Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Menjaga mereka


__ADS_3

Kini siang sudah berganti malam. Rasa lelah telah melenakan sebagian orang. Begitu juga di rumah Khairani. Fariz telah memasuki kamar sejak selesai makan malam. Sedangkan Alma baru saja beranjak dari kamar Khairani bersama kedua pengasuh para bayi, setelah menidurkan bayi bayi lucu itu.


Khairani mencoba merebahkan badannya di samping Gaza. Kasur Khairani telah berganti ukuran dengan yang lebih besar tanpa dipan. Karena khawatir para bayi yang sedang belajar tengkurap itu jatuh terlalu tinggi.


Sambil menatap langit langit kamar Khairani kembali teringat status Farhan tadi pagi. Sejak melihat postingan status itu entah kenapa Khairani sedikit terganggu.


"Huuuft "terdengar Khairani membuang napas kasarnya. " Kenapa aku memikirkan postingannya. Apa urusan ku. " Hah.....menyesal aku melihatnya. " Ucapnya sambil menutup matanya dengan bantal.


Kemudian Khairani kembali duduk menyandarkan punggungnya sambil melihat HP nya di atas nakas. Dengan rasa penasaran dia kembali melihat status milik Farhan. Siapa tahu ada postingan baru pikir Khairani.


Ternyata hanya postingan yang tadi saja. Tanpa berpikir panjang Khairani membalas postingan itu dengan emoticon wajah datar. Khairani sendiri bingung kenapa dia membalas postingan itu. Setelah terkirim baru dia mengutuk dirinya sendiri.


" Aduh kenapa aku malah membalasnya, terkirim pula lagi... " Ucapnya sambil memukul keningnya . " Hapus aja sebelum terbaca" Lanjutnya sambil berusaha menghapus pesan yang terkirim .


Baru saja jarinya hendak menekan gambar tong sampah dilayar HP nya ,ternyata pesannya sudah terbaca oleh Farhan. " Mati aku... " Ucap Khairani sambil menutup mulutnya.


Tidak sampai lima menit masuk pesan balasan dari Farhan. Dengan rasa was was Khairani membuka pesan Farhan.


Farhan


📱Hai Khaira...belum tidur.


Khairani


📱Belum


Farhan


📱Jangan salah paham , dia hanya teman ku


Khairani


📱Tak masalah... mau teman hidup atau teman tidur sekali pun ...bukan urusan ku


Farhan


📱Kok sewot gitu.. 🤭 Gimana kabar Bakri apa sudah ada perkembangannya

__ADS_1


Khairani


📱Bukan sewot tapi kecewa... saking asiknya mencari ibu buat si kembar, sampai kamu lupa menanyakan kabar mereka... dan Bang Bakri dia sudah tidak sakit lagi dan dia sudah bahagia sekarang.


Khairani keluar dari room chatingnya dengan Farhan, kemudian menaruh HP nya di nakas. Dia sudah malas membalas pesan Farhan . Entah kenapa emosinya sedang tak terkendali saat ini.


Beberapa saat kemudian terdengar lagi notifikasi pesan masuk .Tapi Khairani tidak mempedulikannya. Sampai akhirnya suara panggilan terdengar dari HP nya. Khairani mengubah pengaturan telepon pintarnya menjadi mode silent karena takut membangunkan anak anaknya.


Khairani sedang tidak ingin mendengar apa pun dan menjelaskan apa pun. Khairani tahu Farhan pasti bingung maksud kata kata Khairani tadi. Biar saja Farhan mencari tahu sendiri pikir Khairani.


Akhirnya Khairani kembali membaringkan tubuhnya .Setelah memastikan anak anaknya tidur dengan nyaman, Khairani pun berusaha untuk memejamkan matanya.


Tak butuh waktu lama Khairani akhirnya terlelap juga. Tanpa tahu betapa kalutnya Farhan sekarang. Entah berapa panggilan tak terjawab di HP nya dan entah berapa banyak pesan masuk yang tidak terbaca.


*****


Fajar telah datang menggantikan bintang. Suara azan telah berkumandang menandakan subuh telah datang. Khairani telah bangun dari lelapnya . Dan segera ke kamar mandi membersihkan dirinya untuk menunaikan kewajibannya sebagai makhluk yang taat.


Sebelum melaksanakan ibadah subuh, Khairani terlebih dahulu membangunkan Fariz dan Alma .Sementara kedua pengasuh bayinya sudah bangun dari tadi.


