Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Depresi


__ADS_3

Jack mendengarkan setiap penuturan Farhan. Timbul rasa simpatinya terhadap sahabatnya yang telah hampir dua puluh tahun dikenalnya. Apalagi melihat bagaimana kehidupan Farhan yang hanya sebagai anak angkat yang disepelekan oleh keluarga ayah angkatnya.


Jack mengerti bagaimana perasaan Farhan saat ini . Ketika impiannya tentang keluarga bahagia yang selama ini diinginkannya hancur seketika. Baru saja dia mendapatkan kebahagiaan, kini musnah karena kesalahan masa lalunya.


Farhan masih memejamkan matanya sembari menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Tangannya masih memijit pangkal hidungnya mengurangi sakit di kepalanya .


Rasa sakit kepala yang disebabkan efek obat perangsang dan kurang tidur juga pusing memikirkan masalah yang kini di hadapannya.


Farhan tidak peduli Jeany ataupun Yosef menuntutnya, yang dia pikirkan bagaimana cara menghadapi Khairani. Sungguh Farhan sangat merindukan istrinya saat ini. Ingin memeluknya untuk menguatkannya. Tapi apa Khairani masih mau melihatnya setelah apa yang telah terjadi.


"Jack, menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku benar benar pusing. " Ucap Farhan lirih.


" Ayo ke rumah sakit, apa kau tidak ingin melihat kondisi Khairani. ?" Ujar Jack.


"Sangat, sangat ingin ,Jack. Tapi aku takut melihat reaksinya nanti jika melihatku. "


" Jangan terlalu cepat menyimpulkan, hadapi saja dulu. Tidak mungkin jugakan kau mengabaikan dia dirumah sakit sendirian . Yang ada dia tambah marah padamu. Kita juga tidak tahu kondisinya sekarang. Berdoalah semoga semua insiden ini tidak mempengaruhi janinnya. "


"Kau benar Jack, ayo jangan buang waktu lagi. " Farhan langsung berdiri mendekati nakas. Mengambil pakaian yang sedianya dipakai untuk kembali ke Pekanbaru. Lalu mengganti pakaian nya dengan cepat ,kemudian mendekati Jack yang masih di sofa.


Kedua pria itu akhirnya keluar dari Hotel menuju rumah sakit. Diperjalanan ke rumah sakit Ilyas menelepon mengatakan kalau dia harus pergi karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Dan meninggalkan Khairani dengan seorang Suster di rumah sakit.


Jack mengendarai mobilnya agak sedikit laju, mengingatkan istri sahabatnya sendirian di rumah sakit. Tapi tiba tiba Jack teringat sesuatu.


"Han, nanti sampai di rumah sakit, lakukan Medical check up ."


"Untuk apa ?"


"Lakukan saja , siapa tahu nanti hasilnya bisa berguna untukmu. Cek apa saja yang bisa mengetahui komposisi obat itu ,jenis atau dosis yang masuk ke tubuhmu. "


"Kau benar, kenapa tidak terpikirkan olehku. Mudah mudahan kita bisa tahu dimana bisa mendapatkan obat itu dengan begitu kita bisa buktikan siapa yang mencekoki aku dengan obat sialan itu. " Geram Farhan.


" Setidaknya ketika kau menjelaskan kepada Khairani, kau punya bukti kalau kau dalam pengaruh obat. " Sambung Jack.


"Yah, kau benar .Walaupun aku ragu dia masih mau menerima aku yang kotor ini. Khairani dan keluarganya hanya orang orang sederhana tapi hidupnya lurus .Tidak seperti aku berlumur dosa. " Farhan benar benar putus asa dan tidak percaya diri.


"Sudahlah, tak ada yang perlu kau sesali. Semua telah terjadi, tinggal hadapi saja akibat dan efeknya. " Ucap Jack menenangkan.


"Oh iya, apa kau sudah dapat orang yang bisa membantuku untuk mendapatkan rekaman CCTV itu ? " Tanya Farhan.


" Sudah, tapi aku belum menghubunginya. Nanti saja setelah sampai di rumah sakit. Dia seorang hacker ,aku tidak tahu dia bisa diandalkan atau tidak. Tapi dia punya jaringan yang membantunya. Dan siapkan uangmu, bayarannya mahal. " Seloroh Jack yang sengaja membuat Farhan sedikit rileks.


"Jika memang hasil penjualan Perusahaan itu habis aku ikhlas asalkan istriku mau memaafkanku, Jack. " Ucap Farhan sendu.


Jack tidak lagi menanggapi karena mereka telah tiba di parkiran rumah sakit. Dengan bergegas keduanya masuk ke lift dekat parkiran langsung menuju ruang rawat Khairani.


