Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Ungkapan cinta luar biasa


__ADS_3

" Aku bukan j*l*ng yang tidak tahu malu mempertontonkan adegan ranjang di depan orang lain meskipun dengan suamiku sendiri. Dan kalau kau merasa bangga telah pernah merasakannya dengan suamiku berarti kau tahu dimana tempatmu sebenarnya. " Ucap Khairani sarkas.


" Kau ..."


Jeany tidak bisa meneruskan perkataannya ,dia terlalu kaget dengan semua yang diucapkan Khairani. Jeany mengira Khairani hanya wanita lemah yang mudah dihancurkan .Ternyata dia mampu membalikan semua kata kata Jeany.


Farhan menahan senyumnya susah payah. Dia terlihat menatap ke arah Jeany dengan tatapan mengejek. Kemudian Farhan mengelus perut Khairani untuk menenangkan sang istri yang terlihat susah payah menahan amarahnya di depan Jeany.


" Kenapa anda diam Nona, apa yang aku katakan adalah benar ? Dan mengenai anda yang pernah menikmati malam dengan suamiku aku anggap saja itu sedekah. Mungkin anda sedang sangat membutuhkannya saat itu. " Ucap Khairani dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.


" Heh bersedekah ? Aku merasa sangat mampu untuk memilikinya dan tidak butuh kau sedekahi ! " Jeany berteriak jengkel.


" Dari pada aku menjuluki mu Pen-cu-ri karena kau telah menikmati yang bukan milikmu. " Ucap Khairani dengan tatapan mata tajam.


Jeany yang mendengar ucapan Khairani menjadi merah padam. Tanpa menunggu lama lagi akhirnya dia memilih untuk pergi dari ruangan Farhan.


Hatinya sangat panas mendengar Khairani bersedekah padanya. Harga dirinya terluka seakan dia meminta minta. Dan tidak terima dikatakan pencuri walaupun yang dikatakan Khairani adalah benar adanya.


Setelah Jeany meninggalkan ruangan Farhan menatap Khairani yang sedang menahan gemuruh di dadanya. Terlihat dari napasnya yang memburu. Farhan tahu dari tadi sebenarnya Khairani hanya berusaha terlihat tenang, tapi pada kenyataannya Khairani menekan emosinya agar tidak meledak.


Farhan kembali merangkul Khairani ke dalam dekapannya. Sesaat kemudian tubuh Khairani pun bergetar dan mulai terisak. Istrinya hanya sok kuat saja, pada dasarnya hatinya masih terluka dan rapuh.


Farhan mengutuk Jeany dalam hatinya, yang telah membuat istrinya menangis di pagi ini. " Dasar wanita ular itu. Aku tidak menyangka kalau dia adalah sumber bencana dalam hidup ku. " Gumam Farhan membatin.


" Khai, sudah ya jangan nangis lagi kasian dedeknya. Baru saja makan Cheesecake nya udah diajak nangis ." Khairani akhirnya mengangkat kepalanya yang rebah di bahu Farhan.


" Ya udah, lepasin .Aku mau makan lagi, gara gara menghadapi kutu loncat energiku habis. " Ucap Khairani sembari menghapus air matanya dengan punggung tangannya.


" Cium dulu. " Farhan langsung mengecup kedua dua pipi Khairani, lalu ke bibir dan berakhir di kening Khairani.


Kemudian Khairani turun dari pangkuan Farhan dan melangkah menuju sofa. Farhan hanya bisa menarik napas lega ketika menyaksikan Khairani mulai tenang .


*****


Sepulang dari kantor sore harinya Farhan dan Khairani singgah ke rumah sakit. Berharap ada sebuah keajaiban disana yang bisa membuat Farhan terlepas dari masalah pelik ini.


Namun hal yang diharapkan tidak terjadi. Sang Ayah masih setia menutup matanya dan enggan untuk membuka. Setidaknya masa kritisnya telah terlewati sedikit membuat Farhan lega.

__ADS_1


Sejak Khairani berada di Jepang, Papa angkat Farhan dijaga oleh Ibu Rahma. Karena kondisi Khairani yang lagi hamil kurang baik jika menginap di rumah sakit. Sementara Farhan tidak mungkin meninggalkannya di rumah sendirian.


Setelah kedatangan Ibu Rahma Farhan dan Khairani pun kembali ke rumah. Sebelum pulang Farhan mengajak Khairani makan disebuah Restoran. Selagi masih di Jepang Farhan mengajak Khairani berwisata kuliner khas Jepang.


Saat ini Khairani memesan mie Ramen asli Jepang. Sementara Farhan hanya mengikuti apa yang dipesan Khairani. Puas makan mereka pun kembali ke rumah orang tua Farhan.


Sekarang Farhan dan Khairani sedang berbincang ringan di atas ranjang sambil tidur berpelukan. Rasa lelah membuat mereka sedikit mengantuk. Padahal belum terlalu malam. Namun Farhan masih ingin mengajak Khairani berbincang.


" Sayang, apa kamu sudah mengantuk ? "


" Mhm, sedikit ."


" Apa kamu menginginkan sesuatu ? Entah makanan atau mau minum sesuatu yang segar gitu. "


" Tidak, aku hanya capek saja dan ingin tidur ."


