Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Aku mencintainya...


__ADS_3

Di tengah malam menjelang pagi terlihat dua orang pria duduk di kursi tunggu sebuah rumah sakit. Dengan kondisi yang sangat kacau. Terlihat pakaian mereka dipenuhi lumpur bercampur dengan darah yang sudah setengah mengering.


Farhan dan Qori duduk dengan pikiran masing masing sambil menahan rasa lelah bercampur ngantuk. Di depan mereka adalah ruang operasi. Di dalam ruangan itu Dokter dan tim medis lainnya sedang berjuang menyelamatkan nyawa dua orang teman mereka.


Bakri dan Luki lah yang berada diruang operasi .Sekarang mereka berjuang dan bertarung dengan waktu. Sementara Arya telah berada dialam yang berbeda. Dia meregang nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit.


Farhan dan Qori berharap semoga Bakri dan Luki tidak menyusul Arya. Ke khawatiran tampak jelas di wajah sayu mereka. Karena mereka menyaksikan sendiri seberapa parah kecelakaan yang dialami.


Flashback on


Farhan dan rombongan kecilnya telah memasuki hutan cemara yang berada di lokasi hotel. Mereka dipandu oleh dua petugas dari hotel. Berjalan menyelusuri jalan setapak yang dikelilingi oleh rumput liar.


Setelah berjalan selama tiga puluh menit, sampailah mereka disebuah wahana Outbond di tengah hutan itu. Ada beberapa wahana di sana seperti flyingfog ,jaring laba laba, ayunan dan ada lain lain.


Tentu saja Fariz dan Alma tidak membuang buang kesempatan untuk menjajal semua wahana itu. Farhan meminta Meta untuk menemani mereka. Sementara Farhan dan Qori duduk di bangku yang telah tersedia tak jauh dari lokasi Outbond.


Tak lama berselang Farhan menerima panggilan telepon.


"Halo Luki...


"Han... " bukan suara Luki


"Halo, kamu Ri ..."jawab Farhan ragu, lalu menatap layar HP memastikan.


" Iya ,akuuh "Terdengar suara Bakri lemah sedikit terbata dan seperti menahan sesuatu.


" Loh ,kok pakai HP Luki HP mu mana." tanya Farhan ,dengan sedikit merasa ada janggal.


"Entah lah, mungkin jatuh...


"Kamu Dimana ,udah sampai kan.." tanya Farhan yang mulai cemas.


"Aku tak tahu ini dimana...


"Apa maksudmu ini sudah dua jam lebih... masak belum sampai... kamu dimana sebenarnya... "cerca Farhan


"Berarti aku sudah tertidur.... selama... dua jam.... he... he... " jawab Bakri terbata .


"Bakri kamu dimana ..."bentak Farhan tak sabar.


"Han... mungkin aku sekarang ada di bawah jurang...


"Jangan bercanda Ri...


" Tadi ada mobil ugal ugalan dari arah berlawanan, aku menghindar..... banting stir....."diam sejenak lalu Bakri dan lanjutkan " banting stir ke kiri....


"Kamu bisa kirim lokasi...


"Akan ku... coba..


"Usahakan... sebentar lagi aku telepon... " Farhan langsung perintahkan Qori untuk memanggil Meta


Sesampainya di Meta di dekatnya Farhan langsung memberikan perintah.

__ADS_1


"Meta, bawa anak anak ku pulang ke Villa, pastikan mereka selamat sampai tujuan. Bilang sama Khairani untuk tetap di Villa sampai saya kembali. Dan kalian pindah ke Villa kami. kalau Khairani bertanya bilang saya yang suruh. Sampai disini ada yang tidak kamu mengerti...


"Ada apa pak sebenarnya... "tanya Meta gugup.


