedih yang melemahkan hatinya.


Tak berbeda dengan Farhan, yang berusaha menahan gemuruh di dadanya. Seketika matanya memanas menahan genangan cairan bening itu. Meremas jemarinya dalam kepalan menahan sesak yang tiba tiba melanda.


Farhan berjongkok di sisi makam sambil memandang gundukan tanah merah di depannya, kemudian berkata, " Khaira bisakah kamu tinggalkan aku sendiri, nanti aku akan sendiri saja. "


"Oke, aku pulang dulu kalau begitu. " Khairani pun meninggalkan Farhan seorang diri.


"Hai Ri, apakah kamu sudah bahagia sekarang. Kamu meninggalkan Rani mu... tidak takut aku mengambilnya. Kamu benar Ri... aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Mata bulat yang sayu sedikit bengkak itu menatapku sendu, waktu itu jantungku berdebar kencang. Maafkan aku, rasa itu tidak bisa aku kendalikan. "


" Tatapannya menyimpan banyak kesedihan dan kerapuhan . Apalagi aku mengetahui masalah yang membelit kalian waktu itu. Itulah alasan kenapa aku membantu usahamu, karena aku ingin melihat Khairani bahagia. "


"Tapi aku tidak berniat untuk merebutnya dari mu. Aku hanya ingin melindunginya saja melalui tanganmu. Melihat dia tersenyum saja sudah cukup bagiku. "


" Ri ...maafkan aku mencintainya. Aku baru menyadari perasaan ini ketika aku jauh darinya beberapa minggu kemarin. Tadinya aku berniat menjauhinya, tapi tidak ku sangka perkataan mu waktu itu adalah wasiat tak tertulis untukku. "


" Kesederhanaannya, kasih sayangnya, dan tatapan mata bulatnya terasa indah dan manis bagiku. Izinkan aku berjuang mendapatkan nya. Aku tahu ini tidaklah mudah. Tapi aku punya banyak cara untuk memilikinya.


"Beristirahatlah dengan tenang, tugasmu yang belum tuntas akan aku lanjutkan, selamat jalan Bro. "


Farhan mengusap sisa cairan bening di sudut matanya. Memandang nisan yang tertancap dengan nama Bakri tertulis di sana. Kemudian Farhan berdiri dan meninggalkan makam dengan langkah pasti.


Farhan duduk di kursi teras beberapa waktu untuk melepaskan lelahnya. Matanya memandang ke arah jalan dengan tatapan kosong. Namun pikirannya sedang berjalan merencanakan langkahnya ke depan .


*****


Sesuai rencana tadi pagi, kini Farhan dan Khairani beserta keluarganya telah berkumpul di sebuah ruang privat Restoran ternama di Pekanbaru. Restoran yang bernuansa alam itu terletak di samping taman buatan yang lengkap dengan kolam ikan mini dan taman bermain untuk anak anak.


Selesai menyantap hidangan mereka berbincang ringan .Sementara anak anak sedang asik bermain di taman ditemani para pengasuh.


Tinggallah Farhan, Khairani , Irul dan istrinya Ega ,Nisa dan Syafi'i. Mereka ngobrol sambil menikmati dessert dan minuman dingin .


Semua keluarga Khairani telah mengenal Farhan ketika terjadinya kecelakaan Bakri waktu itu. Apalagi sekarang Syafi'i bekerja untuk Farhan , mengelola toko peninggalan Bakri.


Selang beberapa waktu kemudian terlihat pembicaraan itu mulai serius. Farhan mempergunakan kesempatan ini untuk menjelaskan tentang usaha yang dirintisnya bersama Bakri.


" Sebelumnya aku minta maaf pada kalian semua. Aku sengaja mengadakan makan malam ini untuk membahas tentang toko milik Bakri, agar tetap bisa berjalan dengan baik walaupun Bakri sudah tidak bersama kita lagi. " Farhan menjeda ucapannya, sembari menarik napas dalam.


"Kita semua tahu usaha ini adalah kerja sama antara aku dan Bakri. Dengan pembagian keuntungan 50% untuk masing masing kami. Sekarang pengelolaannya dipegang Syafi'i. Tadinya ini untuk sementara, karena aku pribadi masih berharap Bakri bisa sembuh. Tapi semua tinggal harapan saja, takdir berkata lain. " Farhan berhenti sejenak ,kemudian menoleh ke arah Syafi'i.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kamu Syaf, apa kamu masih mau mengelola toko itu ?" Tanya Farhan.


"Kalau Bang Farhan masih membutuhkan ku dan mempercayai aku masih mau Bang. Apalagi aku lagi tidak ada kegiatan. Usaha Londry ku juga lagi menurun, tinggal dua dan itupun sudah ada karyawan yang mengurusnya. " Jawab Syafi'i .


"Baiklah kalau itu begitu lanjutkan lah Syaf ,sungguh aku sangat mengharapkan mu sekarang karena hanya kalian keluarga terdekat Khairani. Sementara Khairani sudah terlalu repot untuk urusan anak anak. Seperti yang kalian tahu aku juga menitipkan dua orang anak. "


"Jadi untuk toko biarlah Syafi'i yang mengelolanya . Bagaimana menurut kamu Khaira ?" Tanya Farhan sambil menoleh ke arah Khairani.


"Aku setuju "Jawab Khairani cepat dan singkat.


" Oke, sekarang tentang pembagian. Ada angka yang ingin kamu usulkan Syaf ? "


"Tidak Bang aku terserah Kak Rani dan Abang saja. ? "


" Kamu Khai... ada usulan... " Hanya di balas gelengan saja oleh Khairani.


" Oke, kalau gitu .Bagaimana kalau untukku 30% Syafi'i dan Khairani masing masing 35%." Semua terdiam mendengar usulan Farhan. " Ada yang keberatan ? Rul...bagaimana menurut mu ?"


"Kalau Bang Farhan tidak keberatan dengan bagian Abang yang lebih kecil, menurutku itu oke. " Jawab Irul


"Khai... Syaf... setuju ?" Tanya Farhan kembali.


" Aku oke... !" Khairani menjawab.


" Aku juga oke, itu sudah lebih dari cukup bagiku." Jawab Syafi'i kemudian . "Apa Bang Farhan tak apa apa dapat lebih kecil dari kami ? " lanjut Syafi'i.


" Tidak apa apa, aku hanya memantau saja tidak ikut mengelolanya. Disini kamulah yang paling sibuk. Semoga toko ini bisa berkembang di tangan mu ." Baiklah aku rasa sudah cukup pembicaraan kita, jika ada kendala kamu bisa hubungi aku langsung Syaf."


"Baik Bang, terimakasih sudah dipercaya dan diberi kesempatan ." Ungkap Syafi'i sungguh sungguh.


" Sama sama . Baiklah sudah malam kasihan anak anak terlalu lama di luar sebaiknya kita pulang. Mungkin aku akan balik ke Singapura malam ini. " Farhan berkata sambil menatap Khairani.


"Bang Farhan kembali malam ini? Jam berapa ? Ini sudah pukul delapan lewat tiga puluh menit. " Tanya Khairani.


"Masih bisa, penerbangan ku pukul dua belas tiga puluh. " Jawab Farhan santai.


" Oke kita pulang sekarang aja " Ucap Irul sambil berdiri dan diikuti semua orang.


Mereka akhirnya beranjak dari Restoran itu menuju parkiran dan masuk kendaraan masing masing.


*****

__ADS_1


🌺 Tunggu Bab selanjutnya ya...


Love you all 🌺


__ADS_2