Sementara Khairani baru saja membuka matanya. Ditengah kebingungannya terdengar sapaan seseorang di sampingnya. Seketika Khairani menyadari kalau kini dia ada di ruang rawat rumah sakit.


" Selamat siang Nyonya ,anda sudah sadar. Apa yang anda rasakan ? Sapa seorang Suster dengan berbahasa inggris.

__ADS_1


"Air..., air minum. " Ucap Khairani lemah. Tenggorokannya terasa kering dan sedikit sakit.


Mengerti dengan apa yang Khairani ucapan, Suster itu mengambil botol air mineral yang telah tersedia di nakas. Menaikkan bed dengan posisi setengah duduk .Kemudian menyodorkan botol air mineral yang telah dibuka.


" Anda harus makan nyonya, karena anda telah melewati waktu sarapan anda. " Kali ini Suster itu menggunakan bahasa Indonesia, setelah dia tahu pasiennya orang Indonesia .


Suster itu mendorong sebuah Overbed table ke hadapan Khairani, yang diatasnya telah tersedia berbagai macam hidangan.


" Biar saya bantu Nyonya ." Khairani langsung menggeleng tidak mau disuapi.


"Saya sendiri saja ,Sus ." Ucap Khairani.


"Baiklah Nyonya, tolong dihabiskan kasihan bayi anda belum dapat asupan dari semalam. " Lanjut Suster itu.


Akhirnya Khairani makan dalam diam. Pikirannya kembali mengingat kejadian demi kejadian. Selera makannya langsung hilang padahal perutnya sangat lapar. Susah payah Khairani menelan makanannya, selain hambar juga dia sibuk menahan air mata.


Alhasil Khairani menyisakan separuh makanannya. Dia tak sanggup lagi menelannya.


" Masih setengah, kenapa tidak dihabiskan Nyonya. " Tanya Suster itu.


"Saya sudah kenyang ." Jawab Khairani.


"Baiklah, apa ada lagi yang anda butuhkan ?" Khairani hanya menggeleng setelah meneguk air mineral di depannya.


" Maaf , saya mohon izin keluar. Sebentar lagi akan ada Dokter dan Suster pengganti .Kalau anda butuh sesuatu, silakan tekan tombol merah itu. "Ucap Suster sambil menunjuk tombol dekat tempat tidur Khairani.


Setelah membereskan sisa makan Khairani, sang Suster pun keluar sambil membawa peralatan bekas makan tadi.


Akhirnya pertahanannya runtuh seketika. Suaminya yang baru tadi malam mengungkapkan betapa mencintainya ,dalam hitungan jam telah menjelajah di tubuh wanita lain. Dan semua itu di saksikan oleh mata kepalanya sendiri.


Khairani yang terbiasa menangis dalam diam, kini tidak lagi sanggup menahan diri. Dia melepaskan sesaknya dengan rintihan yang memilukan. Sesekali terdengar teriakan kecilnya sambil memukul mukul dadanya. Berharap bisa mengurai sesak yang menghimpitnya.


Hatinya terluka dalam. Jiwanya gamang tidak punya pegangan. Cinta yang baru saja dirasanya seketika terhempas ke dasar terdalam penuh duka.


"Apakah ini hukuman untukku , karena terlalu cepat melupakan kamu Bang !! Apakah kamu marah padaku bang ? Maafkan aku terlalu cepat menggantimu. " Ucap Khairani sambil tergugu pilu . Seketika dia teringat pada Bakri.


" Sakit... sakit sekali rasanya. Aku tidak sanggup menahannya. Kenapa begitu cepat aku jatuh cinta pada laki laki itu. Ternyata aku hanya bermimpi saja punya suami yang begitu mencintaiku dengan hangat ,yang memujaku, yang memanjakanku. "Khairani meratap memilukan, hingga suaranya terdengar tersengal sengal.


" Ternyata dia hanya penipu yang membeliku dengan kemewahan. He.. he... he " Tiba tiba Khairani terkekeh, namun tetap terdengar menyedihkan. Tawa yang terdengar begitu perih dan dalam.


"Aku yang salah, terlalu gampangan. Murahan ! Aku yang mudah jatuh dalam rayuan. Kau sangat naif Khairani. Kau bodoh .Lihatlah Khairani kau bahkan tercampak disini sendiri sedangkan dia... dia... aaakh....aakh... " Khairani memukuli kepalanya sembari berteriak histeris.


Beberapa saat kemudian dua orang Suster masuk tergesa gesa. Mereka berusaha membetulkan posisi Khairani yang hampir saja jatuh dari bed nya. Juga membenarkan selimut sembari menenangkan Khairani yang masih histeris.


