Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Setuju


__ADS_3

Farhan sedang menunggu Khairani di kamar mereka. Khairani sedang menyusui Baby Ezel di kamar para bayi. Namun setelah menunggu selama satu jam Khairani tak kunjung datang.


Akhirnya Farhan memutuskan untuk menyusul istrinya ke kamar Baby Ezel. Dengan perlahan Farhan mendorong pintu agar tidak bersuara. Terlihat Khairani yang tertidur bersama Baby Ezel di atas ranjang.


Farhan melangkah dengan hati hati mendekati Khairani. Terlihat guratan lelah di wajah cantik sang istri. Baby Ezel memang sedikit rewel pada malam hari dan tidur di siang hari. Dan Khairani lah yang terkena imbasnya. Walaupun Farhan kadang ikut menemani tapi tidak bisa setiap waktu.


Dengan hati hati Farhan memindahkan Khairani ke kamarnya. Setelah meletakkan Khairani di ranjang dan menyelimutinya Farhan bergegas keluar dari kamar.


Farhan menemui pengasuh Baby Ezel agar menjaganya malam ini. Farhan akan memastikan Khairani tidur nyenyak malam ini tanpa terganggu oleh tangisan Baby Ezel.


Beruntung selama ini Khairani selalu memompa ASI nya untuk stok diwaktu waktu darurat. Jadi pengasuhnya tinggal memanasinya saja.


Farhan kembali ke kamarnya setelah selesai memberi instruksi kepada pengasuh Baby Ezel. Niat hatinya tadi hendak bicara serius dengan istrinya. Tentang rencananya untuk menetap di Tokyo, Jepang.


Tapi melihat Khairani tertidur kelelahan Farhan menjadi kasian .Biarlah besok saja ,toh masih banyak waktu untuk memutuskan.


Tatapan mata Farhan mulai meredup karena terus menatap Khairani. Farhan pun merebahkan badannya di bagian kosong disamping Khairani. Meraup tubuh istrinya ke dalam dekapannya dan menghadiahkan kecupan kecil di pucuk kepala istrinya.


Akhirnya kedua mata Farhan mulai berat dan redup. Dengan perlahan tapi pasti kedua mata itupun tertutup dengan rapat. Farhan mengarungi mimpinya menyusul Khairani.


Mungkin lelah dan kurang tidur yang telah menggerogoti Khairani membuat dia benar benar tertidur hingga pagi menjelang. Tepat pukul empat subuh Khairani baru terbangun. Merasakan dekapan suaminya yang menghangatkannya semalaman Khairani tersenyum.


Pantas saja dia tertidur pulas, karena ada yang membuatnya betah menutup mata. Dengan pelan dia melepaskan dekapan hangat itu dan turun dari ranjang empuknya. Bergegas ke kamar mandi karena panggilan alam yang mengganggu tidurnya.


Tak lama kemudian Khairani pergi ke kamar Baby Ezel. Ternyata ada Pengasuhnya tertidur di samping Baby Ezel dan beberapa botol ASI bekas di atas nakas.


Setelah memastikan bayinya tidur dengan baik Khairani memilih kembali ke kamarnya. Membiarkan kedua orang yang tengah tertidur itu melanjutkan tidurnya. Karena sepertinya mereka baru saja tertidur melihat ada dot bayi yang masih terasa hangat di dekat Baby Ezel.


Setiba di kamar Khairani mendapati Farhan telah terbangun.


" Dari mana ? " Suara serak itu menyambut Khairani dengan mata yang masih sulit untuk dibuka.


" Kamu membuatku tertidur sangat lelap, sehingga melupakan Baby Ezel." Rengut Khairani sembari merebahkan tubuhnya.


" Kamu sudah sangat lelah, lagian ada pengasuhnya. Biarkan tubuhmu beristirahat. " Ucap Farhan yang dengan merangkul Khairani ke dekapannya.

__ADS_1


" Baiklah, tidurlah lagi. Masih terlalu pagi. " Ucap Khairani membalas pelukan hangat suaminya.


Mereka kembali mencoba untuk tidur kembali. Cuaca dingin memaksa mereka untuk tetap di atas ranjang untuk saling menghangatkan. Tidak menunggu waktu lama keduanya kembali memasuki alam mimpi.


Sudah sebulan umur Ezel, Khairani belum melewati masa nifasnya. Menunggu Ezel sedikit lebih kuat maka mereka akan kembali ke Pekanbaru. Begitulah menurut rencana awal mereka.


Tapi permintaan dari Tuan Endriko ditunjang oleh kondisinya yang sudah tua membuat Farhan dilema. Itulah sebabnya Farhan ingin mengajak Khairani bicara empat mata agar bisa menemukan kata sepakat.


Walaupun Farhan bisa menentukan sendiri tapi dia tidak ingin memaksakan kehendaknya. Masih ada anak anak yang jadi prioritasnya saat ini. Kenyamanan dan pendidikan Fariz dan Alma tentu jadi pertimbangan.


