Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Papa maafkan aku


__ADS_3

Kebahagia sedang meliputi kekuarga kecil khairani. Kerinduan antara ibu dan anak anak itu berlangsung penuh haru. Mereka saling berpelukan dan menangis bahagia.


Hanya Fariz yang terlihat tenang namun matanya menyiratkan kebahagiaan. Karakter dingin dan tenang milik Bakri menurun sepenuhnya pada Fariz.


Remaja yang memasuki usia enam belas tahun itu sedikit bicara tapi memiliki rasa empati yang besar pada keluarganya. Remaja pria yang mulai dewasa itu tumbuh dari perpaduan sifat Khairani dan Bakri.


Jika Bakri kurang peka, berbeda dengan Fariz memiliki tingkat kepekaan yang tinggi. Sifat penyayang dan lembut Khairani menjadi nilai plus pada Fariz.


Tapi jika diluar Fariz akan menjadi pribadi yang dingin dan tak tersentuh. Karisma yang dimilikinya sangat kuat ditambah dengan kepintaran yang dia punya. Membuat orang orang sekitarnya kagum padanya.


Sementara Alma yang cerewet sangat cengeng dan lebih ekspresif. Orang akan gampang mengetahui kondisi hatinya. Dia lebih suka mengungkapkan apa yang dirasanya. Tapi sedikit sensitif dan gampang menangis .Hatinya lembut dan mudah tersentuh.


Sekarang Khairani sedang dikerumuni oleh ketiga bayi lucu dan menggemaskan itu. Ketiganya berebutan untuk duduk dipangkuan sang Bunda. Terpaksalah Khairani duduk di bangku tengah mobil saat pulang ke rumah.


Dengan Alika yang manja di pangkuannya, Gaza disisi kiri dan Aliya disisi kanan. Khairani hanya bisa terkekeh gemas melihat perdebatan ketiga bayi itu. Dengan logat lucu ala bayi yang masih cadel.


Irul juga datang dengan anak semata wayangnya. Anak perempuan Irul itu seperti kembar dengan Ega .Perawakan dan wajahnya sangat mirip ibunya. Diusia empat belas tahun ini dia masih sendiri tanpa saudara karena Ega pernah keguguran dan merusak rahimnya sejak saat itu.


Iring iringan mobil itu berhenti tepat di halaman luas milik orang tua Farhan. Kehebohan mewarnai indahnya sore ini di rumah megah itu. Celoteh lucu dari mulut kecil para batita itu menambah semarak suasana.


Sementara dua pria dewasa itu, Farhan dan Irul menepi ke ruang kerja Farhan membicarakan tentang pekerjaan. Sedangkan Khairani tidak lepas dari ketiga batita itu.


Setelah menyuruh para pelayan menyiapkan makan malam, Khairani bergabung lagi dengan anak anak di ruang tengah. Alma dan Humaira yang biasa dipanggil dengan Era sedang asik berfoto ria di sekitar taman dan kolam renang.


Mata Khairani mencari keberadaan Fariz yang tidak dia temui. Khairani mencari Fariz hingga menemukannya di kamar yang ditunjukkan untuknya.


" Tok Tok Tok "


" Eh Bunda ."


" Boleh Bunda masuk ? "


" Masuk aja Bun, Fariz lagi merapikan baju. "


" Biar Bunda bantu ."


" Udah hampir siap, sedikit lagi. "


Akhirnya Khairani hanya diam duduk di pinggir ranjang ukuran King .Setelah selesai berbenah Fariz pun duduk dekat sang Bunda.


" Apa kamu senang, nak ? " Tanya Khairani pada Fariz .

__ADS_1


" Senang banget Bunda. Ini termasuk dalam daftar negara yang ingin Fariz kunjungi. " Ucapnya dengan senyuman simpel .


" Syukurlah ,Bunda kira kamu tidak bahagia. " Tangan Khairani mengusap kepala Fariz .


" Asalkan Bunda bahagia, Fariz ikut bahagia . Ucap Fariz sambil merangku Bundanya dari samping.


" Anak Bunda sudah dewasa ternyata. Bunda bahagia ,Nak . Sangat bahagia malah. " Seraya tersenyum.


" Fariz tahu. Sangat kentara kalau bunda bahagia. Dari mata Bunda Fariz bisa melihatnya. "


" Kamu kayak cenayang aja. " Khairani tersipu malu sambil memukul pelan lengan Fariz.


Mereka terkekeh berdua dan kemudian berjalan beriringan menuju ruang tengah. Bergabung dengan yang lain menjelang acara makan malam.


Makan malam pun berlangsung tidak kalah hebohnya . Penuh dengan tawa dan canda. Kebahagiaan begitu tampak jelas di wajah mereka, terutama Khairani.


Merasa telah lama tidak menyaksikan pemandangan ruang makan yang seceria ini. Fariz yang biasa berwajah datar saja sekarang tiba tiba murah senyum.


Farhan menatap Khairani dengan senyum tipis. Dia bisa melihat istrinya begitu bahagia. Terlalu murah dan mudah membuat istrinya bahagia. Suami mana yang tidak bangga memiliki istri yang bahagia hanya dengan hal hal remeh begini.