"Bakri dan yang lain kecelakaan , mungkin kamu perlu tahu agar bisa bantu saya jaga anak anak, karena Khairani pasti tahu juga akhirnya. dan bisa diprediksi kondisinya pasti tidak akan baik baik saja. "jawab farhan cepat. "Dan jangan kasi tau Khairani dulu ,biar saya yang menyampaikan nanti. .Saya dan Qori pergi dulu... ingat pesan saya... "Lanjut Farhan sambil berlalu.


Farhan mengajak Qori pergi ikut dengannya. Tidak lama kemudian terdengar nada notifikasi dari HP Farhan.


"Qori... lokasinya sudah ketemu ... ayo... " ucap Farhan sambil berlari diikuti Qori.


Sebelum ke parkiran Farhan bicara dengan Sekuriti di pintu masuk. Farhan minta tolong hubungi Ambulance dan Polisi, dia mengirimkan lokasi yang dikirim oleh Bakri .


Farhan menyerahkan kunci mobil dan menyuruh Qori yang menyetir. Setelah sampai di dalam mobil Farhan kembali menelepon Bakri ke HP Luki. Tak lama kemudian Bakri mengangkat telepon Farhan.


"Halo Ri ...aku udah di jalan...


"Han...


"Iya... bagaimana kondisi kalian...


"Han...


"Kamu harus tetap sadar ...oke...


"Iya.... aku baik... baik saja.... Luki tak bergerak Han... Arya... aku tidak tahu... aku tak melihatnya... " suara Bakri terputus putus.


"Baiklah... tidak apa apa ,kamu tenang ya... bicara terus biar tetap sadar, pelan pelan saja.. "Ucap Farhan berusaha setenang mungkin, walaupun hati nya kini sedang bergemuruh.


"Han..


"Iya...


"Mungkin saja.. Dia pasti mencemaskan mu... "jawab Farhan.


"Han... aku titip anak anak ...dan... Khairani...


"Aku sudah menitipkan mereka di Villa, kamu jangan khawatir. "jawab Farhan pura pura tidak paham maksud perkataan Bakri.


"Jaga mereka untuk ku...dan... sayangi mereka... kamu...


"Aku sudah menyayangi mereka tanpa kamu minta , jangan minta lagi... " Farhan bicara dengan suara bergetar.


"Han.. kamu tahu kan.... Khairani... dia... limited edition... he.. he.. "Bakri masih berusaha terkekeh " Kamu tak akan menemukan yang serupa.... "lanjut Bakri


"Iya... aku tahu ,kamu laki laki yang beruntung ..." jawab Farhan seadanya.


"Han.... sampaikan padanya.... aku mencintainya... "Bakri bicara dengan menahan sesak didadanya ,air matanya telah tercampur dengan darah.


"Dasar kau es balok... katakan sendiri... dia menunggumu " ucap Farhan dengan tegas dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Dengan sesekali menghapus air mata dia kembali berkata... " Ri...aku sudah dekat lokasi mu, tunggu sebentar lagi... " ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Han... sekali ini saja tolong ya... sampaikan pesan ku.... jaga mereka untuk ku....


"Sudah Bakri, kamu tak butuh bantuanku untuk itu kau pasti kuat... kau ayah yang hebat... suami yang baik...kuatlah Bakri demi mereka... ku mohon bertahanlah... sebentar lagi" Farhan sudah tergugu menahan laju air mata nya.

__ADS_1


Sementara Qori untuk yang fokus menyetir masih bisa mendengar semua pembicaraan itu. Sesekali dia juga menghapus sudut matanya. pembicaraan itu menyentuh nuraninya yang juga seorang suami dan juga seorang ayah.


"Bakri... kamu masih disana...


"Yahh..Han... aku tidak tahan... lagi...


"Ri... Tahan Ri... sebentar lagi...


"Han... kau sahabat yang baik...


"Iya aku tahu... kau juga...


"Terimakasih... semuanya...


" Katakan nanti kalau sudah ketemu...


"Han... aku... aku tahu kau menyukai ...Khaira mu...


