Disaat Kau Pergi

Disaat Kau Pergi
Kerinduan


__ADS_3

" Halo, sayang. "


Suara Farhan terdengar lirih di seberang sana. Khairani memutuskan untuk menghubungi Farhan. Setelah sedikit tenang usai makan obat tadi.


" Abang, udah tidur, kok suaranya terdengar berbeda. " Tanya Khairani.


Tiba tiba panggilan diubah Farhan menjadi VC. Terlihat wajah lelah suaminya dilayar kecil miliknya.


"Abang masih kerja, jam berapa memangnya disana ? "


" Hampir jam dua belas. Sebentar lagi mau tidur, ini sudah mau siap. " Farhan berusaha tersenyum walaupun terlihat dipaksakan.


" Jangan terlalu keras bekerja, jaga kesehatan Bang. Aku jauh tidak bisa rawat Abang kalau Abang sakit. "


"Abang pengen pulang mendengar nya, Sayang. Hilang sudah lelahku. " Ucap Farhan sambil membuka kaca mata bacanya .Mengusap wajahnya untuk mengurangi rasa ngantuk.


" Ya udah, istirahatlah sudah terlalu malam, Bang ."


" Masih rindu, pengen lihat kamu lebih lama. Khai... mau enggak ikut Abang kesini. Kerjaanku masih banyak, tidak bisa pulang cepat."


" Anak anak gimana, kasihan kalau ditinggal. "


" Kan udah enggak ASI lagi. Hanya dua minggu, nanti kita pulang bareng. Aku minta Irul dan Nisa jagain mereka sementara. Mau yaa? "


Khairani merasa Farhan menyembunyikan sesuatu. Kelihatan dari tatapan matanya yang terlihat gelisah. Khairani menduga pasti ada hubungannya dengan Jeany. Bisa jadi wanita pengganggu itu ada disana.


" Baiklah kalau begitu. Besok aku ke Dokter dulu, mau bertanya apa boleh atau tidak. "


" Benarkah, aku akan menunggumu disini. Jadi tidak sabar. " Farhan begitu bahagia hingga sampai tersenyum lebar.


" Abang lagi di rumah sakit ya ? "


" Iya, kelihatan yaa ? "


" Iya, boleh aku lihat Papa ? " Farhan langsung mengarahkan kamera ke brankar di depannya.


Terlihat seorang pria yang tidak muda lagi tertidur di sana dengan beberapa alat bantu yang menempel di tubuhnya. Pria tua yang bermata sipit itu terlihat kurus dan tidak berdaya.


" Beliau belum juga sadar. Saat ini masih belum melewati masa kritisnya. Aku takut Khai... takut dengan kenyataan bahwa dia akan pergi meninggalkan aku sendiri. " Farhan terdengar parau.


" Abang yang sabar, semoga beliau berumur panjang. Banyaklah berdoa. Aku akan menemani Abang disana nanti. "


" Iya Sayang, terimakasih. Aku cinta kamu. Khai... tetaplah jadi Khairani ku yang kuat. Jangan mudah terpengaruh ,Kadang kadang apa yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya. Apapun itu aku harap kamu tetap percaya padaku. Karena aku mencintaimu dengan segenap jiwaku. "


Khairani tertegun mendengar semua perkataan Farhan. Ada makna tersiar disana .Farhan seperti mengukuhkan perasaannya terhadap Khairani. Agar Khairani tidak lagi terpuruk jika gangguan itu terulang lagi.


" Baiklah suamiku, aku tahu. Dan satu hal yang perlu Abang lakukan disana , tetaplah hati hati agar tidak terjadi apa apa yang tidak kita inginkan. "


Farhan manggut manggut memahami maksud perkataan Khairani. Khairani benar, dia harus tetap berhati hati. Apalagi sekarang dia dikelilingi oleh orang orang yang ingin menghancurkannya.