"Tidak ingin sesuatu yang lain ? "


Khairani membuka matanya dan menatap manik kecokelatan di hadapannya.


" Bisa dikatakan begitu, pengen mengajakmu mendayung ke pulau cinta. Tapi karena kamu lelah aku undur saja sampai besok pagi. " Ucap Farhan sembari tersenyum jahil.


" Besok aja ya ? capek. " Khairani sedikit merengek dengan wajah memelas.


" Oke Sayang, tidak apa apa. Aku masih sanggup nahan kok. Atau kamu ada niat buat bersedekah lagi. " Ucapan Farhan sontak mendapat cubitan Khairani tepat di perutnya.


Farhan mengaduh sembari terkekeh jahil. Mengambil tangan Khairani yang mencubitnya itu lalu mengecupnya sambil meringis menahan panasnya bekas cubitan Khairani.


" Bercanda Sayang, mana mungkin aku mau kamu bagi bagi. Emangnya aku sembako ." Farhan masih memahat senyuman jahil dibibirnya .


" Siapa tahu aja kamu sudah keracunan kutu loncat itu, jadinya kegatalan. " Khairani tidak bisa menyembunyikan raut wajah sebelnya.


" Ha... ha... Aduuh istriku marah nih. Jangan gitu, nanti pipinya makin tembam. " Ucap Farhan sambil mencubit pipi Khairani lembut .


" Habis Abang bikin kesel. "


" Iya, maaf Abang cuman bercanda. Khai... apa kamu sudah memaafkan Abang soal masalah yang di Singapura ? "

__ADS_1


" Entahlah, kalau teringat masih terasa ngilu hatiku ,Bang .Sulit sekali melupakannya. " Khairani menghela napasnya. " Tapi semua itu telah berlalu, maka biarkanlah berlalu. tapi Mungkin waktu adalah penyembuhnya. "


" Maaf Sayang, Abang bukan suami yang baik untuk mu. Maaf telah melukai terlalu dalam. Abang akan mencoba menyembuhkannya dengan cinta yang melimpah untuk mu. Hingga nyawa ini tak lagi dijasadku. " Ucapan Farhan kian lirih.


" Aku sayang Abang , sangat !! " Farhan tersenyum penuh arti sembari menghujani wajah Khairani dengan kecupan.


Berlahan tapi pasti tangannya pun tidak bisa lagi dikondisikan .Kerinduan Farhan yang tertahan beberapa waktu lalu sekarang terasa makin memuncah.


Khairani membiarkan tubuhnya mulai dikuasai suaminya. Berusaha meredam rasa takut yang menyerang dari dalam dirinya. Trauma itu masih ada, namun Khairani harus berusaha menyembuhkan dirinya sendiri.


Tidak ingin berlama lama Farhan pun mulai melepaskan satu persatu kain ditubuh Khairani. Ketika tidak mendapatkan reaksi penolakan istrinya Farhan melanjutkan aksinya.


Hingga antara tubuh Khairani dan Farhan tak lagi ada jarak yang memisahkan. Penyatuan yang terjadi pertama kali sejak peristiwa yang menggoyahkan rasa percaya mereka satu sama lain.


Tapi saat ini penyatuan ini juga mulai mengokohkan hubungan sakral mereka . Dengan penuh kelembutan dan cinta Farhan dapat membuat Khairani merasa sangat dicintai .


Farhan mengakhiri penyatuan itu dengan menciumi setiap kulit di wajah manis Khairani . Berakhir di bibir dengan is*p*n dan lum*t*n lembut. Tidak lupa ungkapan cinta yang Farhan ucapkan sepanjang sesi penyatuan mereka.


Farhan menatap dalam wajah lelah nan kusut itu di bawah kungkungannya. Keringat telah mengambil alih setiap jengkal tubuhnya. Mata bulat itu menatap sayu dengan sisa napas yang tersengal. Semua pemandangan itu terasa indah oleh Farhan.


" Terima kasih, Sayang. Tidak ada apa pun didirimu yang tidak aku syukuri. Bermula dari mata bulat ini yang melenakanku, senyuman mu yang memabukanku ,hingga tubuh ini yang menghanyutkan ku. Kelembutannya yang menarik ku, tuturmu yang mengikat ku. Tidak ada yang mengecewakanku, semua begitu sempurna bagiku. "


"Khai, sekali lagi maafkan segala kekurangan ku, tetaplah seperti ini dan selalu berada di samping ku. Karena kamu adalah hidupku. "


Khairani tersenyum dengan mata yang berkaca kaca. Ungkapan cinta yang luar biasa. Sepanjang usianya yang sudah tidak muda lagi, Khairani dihujani cinta yang melimpah. Terharu... !!! Ya tentu saja .


Bahkan Bakri tidak pernah sekali pun mengatakan cinta walaupun Khairani tahu bahwa Bakri pun mencintainya. Hanya saja dengan caranya sendiri dan rasa yang berbeda.


" Love you... "


...****************...


๐ŸŒบ Love you too...๐Ÿ’–


Hai Readers ku Love you more beib ๐Ÿ˜˜


Jangan lupa vote ,like ,and comment๐ŸŒบ

__ADS_1


__ADS_2