Tidak berapa lama Dokter pun datang dan dan menyuntikkan sesuatu di lengan Khairani berhubungan infusnya sudah tercabut.


Kini teriakan histeris itu semakin pelan, berubah menjadi ratapan memilukan. Dan akhirnya berhenti menyisakan cairan bening yang masih saja menetes. Seperti isyarat pedih dan dalamnya luka itu.


Pintu ruangan itu kembali terbuka . Farhan muncul bersama Jack Luo. Mata Farhan nampak merah dan basah .Wajah frustrasi itu nampak kacau. Ternyata Farhan telah berdiri di balik pintu sewaktu Khairani makan tadi.

__ADS_1


Farhan jelas mendengar setiap kata dan rintihan istri tercintanya. Farhan melihat betapa rapuh dan terpuruknya wanita malang itu. Farhan tak dapat berkata kata, air mata saja yang mewakilkan rasa sakitnya menyaksikan kehancuran orang yang paling dia sayangnya di dunia ini.


Apalagi mendengar istrinya tidak lagi mempercayai nya dan menyaksikan istrinya menyalahkan dirinya sendiri. Melihat Khairani memukuli kepalanya sendiri.


Ingin rasanya Farhan mendekat dan memeluknya. Tapi rasa takut akan penolakan istrinya lebih besar. Membuatnya urung untuk melakukan itu. Sungguh saat ini Farhan benar benar kehilangan rasa percaya dirinya.


Syukurlah Jack yang masih waras saat itu bertindak cepat dengan memanggil Dokter. Sementara Farhan larut dalam duka penyesalannya.


Kini wanita malang itu tertidur karena pengaruh obat penenang yang aman untuknya. Wajah yang pucat itu basah oleh air mata. Farhan menatap wajah yang sangat dia rindukan sejak bangun tidur tadi pagi.


Seorang Suster sibuk mengganti infus di tangan Khairani dan yang lain mengukur tensinya.Sementara sang Dokter memeriksa detak jantung dengan menggunakan Stetoskop.


Percakapan dalam bahasa inggris


"Bagaimana kondisi istri saya, Dok ? "


" Sepertinya istri anda baru saja mengalami kejadian yang sangat buruk. " Farhan hanya mengangguk.


" Ini sangat mengganggu psikisnya. Kita perlu dampingan Psikiater . Apalagi istri anda dalam keadaan hamil. "


"Lakukan apa saja yang terbaik untuknya ,Dokter. "


"Baik Pak, nanti saya hubungi Psikiater terbaik di rumah sakit ini. Tolong jangan membuatnya tertekan. Sangat dibutuhkan dukungan keluarga terdekatnya. Apalagi anda sebagai suaminya. "


"Baik Dok, saya mengerti. Berapa lama dia akan tidur Dokter ?"


"Sekitar dua sampai tiga jam, sesuai kondisi tubuh pasien. "


"Bagaimana dengan kandungannya , Dok ? Apa anak saya dalam kondisi baik. "


"Sejauh ini masih aman ,Pak .Selagi asupannya masih cukup. Tapi tentu saja kejiwaan sang ibu juga mempengaruhi perkembangan janin. Makanya kita harus menyehatkan sang ibu secara fisik dan psikis agar janinnya juga sehat. "


"Baik Dokter, tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya. "


"Tentu ! Maaf saya harus pergi, untuk memeriksa pasien lain. "


" Silakan Dokter, Terimakasih ."


Dokter bersama dengan kedua Suster itu keluar dari ruangan Khairani. Tinggallah Farhan dan Jack yang masih setia berdiri di samping bed Khairani.


"Jack, lakukan segera. Aku tidak mau menunggu lagi. Semakin lama Khairani semakin tertekan. Aku takut kondisinya semakin memburuk. "


"Oke aku pergi dulu . Jangan khawatir tentang bukti, aku akan membantumu. Sekarang pikirkan saja istrimu dan kandungannya. Tapi segeralah Medical check up ." Ucap Jack sebelum melangkah keluar ruangan.


Sepeninggal Jack Farhan melangkah mendekati Khairani lalu ikut berbaring di samping sang istri. Farhan mendekap erat Khairani seakan takut istrinya pergi. Menciumi pucuk kepala istrinya berkali kali diiringi derai air mata yang mengalir deras.


Inilah peristiwa kedua kalinya Farhan menangisi seseorang. Yang pertama sewaktu Mama angkatnya meninggal. Wanita pertama yang membesarkannya dengan penuh cinta. Dan yang kedua adalah Khairani. Wanita pertama yang dia cintai.


Dekapan itu semakin erat .Mungkin saja esok tak lagi bisa dia lakukan.

__ADS_1


Mungkin..... !!!!


...****************...


__ADS_2