
Setelah Jack berhasil menenangkan Farhan dan Yosef yang diliputi amarah ,sekarang mereka duduk dalam diam di tempat semula.
Farhan duduk dengan menumpu kepalanya dengan kedua tangannya. Matanya merah tak hanya karena menahan amarah tapi juga karena air mata penyesalan. Membayangkan betapa terlukanya istrinya saat ini sehingga Farhan tidak sanggup untuk membayangkannya.
Yosef masih menatap nyalang dengan amarah ke arah Farhan. Sementara Jack masih menatap Farhan dengan kasihan. Jack bisa melihat kekalutan Farhan saat ini.
" Bagaimana kondisinya. " Tanya Farhan sangat lirih.
"Setelah melihat kalian ,dia tidak sadarkan diri karena kelelahan dan syok berat. " Jawab Jack yang mengerti siapa yang dimaksud Farhan.
Farhan kembali memejamkan mata kuat menahan sakit dijantungnya seperti ditusuk ribuan jarum.
"Bersyukurlah kandungannya masih dalam kondisi aman. Semoga ibunya segera sadar, kalau tidak anak mu dalam masalah. " Lanjut Jack.
Farhan semakin terisak pilu mendengar penjelasan Jack. Rasa sesal karena meninggalkan istrinya sendirian malam tadi demi menemui teman temannya. Seandainya waktu bisa diputar balik, maka Farhan lebih memilih menemani Khairani di kamar.
Tapi apa yang hendak dikatakan sekarang, semua terjadi seperti mimpi buruk bagi Farhan .Istri yang sangat dicintainya kini terbaring tidak berdaya karena ulahnya.
"Bagaimana aku menghadapinya ,aku tak akan sanggup menatap matanya. Aku tak bisa melihat lukanya. " Ucap Farhan disela isakannya.
" Temuilah dia, minta maaf. Semoga saja dia bisa memaafkan mu. Aku tahu kalian saling mencintai. Dan aku mendengar sendiri betapa percayanya dia pada mu. Tapi...
"Tapi apa ? Tanya Farhan cepat.
" Tapi itu sebelum dia melihat perbuatan kalian. Setelah itu yang aku lihat hanya luka di matanya . Keyakinannya yang begitu berapi api, luluh lantah bersama air matanya. " Lanjut Jack.
Farhan kembali tergugu sambil menekan dadanya kuat menahan sesak dan perih.
Yosef yang melihat Farhan yang menangis malah semakin geram.
"Sekarang baru kau menangis seperti bayi, semalam kau keenakan sambil meracau kenikmatan, dasar baj***an ." Umpat Yosef yang muak melihat drama di depannya.
" Tahu apa kau, sudah ku bilang saudari mu itu yang menjebakku . Wanita itu sudah gila ,aku bisa saja mati karena ulahnya. " Farhan yang frustrasi tak bisa mengendalikan dirinya.
"Obat itu dosis tinggi dan kau tahu akibatnya jika aku tidak melepasnya. Sementara wanita j****g itu mengurung ku di kamar itu. Aku sudah berusaha menahan tapi kepala dan pembuluh darahku terasa mau pecah."
" Tubuhku tidak sekuat itu, walaupun hatiku menolaknya. Aku tidak mungkin sanggup mengkhianati istriku. Aku sangat mencintainya dan bayi itu... aku sangat menunggu kelahirannya. " Isakan Farhan kembali terdengar.
" Bertemu dengannya adalah impianku tentang keluarga. Kau tahu betul bagaimana aku dan keluargaku ,Jack !Apa menurutmu aku sanggup bermain main dengan semua ini. " Farhan menoleh ke arah Jack dengan tatapan sendu.
"Sekarang hidup yang aku impikan itu telah hancur, Jack .Wanita mu****n itu menghancurkan nya dalam semalam. Dan pria ini malah membelanya, hanya karena wanita itu saudaranya ." Tatapannya berpindah ke arah Yosef.
"Bicara saja memang gampang, jangan terlalu banyak drama kalau kau tidak bisa membuktikannya dan bersiaplah untuk di penjara. " Ancam Yosef sambil menunjuk nunjuk dada Farhan lalu pergi dari kamar itu.
Farhan dan Jack terdiam sambil menatap Yosef sampai menghilang dibalik pintu.
