
Sementara Khairani terpuruk dengan kenyataan tentang suaminya, Farhan malah sibuk dengan dunianya sendiri. Bekerja tidak mengenal waktu agar segera menyelesaikan pekerjaannya .
Dua hari setelah malam itu Farhan baru saja menyelesaikan pekerjaan nya. Tapi dia belum bisa kembali karena harus menunggu beberapa berkas dari Notaris yang harus ditanda tanganinya.
Farhan segera menghubungi Khairani. Dia begitu merindukan istrinya yang makin hari makin cerewet. Khairani memang mulai terbuka dengan Farhan. Semakin ke sini sifat aslinya mulai kelihatan.
Khairani yang ceria, cerewet, tapi tetap penuh pengertian dan perhatian. Kasih sayang dan rasa tanggung jawabnya terhadap anak dan suaminya tak pernah diabaikannya. Itulah yang membuat Farhan makin mencintainya.
Sudah dari sore tadi Farhan menelpon tetapi tak satupun panggilannya dijawab. Hp Khairani tidak aktiv, tidak biasanya Hp sang istri terlalu lama mati.
Sudah jam sepuluh malam tak ada juga respon dari Khairani, walaupun sudah banyak pesan yang Farhan kirimkan . Akhirnya Farhan menghubungi nomor Dwi.
"Halo Dwi, apa Ibuk ada di rumah ? Kok HP Ibuk tidak bisa dihubungi ? Tanya Farhan.
"Ibuk di rumah kok pak, mungkin udah tidur Pak. Tapi kalau Hp Ibuk kayaknya rusak Pak. Kemarin pas Ibuk pingsan saya lihat Hpnya hancur sepertinya habis jatuh gitu Pak. " Jawab Dwi.
"Haa Ibuk pingsan ? Apa maksudmu. Apa yang terjadi ?"
"Dua hari lalu Ibuk pingsan di kamar sendirian Pak. "
"Kenapa tidak ada yang memberitahukan ku. ?! "Suara Farhan terdengar tinggi.
"Sudah Pak beberapa kali Pak Irul menghubungi Bapak, tapi tidak ada jawaban . Pak Irul juga mengirim pesan kok Pak. "
"Tapi aku tidak.... ya sudah, bisa kamu ke kamar Ibuk saya mau VC. ? Farhan tidak melanjutkan ucapannya, karena merasa ada yang aneh.
"Baik Pak saya ke sana, matikan saja dulu Pak ."
Setelah panggilan terputus , Dwi langsung menuju kamar Khairani. Sementara Khairani memang belum tidur. Semenjak malam itu dia susah memejamkan matanya. Dia selalu menangis dalam diam jika teringat Farhan.
Kesehatannya juga menurun, tidak bisa makan dan selalu muntah di pagi dan sore hari. Mungkin karena banyak pikiran Khairani jadi seperti ini. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya Khairani yang alami. Semua orang menyangka Khairani hanya demam karena kelelahan saja.
" Tok... tok ..."Dwi mengetuk pintu kamar Khairani.
" Siapa ?
"Saya Buk, Dwi. "
"Masuk aja enggak dikunci Dwi. "
Setelah pintu kamar terbuka, muncullah Dwi dari balik pintu.
"Maaf Buk saya mengganggu , ini Buk Bapak mau VC sama Ibuk. " Ucap Dwi sambil menyodorkan HP nya.
"Saya ngantuk Dwi bilang aja sama Bapak saya sudah tidur. " Ucap Khairani sambil menarik selimut sampai dadanya. Tapi tiba tiba HP Dwi berbunyi.
Dwi jadi bingung " Gimana ini Buk. "
__ADS_1
"Angkat saja, dan bilang saya sudah tidur. " Ucap Khairani dengan memejamkan matanya. Padahal dadanya berdetak lebih cepat.
Akhirnya dengan ragu ragu Dwi mengangkat VC dari Farhan.