"Apa yang kamu katakan... jangan aneh aneh... mana mungkin aku menyukai istri sahabatku... aku tidak gila... "ucap Farhan sedikit berteriak keras dengan suara serak menahan tangis.


"Han... jaga dia...


"Tidak...


"Han...


"Aku sudah sampai... tunggulah... aku coba turun ke bawah... "Farhan langsung menutup panggilan telepon dan bergegas turun dari mobil, setelah Qori mematikan mesin mobil.


Terlihat bekas ban mobil yang terletak dipinggirkan jalan ditambah semak semak sekitarnya seperti habis diterobos paksa.


Tidak sampai dua menit terdengar suara sirine dari mobil ambulance dan mobil patroli polisi .Setelah sedikit berdiskusi akhirnya tim penyelamat diturunkan. Situasi tegang dan mencekam menyelimuti petang yang telah mulai menggelap itu.


Farhan dan Qori memutuskan ikut turun setelah mendapatkan izin dari pihak yang berwajib. Dengan bantuan alat seadanya dari penduduk setempat.


Tidak ada saksi mata dari kecelakaan yang menimpa Bakri. Selain lokasi kecelakaan berada didaerah perbukitan yang ditanami kelapa sawit dan jauh dari pemukiman warga, juga jalanan disaat kejadian diduga sepi dari lalu lintas kendaraan.


Butuh waktu empat puluh menit berjalan kaki, barulah tim penyelamat dapat menemukan mobil yang dikendarai Bakri. Medan yang berat ditambah posisi yang berada di lereng bukit menyulitkan petugas. Ditambah gelap gulita karena malam telah mengantikan siang.


Saat ditemukan kondisi mobil rusak parah dan tersangkut disebuah pohon yang cukup besar. Arya ditemukan beberapa puluh meter dari lokasi mobil. Seperti terlempar keluar dari mobil, sementara Bakri cedera berat di kepala dan dadanya tertusuk ranting pohon. Sedangkan Luki cedera di bagian kaki yang terjepit dashboard mobil.


Berlomba dengan waktu semua berjibaku melawan kelam. Mengurai badan mobil dan berusaha mengeluarkan para korban secepatnya. Farhan masih bisa melihat Bakri tersenyum padanya .Farhan berusaha bicara dengan tatapannya seakan berkata "bertahanlah". Sampai akhirnya mata sayu yang tadi terbuka, kini tertutup berlahan.


Dari tadi HP Farhan dan Qori tak henti berdering. Mereka terpaksa memasang mode diam agar tak mengganggu tim penyelamat bekerja. Mereka tahu betul siapa yang menghubungi. Tapi mereka dalam situasi yang tidak bisa menjelaskan apa apa.


Satu jam berjibaku akhirnya semua korban bisa dikeluarkan. Satu persatu dari mereka telah dimasukkan ke ambulance dan dibawa ke rumah sakit. Berharap mereka masih bisa membuka mata esok hari.


Farhan ikut bersama Bakri di ambulance .Berlahan dia memegang tangan Bakri yang tidak diinfus.


"Bertahanlah Ri... mereka membutuhkan mu, aku pun baru saja merasakan punya saudara. Setidaknya demi Rani mu...... Ri bertahanlah..."Farhan tak bisa menahan luapan air matanya. Melihat kondisi Bakri yang sangat memprihatinkan. Dia mengingat pembicaraan nya dengan Bakri tadi .Seperti sebuah pesan yang tersirat.


Akhirnya Farhan membuka Hp nya ,begitu banyak panggilan tak terjawab dari Khairani. Farhan membuka Room chatingnya mengetik beberapa pesan untuk Khairani , dan kemudian memasukkan Hp ke kantong celana.


flashback off

__ADS_1


*****


🌺 Love you all...edisi berbawang yaa gaiss... cuuus bab berikut nya 🌺


__ADS_2