Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Melepaskan


__ADS_3

Hari yang Khairani tunggu akhirnya datang juga. Rasa rindu yang menggebu terhadap anak anaknya membuatnya gelisah dari pagi tadi. Khairani tidak pernah berpisah terlalu lama dengan mereka apalagi ketiga bayi yang sudah bisa berjalan itu.


Gaza , Aliya dan Alika sudah memasuki usia satu setengah tahun. Dan sejak kejadian di Singapura mereka telah disapih oleh Khairani. Karena kondisi Khairani yang tidak sehat kala itu ditambah lagi mereka terpaksa dikasi susu formula sewaktu Khairani masih dirawat di Singapura.


Apalagi kandungan Khairani sudah memasuki bulan kedelapan. Kadar ASI nya juga sudah menurun juga kesulitan memberi ASI.


Saat ini Khairani sedang mondar mandir di ruang tamu. Dia menunggu Farhan dari meeting . Rencananya siang ini mereka hendak menjemput anak anak di bandara .Khairani sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak anaknya.


Tidak berapa lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Khairani bergegas mengintip dibalik gorden. Dan sesaat kemudian terbitlah senyum dibibirnya.


Dengan langkah pasti Khairani berjalan ke arah pintu dan membukanya, bertepatan dengan Farhan yang telah berada di teras rumah. Baru saja Farhan hendak membuka mulut, Khairani sudah menyambar duluan.


" Kok lama Bang, nanti terlambat. " Ucapnya dengan wajah cemberut.


" Aduh Bunda sayang, udah tidak sabar kiranya. Masih banyak waktu kita makan dulu. Kamu belum makan, kan ? " Farhan merangkul Khairani sambil berjalan menuju meja makan.


" Belum sih, tapi kita terlambat ini sudah jam satu siang, mereka datangnya jam dua, Abang "


" Mereka tiba jam tiga lewat tiga puluh menit, masih lama. Tadi ada kendala di Singapura jadi penerbangannya sedikit diundur. Sekarang kita makan dulu aku lapar, kamu juga pasti sudah lapar. "


Farhan tersenyum gemas melihat istrinya yang cemberut dengan pipi tembamnya. Sambil terkekeh Farhan mencubit lembut pipi itu dengan lembut.


Mau tidak mau akhirnya Khairani terpaksa makan walaupun dia tidak berselera. Tapi mengingat ada nyawa di perutnya yang butuh asupan, Khairani pun memaksa diri untuk menelan makanannya.


" Santai saja makannya, masih sempat buat nambah dua kali lagi. " Farhan mengetahui bahwa Khairani sedikit tergesa gesa.


" Kenyang Bang, sudah cukup. " Khairani mengakhiri makannya dengan meminum air putih di samping piring makannya.


" Ya sudah, nanti kalau lapar lagi kita makan di bandara saja. " Farhan pun menyudahi makannya. " Aku ganti pakaian dulu ,kamu tunggu sebentar disini. "


Khairani hanya mengangguk mengiyakan. Setelah membereskan bekas makanan mereka, Khairani menunggu Farhan di ruang tengah sambil membuka medsosnya. Dengan sengaja Khairani membuka status Irul disalah satu medsosnya. Tanpa khairani sadari senyumnya terbit begitu saja.


" Cup "


Tiba tiba satu kecupan hangat mendarat di pipi tembamnya .Sontak Khairani menoleh ke arah seseorang yang berhasil membuatnya kaget.


" Kok senyum senyum sendiri, aku jadi seram lihatnya. " Ternyata Farhan telah berada di samping Khairani dengan pakaian santai, kaos hitam dan celana Jeans Navy .


" Aish, Abang buat aku kaget tau. Ini aku baru saja melihat status Irul tadi pagi. Mereka di Changi Airport Singapura. Foto mereka lucu lucu, dan terlihat sangat bahagia. Aku tidak sabar mau ketemu mereka. " Senyuman itu tidak hilang dari bibir Khairani.


Farhan memeluk istrinya dari samping seraya mengecup puncak kepalanya.


"Sabar sebentar lagi Sayang, mereka pasti juga sangat merindukan Bundanya yang cantik ini, hmm ." Ciuman itupun berpindah ke pipi dan bibir Khairani.

__ADS_1


" Abang hentikan, kalau tidak... bisa dipastikan kita akan pindah ke kamar habis ini dan batal menjemput mereka." Rengek Khairani setelah ciumannya terlepas.


Farhan spontan tertawa setelah berhasil mengerjai sang istri. Setelah mencubit pipi Khairani dan mencuri kecupan di bibirnya, akhirnya Farhan menarik pelan Khairani untuk berdiri.


" Oke sayang, lets go. " Mereka berjalan menuju mobil .Khairani masuk ke mobil dibantu Farhan. Dan setelah Farhan memberi instruksi kepada sopir keluarganya, dia pun akhirnya ikut masuk ke dalam mobil .


Sementara sang sopir mengikuti dengan mengendarai mobil lainnya. Farhan sengaja membawa dua mobil karena tidak akan muat dengan satu mobil saja.


Kedua mobil itu keluar dari pekarangan rumah beriringan menuju bandara.