" Abang istirahatlah, ini sudah terlalu larut disana .Aku juga mau istirahat besok banyak yang harus aku lakukan agar bisa ketemu Abang disana. "

__ADS_1


" Oke Sayang, aku tutup ya. Love you."


" Love you too .


Setelah Khairani meletakkan HP nya di nakas, dia merebahkan tubuhnya. Rasa kantuk sudah menyerang dari tadi sudah efek dari obat penenang yang dikonsumsinya .


Khairani sudah bertekad ingin menemani Farhan di Jepang. Dia yakin wanita penggoda itu sedang mengincar mangsanya. Khairani harus mengamankan miliknya , agar tidak dimangsa oleh wanita penggoda itu.


Dan akhirnya mata bulat itu menutup dengan sempurna .


*****


Setelah melewati penerbangan yang lumayan panjang, Khairani pun akhirnya sampai di Bandar Udara Internasional Japan.


Farhan telah menunggu Khairani dengan tidak sabar. Akhirnya dimasa masa sulit ini ada istri yang menemaninya. Dengan senyum yang tak menghilang dari bibirnya mata Farhan tak luput dari pintu kedatangan bandara tersebut.


Tidak beberapa lama kemudian orang yang dirindukannya muncul dengan perut buncit yang begitu kentara. Farhan segera mendekat dengan tangan yang merentang.


Khairani yang telah diliputi rindupun bergegas berjalan dan masuk kedekapan suaminya setelah melepaskan koper kecil yang diseretnya dari tadi.


Keduanya tidak lagi mempedulikan sekitarnya . Mereka hanyut dalam rindu yang menggebu. Khairani merapatkan kepalanya di dada Farhan , sementara Farhan mengecupi puncak kepala istrinya yang tertutup hijab dengan bertubi tubi.


" Ayo kita ke rumah, kamu pasti lelah. " Ucap Farhan sambil mengakhiri acara temu kangennya.


" Ayo, rasanya aku ingin mandi air hangat ." Khairani pun mengusap pinggangnya yang terasa agak pegal.


Farhan kemudian mengambil alih koper milik Khairani lalu menggandeng tangan istrinya melangkah menuju tempat parkir mobilnya.


Rasa rindunya memang sangat besar saat ini. Bagaimana tidak peristiwa yang terjadi di Singapura membuat hubungan pasangan suami istri itu merenggang. Dan ketika sudah mulai membaik tiba tiba Farhan harus berangkat ke Tokyo, Jepang.


Tidak terasa tiga puluh menit perjalanan sampailah mereka disebuah kawasan perumahan elit . Mobil yang Farhan kendarai memasuki halaman rumah yang cukup luas .


Sebuah rumah mewah bertingkat dua bercat warna putih berpadu hitam dibeberarapa bagiannya. Sungguh perpaduan yang sangat cantik .


" Ini rumahmu ,Bang ? Cantik sekali. " Ucap Khairani kagum.


" Tepatnya rumah Papa .Ayo masuk. " Farhan merangkul Khairani sambil menarik koper milik Khairani dan melangkah menuju pintu besar yang terbuat dari kayu berkualitas berwarna hitam.


Mereka disambut oleh seorang wanita paruh baya yang berwajah asli indonesia yang merupakan pengurus rumah.


" Selamat datang Nyonya " Tegur wanita itu.


" Terimakasih, Bu " Balas Khairani dengan sopan.


" Sayang, kenalan ini Bu Rahma. Beliau pengurus rumah sejak Mama masih ada .Buk, ini istriku , Khairani ! "


Farhan memperkenalkan kedua wanita yang ada dihadapannya. Kemudian mengajak Khairani ke kamar untuk istirahat.


" Buk kami ke kamar dulu, Khairani harus istirahat . " Dibalas dengan anggukan oleh Ibu Rahma.


" Silakan Nyonya ." Khairani tersenyum dan berjalan mengikuti langkah Farhan menuju ke kamar.