Tidak perlu dengan barang mewah ataupun perhiasan mahal. Bahagia versi Khairani sangat simpel dan sederhana. Hanya melihat keluarganya bahagia saja maka dia lebih bahagia lagi.


Namun semua keceriaan ini seketika terhenti oleh panggilan telepon milik Farhan. Seketika mata Farhan membola dan menarik napas dalam. Khairani yang melihat perubahan wajah Farhan merasakan sesuatu yang tidak beres.


"Dari rumah sakit, aku harus kesana. Kamu dan anak anak tunggu di rumah saja. Lagian ini sudah malam cuaca sangat dingin mendekati musim gugur. " Ucap Farhan sambil menyambar kunci mobilnya.


"Baiklah ,tapi kabari apa yang terjadi. Aku akan menunggu. " Ucap Khairani cemas.


" Oke, Love you. " Farhan pun memberikan sebuah kecupan di dahi Khairani.


Farhan mengendarai mobilnya membelah jalanan kota Tokyo. Tujuannya tak lain adalah rumah sakit. Ibu Rahma mengabari kalau Papanya tiba tiba bergerak dan tekanan darahnya meninggi.


Farhan merasa sangat khawatir mendengar semua itu. Papanya adalah satu satunya orang tua yang dia miliki setelah kematian Mamanya. Dua orang itu yang mempedulikannya disaat kedua orang tua kandungnya meninggal diwaktu yang hampir bersamaan.


Ada segunung penyesalan dalam dirinya yang jarang menemui Papanya semenjak usahanya di Singapura mengalami kemajuan.


Beberapa kali Papanya meminta untuk menggantikannya di perusahaan tapi Farhan tidak menggubrisnya. Tanpa Farhan sadari karena faktor umur yang telah melewati angka tujuh puluh tahun membuat Papanya tidak lagi konsentrasi hingga mengalami hal seperti sekarang.


Keponakan Papanya begitu tega menipu Papanya. Sesaat Farhan terbesit hendak menggantikan Papanya ,tapi dia mempertimbangkan Khairani. Entah apa pendapatnya nanti. Biarlah nanti dia pikirkan lagi sekarang Papanya yang harus dia cemaskan.


Setibanya di rumah sakit, Farhan segera berlari menuju kamar ICCU tempat Tuan Endriko dirawat. Debaran jantung Farhan mengencang beriringan dengan cepatnya langkah kakinya.

__ADS_1


Rasa takut tiba tiba menyelimuti hatinya ketika melihat Ibu Rahma menangis di depan pintu ruangan itu. Berlahan langkah Farhan melambat dengan tatapan cemas ke arah Asisten rumah tangga Papanya itu.


"Buk, Papa... " Wanita paruh baya itu menoleh ketika mendengar suara Farhan.


" Papa baik baik saja, kan. " Lanjutnya.


" Berdoa saja semoga beliau tidak lebih buruh yaa ,Tuan muda harus tenang. Di dalam Dokter sedang bekerja. " Ucap Ibu Rahma disela tangisnya .


Wanita enam puluh tahun itupun jauh lebih takut. Majikan yang dia ikuti sejak separuh umurnya , sepasang suami istri yang baik dan ramah terhadap para pekerjanya. Tidak pernah berkata kasar meski sedang marah sekalipun.


Keduanya hanya bisa duduk terdiam dengan pikiran masing masing. Farhan terlihat gelisah menunggu siapapun yang akan membuka pintu itu .


Akhirnya seorang Suster keluar memanggil Farhan.


" Apakah anda bernama Farhan ? " Tanya Suster itu.


" Benar, bagaimana Papa saya ?


" Silakan masuk ! " Suster itu membuka jalan untuk Farhan. Tanpa membuang waktu Farhan langsung menerobos masuk.


Sejenak dia tertegun. Sepasang matanya langsung berair melihat sepasang mata tua itu menatapnya dengan sayu. Senyumpun terbit dari sela bibirnya. Dengan langkah besar Farhan mendekati ranjang rumah sakit yang telah hampir sebulan ditempati Papanya.


"Papa ! Papa udah sadar ? Aku rindu papa. " Ucapnya sembari memeluk sang Ayah.


" Apa harus menunggu Papa koma dulu baru kamu sudi datang kemari. " Ucap sang Ayah pelan dan lembut.


"Maaf, aku anak yang tidak berguna. Maafkan aku. Tapi berjanjilah untuk tidak membuatku ketakutan begini. " Air mata itu tidak dapat lagi dia kendalikan.


" Tidak ! Papa tidak akan memaafkanmu, kecuali kau membawa istrimu kesini karena Papa akan membuat perhitungan dengannya. "


" Maksud Papa.....


...****************...


🌺 Hai sista... Love you


jangan lupa komentar nya, yang membangun yaa. Masukan atau ide ide juga boleh. Maklum mak ee akuhnya baru belajar masih butuh dukungan 😁


tolong ya di vote like love .Satu gerakan jari saja sangat berharga buat kuh cinta!!!


Selamat membaca πŸ’–πŸŒΊπŸ’–

__ADS_1


🌺


__ADS_2