" Ya Pak ." jawab Dwi gugup.
"Mana Ibuk Dwi ? Tanya Farhan tidak sabar.
"Maaf Pak, Ibuk udah tidur Pak. "
"Coba kamu arahkan ke Ibuk ." Farhan tahu kalau Dwi ada di kamar Khairani. Ada yang menganjal di perasaan Farhan. Mana mungkin Dwi berani masuk kamar tanpa izin.
Dwi pun terpaksa mengarahkan kamera kepada Khairani.
Farhan dapat melihat mata bengkak Khairani , wajah yang pucat dan terlihat kelelahan.
"Deg"
Ada yang aneh menurut Farhan. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi. Tapi Farhan tidak ingin menanyakannya sekarang.
"Dwi sudah berapa lama Ibuk sakit, kenapa dia terlihat kurus sekali. " Tanya Farhan mulai khawatir.
" Sudah tiga malam Pak. "
"Ya sudah , besok bilang sama Ibuk, saya pulang minggu ini.Tolong bantu saya jaga Khairaniku .Saya matikan dulu, terimakasih "
Panggilan pun terputus . Farhan tahu Khairani tidak tidur. Hidung yang merah menandakan dia habis menangis. Banyak pertanyaan di kelapanya .Apa yang sudah terjadi , Farhan akan mencari tahu nanti.
Merasa heran dengan tidak adanya riwayat panggilan yang tak terjawab di Hpnya. Juga pesan yang masuk juga dia periksa. Ada apa ini. Akhirnya Farhan memutuskan untuk menelpon Irul untuk memastikan sesuatu.
Sementara Khairani setelah Dwi pergi, dia kembali menitikan air mata. Mendengar suara orang yang dia rindukan , tentu saja dia senang. Tapi hatinya masih menolak untuk melihat Farhan. Bayang bayang malam itu masih segar di pelupuk matanya.
Dan Khairani juga tidak mau Farhan melihatnya dengan mata yang bengkak. Bisa bisa Khairani akan menangis di depan Farhan ,dia tidak mau itu.
Waktu terus berlalu ,kini tibalah waktu yang telah dijanjikan Farhan . Weekend ini genap empat minggu sudah Farhan di Singapura. Saatnya dia pulang sekarang.
Sebelum pergi ke bandara Farhan singgah ke Apartemen milik Jeany untuk mengantarkan beberapa berkas penting.
Farhan akan lama di Pekanbaru , pekerjaan nya telah selesai di sini. Tinggal sekali atau dua kali kembali ke sini maka semuanya tuntas.
Farhan tidak sabar untuk memulai usahanya di Pekanbaru. Dekat dengan keluarganya setiap hari. Sesederhana itu impiannya.
Sampai di Apartemen Jeany ,Farhan langsung naik ke lantai tujuh. Farhan sudah terbiasa datang, para penjaga juga sudah mengenalnya. Jadi Farhan bisa masuk dengan mudah.
Setelah memencet bel, Jeany muncul dengan pakaian santai ala Jeany. Atasan berbentuk kemben dan Hot Pant yang memperlihatkan sebahagian besar tubuhnya.
"Hai Han, masuklah. "
__ADS_1
Tanpa berkata Farhan pun masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu. Jeany langsung ke dapur dan kembali dengan dua gelas jus.
"Minumlah, cuma ini yang ada. Atau kamu minum sesuatu yang bikin panas ?" Tanya Jeany dengan tatapan menggoda.
"No, ini saja ." Jawab Farhan. " Oh iya aku sudah mau pergi mungkin lama lagi mau kembali kesini. Paling cuma untuk serah terima saja dengan Mr Luo. Dan ini aku titip pada mu, tolong bantu aku untuk menyelesaikannya. " Lanjut Farhan sambil menyerahkan beberapa File.
