Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Rencana liburan


__ADS_3

Di sebuah ruangan Farhan duduk berhadapan dengan seorang pria paruh baya dengan dengan mata sipit. Hiru Amada adalah Asisten dari Tuan Endriko yang tak lain adalah papa angkat Farhan.


" Bagaimana Paman, apa saham yang 5% sudah kita dapatkan ? " Tanya Farhan.


" Sudah Tuan muda, tidak sulit menarik saham yang ada di publik. Hanya saja yang ada di tangan Jeany yang belum kita dapatkan. " Jawab Paman Hiru.


" Apa pengalihan sahamnya sudah sah ,Paman ."


" Belum, Tuan muda. Masih ada beberapa tahap lagi, maka saham itu resmi milik Jeany. "


" Apa kita tidak bisa membatalkannya ? Atau paling tidak kita punya cara untuk menggagalkannya. Aku tidak rela saham Papa direbut begitu saja, Paman. Walaupun itu Ryu sendiri . Kecuali Papa yang menyerahkan secara suka rela. "


" Tuan Ryu itu kelemahannya hanya uang, Tuan muda. Saya rasa kita bisa memanfaatkan kelemahannya itu. "


" Maksud Paman ? " Farhan mengernyitkan dahi tanda tidak mengerti.


" Serahkan saja pada saya, Tuan muda cukup sediakan saja uang dalam jumlah banyak. Saya yakin Ryu tidak bisa menolak uang. "


" Asalkan saham Papa bisa aku ambil kembali berapa pun akan aku bayar ,Paman .Selain dari saham itu ada hal yang lebih penting bagiku, yaitu istri dan anak anakku. Aku tidak mau wanita itu merusak kebahagiaan keluargaku. "


" Baik Tuan, anda tunggu saja. Lagi pula orang orang kepercayaan saya lagi mencari kecacatan dari pengalihan saham ini. Saya yakin pasti ada celah meskipun kecil. "


"Aku tunggu hasilnya, Paman .Ya sudah aku kembali ke ruangan ku. Khairani menunggu disana. " Farhan bicara seraya berdiri dari duduknya.


" Baik Tuan muda. " Tuan Hiru Amada membungkukan sedikit kepalanya sebagai rasa hormat .


*****


Selang beberapa hari setelah pertemuan antara Hiru Amada dan farhan kini mereka kembali bertemu. Kali ini mereka bertemu di sebuah ruang Privat Restoran Itali.


" Bagaimana perkembangannya Paman ? "


Tanpa menjawab Hiru Amada menyerahkan sebuah berkas beramplop coklat. Setelah membuka dan membaca Farhan terlihat bingung.


" Perhatikan tanda tangan dari bekas itu , Tuan muda. "


Farhan mengamati kelima tanda tangan milik Papanya. Tapi dia tidak menemukan ada yang aneh. Farhan kembali menatap Hiru Amada.


" Tidak ada yang aneh disini, Paman. Ini semua tanda tangan Papa. "


" Tuan benar benar tidak menemukan sesuatu yang aneh disitu ? Ucap Hiru Amada penuh selidik. Farhan hanya mengeleng dan lagi lagi dalam keadaan bingung.


" Jangan berteka teki, Paman. Aku semakin tidak mengerti. "

__ADS_1


" Dua dari kelima tanda tangan itu palsu, Tuan Muda. Makanya mereka dengan mudah mengecoh karena semua terlihat asli. " Ucap Hiru Amada.


" Paman benar, aku saja sudah tertipu dengan mudah. Bagaimana Paman bisa tahu." Ucap Farhan sumbringah.


" Saya juga tertipu, Tuan. Tapi orang orang saya yang kompeten yang menemukan keganjilan. Dan saya juga sudah memeriksakan semua ini pada ahlinya ." Ucap Hiru Amada


" Apa kita sudah punya cukup bukti untuk melaporkan ini, Paman ? "


" Bersabar sedikit lagi, saya lagi melakukan pendekatan pada Notaris yang menangani masalah pengalihan itu. Saya harap orang itu mau bekerja sama tanpa harus diancam. " Hiru Amada pria paruh baya yang berwajah dingin itu tersenyum jahat.


"Baiklah ,aku harap secepatnya masalah ini selesai dan Papa kembali seperti semula. " Ucap Farhan lirih seraya merebahkan punggungnya di sandaran kursinya .


" Saya harap juga begitu "


Pertemuan itu berakhir dengan makan siang dengan hidangan ala Italia. Selesai makan Hiru Amada meninggalkan Farhan yang sendirian karena Farhan hendak menelepon Khairani.


" Hai Sayang, apa Nyonyaku sudah lapar ? " Farhan sedang VC dengan Khairani yang berada di kantor Farhan.


