Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Demi mereka


__ADS_3

Langit di sudah mulai menggelap, cakrawala sudah memerah di ufuk barat. Matahari yang tadi terik, kini sudah mulai bersembunyi di peraduannya.


Sementara Khairani duduk gelisah menata pintu itu tak kunjung terbuka. Berharap senja bisa membawa pemilik hati kembali ke sisinya .


Nyatanya harapan itu tak sia sia. Bakri muncul dengan senyuman di balik pintu itu. Merasa bersalah karena terlalu lama meninggalkan istrinya sendirian.


"Maaf abang lama... ketemu teman ngobrol tadi ,jadi lupa waktu. "Bakri langsung menjelaskan dengan cengiran.


Melihat Khairani hanya menanggapi dengan diam, Bakri tahu kalau Khairani lagi mode marah. Begitulah Khairani ,seumur pernikahan mereka belum pernah sekalipun Khairani mengomeli suaminya walau semarah apapun.


Akhirnya Bakri duduk di kursi mendekat ke tempat tidur Khairani ,dia melihat nampan makan malam yang masih utuh lalu bertanya...


"Mau makan... ? abang suapin ya..


"Tidak usah bang, tolong diambilin aja, aku bisa makan sendiri...


Akhirnya Khairani makan dalam diam. Bakri hanya memandang istrinya sampai selesai. Mengambilkan minum dan membereskan bekas makan dan minum Khairani dan meletakkan kembali ke nampan kemudian menaroknya di dekat pintu.


Bakri kembali ke ke tempat tidur, duduk ditempat semula .


"Ran... ada yang mau abang omongkan" Ini tentang teman abang tadi.. "Bakri kembali diam menunggu reaksi Khairani.


"Kenapa teman abang... "tanya Khairani


"Dia punya anak kembar, sekarang masih dirawat di inkubator, karena lahir prematur . Abang jumpa dia pertama kali juga disana waktu Adek bayi masih di inkubator.


"Terus masalah nya apa... "tanya Khairani dengan sisa kesalnya


"Masalahnya ibunya si kembar meninggal pas melahirkan kan, sementara si kembar harus mendapatkan ASI biar cepat pulih... "


"Innalillahi wa innaailaihi roji'un... kasihan sekali bang...


Bakri mengulum senyuman nya, melihat reaksi Khairani " Istriku memang berhati lembut jadi lupa kalau lagi marah... "batinnya


"Itu yang mau abang omongkan, apa kamu bersedia menjadi ibu susu buat mereka... kasihan mereka kurang asupan nutrisi sementara mereka butuh ASI untuk bertahan hidup.. bagaimana kamu mau...


"Mau bang... tentu mau, ASI ku juga lancar kok"jawab Khairani.


"Baiklah kalau gitu abang kabari ayah sikembar dulu yaa. Abang tinggal lagi dak papa ?? dibalas anggukan oleh Khairani. Bakri pun bergegas menemui Farhan. Sewaktu tangannya meraih handel pintu, Bakri kembali membalikan badannya ke arah Khairani dan berkata...


"Abang sekalian ke mushola ya... udah Maghrib...


"Ya.. "jawab singkat untuk Khairani.

__ADS_1


*****


Beberapa waktu kemudian...


Khairani masih duduk menyandarkan di tempat tidur ,tapi sekarang dia ditemani oleh bayi mungil yang sedang menyesap makanan favorit nya. Khairani menatap penuh cinta sambil mengusap pipi halus itu dengan lembut.


Algazali, itulah nama yang diberikan oleh Bakri untuk bayi mungil itu. Nanti akan dipanggil dengan nama Gaza. Bayi mungil yang datang disaat yang kurang tepat. Walaupun begitu tak mengurangi kasih sayang Khairani dan Bakri terhadap nya. Bagi mereka anak adalah anugerah terindah untuk orangtua.


Tak lama kemudian Bakri masuk ke ruangan Khairani. Setelah menutup pintu, dia melangkah mendekati kedua orang tersayangnya itu sambil tersenyum.


"Anak ayah lagi mimik ya... duuh pintarnya "diusapnya kepala bayi yang telah tertidur di pangkuan Khairani.


"Ran ayah si kembar mau ketemu sama kamu, dia menunggu di luar. " ucap Bakri sambil mengambil anaknya dari pangkuan Khairani. Khairani segera merapikan pakaiannya dan memakai jilbabnya.


"Udah bang suruh masuk aja... "Jawab Khairani setelah memastikan auratnya tertutup.


Bakri berjalan ke box bayi, meletakkan bayinya dengan hati hati, kemudian menyelimuti nya .Setelah itu baru dia melangkah ke arah pintu kamar.


Tak lama kemudian Bakri kembali masuk bersama seorang pria yang umurnya sebaya dengan Bakri. Pria yang kulitnya tidak terlalu putih, yang lebih tinggi dari Bakri. Dagu dan rahangnya ditumbuhi bulu bulu halus dan berhidung mancung . Bisa dikatakan pria itu lebih mirip orang Turki daripada orang Indonesia.


Bakri berjalan mendekati Khairani, di ikuti Farhan dari belakang. Setelah sampai di sisi tempat tidur dia memperkenalkan Khairani kepada Farhan.