"Kau benar benar ingin meninggalkan ku Han ? Tidak bisakah kau merubah keputusan mu ? " Jeany menatap dengan mata berkaca kaca.
"Sorry Je ,hidupku di sana sekarang. Ada istri dan anak anakku menungguku. "
"Tapi di sini ada aku yang juga menunggumu. Aku masih seperti dulu Han, I Love you and aku butuh kamu. "
"Je , kita sudah berakhir lama. Jauh sebelum aku menikah. Kau tahu betul itu , jangan begini ,okey !"
"Setidaknya kalau kamu disini aku bisa melihat mu dan memelukmu Han. Aku tidak bisa jauh dari mu ,please ! Aku mohon tinggallah di sini Han. " Jeany menghambur ke pelukan Farhan dengan air mata yang membasahi pipinya.
Farhan tidak tega mengabaikan begitu saja, dia membalas pelukan Jeany sambil mengelus kepalanya. Beberapa saat kemudian dia merenggangkan pelukannya.
"Je ,lupa kan aku. Kita banyak melakukan kesalahan, dan aku tidak ingin lagi. Sayangi dirimu sendiri Je ,hiduplah dengan benar. "
"Kamu berubah Han, wanita itu telah mempengaruhi mu terlalu dalam. Aku akan lebih baik hanya dengan mu. Please kembalilah padaku ,aku akan membahagiakanmu. "
"Je... mengertilah, dari awal aku sudah mengingatkan hubungan kita tanpa cinta ,itu hanya hubungan saling memuaskan. Dan sekarang aku benar benar mencintai istriku. "
Farhan langsung berdiri hendak pergi, tapi Jeany menahannya.
"Han, baiklah tapi mari lakukan untuk yang terakhir kali. Aku merindukan mu, aku ingin merasakanmu . Aku mohon lakukan untuk perpisahan. " Rayu Jeany sambil berusaha meraba dada Farhan untuk membangkitkan gairahnya.
Farhan memejamkan mata merasakan sentuhan itu. Hampir saja di terlena tetapi bayangan Khairani tiba tiba muncul menyadarkan Farhan. Dengan cepat dia melepaskan diri dari Jeany yang hampir menciumnya.
"Sorry Je ,aku tidak bisa mengkhianati cintaku. Aku pergi ,terimakasih telah membantuku selama ini. Kamu teman terbaikku. " Farhan pun bergegas pergi dari tempat itu.
Jeany hanya terduduk dengan air mata. Dia hanya bisa menatap punggung kekar kesayangannya itu menjauh. Sudah lama dia mencintai Farhan tapi sedikitpun Farhan tidak membalasnya.
Farhan dan Jeany bersahabat sejak kuliah di jepang. Jeany tinggal di Singapura sejak kecil bersama keluarganya.
Jeanylah yang membantu Farhan membangun Perusahaan di Singapura. Hubungan keduanya menjadi partner ranjang sejak Farhan di cekoki oleh koleganya dengan obat perangsang. Jeany menawarkan diri untuk menolongnya dari pada harus berakhir dengan wanita yang telah disiapkan oleh rekan bisnisnya untuk menjebaknya .
Hubungan itu berlanjut sampai akhirnya Farhan menghamili Citra ,ibunya Si Kembar.Rasa bersalah itu berlahan merubah Farhan menjadi pria yang lebih menghargai wanita. Dia memutuskan untuk tidak lagi bermain main.
Inilah alasannya Farhan ingin meninggalkan Singapura, terlalu banyak jejak kenakalannya di sini. Pernah Farhan berniat membawa Khairani untuk pindah ke sini . Tapi dia tidak mau hidup barunya dibayang bayangi kisah masa lalu yang kelam.
Dengan langkah pasti Farhan berjalan di jalur keberangkatan bandara. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya tercinta, dengan setumpuk rindu yang menderanya.
"Tunggu aku sayang, aku merindukan mu ."
...****************...
__ADS_1