*****


Di sebuah Restoran


Jeany sedang duduk dengan dua orang pria berbeda usia. Pria tua sekitar lima puluh tahun dan seorang lagi seumuran dengannya.


Pria tua itu adalah pengacara Jeany sementara yang muda adalah Ryu. Terlihat mereka sedang berdebat. Terlihat wajah Jeany terlihat merah menahan amarah.


" Apa kau mencoba menipuku ." Ucap Jeany marah.


" Tenanglah Jeany, aku tidak bermaksud begitu. Tapi semua aku lakukan atas permintaanmu. " Ucap Ryu santai.


" Tapi aku tidak minta kau palsukan tanda tangan itu. Aku mau dengan cara legal. "


" Si tua Itu terlalu keras, aku sudah menawarkan harga yang tinggi tetap saja dia tidak mau menjualnya. " Ryu terlihat kesal.


" Hei ,santai Jeany ,mereka tidak akan bisa membuktikannya, percayalah pada ku. Lelaki pujaanmu itu b*d*h ,dia tidak akan mengetahuinya." Ryu terlihat terlalu percaya diri.


"Paman, tolong jelaskan pada pria b*d*h ini. " Jeany terlalu emosi hingga tidak bisa berkata kata lagi.


" Tuan Ryu, mereka telah mengetahui semuanya dan sudah memiliki bukti yang valid. Mereka juga sudah memiliki sartifikat pengesahan tanda tangan asli Tuan Endriko. "


"Jika kita bersikeras bisa dipastikan kita terseret ke penjara satu persatu. Dan satu lagi Notaris yang menangani pengalihan pun sudah angkat tangan tidak mau terlibat. "


"Apa Tuan Ryu masih mau maju ? Kalau iya saya juga mau mundur dari kasus ini. Karena posisi kita dipihak yang salah. Jujur saya katakan, jika saja saya tahu anda memalsukan tanda tangan itu, saya memilih untuk tidak terlibat lebih jauh. " Ucap pengacara itu panjang lebar.


Sementara Ryu hanya terperangah dan tidak bisa bicara lagi.


" Sekarang apa kau masih mau sombong Ryu. Kembalikan uangku dan serahkan saham itu secepatnya sebelum mereka berbuat sesuatu yang tidak kita inginkan. "


" Baiklah, beri aku waktu. Tidak mudah mendapatkan uang segitu banyak dalam waktu dekat. " Ucap Ryu memelas.


" Oke, aku kasi waktu tiga bulan, jika tidak akan ku jebloskan kau ke neraka. Paman suruh dia tanda tangani berkas yang telah kita siapkan. Aku tidak mau ditipu lagi. " Jeany berdiri dan langsung meninggalkan Restoran itu dengan amarah.

__ADS_1


" Silakan Tuan Ryu baca dan tanda tangani. " Pengacara itu menyodorkan sebuah berkas. Setelah membaca Ryu langsung menanda tangani tanpa bisa protes.


Sementara Jeany yang berada di dalam mobilnya hanya bisa menangis tersedu. Belum lagi Farhan dapat digenggamnya kini uangnya pun nyaris raib jika dia tidak cepat tanggap.


Terlalu percaya pada Ryu disaat dia putus asa untuk mendapatkan Farhan. Karena obsesi cintanya yang buta membuatnya gampang dibohongi oleh Ryu. Ya... Jeany merasa bodoh saat ini. Sepertinya takdir tidak berpihak padanya.


Farhan semakin jauh dari jangkauannya. Senyuman yang tidak pernah Farhan berikan padanya, kini hanya terlihat kala dia bersama Khairani.


" Apakah ini saatnya melepaskanmu , Han ? Tapi cinta ini tidak bisa hilang dari hatiku .Bagaimana cara melupakan mu. "


Jeany menelungkupkan kepalanya pada stir mobilnya. Isakannya terdengar memilukan. Dia merasa kalah kali ini. Sudah hampir duapuluh tahun dia berjuang mendapatkan cinta Farhan, kini sudah saatnya dia menyerah.


Jeany menegakan kepalanya dan meraih HP di dalam tasnya ,lalu membuat panggilan telepon.


" Halo Yos ...Aku kalah lagi. Aku menyerah " Ucapan Jeany bercampur derai air mata.


" Sudah cukup Jeany, aku sudah memberikan mu cukup banyak waktu dan kesempatan .Sudah waktunya kau menyerah. Pulanglah aku masih menunggu. "


" Iya Yos , aku pulang tapi ada yang harus aku urus dulu. "


"Je... jangan lakukan hal gila lagi, ingat itu ! Atau aku jemput ya ?


" Tidak usah, aku akan pulang. "


" Oke, aku tunggu. Love you ! "


" Hmm ,aku tutup "


Jeany lalu menutup panggilan bersamaan dengan menutup matanya seraya bersandar .Setelah menarik napas dalam sekedar melepaskan sesak Jeany akhirnya menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan parkiran Restoran itu.


...****************...


🌺 selamat membaca Readers 🌺


Love you all iya πŸ’–


jangan lupa


vote


like


love

__ADS_1


comment


πŸŒΊπŸ’–πŸŒΊ


__ADS_2