"Yosef benar, Han. Kau harus mencari bukti. Tidak hanya untuk menghindari hukum, tapi juga untuk Khaira. Walaupun dia akan sulit menerimamu lagi, setidaknya kau punya bukti ketidak berdayaanmu. " Ucap Jack.
__ADS_1
Senyum Farhan terbit saat mendengar saran dari Jack .Merasa mendapatkan secercah harapan, walaupun harapan itu tipis tapi dia harus berjuang untuk mempertahankan pernikahannya. Demi cintanya dan juga anak anaknya.
"Jack, Hotel ini milik kenalan kamu , kan ? Tanya Farhan antusias.
" Kau lupa temanku itu masih ada hubungan keluarga dengan Yosef dan Jeany. Aku rasa mustahil kita dapat bukti disini. " Ucap Jack.
"Sial, aku rasa Jeany telah merencanakan semua ini, Jack. ! Dan aku juga curiga jangan jangan kejadian tujuh tahun lalu juga perbuatan Jeany." Farhan mulai curiga dengan kejadian awal Jeany menjadi partner ranjangnya.
"Ada apa dengan tujuh tahun lalu ? Selidik Jack.
Farhan menghela napas berat sebelum membuka mulutnya. Saat ini dia butuh Jack , mau tidak mau dia harus membuka aibnya .
"Jeany bukan sekadar Asisten ku, dia juga partner ranjangku. " Suara Farhan penuh penyesalan.
" Apa !!! Oh My God. Kau telah memelihara ular itu kiranya, pantaslah kalau sekarang dia mulai menggigitmu ." Jack memijit batang hidungnya.
"Itulah penyesalan terbesar dalam hidupku ,Jack. " Lirih Farhan.
" Dan istrimu mengetahui semua itu. " Farhan menjawab dengan anggukan. " Aku salut dengan istrimu, hingga tadi malam keyakinannya pada cintamu begitu kuat. Tapi sayang seketika runtuh hingga dia tak sanggup menanggungnya. "Lanjut Jack.
"Ceritakan padaku bagaimana bisa dia sampai di kamar itu. " Pinta Farhan dengan lemah.
Jack pun akhirnya menceritakan semuanya, dari awal pertemuannya dengan Khairani di pintu Club dini hari tadi. Sampai akhirnya dia meninggalkan Khairani di rumah sakit tadi pagi bersama Ilyas.
Farhan mendengarkan dengan hati yang berdenyut, sesekali menghela napasnya untuk melonggarkan dadanya yang sesak. Sambil memijit pangkal hidungnya karena pusing. Farhan benar benar tak sanggup membayangkan betapa hancurnya istrinya sekarang.
"Aku rasa ada yang membantu wanita itu. Belasan tahun mengenalnya dengan begitu dekat, entah kenapa baru sekarang aku merasa dikelabui selama ini. Apa motifnya ,apa benar cuma obsesi atau mungkin bisnis. "
" Aku mengalami hal yang sama tujuh tahun lalu, Jack. Itukah awalnya hubungan ku dengannya. Aku menerimanya waktu itu karena rasa bersalah telah menodainya ."
"Aku sudah memperingatinya dari awal, kalau aku tidak bisa mencintainya. Hubungan itu murni soal kebutuhan saja tanpa perasaan. Aku tidak menyangka dia begitu berani sampai seperti ini. "
"Iya dia sudah siap dengan segala resikonya ,hingga masuk rumah sakit dan dioperasi .Kau terlalu kasar hingga merobek organnya ." Ujar Jack terkekeh pelan.
" Aku melakukannya dengan amarah, apalagi aku dalam keadaan sadar. Kau tahu , kan aku tidak minum tadi malam. Aku cuma tidak bisa mengendalikan diri, dosisnya sangat tinggi. " Desah Farhan menyesali apa yang terjadi.
"Apa kau yakin Jeany yang menjebakmu ? " Tanya Jack .
"Tadinya tidak, tapi setelah dia masuk kamar itu lalu pintu terkunci dari luar aku mulai curiga. Dia berusaha mendekatiku dan membuka setiap kain yang melekat di tubuhnya. "
"Awalnya aku berusaha menolaknya hingga semua pembuluh darahku terasa pecah, sangat menyakitkan. Namun kata katanya membuat aku yakin kalau semua itu adalah ulahnya." Farhan kembali mengingat setiap kejadian tadi malam.
Farhan kembali menceritakan detik detik dia di sergap dua orang pria hingga dipaksa masuk kamar itu. Sampai akhirnya Jeany masuk dan merayunya.