__ADS_1


Kamar yang sangat luas dengan nuansa hitam putih sangat mewah dan berfasilitas lengkap .Terdapat ranjang ukuran besar dengan seprai berwarna abu abu terang . Gorden berwarna perpaduan putih dan abu abu gelap. Terlihat sangat kontras dan elegan.


" Kamarnya bagus " Khairani spontan berucap dengan tatapan mata yang penuh kekaguman.


" Kamu suka ? " Tanya Farhan sambil memeluk Khairani dari belakang. Dengan meletakkan dagunya di bahu sang istri.


" Sangat Bang, ini bagus banget ." Farhan membalikan tubuh Khairani agar menghadap kepadanya. Mengecup bibir Khairani sekilas lalu mendorong pelan agar duduk di ranjang.


"Sekarang kamu duduk dulu ya, Abang siapkan air hangat untuk mandi, habis itu kita makan lalu tidur. " Farhan kembali mengecup bibir Khairani dengan sedikit lama dan sedikit lum*t*n .


Setelah selesai menyiapkan air mandi Farhan kembali ke kamarnya.


" Ayo mandi biar segar. " Khairani melangkah ke arah kamar mandi diikuti Farhan dari belakang.


" Kok Abang ikut masuk ! "


"Mau bantu kamu mandi. " Farhan menjawab dengan wajah tanpa dosa.


" Jangan modus , sana keluar aku bisa sendiri. " Khairani mendorong Farhan ke arah pintu. Tapi bukannya keluar Farhan malah mengunci pintu dan menanggalkan seluruh pakaiannya.


" Ayo mandi, nanti airnya keburu dingin. " Khairani hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah suaminya.


Mereka berdua berendam di dalam sebuah bak mandi yang cukup besar untuk berdua. Saling bantu membantu menggosok punggung dan sesekali Farhan menjahili istrinya.


Yah, mereka benar benar cuma mandi. Tidak ada kegiatan yang melebihi kecuali berbasah basahan saja. Selesai mandi dan berpakaian mereka pun bergantian mengeringkan rambut menggunakan Hair Dryer.


" Kamu laparkan , mau makan sesuatu ? " Tanya Farhan.


" Ya, lapar banget. Makan yang ada saja. Nanti habis istirahat baru aku pikirkan mau wisata kuliner kemana. " Khairani dengan cengiran khasnya.


" Baiklah ,tunggu disini biar aku ambulkan makanannya ."


" Kenapa tidak turun saja. " Ucap Khairani bingung.


" Nanti kamu tambah capek, Sayang ! " Farhan akhirnya keluar dari kamar menuju dapur. Ternyata makanannya telah tersedia di sebuah troli .Farhan tinggal dorong saja menuju kamar.


Menu berbagai makanan laut tersedia di troll tersebut. tapi Farhan tahu semua makanan favorit. Khairani pencinta makanan laut alias Seafood.


Khairani sangat menikmati makanannya. Selain karena enak juga Khairani berusaha menghargai suaminya yang telah bersusah payah menyiapkan semuanya untuk Khairani.


Selesai makan kini mereka berbaring di ranjang empuk itu mah Khairani benar benar lelah hari ini. Penerbangan yang lumayan jauh dengan kondisinya yang hamil besar. Beruntung kandungannya kuat dan sehat.


" Khai, aku mau mengatakan sesuatu. Tapi janji jangan marah dan dengarkan penjelasanku dahulu ." Mata Khairani langsung membulat menatap ke arah Farhan. " Ini mungkin sedikit mengganggumu , tapi jangan kamu sampai berpikir berlebihan , oke ?! "


" Ada apa Bang ,ada sesuatu yang burukkah ? "


" Hmm ,Tapi kamu harus percaya padaku. Aku akan mengatasi semuanya dan tentu dengan bantuanmu. "


"Baiklah ,coba katakan. " Ucap Khairani santai. Khairani sudah dapat menduga kemana arah pembicaraan itu nantinya .


" Jeany ada di Perusahaan ...

__ADS_1


" Haa,...


__ADS_2