" Tentu saja sudah lapar. Apa pertemuannya sudah selesai ? "


" Sudah dan aku juga sudah makan. Mau aku bawakan Pasta, atau Pizza ? Aku di Restoran Itali. " Farhan mengarahkan kamera ke arah daftar menu yang ada di mejanya .


" Aku mau yang berkuah, Bang. "


"Risotto ? " Tawar Farhan.


Farhan terkekeh menyaksikan mata lapar Khairani yang tidak sabar untuk melahap makan siangnya.


" Oke sayang, aku pesankan. Sepertinya istriku sudah tidak sabar. " Ucapnya sambil tersenyum.


" Iya ,aku memang tidak sabar melahapmu cepatlah pulang. " Ucap Khairani menjahili Farhan.


" Wah istriku mulai nakal ya, baiklah aku jadi tidak sabar juga. Aku tutup ya"


" Oke see you ." Keduanya sama melempar ciuman jauh sebelum mengakhiri panggilan.


Jarak antara kantor dan Restoran tidaklah terlalu jauh, hanya butuh waktu dua puluh menit saja. Namun Farhan sampai setelah empat puluh menit karena harus menunggu pihak Restoran untuk menyiapkan pesanannya.


Khairani tersenyum bahagia melihat hidangan yang beraroma khas itu. Sementara Khairani menyantap makanannya Farhan dengan setia menemani dan sesekali mencomot makanan sang istri.


" Kamu rakus sekali sayang ,lihat pipimu sampai gembung begitu. " Khairani sedang memakan Pastanya hingga mulutnya penuh.


" Enak sekali, Bang .Cobain deh . " Khairani menyuap Farhan dengan Pasta.

__ADS_1


" Mmh ,enak tapi pedas sekali. " Farhan langsung meminum jus jeruk milik Khairani.


Khairani menghabiskan semua makanan itu tanpa sisa. Setelah membersihkan sisa bekas makanannya Khairani kembali duduk di sofa sebelah Farhan yang sibuk dengan Macbooknya.


Merasa diperhatikan Farhan mengalihkan pandangannya dari gadget di tangannya itu dan melepaskan kaca mata bacanya.


" Kenapa melototi ku begitu. " Tanya Farhan sembari merangkul Khairani ke dalam dekapannya.


" Kapan kita pulang ? Aku sudah seminggu lebih disini. Kangen anak anak. " Ucap Khairani sambil mendongak menatap Farhan sambil mengelus rahang suaminya itu.


" Sabar sebentar lagi ya, mudah mudahan ini segera berakhir. Secepatnya aku selesaikan masalah ini . " Ucap Farhan sambil mengelus pipi tembam Khairani.


" Apa sudah ada titik terang. "


" Mhm, cup... cup " Kecupan hangat mendarat di hidung dan dahi Khairani.


" Anak anak libur sekolah sepuluh hari lagi .Bolehkah aku pulang sebelum itu. Kasihan kalau anak anak liburan tanpa aku ."


" Kapan ujiannya selesai ? " Tanya Farhan penuh arti. "


"Kata Fariz tiga hari lagi. Kenapa ? Khairani menatap Farhan yang tersenyum.


" Anak anak saja yang kesini bagaimana ? Habis ujian langsung berangkat saja. Tidak usah tunggu Raportnya. " Tanya Farhan .


" Setuju !! Pasti mereka pada senang liburan ke luar negeri. Tapi siapa yang temani mereka kesini ya ? " Khairani begitu antusias.


" Minta tolong Irul aja, sekalian bawa dua pengasuh dan para bayi ,oke ?! " Khairani langsung memeluk erat Farhan saking senangnya.


" Terimakasih, Sayang aku senang sekali . Kamu selalu memberiku lebih dari yang aku minta . " Khairani merasa bahagia tak terkira.


" Iya Sayang, terimakasih juga buat panggilan sayangnya. " Ucap Farhan sambil terkekeh. Sementara Khairani telah menyembunyikan wajahnya di dada Farhan karena malu.


Farhan yang gemas melihat istrinya, dengan segera menghujani Khairani dengan kecupan di setiap sisi wajahnya. Mereka berdua tertawa bersama dan saling menjahili .


Tanpa mereka sadari sepasang mata menyaksikan kemesraan pasangan suami istri itu dari sela pintu yang tak tertutup rapat . Dengan mata yang telah basah dia mundur selangkah demi selangkah sebelum berbalik dan menjauh dari tempat itu.


" Haruskah aku melepaskan mu, Han. Kenapa begitu sakit mencintaimu . Aku bahkan rela tak kau nikahi seumur hidup asalkan selalu bersamamu. Tapi tak sedetikpun kau melihat ke arahku. "


" Ini terlalu sakit .....


...****************...


🌺Haloha sista...

__ADS_1


Terus dukung ya Readers, tanpa mu apalah akuh


Love you all 🌺


__ADS_2