
Waktu terus berjalan tanpa terasa. Pernikahan Khairani dan Farhan telah bulan ketiga. Seperti biasa Farhan kembali ke Pekanbaru seminggu sekali pas weekend.
Tapi tidak dengan dua minggu terakhir. Farhan sibuk mengurus pengalihan Perusahaannya dengan pemilik baru. Akhirnya Farhan memilih menjual perusahaan nya. Karena untuk memindahkan perusahaan itu butuh waktu dan biaya yang lumayan besar.
Farhan merasa lelah harus bolak balik Pekanbaru Singapura tiap minggu. Dia juga ingin berada dekat dengan anak anak dan istrinya.Farhan ingin merasakan seperti pasangan normal. Dilayani sepenuhnya oleh sang istri.
Farhan berusaha selalu berkomunikasi dengan Khairani dan anak anaknya. Walaupun hanya dengan VC saja, cukup untuk menuntaskan rasa rindunya.
Tapi sudah tiga hari ini Farhan tidak menghubungi Khairani. Khairani sendiri sangat jarang menelpon, hanya sesekali mengirim pesan jika ada sesuatu yang penting.
Dari pagi Khairani merasa tidak tenang. Tak biasanya Farhan tidak memberi kabar padanya. Tanpa berpikir lebih lama akhirnya Khairani mengambil Hp nya dan mencoba menghubungi Farhan.
Pada panggilan ketiga barulah ada jawaban. Tapi betapa terkejutnya Khairani ketika suara di seberang sana adalah seorang perempuan.
" Hallo. " Jawaban dari HP Farhan.
Khairani melihat kembali layar HP nya takut salah nomor. Tapi dugaannya salah, itu memang nomor suaminya. Khairani berusaha menahan gemuruh di dadanya, tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan.
"Halo, ini siapa. ?" Ucap Khairani sedikit gugup.
"I am Jeany , sorry Han lagi tidur. " Suara wanita itu terlihat parau seperti baru bangun tidur. Logat bicaranya sepertinya bukan orang Indonesia.
Khairani yang mendengar suara yang wanita yang serak itu ,dan mengatakan Farhan lagi tidur merasa perih di hatinya. Dimana mereka, apa hubungan mereka sehingga wanita itu yang mengangkat HP suaminya.
Tidak terasa air matanya mulai menggenang ." Jangan berpikir negatif dulu, Bang Farhan tidak mungkin mengkhianati mu Ran !."Ucap Khairani dalam hatinya.
"Maaf ,bisakah kamu membangunkannya, katakan istrinya menelepon !" Ucap Khairani sambil menahan air matanya.
"Oh, sorry ,tapi dia baru tidur pagi ini, kami sangat lelah. Bisa kau call Han nanti. " Jeany menjawab seperti seorang yang sangat dekat dan penuh perhatian.
"Oke, terimakasih. " Khairani langsung mematikan panggilan. Dia tidak bisa menahan luapan air matanya. Apa yang terjadi, kenapa Farhan tidur ditempat yang sama dengan wanita itu. Dan " Han" betapa mesranya dia menyebutkan nama Farhan.
Dada Khairani terasa sesak dan hatinya begitu perih. Sepanjang pernikahannya dengan Bakri, Khairani tidak pernah merasa seperti ini. Walaupun Bakri pria dingin dan kaku tapi dia tipe pria rumahan. Jarang keluar rumah dalam waktu lama.
Sementara Farhan seorang pengusaha sukses dan di negara bebas. Khairani pernah mendengar dari Bakri bagaimana akhirnya Sikembar hadir ke dunia. Membuktikan kalau Farhan terbiasa dengan wanita tanpa ikatan.
"Huuft !! " Khairani berusaha meredakan sesaknya. Dia mencoba untuk menghilangkan prasangkanya ,sebelum mendengar penjelasan dari suaminya.
Dari siang itu Khairani menunggu Farhan untuk menjelaskan padanya. Tapi hingga malam Farhan tidak kunjung menghubunginya.
Dugaan dugaan itu kembali meracuni pikiran Khairani. Apa sebegitu percayanya Farhan pada Assistennya itu, sehingga HP nya bisa diotak atik sembarangan. Ah !!! Entahlah Khairani benar benar pusing sekarang.
Sementara di negeri seberang sana Farhan sedang meeting dengan calon pemilik Perusahaannya yang baru. Mereka meeting di sebuah hotel mewah di Singapura hingga jam sebelas malam.