"Farhan kenalkan ini istriku Khairani... "Ran... ini ayahnya di kembar....


"Jadi benar Mbak Khairani mau jadi ibu susu buat anak anak ku. " ucap Farhan memecah kecanggungan.


"Benar pak saya mau. Kebetulan ASI saya cukup banyak " jawab Khairani.


"Jangan panggil pak dong... Farhan saja dak nyaman kalau terlalu formal. "balas Farhan sambil terkekeh.


"Oh iya memangnya umur mu berapa... sepertinya lebih muda dari ku " ucap Bakri


" Juni ini sudah 43 tahun... kamu berapa... ? tanya Farhan balik.


"Kan benar tuaan aku ,45 tahun dan Rani 41 tahun. " jawab Bakri. "Panggil abang aja Ran, lebih sopan dari pada panggil nama "lanjut nya.


"Baik bang... " jawab Khairani mengiyakan. "Kapan mulai disusuinya si kembar Bang Farhan. "lanjutnya.


"Secepatnya kalau bisa... nanti aku minta izin dulu supaya kamu bisa masuk keruangannya Intensif "


"Baiklah kabari saja kalau sudah bisa...


Pembicaraan terhenti oleh tangisan bayi mungil yang dari tadi terabaikan. Bakri langsung mendekat dan menggendong bayinya.

__ADS_1


"Aduh anak ayah udah bangun, lapar yaa" sambil menyerahkan bayi nya ke pangkuan Khairani.


"Baiklah Bakri.., Khaira...aku pamit dulu, kebetulan mau cari makan juga "Farhan berkata sambil melirik jam tangannya. "Kamu belum makan juga kan... ayo bareng aku biar enak makannya ada teman, " lanjutnya


Bakri menatap Khairani seakan minta izin.


"Pergilah bang... abang juga belum makan malam "Kata Khairani menyadari arti tatapan Bakri.


"Ok...abang pergi sebentar yaa" ucap Bakri sambil mengelus kepala bayinya.


*****


Selesai menyantap makanan masing masing di kantin, tiba tiba Farhan mengeluakan sesuatu dibalik jaket nya. Dua gepok uang pecahan seratus ribu. Lalu menyodorkan kehadapan Bakri. Tentu saja tatapan kaget serta bingung begitu kentara di wajah Bakri.


"Apa ini... "tanyanya bingung.


"Terimalah, anggap saja ini ucapan terimakasih ku" balas Farhan


"Apa maksudmu...."tanya Bakri dengan suara agak meninggi. "Apa kamu berniat membeli air susu istriku "


"Tidak, bukan begitu... jangan salah paham.... " Farhan menarik napas dalam. mencoba memilih kata yang tepat untuk menjelaskan agar Bakri mau menerima uang itu. " Begini Bakri... sejak kamu menawarkan istrimu sebagai Ibu susu si kembar, aku sudah menganggap mu sebagai saudara. Kamu tahu... !! Belum ada orang yang begitu baik pada ku selama ini tanpa pamrih. Hanya kamu yang rela membantu ku tanpa syarat dan tanpa mengenalku dengan baik . Selain itu aku merasa punya saudara. Selama ini aku hidup sendiri, aku anak tunggal " Kemudian dia menyandarkan punggung nya dan bersedekap " Tak bisakah kamu menganggap ku saudara, paling tidak temanmu "sambung Farhan.


Bakri mendengarkan dengan sesama .Wajah yang tadi menegang kini telah melunak kembali. Terbesit rasa kasihan dalam hatinya, juga ada rasa tak enak karena telah salah sangka.


"Maaf Farhan... aku telah salah sangka, tapi tidak usah sampai seperti ini, tanpa uang ini pun aku sudah menganggap mu saudara. Kamu tak lupakan ... kalau anak anak kita bakal jadi saudara layaknya saudara kandung walau dari rahim berbeda... ?! Ungkap Bakri.


"Itulah yang aku maksud, Bakri... ini demi anak anak... Aku melakukan ini demi mereka, menurut mu apa yang lebih penting dari anak anak saat ini. Terima ini demi mereka..., Maaf Bakri... Aku tahu kamu sangat butuh uang ini sekarang, jangan tersinggung, aku tahu kamu seorang ayah dan suami yang baik, !! Terimalah demi keluargamu. " ucap Farhan yang berusaha mempengaruhi Bakri.


"Darimana kamu tahu aku butuh uang saat ini. "tatapan Bakri penuh selidik.


"Sekali lagi maaf, aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan mu dengan seseorang tadi sore disini..." lirih Farhan" Tapi jangan tolak uang ini, aku memberikan ini demi si kembar, hanya dengan ini bisa sedikit mengurangi penyesalan ku. " ucapnya sendu.


"penyesalan... ??? tanya Bakri


"Yaa dengan memberikan ASI dari seorang ibu, setidaknya aku tidak terlalu berutang pada si kembar ,karena gara gara aku mereka kehilangan ibunya. "ungkap Farhan menunduk penuh penyesalan.


*****


🌺SALAM HANGAT SEMUAAA 😘😘


Hayooo penasarankan ...tunggu update selanjutnya yaa. Jangan lupa terus semangat membaca, biar Author semangat mengetik 😁


LOVE YOU ALL...🌺

__ADS_1


__ADS_2