Akhir pekan yang Farhan tunggu akhirnya tiba. Begitu banyak kesibukan yang membuatnya harus menunda pembicaraan dengan Khairani. Mami tidak kali ini. Farhan sengaja menunggu akhir pekan agar punya banyak waktu untuk bicara dengan istrinya .


Kericuhan pagi ini diwarnai dengan tiga balita dengan segala tingkahnya . Setelah mandi dan sarapan para pengasuh mengajak ketiga balita main di taman bermain dibelakang rumah yang Tuan Endriko pesan, setelah kembali dari rumah sakit beberapa waktu lalu .


Baby Ezel juga sudah tidur kembali setelah mandi dan disusui Khairani. Sementara Tuan Endriko menikmati kopinya di taman belakang sambil mengawasi cucu cucunya bermain. Farhan tidak membuang buang waktu lagi. Inilah saat yang tepat untuk bicara.


Ketika Khairani baru saja keluar dari kamar Baby Ezel ,dia sudah disambut dengan tatapan penuh arti suaminya. Sambil mengkerutkan keningnya Khairani menutup pintu dengan pelan.


" Ada apa ,Bang ? " Kenapa menunggu disini ? .Tanya Khairani heran.


" Ayo kita ke kamar. " Bukannya menjawab Farhan malah menyeret Khairani ke kamar mereka.


" Tidak bisa apa ? " Ucapnya menjahili Khairani. Sebelum dijawab Farhan telah dahulu mendorong Khairani pelan ke ranjang.


" Ba... Bang, aku belum selesai nifas. " Khairani gugup dan cemas kalau Farhan akan memaksanya.


" Aku tahu, aku hanya ingin ini... " Farhan langsung mengecup bibir Khairani dan sedikit m*****t nya. Kemudian mengecup kening Khairani sebelum dia khilaf.


Khairani hanya terdiam menerima perlakuan Farhan yang menjahilinya. Setelah Farhan selesai dengan aksinya mereka sama sama bangkit dari ranjang. Farhan membantu Khairani untuk duduk.


" Ada apa ? Abang ingin mengatakan sesuatu ? " Terka Khairani. Sudah beberapa hari ini Farhan terlihat agak gelisah. Khairani menyadarinya namun waktu dan kesibukan lagi lagi menahannya untuk bertanya.


" Hmm , ada yang ingin aku bicarakan." Ucapnya sembari menatap dalam ke bola mata bulat kesayangannya.


" Katakanlah. "

__ADS_1


" Khai, maukah kamu menetap disini ? Papa ...


" Aku mau !" Khairani langsung memotong ucapan Farhan.


" Kamu mau ? Farhan masih tidak percaya dengan jawaban istrinya.


Khairani menjawab dengan anggukan saja. Senyuman di bibirnya menguatkan jawabannya.


" Papa sudah meminta padaku lebih dulu. Tapi saat itu aku belum bisa menjawabnya. "


" Tapi bagaimana dengan anak anak ? Apa mereka mau pindah kesini. Kita tidak mungkin menitipkan mereka terlalu lama. "


"Mereka sudah setuju, dan sudah siap untuk pindah. Tahun ajaran disana berbeda dengan disini. Sementara mereka libur dulu sambil menunggu tahun ajaran baru disini. Nanti kita isi waktu mereka dengan kursus bahasa agar tidak kesulitan nantinya. "


Setelah menyelesaikan ucapnya tiba tiba Farhan langsung memeluk Khairani dengan erat sambil mengecup puncak kepala istrinya.


" Terimakasih, kamu memang istriku yang luar biasa. Disaat aku sibuk memikirkan kata kata yang cocok untuk menyampaikan niatku ,kamu malah telah memikirkan langkah selanjutnya. "


" Aku kasihan dengan Papa, dan tidak mau berpisah darimu seperti waktu itu. Aku tidak ingin egois untuk tidak menerima permintaan orang tua kita satu satunya. "


Farhan semakin mengetatkan pelukannya. Merasai kehangatan tubuh istrinya. Sembari menghirup rakus aroma tubuh istrinya.


" Aku semakin menggilaimu, Sayang. Aah...beruntung kamu masih belum bisa dibawa terbang. Kalau tidak aku tidak akan memberimu waktu istirahat sampai siang. " Farhan melonggarkan dekapannya. Menatap wajah ayu yang sayu yang selalu menggetarkan jiwanya.


" Sudah, jangan lama lama peluknya .Nanti kamu kerepotan sendirian. "


" Kamu terlambat, Sayang . Aku sudah menderita dari tadi. " Suara serak Farhan telah membuat Khairani mengerti maksud perkataan Farhan.


Khairani langsung menepis belitan tangan Farhan dan berdiri.


" Kalau begitu selamat berjuang, Abang !! " Khairani mengecup bibir Farhan dan kabur dari kamarnya sebelum Farhan menahannya lebih lama.


" Sayang kamu tidak berniat membantuku ?! Teriakan Farhan tertelan oleh hempasan pintu kamarnya oleh Khairani.


" Awas kamu ,Yang ." Farhan akhirnya melangkah ke kamar mandi mengatasi masalah berat yang dia hadapi.

__ADS_1


Sendiri...


...****************...


__ADS_2