__ADS_1
( Percakapan dalam bahasa inggris)
"Oke, meeting selesai . Kita lanjutkan lain waktu. " Ucap Farhan mengakhiri rapat.
"Terimakasih Mr Jonhson senang berbisnis dengan mu . Bagaimana kalau kita ke Club yang ada di Hotel ini, anggap saja merayakan kerja sama kita ?" Ucap Mr Lou mengajak Farhan.
"Oke, mari kita rayakan. "Balas Farhan. " Kamu boleh pulang Jeany, biar supir yang mengantarkan. " Lanjut Farhan menoleh ke arah Asistennya.
"No, aku ikut kalian. " Ucap Jeany.
"Oke mari kita pergi. " Potong Mr Luo sebelum Farhan menjawab.
Akhirnya mereka berjalan keluar dari ruang meeting menuju Club malam yang ada di lantai paling atas Hotel itu.
Sejenak Farhan melirik jam tangannya ,sudah jam sebelas. Dia ingin menelepon Khairani, tapi sudah terlalu malam. Farhan takut mengganggu tidur istrinya.
Ada rindu yang menggunung di hatinya. Sudah lebih dua minggu tidak bertemu, hanya lewat VC saja Farhan bisa menatap wajah manis istrinya. Dan karena terlalu sibuk dengan pengalihan Perusahaan, tanpa sadar sudah tiga hari dia tidak menghubungi istrinya.
Sementara Khairani tidak bisa memejamkan matanya. Pandangannya tertuju pada Hp nya sedari tadi. Berharap suaminya segera meneleponnya. Tapi harapannya sia sia, Farhan tidak menghubunginya sampai hampir tengah malam.
Dengan rasa yang tidak menentu Khairani mencoba membuka status Farhan, namun tidak ada postingan apa apa. Kemudian dia mencoba masuk ke media sosial milik suaminya, tetap tidak ada postingan baru. Hanya postingan minggu lalu.
Dengan ragu Khairani memeriksa pertemanan suaminya dan dia mencari nama Jeany. Dan... wow ! Khairani begitu terkejut melihat postingan Asisten Farhan itu. Semua tentang Farhan dan Jeany.
Terlihat lokasi foto itu seperti di kantor, ada pula seperti kamar hotel. Yang lebih mengejutkan sebuah foto Farhan dan Jeany memakai pakaian kurang layak. Farhan hanya memakai singlet dan celana pendek selutut, sedangkan Jeany dengan Tank top dan Hot pant.
Jeany yang menyandar ke bahu Farhan dan foto itu diambil dari samping agak keatas.Terlihat Jeany yang mengambil foto itu. Dari semua foto Jeanylah yang memfoto. Dia terlihat begitu agresif sementara Farhan terlihat nyaman nyaman saja.
Khairani sudah tidak tahan lagi, dari tadi air mata itu tidak berhenti mengalir. Hatinya benar benar sakit. Suaminya begitu dekat dengan wanita lain yang lebih muda dan lebih cantik darinya.
Keraguan waktu awal pernikahan menghantuinya kembali .Mungkin benar Farhan menikahinya hanya untuk Sikembar .Cinta yang diucapkan hanya untuk meyakinkan Khairani saja.
" Ting"
Belum lagi Khairani bisa menguasai dirinya, masuklah postingan baru dari akun Jeany.Kali ini Khairani langsung membanting Hp nya ke lantai.
Bagaimana tidak pemandangan menyesakkan terpampang di layar HP nya. Sebuah video Jeany dan Farhan terlihat di sebuah hiburan malam. Saling berciuman . Jeany yang duduk di pangkuan Farhan ,sepertinya keduanya dalam keadaan setengah mabuk.
Khairani terisak sambil membekap mulutnya. Hati istri mana yang tidak hancur menyaksikan suaminya bercumbu dengan wanita lain. Sementara Farhan tidak menghubungi beberapa hari ini. Ternyata Farhan sibuk mencari kepuasan di seberang negeri sana.
Khairani tidak sanggup untuk bangkit dari duduknya. Lantai yang dingin itu tidak mampu mendinginkan hatinya. Lelah terduduk akhirnya Khairani meringkuk di lantai seperti bayi, dengan air mata yang mengalir dalam diamnya.