Tiba tiba terdengarlah suara teriakan Dwi dari teras rumah. Khairani yang takut terjadi sesuatu dengan Dwi langsung berlari ke depan rumah. Alangkah terkejutnya Khairani ketika melihat seorang laki-laki yang berada disamping Dwi.


"Astaghfirullah ....Bang Farhan " pekik Khairani ketika menyadari siapa yang ada dihadapannya.


" Maaf buk, saya tadi mau nyapu teras, pas buka pintu tiba tiba ada yang berdiri di depan, kagetlah saya " ungkap Dwi sambil memegang dadanya yang masih berdebar.


" Tidak apa apa Dwi... lanjutkan kerjaan mu" titah Khairani. Kemudian menoleh kearah Farhan yang berdiri mematung dengan kondisi lelah dan kusut.


" Sejak kapan Bang Farhan di sini. Kenapa tidak ketuk aja pintunya. " Tanya Khairani.


"Dari jam empat tadi, mau ngetuk pintu takut membangunkan si kecil. Makanya aku nunggu sampai ketiduran di kursi. Mmh.... boleh aku masuk "


"Eh... silakan masuk " Ucap Khairani yang baru terdapat dari kebingungan nya. Setelah sampai di dalam Khairani membalikan badan menghadap Farhan.


"Abang istirahatlah dulu, aku buatkan teh hangat. " Ucapnya kemudian berjalan meninggalkan Farhan di ruang tamu.


Farhan langsung merebahkan diri di sofa panjang untuk meluruskan pinggangnya ,yang pegal gara gara tidur di kursi teras.

__ADS_1


Tidak berapa lama Khairani datang dengan membawa teh hangat dan beberapa potong bolu.


"Diminum dulu Bang biar hangat badannya. "Khairani berkata sambil meletakkan cangkir teh dan piring bolu di atas meja.


Farhan bangun dan langsung meminum teh itu sampai tandas. Entah karena haus atau memang cuaca yang dingin, pas banget dengan teh hangat.


Khairani hanya duduk di seberang Farhan sambil menatap Farhan penuh tanda tanya. Farhan yang sadar di pelototi akhirnya bicara.


"Kenapa tidak mengangkat teleponku , dan membaca pesanku.Kenapa tidak mengabari ku kalau Bakri telah berpulang. Sudah sekian lama ...kenapa tidak menghubungi ku." Suara Farhan terdengar serak dan bergetar menahan gemuruh di dadanya.


" Semalam memang aku sengaja karena kecewa dengan mu. Tapi sejak Bang Farhan kembali ke Singapura kenapa tidak pernah memberi kabar. Sekadar bertanya tentang si kembar pun tidak. Kenapa harus aku yang harus mengabari terlebih dahulu. Apa Abang kira aku dalam kondisi yang baik baik saja. " Khairani berhenti menarik napas.


" Aku kehilangan pegangan, aku gamang dengan hidup ku, separuh jiwaku terasa tercabut dari raga ku.... Apa menurutmu aku bisa berpikir untuk mengabari mu "


"Maaf.... aku bukan bermaksud menyalahkan mu, tapi aku merasa kecewa karena tidak disampingnya disaat terakhirnya. " keluh Farhan dengan suara yang masih bergetar.


" Jangankan kamu Bang, aku saja tidak ada. Dia pergi sendirian tanpa sempat bicara pada ku. Membuka matanya saja tidak sama sekali. " Khairani kembali meneteskan air mata.


" Sudahlah jangan menangis , Bakri tidak suka itu .Sekarang dia sudah tenang, doakan semoga dia bahagia di sana. " Ucap Farhan berusaha menenangkan Khairani.


Khairani mengusap air matanya sambil berusaha untuk tersenyum.


"Iya... aku tidak boleh menangis lagi, sudah cukup air mata sekarang ada anak anak yang jadi prioritasku. Bang Bakri sudah tenang di sana. " ucap Khairani mensugesti dirinya sendiri.


Farhan membalas dengan anggukan kepala, sambil memaksakan untuk senyum .


"Antarkan aku ke makamnya ...


"Baiklah ,istirahatlah dulu aku mau buat sarapan ...


Khairani pun berlalu, sementara Farhan kembali merebahkan badannya di tempat semula. Farhan mengingat kembali kata kata Bakri di saat terakhir mereka bicara.


"Aku akan jaga mereka untuk mu dan juga untuk diriku....


*****


🌺Halo Readers ....semoga sehat selalu yaa, love you all 🌺

__ADS_1


__ADS_2