Flashback on
" Pergilah Je ,selagi aku masih waras. Aku tak ingin melakukan denganmu. Aku punya tempat pelampiasan yang halal. Pergilah ! Bentak Farhan
__ADS_1
"Tidak Han, aku akan tetap disini, aku akan membantumu ,Honey .Seperti waktu itu, kau ingat waktu pertama kali kita melakukannya. " Jeany mendekat sambil melepas pakaiannya satu persatu.
"Jangan harap Jeany, tubuhku sekarang hanya milik Khaira ku. Tidak akan aku izinkan wanita lain menyentuhnya. " Ucap Farhan bergetar menahan desakan dalam tubuhnya.
"Kau tidak akan bisa menahannya Han, dosisnya sangat tinggi. Kau bisa kena serangan jantung mendadak. Kau pasti sudah tidak tahan sekarang, kan ? Ayo Honey, kita lewati malam ini dengan indah. " Jeany sudah mulai meraba dada Farhan.
"Kau tahu dosisnya tinggi ? Hah... rupanya ini permainanmu . Kurang **** kau j****g ." Amarah Farhan memuncak bersamaan dengan gairahnya yang meninggi. Farhan mendorong Jeany dan berlari ke arah pintu.
Tapi sia sia saja pintu itu terkunci. Farhan sudah terlihat lemah dan pusing yang begitu dahsyat. Berbalik ke arah Jeany dan meremas lengannya.
"Cepat berikan kuncinya "
" Aku tak punya kuncinya, mereka menguncinya dari luar. " Jawab Jeany santai.
"Sial, Kau benar benar mu****n ,apa mau mu. "
"Aku hanya menginginkan kamu ,Han Aku mencintaimu. " Ucap Jeany memelas.
"Tapi aku mencintai istriku. Tak ada tempat untukmu walaupun sedikit, kau mengerti. !! Sekarang buka pintunya atau aku habisi kau. " Farhan sudah benar benar diujung kesabarannya.
"Sekali saja Han, ayo kau pasti kesakitan sekarang. " Jeany mendorong Farhan kasar ke ranjang yang membuatnya tertelentang di atas kasur empuk itu. Wajah merah dan napas yang memburu membuktikan gairah yang memuncak.
Jeany yang sudah polos tidak menyia nyiakan kesempatan. Dengan sigap dia mencumbu hingga Farhan dibuat gila dan tak bisa mengendalikan hasratnya lagi. Dengan cepat Farhan membalikan posisi, dengan Jeany yang di bawah kungkungannya.
Jeany tersenyum puas telah berhasil memancing gairah Farhan yang dia rindukan. Satu persatu Jeany membatu melepaskan seluruh pakaian Farhan yang tak sabar ingin menuntaskan rasanya.
Semua yang tidak diinginkan Farhan akhirnya terjadi. Amarah Farhan menggebu melihat senyum kemenangan Jeany. Dengan kasar dia menghentakkan segala rasa amarahnya yang terbungkus gairah.
Farhan tak peduli Jeany kesakitan atau tidak, yang dia inginkan hanya ingin segera melepaskan rasa yang mulai menyakitkan ini.
" Ini yang kau minta Jeany, inikah yang kau inginkan. " Ucap Farhan sambil menghentak kasar diatasi tubuh Jeany.
"Yaeh Honey , Mhm .!! Aku merindukanmuuhh. " Jeany bicara terputus putus.
"Maka nikmatilah ini sampai kau matiiih." Terdengar lagi suara Farhan yang tersengal sengal.
" Akuuh ,mati dalam... nikmat Han, lebih cepat Han!!!" Pekik Jeany.
Farhan menggebu dan terlihat garang dan kasar ,membuat Jeany terpekik antara nyeri dan nikmat.
"Mari kita mati bersama Jeany, mari kita nikmati kematian setelah ini. " Farhan berkata dengan terengah engah.
"Kau telah menghancurkan ku, ayo kita hancur bersama. Apa kau puas ,hah ? Jeany hanya diam menikmati rasa perih dan nikmat bersamaan.
Farhan melakukannya berkali kali, hingga rasa itu tidak lagi menyakiti nya. Tak peduli bagaimana kondisi Jeany, yang Farhan tahu Jeany telah menutup matanya sedari tadi. Entah tertidur karena lelah atau pingsan, Farhan tidak tahu.
Flashback off
__ADS_1
...****************...