Tidak tahu entah berapa lama Khairani tertidur di lantai. Menjelang subuh dia terbangun karena perutnya terasa mual. Mungkin karena tidur di lantai dingin dan pendingin ruangan juga hidup, membuat Khairani masuk angin.
__ADS_1
Tidak tahan dengan mualnya akhirnya Khairani berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya. Lima belas menit kemudian barulah Khairani keluar dari kamar mandi. Dengan wajah pucat dan mata yang bengkak ,juga badan yang lemas Khairani membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Sesaat matanya tertarik dengan HP yang dari tadi malam tergeletak di lantai .Khairani memungut HP yang dibantingnya tadi malam. Layarnya retak dan pinggirannya sedikit remuk ,tapi masih menyala walau gambarnya patah patah.
Tanpa berpikir panjang Khairani menscreen shoot video semalam lalu mengirimkan ke Farhan dengan serangkaian kata kata.
" Selamat bersenang senang sayang, semoga kau selalu bahagia 💔 "
"Sebelum aku semakin dalam mencintai mu, lebih baik aku mundur dari sekarang . Ini terlalu sakit dan baru pertama kali aku rasakan. " Lanjut Khairani dalam hatinya.
Khairani memang telah jatuh cinta kepada Farhan. Sikap Farhan yang manis dan romantis membuat Khairani jatuh dengan cepat pada hati Farhan. Farhan yang selalu mengatakan hal hal yang membuat Khairani merona. Kejahilan dan keisengannya menghangatkan hari hari Khairani.
Khairani yang tidak pernah merasakannya, seperti gadis belia yang jatuh cinta. Dulu menikah dengan Bakri bukan karena cinta, melainkan desakan ibunya. Dan terbiasa bersama menimbulkan rasa cinta dalam hatinya.
Rasa lelah Khairani kembali membawanya ke alam mimpi. Tertidur dengan posisi meringkuk dan ada Hp di telapak tangannya. Entah karena lelah menangis atau muntah dini hari tadi, Khairani tertidur begitu lelap. Sehingga diwaktu azan pun Khairani tidak terbangun.
Mungkin dia tidak hanya tidur lelap melainkan pingsan. Khairani terbangun jam sepuluh pagi dan di kamarnya telah ramai orang menunggunya. Sebuah jarum infus sudah terlanjur di salah satu tangannya.
" Kak Rani sudah sadar ?" Irul ternyata ada di kursi meja riasnya.
"Ada apa Rul, aku kenapa ?"
"Kak Rani demam, dan aku rasa Kakak pingsan , karena Fariz dan Alma sudah memanggil Kak Rani berkali kali tidak ada sahutan. Untung ada kunci serap makanya aku bisa masuk. "
"Tadi dini hari aku juga muntah Rul, mungkin masuk angin. Habis itu aku berbaring dan tak ingat apa apa lagi. "
"Kak Rani sudah diperiksa Dokter tadi, katanya kelelahan dan perutnya kosong. Itu mata kenapa ? Kak Rani nangis ? Ucap Irul sambil menatap mata sayu kakaknya.
"Tadi malam aku pusing sampai tidak tahan, makanya nangis " Jawab Khairani menutupi.
"Ya sudah ,Dwi minta Bik Yum bikin sarapan buat Ibuk dan segelas susu, bawa kesini ya. " Ucap Irul.
Dwi mengangguk langsung berjalan ke arah dapur. Lalu Irul menarik kursinya mendekat ke Khairani.
"Kak Rani tidak lagi ada masalahkan ? Bang Farhan kapan pulang ? Aku udah telepon dari tadi tidak diangkat. " Ucap Irul mencurigai sesuatu.
" Kak tidak apa apa, hanya masuk angin biasa. Kalau Bang Farhan katanya lagi sibuk sibuknya ,mungkin minggu ini pulang. " Jawab Khairani berusaha setenang mungkin.
" Oo gitu, baiklah. Kakak istirahatlah aku mau pergi mengajar, kalau ada apa apa telepon aku Kak, jangan ditahan sendiri. Untuk tadi Dwi menelepon ku, kalau tidak tak ada yang tahu Kak Rani pingsan sendiri di dalam kamar. Oh iya Kak jangan lupa minum obat, ada di laci nakas itu. " Tunjuk Irul.
Sepeninggal Irul Khairani kembali teringat Farhan. " Sesiang ini kamu belum juga bangun Bang, apa kamu sangat menikmatinya. " Cairan bening itu turun kembali.
...****************...
__ADS_1